Baby Love

Baby Love
Bab 45 : Libur telah usai



Seharian ini, kerepotan mengurus ketiga buah hati sudah terlewati. Semua dapat terhandel dengan baik dan benar. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB malam namun Vigra belum sampai dirumah. Memang sudah dari kemarin dirinya ada pekerjaan diluar kota yang mengharuskannya menginap dan hari ini jadwalnya pulang.


Suasana malam itu tampak lengang ketika ketiga buah hatinya sudah tidur dikamar masing-masing. Papa Erwin dan Mama Neni pun tak berada di rumah karena menghadiri undangan salah satu koleganya yang berada diluar kota, sehingga pasangan suami istri paruh baya tersebut harus menginap di hotel tempat mereka menghadiri undangan tersebut.


Nona sedari tadi mematut diri di depan kaca besar di kamarnya. Ia mengenakan baju tidur yang sangat minim malam ini. Dress berwarna hitam pekat bertali kecil dengan panjang dibawah pantat, sangat mini. Dirinya pun tak mengenakan bra sebagai penutup dadanya sehingga payudaranya yang tampak lebih besar karena menyusui pun tampak lebih mempesona. Setidaknya itu dimata sang suami.


Ketika mendengar suara deru mobil berhenti di depan rumah, dirinya pun buru-buru mengenakan jubah panjang sehingga tubuh minimnya tak terekspose.


Setengah berlari, dirinya pun keluar dari kamar dan berlari menuruni anak tangga. Karena tak sabar, dua tiga anak tangga ia lompati sekaligus. Perasaan rindu yang membuncah karena sehari semalam tak bertemu, sepertinya sudah tak bisa ia tahan.


Ketika sampai di ujung anak tangga, terlihat sang suami membuka pintu dengan wajah lelahnya. Jas hitam yang ia kenakan sudah ia lepas, kemeja berwarna putih beserta dasinya pun sudah tampak berantakan.


" mas graaaa...." teriaknya girang sembari berlari dan menghambur ke pelukan sang suami. Gerakannya yang tiba-tiba membuat tubuh kekar sang suami sedikit mundur kebelakang. Tas dan jas yang sedari tadi berada di tangannya pun terlempar ke lantai.


" wuiiihh..buseeettt..ada yang kangen suami nih kayaknya..." godanya sembari mendekap pelukan sang istri. Lebih tepatnya menggendong tubuh mungil sang istri. Karena Nona berlari ke dalam pelukannya dengan tangan melingkar di pundak dan kaki melingkar di pinggang. Seperti pose anak monyet meminta gendong kepada induknya.


" aaa..kangeenn bangeett..sehari tak bertemu seperti setaun.." gombalnya sembari tertawa terkikik


" duileh..udah pinter gombal nih...anak-anak udah tidur?" tanya Vigra sembari melangkahkan kaki menaiki anak tangga dengan masih menggendong sang istri. Setelah sebelumnya menutup dan mengunci pintu.


" udah dong..udah jam 9 lebih, papa mama gak pulang,nginep katanya.."


" ini beneran gak mau turun?" tanya Vigra ketika dirinya sudah menaiki separuh dari anak tangga tersebut.


" enggak..kenapa? berat?"


" lumayan sih, kayak gendong karung beras sekarang.."


" aaahh..mas gra mau bilang aku gendut??" teriaknya sembari memukul dada sang suami.


" hahah..enggak lah..sekarang kamu seksi..berisi.."


" ah sama aja.." ucapnya sambil cemberut membuat bibir mungilnya tampak gigitable di mata sang suami.


" iihh..bibirnya gak usah gitu, bikin pengen gigit .."


" ih..bodoo.." ucap Nona sembari turun dari tubuh sang suami ketika mereka sudah sampai di kamar.


Vigra hanya tersenyum simpul, kemudian melepaskan kemejanya dan menaruhnya sembarangan.


" aku mandi dulu ya.."


" mas capek biasa apa capek banget?" tanya Nona sembari memungut kemeja dan celana panjang yang berserakan di lantai. Sambil membuka pintu kamar mandi Vigra menjawab


" capek banget..aku padatun jadwal aku biar nginepnya cuman satu hari..biar gak lama ninggalin kamu sama anak-anak.."


Suaranya makin menghilang ketika dia menjawab sembari menutup kamar mandi. Memang wajahnya tadi terlihat lelah maksimal. Tapi entah karena pengaruh hormon ataukah apa, Nona tidak mengubah rencanya malam ini untuk memberikan jatah masuk setelah libur panjang untuk sang suami.


Tak butuh waktu lama untuk Vigra membersihkan tubuh kekarnya. Dirinya pun keluar kamar mandi masih mengenakan handuk melilit tubuhnya. Perutnya yang masih saja sixpack tak berubah meski kini dia menyandang predikat papa tiga orang anak.


Rambut ikalnya masih basah sehingga tetesan airnya jatuh menjatuhi dada bidangnya.


Namun ketika keluar kamar, dia mendapati sang istri berdiri di depan ranjang besar mereka sembari membawa segelas susu coklat. Bukan susu coklatnya yang ia lihat, namun pakaian seksi gang membalut tubuh sang istri. Dirinya pun mengerjapkan matanya, meyakinkan diri bahwa ia tak salah lihat.


" kok bengong? mau susu gak?" tawar sang istri dengan nada menggoda. Vigra masih berdiri ditempatnya dengan wajah melongo. Dia memandangi tubuh sang istri dari bawah ke atas. Rambut panjang yang di ikat ke atas dengan anak rambut yang jatuh semakin memperlihatkan leher jenjangnya yang putih. Sepertinya jika menyesap bagian itu akan terasa sangat menyenangkan.


ahhh..jadi mesum kan.


Karena sang suami masih saja bengong di tempatnya mendapati kejutan yang ia berikan, Nona pun melangkahkan kaki mendekati sang suami.


" katanya capek banget? nih minum susu.." tawarnya sembari menyodorkan segelas susu cokelat hangat yang sedari tadi ia pegang.


" capek? kayaknya enggak deh.."


" lho tadi katanya capek.."


" ya kalo ngeliat istri bawain susu pake baju kayak gini, capeknya hilang dong.." jawabnya sembari menenggak habis susu cokelat tersebut kemudian meletakkan gelasnya di atas nakas. Setelahnya kembali memandangi wajah cantik sang istri


" ini beneran? libur telah usai?" tanyanya sembari menarik pinggang ramping sang istri kedalam pelukannya.


" iya nih..sampe lupa jalan masuk aku kalo liburnya kelamaan..." kelakarnya.


" eh tapi katanya tadi capek banget kan? yaudah,kita tidur aja.." jawab Nona sembari membalikkan tubuh bermaksud meninggalkan sang suami yang sedari tadi berdiri memeluknya.


" buseet daahh..ibarat kata ngasih frenzy permen pas udah mau dibuka,dia minta lagi..enak ajaa.." omel Vigra sembari menarik tubuh sang istri dan memeluknya dari belakang. Sejurus kemudian dia membenamkan wajahnya di atas pundak sang istri. Kemudian menciumi pundak dan leher mulus istrinya dengan beringas.


" aw..aw..aww..iya..iya ampuunn..cuman bercanda kali maas graa.." teriak Nona geli, merasa tak siap dengan serangan mendadak dari sang suami. Sejurus kemudian Vigra mengangkat tubuh mungil sang istri dan meletakkannya di atas ranjang besarnya.


Di pegangnya kedua tangan sang istri agar tak bisa bergerak. Rupanya Nona sudah membangunkan singa yang tengah kelaparan. Hidung mancungnya menempel dihidung sang istri.


" gak jadi capek? katanya capek banget " tanya Nona dengan perlahan


" udah ilang..aku pengen buat kamu capek di atas ranjang sekarang.." jawab Vigra dengan napas memburu.


" coba aja kalo bisa.." godanya


" wihh..nantang ya ini..perlu di hajar nih biar kapok...," ucap Vigra dengan senyum smirk.


Tak berapa lama *******-******* di bibir berubah menjadi pagutan yang lebih menuntut. Vigra menciuminya dengan buas. Seperti singa kelaparan. Nona pun sampai menepuk-nepuk pinggang sang suami karena kehabisan nafas. Namun Vigra seperti tak perduli, dia melepaskan ciuman namun beralih menciumi leher serta pundak sang istri dan meninggalkan jejak-jejak kepemilikan yang banyak disana. Nona pun ditengah desahannya masih mampu memprotes aktifitas sang suami


" jangan banyak-banyak mas..malu besok kalo diliat mb jiji sama mb juju.."


" gapapa,bilang aja digigit serangga" jawabnya asal.


Vigra pun melanjutkan aktifitasnya, selesai mengexplore leher jenjang sang istri dirinya pun menuruni kedua bukit kembar milik sang istri. Dalam satu tarikan, tali kecil yang berada di pundak mulus sang istri pun,melorot lepas.


Dia menurunkan wajahnya di area tersebut membuat sang istri melenguh tertahan merasakan kenikmatan yang telah lama tak ia rasakan.


Awalnya vigra hanya mencium,mencecap dan menjilat. Namun entah kenapa dia merasa tertarik untuk mengulum dan mencecap salah satu benda mungil di puncak dada sang istri. Dan tak berapa lama dirinya melepaskannya karena merasa ada aliran air keluar dari sana.


" ahhh...keluar susunya.." teriaknya kaget membuat sang istri yang tengah berkonsentrasi menikmati setiap sentuhannya menjadi menegakkan tubuhnya.


" ahhh... jangan di kenyot dong mas.." protesnya sembari meraih tissue di atas nakas dan berusaha meredam tetesan ASI yang keluar dari payudaranya.


" yaahh..kan dulu biasanya gitu " belanya


" ya kan dulu belum ada Asi nya mas.."


" yaahh..trus gimana dong, itu masih keluar gitu.." tanya Vigra polos


" tolong ambilin pompa Asi di atas meja mas.." perintah Nona dan langsung di laksanakan oleh Vigra.


Beranjak dari kasur dan membenarkan handuk yang masih melilit tubuhnya agar tak jatuh. Dirinya mengambil alat tersebut dan menyerahkannya kepada sang istri.


" ASI nya banyak banget ya..keluar terus.."


" iya..lebih dari cukup buat si kembar " jawab Nona masih dengan aktifitasnya memompa Asi dari kedua payudaranya dibantu sang suami.


" iya banyak banget..tapi aku gak mau minta lagi deh.."


" haha..maaf ya..aku juga baru sekali ini ngalamin kayak gini mas..aku juga gak ngerti"


" gak papa,udah selesaiin dulu.."


" emang masih mau lanjut?"


" ya lanjut dong..udha tanggung ini, aku gak mau mandi air dingin malam malam buat nurunin suhu.."


Nona pun tersenyum geli


" yaudah, sabar ya..tapi nanti jangan di...."


" iya iya..nanti gak lagi deh..nanti dilewatin.."


Sepasang suami istri itu pun tertawa geli mengingat adegan panas yang barusaja mereka lakukan namun berakhir dengan adegan lawak.


Yang semangat ya, semoga kalian berdua berhasil dan liburannya benar-benar usai. Tanpa gangguan apapun. hahaha.