Baby Love

Baby Love
Bab 16



Karena sidang skripsi telah usai, hanya menunggu wisuda saja, waktu luang vigra jadi banyak sekali.Dan karena jiwa santuy nya sudah menghilang semenjak lamarannya terhada Nona waktu itu, kini dia sudah mengambil keputusan jika dia harus bekerja secepatnya.


Dan inilah hasil dari keputusannya, menghadap sang Papa ruang kerjanya.


"Pa..aku mau ngomong nih.."


" nak..papa mau dengerin nih.."


Ngomong seperti itu tanpa mengalihkan pandangan ke arah berkas-berkas yang sedang beliau baca.


"serius ya pa..aku mau magang di kantor papa..boleh gak?"


"kenapa harus di kantor papa? emang mama kamu gak masak?"


Vigra mengernyitkan dahi, menanggapi guyonan sang papa yang kadang absurd bin garing. Ah...baru nyambung dia.


" pah..MAGANG pah bukan MADANG!!!"


Papa vigra keturunan jawa, madang artinya makan.


"oh..ini lampunya udah di idupin..udah madang kan.." masih santuy menjawab.


" paaaahh..M-A-G-A-N-G..kalo lampu di idupin itu udah terang,bukan padang..." gemes menahan emosi


padang artinya terang benderang.


Oke cukup menggoda anaknya,papa meletakkan berkas di meja,menatap lurus ke arah anak semata wayangnya. Kali ini serius.


" oke..kamu mau magang..tapi kamu serius mau lanjutin bisnis papa?"


" serius pa..aku tinggal nunggu wisuda, aku pengen kerja..aku pengen berpenghasilan"


" kenapa pengen berpenghasilan? uang jajan kamu kurang? kamu gak usah kerja, kekayaan papa bisa menghidupi kamu tujuh turunan kok.."


" aku tau pa..tapi aku lelaki..aku bakal jadi tulang punggung keluarga..jadi aku harus.."


" tulang punggung? tulang rusuk kamu aja belum ada,kenapa udah mau jadi tulang punggung?" si papa memotong ucapan vigra.


" ah elah pah..serius dikit napa sih paaa.." sebal maksimal.


" haha..oke..oke..mama udah cerita banyak sama papa..jadi kamu serius sama janda muda itu?"


" iya ..kenapa? papa gak setuju?"


" kalo papa bilang gak setuju gimana?"


" apa alasan papa gak setuju?


" ya papa jodohin kamu aja..biar kayak di drama drama korea ..dramatis..mengharu biru.."


" ishh..udah tua tontonannya drakor.."


" yaa kan papa cinta sama mama, jadi papa tiap malam di ajakin nonton drakor sama mama..hiks.." ehelah..papa curhat.


" bodo amat..aku ga peduli!"


" haha..oke..oke..minggu depan kamu mulai ngantor di kantor papa, nanti biar asisten papa yang ngajarin kamu...nanti kamu bisa nya apa, papa tempatin kamu di keahlian kamu..kalo kamu bisa nya nyapu,ngepel ya nanti jadi OB dulu.."


" gak usah repot-repot pa..jadi tukang parkir aja aku ikhlas.." ucapnya sebal.


Lalu terdengar derai tawa sang papa,terdengar puas melihat wajah anaknya yang selalu menyepelekan segala sesuatu dan sekarang berbicara dengan serius,merupakan hal langka.Makanya dari awal hingga akhir sang papa hanya menggoda saja.


**


Hari ini hari minggu, artinya hari kunjungan Vigra untuk ngapel. Iya, ngapelin Frenzy tentunya. Tapi sekarang bonus emaknya. haha.


Sesampainya di kediaman Nona, dia melihat frenzy sedang bermain sendirian di ruang tamu,tak terlihat Nona disana.


" loh..anak papa kok sendirian? mama mana?"


"mama bobok.." Frenzy sudah mulai agak lancar berbicara di usia 1,5 tahun ini.


" bobok? tumben sekali...yuk kita liat mama kamu.." ucapnya seraya menggendong frenzy dan masuk ke dalam kamar mencari Nona.


Sesampainya di kamar, dia melihat Nona sedang berbaring di atas ranjang, dengan tubuh di tekuk,tangan memegang perut,keringat dingin membasahi dahi.


" hey..kamu kenapa non? sakit?" ucapnya sambil memegang dahi nona yang basah tapi tidak panas.


" ah mas gra..perut aku sakiit..nyerii.."


" hah? nyeri? kamu habis makan apa?"


" enggak..aku haid mas..ini pertama kali semenjak melahirkan Frenzy, jadi ini rasanya sakit sekalii.." katanya meringis sambil meremas remas perutnya


" haid? mens ? trus aku harus dimana? kita kerumah sakit? "


" gak usah mas,jangan lebay ah..paling bentar lagi ilang.." ucapnya


" gak usah mas..beneran..ini perutnya di elus elus aja udah enakan kok mas..lagian aku gak terbiasa minum obat kalo sakit nyeri haid.."


" di elus elus? kamu mau aku elus elus?" tawarnya jujur.


" ah enggak..maksud aku,aku elus elus sendiri udah ilang gitu mas.." ucapnya meralat omongannya tadi


" ah gitu..kirain .." terdengar penyesalan,ya kan..gak jadi elus elus perut kan.. haha


Tiba tiba Vigra meraih frenzy dan memangku gadis kecil itu, Lalu memegang tangannya dan mengarahkan ke perut Nona


" kita berdua elus elus perut mama ya frenz..biar nyerinya mama ilang"


" mama ..elus elus pa..sakit pa? "


ah sweet sekali...membuat Nona menitikkan air mata,terharu.


" tuh..mama di elus elus perutnya jadi baper frenz.."


" mama bapel pa.."


Nona tertawa sambil memukul lengan Vigra.


**


Setelah nyeri haid menghilang, kini mereka duduk santai sambil nonton TV. Frenzy duduk di pangkuan Vigra sambil memainkam boneka.


" aku tadinya mau ngajak kita jalan non..tapi kamu malah sakit.."


" mau kemana mas?"


" mau nyari kemeja, minggu depan aku mulai magang di kantor papa..jadi butuh baju kantor"


" ah..mas gra udah mau magang? kan belum wisuda mas.."


" gpp,kantor punya papa ini..hehehe..lagian aku harus cepet cepet berpenghasilan, biar bisa segera nafkahin kalian.."


" ah..itu..hmm..mas gra serius dengan hubungan ini mas?"


Vigra menatap Nona dengan kecewa


" maksud kamu apa non? "


" ya bukan gitu..aku tau,mas gra sayang banget sama Frenzy, tapi kan..kita..maksud aku,mas gra enggak gitu ke aku..aa..aku.."


" enggak gitu gimana ? maksud kamu,aku gak sayang sama kamu gitu?"


" hmm anu..bukannya mas gra masih punya pacar? aku takut merusak hubungan kalian mas.."


"pacar yang mana?"


" itu..yang kemarin pas di kampus..namanya.."


" Lania?"


" iya. dia bilang ke aku..katanya dia sama mas gra belum putus..jadi statusnya masih pacaran..jadi aku..aku.."


" oh itu..iya emang kita belum putus..kamu cemburu?"


" hah..belum putus? dan mas gra ngajakin aku nikah? becanda kamu mas.." ucapnya dengan nada tinggi


"hahahah..iya aku emang belom putus ama dia, orang jadian juga kagak..gimana mau putus non.." jawab Vigra sambil terbahak bahak. Nona mengernyitkan dahi tak mengerti.


" Jadi gini ya..dia itu suka sama aku, tapi aku enggak..dia selalu ngintilin aku kemana pun aku pergi,anak anak mengira kita pacaran..dan dia pun menganggap begitu,ya salah ku juga sih,aku tidak tegas bilang enggak..aku emang dulu gitu,gak peduli..mau datang oke,mau pergi silakan..jadi dia mungkin kemarin cemburu karna tiba-tiba aku bawa kamu dan frenzy ke kampus,jadi mungkin itu caranya dia melampiaskan rasa cemburu ke kamu..karna kalo dia ngomong sama aku, akunya juga bakal gak peduli.."


"jadi..."


" jadi disini gak ada yang punya pacar..mengenai ajakan aku buat nikah, itu serius..hanya menunggu sampai aku berpenghasilan aja..aku cinta sama frenzy, dan sekarang aku juga yakin,aku juga cinta sama mamanya frenzy...aku hanya menunggu kamu membuka hatimu buat aku non..."


Nona terperangah mendengar penjelasan Vigra. Lalu vigra melanjutkan kalimatnya


"Aku tidak meminta kamu untuk menghilangkan cinta kamu ke mendiang suami kamu non, kamu boleh menempatkan dia dimana saja sesuka kamu..aku hanya minta kamu membuka pintu hati kamu, bahwa disini masih ada laki-laki lain yang memiliki cinta sama besarnya bahkan lebih..dan kamu harus bisa menerimanya..Frenzy butuh seorang papa dan itu aku..kamu juga butuh suami, dan itu juga aku.."


Nona masih sesenggukan, vigra mendekatkan wajahnya ke wajah nona, mengangkat dagu wanita itu dan mendekatkan wajahnya, jarak makin terkikis, lalu Vigra mencium lembut bibir Nona, mulut mencium tangan kanan menutup mata Frenzy yang masih berada di pangkuannya..Yang ditutup matanya bergerak-gerak sumpek, berusaha melepas tangan besar yang menutup matanya sambil teriak


" papaaa..papaaa.."


teriakan si bocah menghentikan adegan mesra dua orang dewasa ini. Vigra melepaskan ciumannya, lalu membuka mata frenzy sambil berteriak


" cii..lukk..baaa..."


"baaaa..."


Lalu frenzy berdiri,memeluk Vigra dan Nona ,di sambut pelukan dari dua orang dewasa di depannya. Mereka berpelukan bertiga sambil tertawa-tawa bahagia.