Baby Love

Baby Love
Bab 21



Sarapan pagi dirumah keluarga Lusanka.


" Gra... besok kalo nikah sama Nona, bearti gak ada acara lamaran keluarga ya?"


" hmmm..kayaknya sih gitu ma.."


" ibu panti nya itu gimana?"


" Mereka masih saling komunikasi sih,sebulan sekali Nona mengunjungi panti..ah nanti aku tanya Nona dulu deh ma..gimana baiknya..mungkin bapak ibu panti yang bisa jadi wali nya.."


" oke deh..trus rencananya kamu mau nikah kapan?" tanya papanya.


" lebih cepat lebih bagus..besok kalo bisa "


" buseeett...yang udah ngebet..emang si Frenzy udah gak *****?" pertanyaan gak penting papanya di sambut pelototan sang mama.


**


Bekerja di kantor sang Papa bukan berarti dia bisa santai kayak di pantai. Dia tetap bekerja keras mempelajari segala hal yang berkaitan dengan dunia property, yang sama sekali tidak dia dapatkan ketika kuliah dulu. Tetapi ilmu psikologi yang dia pelajari ketika kuliah, tetap sangat membantu. Dia mampu membaca karakter klien nya ketika mereka sedang bernegosiasi tentang sebuah proyek. Jadi ketika beberapa proyek dilimpahkan padanya, semuanya selalu berujung pada kata DEAL! alias sepakat!


Banyak klien nya mengatakan jika seorang Vigra Lusanka sangat membuat mereka nyaman ketika sedang bertukar pikiran dan bernegosiasi. Memang selain sikapnya yang cuek dulu, dia adalah seorang lelaki dengan karakter ramah dan memiliki banyak teman.


Seperti siang ini, dia di jadwalkan untuk bertemu dengan seorang klien,untuk membicarakan proyek sebuah resort yang akan di bangun di Bali. Untuk pertemuan awal memang Vigra lebih suka mengajak klien nya meeting di luar kantor, itu adalah salah satu taktiknya untuk bisa "mengakrabkan diri" dengan calon kliennya.Baru setelah menemukan kata sepakat, meeting selanjutnya berlangsung di kantor.


Pertemuan mereka direncanakan di jam makan siang,di sebuah restoran tak jauh dari kantor vigra. Ketika Vigra tiba, ternyata kliennya sudah lebih dulu berada disana.Melihat kedatangannya, dua orang yang sedang duduk di meja paling ujung itu berdiri untuk menyambutnya


" selamat siang pak vigra..." sapa seorang laki-laki paruh baya yang diketahui bernama bagus.


" ah..maaf saya sedikit terlambat pak bagus.." ucap vigra sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman.


" ah tidak..kita juga baru saja tiba..kenalkan ini anak saya..dia yang akan mengurus proyek kali ini " ucap pak bagus sembari menunjuk ke arah gadis cantik di sebelahnya


" halo pak vigra..kenalkan saya Mela..nice to meet you"


"nice to meet you too."


Mela merupakan anak dari Pak bagus, baru saja lulus kuliah dan ikut serta bekerja di kantor papanya . Sama seperti dirinya.


Dia merupakan gadis cantik dengan tubuh langsing,wajah cantik,elegan dan sedikit menggoda, khas wanita metropolis.


Selama meeting santai itu berlangsung, Vigra menyadari jika Mela selalu mencuri-curi pandang ke arah dirinya, namun dia mengabaikannya. Ya karna memang begitulah vigra, selalu cuek untuk urusan wanita.


Setelah perbincangan hangat selama kurang lebih satu jam, akhirnya mereka menemukan kata sepakat yang kemudian menjadikan mereka menjadi sepaket!!. iyaa..sepaket dalam urusan pekerjaan. hihihi


" ah terima kasih untuk penjelasannya pak vigra..sungguh, seperti rumor yang beredar ternyata memang bernegosiasi dengan putra pak Erwin itu sangat menyenangkan " puji pak Bagus.


" bapak terlalu melebih-lebihkan.." Vigra merendah.


" saya hanya bicara apa adanya pak..oke baiklah,untuk selanjutnya saya limpahkan proyek ini ke Mela ya pak..semoga kalian bisa bekerja sama..lebih mengakrabkan diri lagi..saya lihat kalian seumuran kan?"


" sepertinya begitu pak,sama-sama baru lulus"


" oke baiklah..semoga kalian bisa cocok untuk bekerja sama menyelesaikan proyek ini"


Vigra hanya tersenyum tidak menanggapi lebih lanjut.


" oh ya pak vigra..boleh saya minta no ponselnya? agar mudah menghubungi bapak.." Mela bertanya dengan senyum manisnya.


" oke..nomer 081********"


" oke..saya save..makasih"


" boleh chat diluar jam kantor?"


Vigra hanya tersenyum, tidak menolak tapi tidak mengiyakan, dia hanya berusaha profesional.


**


Sesampainya di kantor, Vigra menghela nafas.Memikirkan pertemuannya dengan klien bernama Mela tadi.


"duh..tu cewek tadi keganjenan banget..bau-baunya nih bakal jadi cewek ngosrot kayak si Lania deh.." ucapnya seraya menekan keningnya .


" ahh udahlah..fokus aja! kalo dia godain asal gak ditanggepin pasti juga gak masalah..beginilah resiko orang ganteng " ucapnya pada diri sendiri, Pede!


Setelah melihat wanita cantik diluar,entah kenapa dia merindukan Nona. Makin hari perasaannya terhadap Nona makin bertumbuh subur, apalagi setelah wanita itu membuka hatinya untuk menerima cinta Vigra sepenuh hati.


Dia meraih ponsel di atas meja lalu melakukan panggilan video call , tak berapa lama tersambung


" ya mas gra.." wajah cantik nona tertangkap layar, sedang menggunakan celemek. Ah iya..dia sedang bekerja.


" lagi bikin kue non?"


" iyaa..tapi udah finishing kok..kenapa mas? frenzy bobok siang tuh...nanti aja video call nya" ucap Nona sembari mondar mandir kesana kemari, Hp di letakkan di meja.


" iya tau..ini jam tidurnya frenzy..aku vidcall mau liat muka kamu kok..deketan sini donk mukanya..malah ditinggal tinggal ih.."


Sejurus kemudian wajah nona sudah kembali ke layar,dia tersenyum


" kangen? tumben..."


" iya..aku abis ketemu klien..wanita cantik..trus aku jadi keinget wanita cantikku dirumah..jadi kangen deh.."


Mendengar penjelasan Vigra, Nona cemberut


" mas gra tergoda pasti yaa...suka yaa.."


" enggak lah..you one and the only" ucapnya sambil melakukan kiss jarak jauh


" ahh gombal ahh...udah sana kerja sana.."


" entar dulu donk..kan masih kangen..nanti aku mampir ya pas pulang kantor.."


" terserah..."


" susunya Frenzy masih gak? "


" masih kok.."


"oh yaudah..kalo susu kamu masih gak?"


"argghhhhm..mas vigraaaaaaaa.."


tut..tut..tut.. call ended.


Vigra tersenyum puas setelah berhasil menggoda kekasihnya.