Baby Love

Baby Love
Bab 43 : Whats your name?



Hari yang cukup melelahkan telah terlewati sehari ini. Mengurus ketiga anak kecil dan satu anak besar, meski sudah dibantuin Mama dan juga dua baby sitter, tetap cukup membuat Nona kelelahan. Terutama bayi besarnya, siapa lagi kalo bukan Papa Vigra.


Rese' dan tengilnya makin hari makin menjadi.


Seperti malam ini, ketika mereka berdua sudah berada di atas ranjang,bersiap untuk tidur. Terjadi obrolan penting namun berakhir unfaedah.


" mas gra..udah seminggu nih, kita belom kasih nama dedek loh..."


" hmmm..iya ya..kenapa pas lair,ga ada tagname nya skalian sih..bikin ribet.." keluhnya absurd


" yee...di kira pegawai kantoran kali pake tagname.."


" kamu katanya udah ada nama, apa?" tanyanya


" ada sih...Nandara..." ucap Nona ragu, merasa nama pilihannya tidak akan mendapatkan persetujuan.


" nandara? kamu ngefans sama Raffi ahmad?"


" kok bisa?"


" iya..dia kan sultan Nandara.."


Nona berfikir sejenak, kemudian tertawa geli


" itu Andara kali ah..ini Andara mas gra.."


" artinya apa? "


" laki-laki"


" hmmm..klo cewek?"


" ransi gimana?"


" hah ransi? sabun cuci?"


" ihhh..sebel deh..itu rinsoo..jauuhh kali mass.."


" oh ya..ya..ada yang lain?"


" emang mas gra ada ide?"


" ada dong..."


"apaan?"


" markonah..maemunah..bambang.."


" iihhh..apasii mas..masa iyaaaa namanya seangkatan sama nenek buyut.."


" heh..itu ga bakal ada yang ngembarin kali Non.."


" ih..bodo amat banyak ngembarin..orang mereka juga kembar.." Nona mulai sewot.


" uluh..uluh..gemesnya kalo ngambek..sini..sini..peluk duluu..seharian aku capek lho dikantor..."


Godanya sembari meraih tubuh mungil sang istri, mendekapnya penuh kelembutan.


" Hmm..non.." ucapnya lembut


" hmm..apa.." jawab sang istri dengan sedikit malas karena memang rasa sebalnya masih tertinggal.


" ini yang nempel di dadaku apasih?"


" apasih?" tanya Nona bingung sembari menjauhkan tubuhnya dari dada sang suami dan melihat dada bidangnya.


" ih..jangan bangun..udah gini ini.." ucap vigra sembari menarik kembali tubuh istrinya kedalam pelukannya.


" apasih mas? yang nempel apaan?"


" ini lho..ada empuk empuk gede banget..nempel di dada..apaan?"


Nona mengernyitkan dahi sejurus kemudian dirinya mendaratkan cubitan di perut sang suami.


" aooww...aooww..aooww..sakiittt"


" abisnya..namanya juga lagi menyusui mas..ya gede laahh.." ucapnya sembari mengerucutkan bibir mungilnya, membuat sang suami semakin gemas.


" hihihi..iya tau tau..walo aku juga udah lama ga di susuin kan ya.."


Nona hanya melotot gemas ke arah sang suami.


" tapi ngomong-ngomong ini aku puasanya sampai kapan sih? kayaknya udah lama banget dek..puasa gak pernah buka .."


" baru juga seminggu mas..masih panjaanggg waktu liburmuuu..." ucap Nona sembari beranjak dari ranjang.


" eh..eh kok kabur? mau kemana? "


" mau mompa asi dulu..udah penuh ini.."


" ogah, mau di kamar si kembar aja.."


" emang kenapa sih? sini aja lah..aku temenin.."


" ogah..klo disini berasa lagi di liatin sama om-om mesum " ucapnya sembari membanting pintu penuh rasa sebal.


Vigra hanya tertawa ngakak melihat tingkah sang istri. Baginya,melihat istrinya ngambek itu merupakan hiburan baginya.


Akhirnya, Vigra kembali merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang berukuran king size tersebut.


Rasa lelah yang menderanya setelah berkutat dengan banyak dokumen di kantor, membuatnya merasa harus segera tidur. Agar esok hari kembali mampu menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda karena dia mengambil banyak cuti tempo hari.


***


Pagi hari, Nona sedang menyiapkan pakaian untuk Vigra ke kantor. Vigra keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk yang melilit ketubuhnya. Rambutnya masih basah menetes hingga membasahi pundaknya. Melihat itu Nona langsung mengambil handuk kecil dan mulai mengeringkan rambut ikal sang suami.


" Rakai temahan akaru "


" apa mas? "


" Nayanika danastri.."


" what? nama mas?"


" bukan, merk celana kolor.."


" ihh...artinya apa?"


" googling aja deh.."


" ih gak niat ih..eh tapi kok ga ada Lusanka nya?"


" eh iya ya..kan anak gw tuh.." bisiknya perlahan


Setelah berfikir sejenak, kemudian dia kembali mengulang nama untuk kedua anaknya


" Rakai temahan lusanka sama Rakai akaru lusanka, bagusan mana sih? " tanyanya


Namun belum juga sang istri menjawab,dirinya sudah kembali berucap


" oke, Rakai Akaru lusanka, oke cakep..udah fix ini ya..gak boleh ada yang bantah .."


Nona hanya tersenyum simpul sembari mengancingkan kemeja berwarna navy yang kini dikenakan sang suami.


" terserah kamu mas..anak kamu juga.."


" nanti panggilannya Rakai..trus dedek satunya Nayanika danastri lusanka "


" panggilannya apa?"


" nayanika lah.."


" gak kepanjangan?"


" ya di pendekin.."


" jadi aya? "


" jangan dong..nama udah keren masa iya manggilnya begitu.."


" tapi kan ribet tuh manggilnya nayanika..."


" gak papa, aku suka yang ribet -ribet.."


Nona menghela nafas, beginilah menikahi anak tunggal. Iyain aja lah, biar cepet selesai.


" yaudah yuk, aku mau cium rakai sama nayanika dulu.." ucap Vigra segera setelah berpakaian rapi . Namun ketika dirinya hendak melangkahkan kaki keluar kamar, tangannya masih ditarik sang istri.


" kenapa?" tanyanya kemudian melihat wajah sang istri yang masih cemberut


" ohhh..yang ini minta di cium dulu.." ucapnya sambil tersenyum geli. Sejurus kemudian diciumnya kening sang istri, turun ke pipi nya yang masih membulat, mencium hidungnya yang mancung lalu berhenti di bibir mungilnya. Awalnya hanya mencium namun lama kelamaan berubah menjadi mencecap. Ciuman hangat pun berubah menjadi ciuman panas.


Ciuman itu terhenti ketika Vigra merasa pinggangnya di tepuk oleh sang istri, karena kehabisan nafas . Mereka berdua pun melepaskan ciuman hot tersebut.


" nah kan..sebenernya kangen juga kan.." goda Vigra membuat Nona tersipu malu.


" ah udah ah..jangan dilanjutin .."


Mereka berdua pun berangkulan keluar dari kamar. Sebelum tangannya menarik handel pintu, Vigra membisikkan sesuatu


" sabar ya..tunggu aja...nanti kalo liburnya udah kelar, aku pastikan..kamu akan aku hajar sampe lemas.."


Nona tersenyum malu sambil berteriak perlahan


" aawww...mauu bangeett..."


Kemudian mereka berdua tertawa terbahak- bahak. Punya anak tiga, bukan berarti romantisnya memudar kan??