Baby Love

Baby Love
Bab 25



Selepas kejadian Mela yang nekat hendak menyosor bibir Vigra, dia memutuskan untuk segera pulang. Minimal keluar dari kantor, bukan tidak mungkin jika Mela tiba-tiba menyusul keruangannya. Vigra bergidik membayangkan hal itu.


Dan kini dia sudah berada di dalam mobil, melajukan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan penuh. Dia ingin segera menemui kekasih hatinya. Dia melirik jam tangannya, waktu masih menunjukkan pukul 13.00 wib. Masih terlalu awal untuk pulang kantor namun juga sudah terlambat untuk keluar makan siang.


Vigra menginjak rem mobilnya ketika melihat ada minimarket. Dia bermaksud membelikan cemilan untuk Frenzy,meski ia tahu,ini jam tidur anak kecil itu. Selesai membelikan beberapa cemilan untuk Frenzy,ia kembali melajukan kendaraannya menuju rumah Nona.


Sesampainya di tempat tujuan, seperti dugaannya, Frenzy tidur siang dengan pulasnya. Vigra masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam,karena rumah itu tidak dikunci. Dengan berjalan perlahan dia masuk ke kamar,meletakkan bungkusan untuk frenzy di atas meja, lalu mencium lembut pipi gembil bocah itu. Setelahnya dia keluar menuju ke dapur, dia tahu bahwa kekasihnya pasti sedang membuat kue karena memang ini jam kerja Nona. Tampak wanitanya sedang fokus menghias kue, hingga dia tak menyadari kedatangan Vigra yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang. Membuat Nona menjerit perlahan.


"akhhhhh...." teriaknya lalu menoleh ke belakang


" ahhh ya ampuunn mas graaa..bikin aku kageett ..untuungg ni kue gak rusaaakkk.." teriaknya sambil memukuli tangan vigra yang melingkar diperutnya. Yang dipukuli hanya terkekeh sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Nona.


"heyy..kamu kalo lagi di dapur kayak gini,pintunya dikunci dong...tadi aku buka, gak dikunci..kalo ada orang masuk gimana?"


"yang masuk ya cuma kamu mas..."


" hey..jangan gitu..sekarang banyak orang jahat berkeliaran.."


" ah iya..iya..besok aku kunci,udah ah..lepas duluu..bentar lagi kue nya di ambil mang asep ini.."


Dengan berat hati, vigra melepas pelukannya lalu duduk di kursi tak jauh dari tempat Nona.


" kok mas gra jam segini udah disini?" tanyanya sambil menatap jam di dinding.


" iya..aku kangen sama kamu.."


"hadeh..kangen trus bolos? mentang-mentang kantor punya papa sendiri" nona mencibir


" ya gapapa dong,lagian kerjaan aku udah beres "


" okelah..oke..klo gitu aku selesaiin kerjaan aku bentar ya..mas gra duduk diam disitu,atau kalo gak, sana ikutan tidur sama frenzy aja di kamar " usir Nona


" aku tadi udah liat frenzy kok, sekarang mau liat kamu aja "


Nona hanya tersenyum sambil melanjutkan kegiatannya. Vigra meletakkan dagu di atas tangannya,fokus memandangi kekasihnya. Kulit putih, hidung mancung,rambut lurus, anak rambutnya yang jatuh di sekitar dahinya,membuatnya tampak sangat cantik. Setidaknya itu di mata seorang vigra lusanka.


ahhh...jadi pengen buru-buru kawinin deh ah!!


" Non..bulan depan nikah yuk?" ajaknya santai seperti mengajak jalan-jalan saja.


Nona mengangkat wajahnya,menatap heran


" gak juga ah..tapi aku pengen secepatnya..biar gak ada kejadian kayak tadi.."


Nah loh..niat hati tidak mau menceritakan kejadian Mela dikantor tapi malah keceplosan.Nona langsung menghentikan aktifitasnya dan berjalan mendekati Vigra.


"kejadian kayak tadi apa mas? ada sesuatu yang terjadi?" tanyanya penuh selidik


" hmmm..aku ceritain tapi jangan marah ya..janji dulu " ucapnya sembari menjentikkan kelingkingnya,mengajak Nona untuk saling menautkan kelingking. Nona langsung menautkan kelingkingnya, dia hanya ingin segera mendengarkan ceritanya, masalah marah atau tidak ,urusan belakangan!


" sini duduk sini dulu.." ucap vigra sambil menepuk kursi di sebelahnya. Setelah Nona duduk,dia pun menceritakan secara singkat kejadian tadi, hanya saja bagian Mela merendahkannya,dia skip. Tak perlu diceritakan.


" Hmm..nekat juga ya mas...gak tau malu.." ucapnya sebal


" makanya itu, kita buruan nikah aja yuk.."


"hmmm..bentar..tapi tadi beneran? mas gra gak mau dicium sama wanita itu?" mulai bertanya sesuatu yang sudah jelas jawabannya.


" ya bener lah non..aku gak nafsu juga..makanya pas dia deketin wajahnya ke arshku, langsung aku stop pake tangan aku"


" bearti kalo nyium itu harus pake nafsu mas?"


hmmm..bentar-bentar.Pertanyaan jebakan ini. nanti di jawab enggak, salah. Dijawab iya, salah.


"udahlah,gak usah di bahas..aku gak mau bibir orang lain, aku maunya bibir ini..." ucapnya sembari menarik Nona agar duduk dipangkuannya kemudian mendaratkan ciuman ke bibir lembut Nona. Mereka saling membalas ciuman mesra tersebut sampai akhirnya ada suara anak kecil


"mama..papa..enzy juga mau dipangkuuu " ucap gadis kecil yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya,sambil mengucek-ucek mata dia berlari ke arah dua orang dewasa yang sedang beradegan mesra tersebut. Karena kaget Nona langsung meloncat turun dari pangkuan Vigra.


" ahhh..anak papa ini selalu datang di saat yang tepat!! selalu bantuin setan biar pergiii..." ucap vigra sambil melirik ke arah Nona,dia menggendong frenzy dalam pelukannya.


"setan pa? mana setannya?" tanyanya polos


" setannya barusan udah pergi, yuk ke kamar papa beliin frenzy jajan banyak loh.."


Nona hanya terkikik mendengar perkataan Vigra, namun seketika matanya membukat ketika mendengar vigra membisikkan sesuatu ke telinganya


" tapi besok kalo udah sah, gak akan aku biarin frenzy gangguin lagi.." bisiknya sambil tersenyum mesum.


Bluusshhh..pipi Nona merona merah.


wait and see sajalah.