
Tiga hari setelah resepsi pernikahan, mereka menghabiskan waktu dirumah. Dari pagi sampai pagi lagi mereka bersama-sama. Sampai sore ini, ketika mereka sedang bermain-main di halaman belakang, mama Neni datang menghampiri.
" vigra...papa sama mama udah siapin tiket dan segala macemnya buat kalian honeymoon, besok siang berangkat ya.."
" apa ma?? honeymoon? kemana? kok gak bilang-bilang?" tanya vigra kaget. Nona hanya memandang sang mama mertua,bingung mau berkomentar apa.
" namanya juga surprise..ya gak dikasih tau lah.." ucap mama neni sembari berjalan menghampiri frenzy yang sedang asyik main boneka.
" frenzy sayang...kamu mau punya adek bayi gak?"
Sang balita yang sedang memegang boneka, menengadahkan wajahnya lalu tersenyum lucu
" adek bayi? kayak gini oma!??" tanyanya sembari menunjukkan boneka yang dipegangnya
" iyaa..mau gak?"
" mau..mau..mau omaaa..beli dimana?"
" eh..enggak beli syaang..tapi bikin dulu.."
" bikin? yang bikin siapa oma?"
" yang bikin tuuhh...mama sama papa..jago kalo disuruh bikin..," kelakar mama neni.
Vigra menutup muka sambil geleng-geleng kepala. Emang si mama kadang suka bocor.
" tapii..mama sama papa,bikin dedek bayinya ditempat yang jauh nak..harus naik pesawat dulu..jadi frenzy dirumah dulu sama oma sama opa, gimana? mau gak?" tanya mama neni
Sang balita lucu itu terdiam,tampak berpikir. Karena memang selama ini dia tidak pernah berjauhan dengan sang mama.Kemudian memandang mama dan papa nya bergantian
" hmm..enzy mau deh oma..nanti enzy boboknya sama oma sama opa?" tanyanya
" iya..gak lama kok, cuman 3 hari..nanti kita jalan-jalan yaa..gimana? mau?"
" mauu ...." lalu mama neni tersenyum kemudian mencium pipi gembil frenzy kemudian beranjak menghampiri vigra dan nona yang sedari tadi hanya memandangi obrolan mereka.
" tuh ..udah beres...kalo gak gini, ntar bisa-bisa cucu mama yang lain gak di proses-proses lagi "
***
Akhirnya, setelah pesawat mendarat di bandara Zainudin abdul madjid international airport, rasa penasaran mereka terjawab sudah. Terlebih melihat tulisan Welcome Lombok . Nona tampak antusias melihat suasana yang baru pertama kali dilihatnya.
" waahhh....aku baru pertama kali kesini mas graaa.." ucapnya sambil tersenyum senang
" ahhh..seandainya dia ikut.." tiba-tiba sorot kebahagiaanya meredup
" besok kita kesini lagi sama frenzy ya.." ucap vigra menenangkan.
Tadi sebelum ditinggalkan,memang frenzy sama sekali tidak rewel. Tapi justru karena itulah,mereka menjadi tidak tega. Namun mama neni meyakinkan jika beliau bisa mengurusi frenzy sendiri . Frenzy sungguh anak yang pengertian, selalu bisa adaptasi dengan cepat dimanapun dia berada. Kata Nona sih, itu mirip dengan sifat dari mendiang ayahnya yang memang supel.
" mas gra..ni kita sekarang kemana?"
" ke hotel dulu.."
" trus abis dari hotel?"
" kita ke kamar"
"trus abis dari kamar?"
" ya terusannya nanti kamu liat sendiri lah..pokoknya 3 hari kita disini, nanti hari terakhr aja jalan-jalannya"
"laahh..kok gituuuu.." nona mencebik.
Sesampainya di hotel bintang 5 yang sudah papa mama pesankan, mereka memasuki kamar tipe president suite. Kamar luas itu di dominasi warna gold,tampak mewah. ada meja makan,area dapur dan juga kamar mandi yang luas.Nona kembali terkagum-kagum dengan luasnya kamar hotelnya, begitupun dengan pemandangan yang disuguhkan dari jendela kamarnya.
" waaahhh....ini kamar hotel apa apartment sih mas? waahh..mana ranjangnya gede bangeett mas.." serunya polos, seperti frenzy yang baru mendapatkan mainan baru.
Vigra hanya terkikik geli.
" aahh..maaf mas...maaf..aku udik banget yak.." ujarnya sembari menutup wajahnya yang memerah.
"enggak..lucu gemesin dehh.." ucapnya sambil memeluk Nona dari belakang. Menaruh wajahnya di ceruk istrinya.
" hmmmm...abis perjalanan kok kamu tetep wangii sih sayang..." vigra mengendus leher putih nona,berlanjut menciumi,mengecap bahunya ,membuat nona merinding geli dan menjauhkan badannya,berusaha melepaskan pelukan vigra
"mandi dulu ya mas...abis itu makan..aku laper mas.." ucapnya menghindar seraya berjalan ke arah koper bermaksud mengambil baju ganti.
Selesai mandi, frenzy keluar dari kamar. Dia hanya mengenakan baju handuknya. Di meja makan di kamar tersebut sudah tersaji makanan. Perutnya yang sedari tadi keroncongan membuatnya mengurungkan niat untuk berganti pakaian kemudian memilih berjalan mendekati meja makan.
"makan duluan gih,nanti lemes kalo kecapekan..aku mandi dulu " ucap vigra sambil tersenyum mesum.
Nona hanya bergidik namun tetap memakan makanan yang ada di meja.
Vigra keluar dari kamar mandi,lalu duduk di sisi ranjang. Dia hanya bertelanjang dada dan menggunakan celana boxer nya. Tubuhnya yang kekar dan berotot dia pamerkan di depan istrinya. Namun yang dipameri, masih fokus menghabiskan makanan.
" non..sini bentar..bantuin keringin rambut donk.." perintahnya membuat nona menghentikan makannya,mengambil minum lalu beranjak dari kursi menuju ranjang besar yang berada di tengah ruangan. Setelah nona berada di dekatnya, vigra memberikan handuk kecil kepadanya Dengan cekatan nona mengeringkan rambut suaminya.
Tangan kekarnya memeluk erat pinggang sang istri.
"ah mass..kalo peluk peluk gini,susah ngeringinnya mas.."
Vigra pun melonggarkan pelukannya. Namun mulutnya bergerilya mengecupi perut nona yang masih berbalutkan baju handuk.
" ihh..geli maas...ini mw keringin rambut apa mau yang lain sih??" teriak nona sebal
" kalo aku bilang mau yang lain gimana?" ucapnya sembari menarik tubuh Nona hingga terjatuh di atas tubuhnya.
" nah..kalo posisinya kamu di atas kayak gini, artinya kamu yang godain aku non.." kelakarnya.
Nona hanya tersenyum lalu mendaratkan ciuman ke bibir suaminya. Pagutan demi pagutan mereka lakukan hingga akhirnya yang terjadi terjadilah. Penyatuan tubuh mereka setelah sekian hari menunggu pasca halalnya status mereka,kini sudah tersalurkan.
Mereka menjatuhkan tubuh di atas ranjang,peluh berjatuhan dari tubuh mereka masing-masing. Nona kemudian memiringkan tubuhnya,menghadap suaminya
" mas gra..sebenernya kamu beneran masih perjaka gak sih?" tanyanya to the point
." hiisshh..mulutnyaa..ya masih laahh..kenapa?"
" kok rasa-rasanya kayak udah pro gitu ya mas.." jawab nona sambil tertawa
" yaaa kan kalo teori aku udah ahli diluar kepala non,ini tadi kan baru prakteknya..gimana? kamu puas kan? "
Nona tersenyum malu.
" lah kalo kamu tadi, beneran udah punya anak satu apa masih gadis sih?"
" emang kenapa mas?" tanya nona khawatir.
" kok rasanya masih seret kayak gadis.."
" ahh....mas gra kalo boong jangan berlebihan donk.." seketika wajahnya memerah menahan malu sekaligus senang atas pujian suaminya.
"beneran gak boong..coba deh,aku coba sekali lagi ya..beneran seret gak sih.." kelakarnya sembari mengulangi aktifitas mereka kembali.
Sungguh penyatuan cinta mereka berdua yang sangat indah dan panas ,terjadi sekali lagi sampai kedua tubuh mereka menyerah kalah.