Baby Love

Baby Love
Bab 23



Kerjasama dalam pembangunan resort yang di lakukan oleh perusahaan Papa nya dengan perusahaan papa Mela berjalan lancar. Mela tetap tidak pantang menyerah untuk melakukan pendekatan dengan Vigra. Meski usahanya seperti berjalan ditempat karena sama sekali tidak mendapat respon.


Vigra memang ramah terhadapnya namun tidak pernah membuka hati lebih dari hubungan pekerjaan. Akan tetapi, mela yang sudah lebih dulu menaruh hati pada vigra,pantang menyerah.


Seperti hari minggu pagi ini, bangun tidur dia meraih ponselnya di atas nakas. Dia mengirimkan chat ke nomer vigra


-selamat pagi mas..hari ini sibuk gak?-


Begitu isi pesannya,namun tak kunjung mendapat balasan. ah pasti belum bangun.begitu pikirnya.


Mela pun beranjak dari ranjangnya,menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi,dia keluar kamar sambil mengeringkan rambut panjangnya,menatap ke arah jam dinding, waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Diraihnya ponselnya,untuk melihat apakah vigra sudah membalas pesannya.


Dia menghela nafas, kemudian mengirimkan pesan lagi


-belum bangun mas? hari ini free gak? nonton yuk?-


terkirim. Namun beberapa menit setelahnya,belum juga dibaca.Terlihat dari tanda centang dua yang belum berubah menjadi biru. Makin kesini mela semakin tidak bisa menahan perasaannya kepada Vigra. Jika memang vigra tidak menunjukkan perasaannya, maka dia bertekad akan menunjukkan perasaannya lebih dulu. Perduli setan dengan harga dirinya sebagai seorang wanita. Zaman sekarang sudah banyak, wanita yang menyatakan cinta lebih dulu. Jadi ini bukanlah hal yang tabu. Karena perasaan yang semakin membuncah tak dapat ia kendalikan, Mela memencet tombol dial dan tak lama terdengar nada sambung.


Sejurus kemudian,


-halooo...- suara gadis kecil menyapa. Deg! Mela menjauhkan benda tipis itu dari telinganya,berusaha membaca nama contac uang tertera. Karena dia merasa yakin menelpon nama Vigra,kenapa yang mengangkat anak kecil?


-haloooo....- kini suara kecil itu terdengar lebih melengkih, mela tersadar dari keterkejutannya


-ah ya haloo..ini benar nomer mas vigra?- tanyanya hati-hati


- papa? papa vigra lagi mandi tante..-


Mela melongo.papa? papa vigra?


Sejurus kemudian dia mendengar teriakan seorang wanita paruh baya yang bertanya


siapa yang telpun nak? hayoo..jangan mainan hp papaaaa


dan mendapat sahutan nyaring


*tante cantiikk omaaaa...enzyy gak mainan kokk..hape papa bunyiiii teluuusss..belisiikkk


gusrakkk.* terdengar suara handphone terjatuh. Lalu suara berisik di iringi teriakan anak kecil yang berlari-larian di iringi gelak tawa seorang lelaki yang di panggil


opaa udah..opaa udahh..enzyy capeekk..


Mela hanya terbengong-bengong mendengarkan suara-suara tersebut dan berusaha memahami situasi. Tapi dia tetap tidak paham,karena jelas terekam dalam ingatannya jika seorang vigra berstatus single. Dan dia pun baru saja lulus dari kuliah yang artinya masih sangat muda.


Dia pun menutup telepon dan melemparkan benda kecil itu ke atas ranjang. Dia pun terduduk lemas.


**


Disisi lain, setiap hari minggu vigra selalu menghabiskan waktu bersama kedua wanita kesayangannya. Mereka sudah jalan-jalan ke Cfd alias Car free day sejak pukul 07.00 wib tadi, dan setelah puas berjalan-jalan, mereka mampir kerumah Vigra karena memang sang mama mengajak mereka sarapan bersama.


Dan tepat ketika Mela menelpon, vigra meletakkan hp di meja ruang tengah. Dimana Frenzy sedang bermain-main. Sementara Nona dan mama sedang sibuk di dapur.


Karena melihat Hp Vigra berbunyi,gadis kecil pintar itu inisiatif untuk mengangkatnya. Ketika dia sedang mengangkat telpun, mama vigra berjalan dari arah dapur menuju meja makan dan melihat Frenzy memegang hp tersebut dan menegurnya.


" siapa yang nelpun nak?? hayoo..jangan mainan hp papaaa."


" tante cantik omaaa..enzy gak mainan hape kok..hape papa bunyi teluusss..belisiikkk"


jawabnya sembari melempar hp ke atas sofa dan kemudian dia berlari karena papa vigra datang dan mengejarnya kemudian menggelitiki tubuh mungilnya.


**


Tak berapa lama, Vigra sudah selesai mandi. Melihat kedatangan anaknya, sang mama menegur


"hp kamu daritadi bunyi, coba cek siapa tau penting..tadi frenzy yang angkat telpun masuk,katanya berisikk bunyi terus " ucap mamanya. Vigra mengelus puncak kepala frenzy lalu meraih hp nya dan mengecek siapa yang menghubunginya di hari libur begini.


" papa.tadi tante cantik telpun..nanyain papa"


kata frenzy polos, membuat Nona yang sedang menata meja makan menoleh secara kilat ke arah Vigra yang masih duduk santai.


Frenzy memang selalu menyebut kata cantik untuk memanggil seorang wanita. Ganteng untuk seorang pria.


Yang di tatap, tergagap apalagi setelah mengetahui bahwa Mela yang menghubungi dan mengirimkan chat untuk mengajaknya nonton.


" oh..ini si mela yang nelpun.." jelasnya


" mela anaknya pak Bagus?" papa ikut menjawab karena mengenal. Vigra mengangguk.


" ngapain nelpun dihari libur? dia naksir kamu gra?" nih..ini nih..si mama calon kompor nih, tau muka calon mantu sudah di tekuk,eh pertanyaannya mengundang prahara.


" apaan sih ma..udah ah,yuk makan..laper nih..yuk frenz..makan sama papa yuk.."


Vigra mengalihkan pembicaraan dengan sibuk menggendong dan menyuapi frenzy karena sedari tadi dia merasa horor menatap Nona yang memandang tajam ke arahnya. Wah ini..bau..baunya ada yang cemburu nih.


***


Selesai sarapan yang terlambat, karena ketika mereka sarapan, waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB. Mama papa mengajak frenzy keluar.


" frenz..ikut oma yuk.."


" kemana?" tanya balita lucu itu


" beli mainan mau?" tawar mama Neni


Sejurus kemudian, mama papa vigra sudah keluar rumah bersama frenzy. Kini tinggal mereka berdua di rumah yang luas ini.


Vigra duduk di sofa panjang sedangkan frenzy di sofa yang ukurannya lebih kecil.


" sini donk..deketan.." ucap vigra sambil menepuk sofa di sebelahnya. Nona mencebik dan menggeleng,malas.


" mau aku yang duduk disitu apa kamu yang kesini?" tawarannya membuat Nona mendengus kesal lalu beranjak duduk di sebelah vigra. Tidak ada pilihan lain, daripada vigra nekat duduk berdua dempet-dempetan di sofa kecil nanti malah terjadi hal yang iya-iya. haha.


" naahh gituu donk..kenapa? kok cemberut " ucapnya sembari mengelus pucuk kepala Nona.


" masih mikirin yang nelpun aku tadi?"


" mas gra apa gak bilang kalo udah punya pacar?" tanyanya sebal.


" enggak sih.." jawab vigra santai.


" naah kaan..bener..pantes dia getol deketin,ngajak nonton segala " selorohnya namun tak lama menutup mulutnya keceplosan.


" ahh..kamu baca chat nya ya?" goda vigra.


" emang kenapa? gak boleh?"


" hahahah..boleh lah..liat aja hp aku, gak ada yang aku sembunyiin..."


Nona masih cemberut.


" aku emang gak pernah pernah bilang kalo aku udah punya pacar, karena memang dia gak nanya..dan aku berusaha hanya membicarakan masalah pekerjaan,tidak lebih.makanya aku menghindari membicarakan hal hal pribadi " jelasnya


" ya tapi kan nyatanya,sikap mas gra bikin dia salah paham kan mas.."


" hmm..iya sih, tapi tadi kan udah d beresin sama frenzy kan?"


"maksudnya?" Nona bertanya,tak paham.


" ya frenzy udah ngejawab telpun dari si mela kan? yaudah..itu udah cukup bikin dia mundur pasti.."


Nona terdiam. tampak memikirkan sesuatu.


" kenapa lagi? kurang puas? yaudah besok aku bakal bilang kalo aku udah punya calon istri yang tercantik seantero jagad raya ini " ucapnya lebay.


Nona hanya tersenyum, namun masih ada yang mengganjal dihatinya dan Vigra melihat itu.


" sekarang kenapa lagi? " ucapnya sembari memegang tangan kekasih hatinya.


"hmmm..aku kadang ngerasa rendah diri mas.." nona menarik nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya


" aku hanya janda,punya anak satu, yatim piatu pula..pendidikan juga hanya lulusan sma, apa sih yang bisa dibanggain dari aku? sedangkan kamu mas..pasti bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari aku..yang selevel sama kamu..kadang aku merasa...." Belum selesai nona mengeluarkan segala keluh kesahnya, vigra sudah menutup bibir nona dengan bibirnya. Memagutnya perlahan sebelum kemudian melepaskan.


"aku ngerti perasaan kamu..tapi yang kamu harus tau non, hubungan kita tidak sebatas aku dan kamu,tapi lebih... aku sudah jatuh cinta lebih dulu dengan frenzy sejak dia berada dalam gendonganku pertama kali..sejak itu perasaanku terhadap frenzy semakin kuat, aku menyayanginya seperti darah dagingku sendiri, baru setelah itu aku merasakan jatuh cinta sama kamu.."


Nona menunduk terdiam mendengarkan


" dan yang pasti..tidak ada masalah dengan segala latar belakang kamu, mama papa tidak mempermasalahkan itu, lalu apa lagi yang membuat kamu khawatir? kalo kamu khawatirin komentar orang, itu gak akan selesai non.."


Vigra menarik nona dalam pelukannya. Sedari tadi nona hanya terdiam memikirkan ucapan vigra.


" hmmm..apa kamu pengen kuliah?" tanya vigra membuat Nona tersentak. Menyadari dirinya yang yatim piatu, sejak kecil dia sama sekali tidak pernah memikirkan bisa kuliah ketika dewasa.


" kenapa memangnya? kok tiba-tiba mas.."


" ya..minimal agar kamu lebih percaya diri, tidak merasa rendah diri dan mengatakan kamu hanya lulusan sma, tidak selevel denganku.."


" ahh...itu..itu..."


" kalo kamu mau,kuliahlah..nanti setelah menikah, aku ijinin kamu kuliah, kalo sudah jadi suami, semua biaya pasti aku yang tanggung dan kamu tak akan menolak kan?" ucap vigra seolah mengerti apa yang ada dibenak kekasihnya.


Nona hanya terdiam bingung harus menjawab apa. Vigra memandangnya lekat kemudian


" ahh..tapi gak usahlah..nanti kalo kamu kuliah,pasti banyak cowok naksir..kamu kan gak keliatan kalo udah punya anak..ah gak usah deh..gak usah.."


Menawari lalu menarik kembali. Menyebalkan.


Nona hanya tertawa melihat vigra yang gusar sendiri.


" ahhh..gini ajaa..kamu buka bisnis aja gimana? kalo kamu memiliki satu usaha milik kamu sendiri,pasti rasa rendah diri kamu akan hilang..gimana?"


" bisnis? bisnis apa mas?"


" ya sesuai skill kamu lah..gimana kalo buka toko kue? nanti aku atur semuanya..."


" hmmm..ini lebih menarik sih mas..tapi.."


"tapii apalagiii..."


" tapi kalo semuanya dari mas gra, sama aja ini bukan usaha aku sendiri kan?"


"hmmm..baiklah,anggap saja aku menanam modal di tempat kamu, nanti kamu bisa balikin uang aku..gimana? deal?? "


Nona tampak berpikir sejenak lalu berucap


"deal!! "


Mereka saling melempar senyum kemudian mengeratkan pelukannya. Perasaan saling memahami dan saling mendukung satu sama lain, membuat pondasi hubungan mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya.