Baby Love

Baby Love
Bab 13



Keesokan harinya, Vigra sudah berada dirumah Nona. Kedatangannya disambut Frenzy yang sudah ceria sambil berjalan tertatih tatih sambil merentangkan tangan dan berteriak


" pa..pa..pa.."


" waahhh..anak papa udah jalaann..." vigra tak kalah sumringah


" iya mas..tadi bangun tidur turun dari ranjang langsung jalan mas...jadi panas kemarin apa karna mau jalan ya.."


" ahh..bisa jadi bisa jadi..." jawabnya sambil mengangkat badan frenzy tinggi dan memutar mutarkannya di udara. Si kecil tertawa riang.


" oh iya non..lo hari ini gak kerja?"


" kemarin udah minta ijin sama nyonya diana mas..3 hari..nunggu frenzy sembuh dulu.."


" yaudah sekarang kerja aja..biar frenzy sama gw.."


" mas gra gak ke kampus?"


" enggak..nunggu frenzy sembuh dulu.."


" hmm..maaf ya mas.."


" lebaran masih jauh non..maaf mulu.."


" frenzy jadi ganggu skripsi kamu mas.."


" gw suka kok di ganggu frenzy..iya kan sayang.." katanya sembari mencium dan menggelitiki frenzy.


Nona masih menunduk, merasa tidak enak.


" udah gak papa.. hari ini dosen gw gak ada kok..jadi sama aja gw ke kampus apa enggak..gak ngaruh.."


**


Setelah kejadian Frenzy demam karna menahan rindu, sekarang sesibuk apapun vigra selalu menyempatkan waktu berkunjung meski itu seminggu sekali.


Dan hari ini,Frenzy ulang tahun yang pertama. Vigra tidak pernah melupakan tanggal lahir gadis kecilnya, bagaimana mungkin bisa lupa, tanggal itu merupakan pengalaman berharga untuknya .


Semalam dia sudah mengirimkan chat kepada Noni


*non..besok bikin kue ya..


iya mas..besok aku bikin kue kayak biasanya


lah..bukaann..kue ulang tahun, gw yang pesen deh..dirumah bahan-bahan kue nyonya diana kan?


iya mas..kue ulang tahun? mas gra ultah?


ahhh elaahh maemunah..besok kan frenzy ultaahh...*


Lama tak ada balasan.


*triingg..


Ah..astaga maas...aku abis liat kalender..iya..besok ultah..aku lupa mass.. hiks..


yaudah gpp, kan belom kelewat..lagian frenzy juga belum ngerti.. kamu bikin kue aja..nanti kita rayain bertiga ya..oke


ah iya mas..besok aku bikin kue,makasih mas*


Dan siang ini, Vigra sudah ada dirumah Nona sambil membawa bungkusan besar disambut teriakan frenzy


"pa..pa...apa.." katanya sambil memegang bungkusan besar


" ini kado buat kamu sayang...kan kamu ultah"


" do...tah..do..tah.." tepuk tangan riang meski dia gak paham omongannya vigra.


"kita buka yaa.."


dengan mata bulat besarnya gadis kecil itu mengangguk angguk, begitu kado di buka tampak rumah-rumahan besar beserta banyak boneka barbie


" aaaaahhh.....cuu..cuuu..." frenzy jingkrak jingkrak, vigra puas melihat tingkah frenzy, ahhh..rasanya terbayarkan sudah rasa malunya membeli kado ini tadi.


Nona keluar dari dapur membawa kue ulang tahun bergambar frozen


" udah,gak usah di terusin...gw tau lo mau ngmg..jangan berlebihan mas gra..ngrepotin mas gra..maaf mas gra..makasih mas gra.. ahh basi! inget..gw lho yang gendong frenzy pertama kali, bukan elo.."


Vigra nyerocos duluan, Nona hanya tertawa


" enggak kok mas..aku gak bilang apa apa...weee..." katanya sambil menjulurkan lidah,ngejek.


" nih kuenya..ayoo kita idupin lilinnya"


Lalu mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama sama, tak terasa air mata Nona menetes. Vigra yang melihat, mengelus kepala Nona, bermaksud menenangkan tapi elusan tangan Vigra untuk pertama kalinya membuat tangis Nona makin menjadi jadi.


" ma..ma..ngis.." frenzy mendekati mamanya dan mencium pipi Nona . Nona langsung memeluk frenzy dan semakin terisak.


Melihat pemandangan itu perasaan Vigra menjadi kacau, ahh..ingin rasanya mendekap kedua wanita di hadapannya. Rasa ingin melindunginya begitu besar.


ahh..apa bener kata mama ya..gw kawinin aja kali ya. batinnya


" haloo..nangisnya udahan donk Non..kue nya minta dipotong tuh..ya kan frenz? "


" ah iya mas..aku terbawa perasaan.." ucapnya sembari menghapus sisa air matanya.


Selesai makan roti, foto- foto ,bermain main,frenzy pun bobok siang.


Lalu Vigra berjalan mendekati Nona yang sedang membereskan meja.


" Non..gw mau ngomong sama lo.."


" ya mas..ngomong apa?" katanya sembari mengelap meja.


" lo duduk sini dulu..gw mw ngomong serius nih.."


" ah ya..." Nona duduk di sofa.


" gw gak bisa basa basi non..jadi to the point aja ya..hmmm..gw mau jadi papanya Frenzy, lo ijinin gak?"


" hah? ya kan udah mas..dari frenzy lahir sampe sekarang usia 1 tahun kan cuman mas gra yang di panggil papa sama frenzy.."


" ah ya..iya ya..maksud gw papa beneran,bukan papa-papa an, bukan papa terselubung.." penjelasannya makin absurd.


Nona mengernyitkan dahi.


" arghh..belibet banget gw! udah gini aja, gw mau jadi papa frenzy, jadi suami lo dan lo jadi istri gw, mau? "


ahhh...Nona menutup mulutnya,kaget.


" ahh..lo gak harus jawab sekarang..gw tau lo masih cinta sama suami lo..dan gw gak keberatan sama sekali jika sepanjang hidup lo masih mengingatnya..jujur,gw udab jatuh cinta sama frenzy semenjak dia ada di gendongan gw pertama kali,rasa ingin melindungi dia sangat besar, makin mengenal kalian,perasaan itu makin membesar..kalian gak bisa selamanya hidup berdua aja kayak gini.. gw gak bisa liatnya.."


Nona menangis terisak-isak mendengar penjelasan Vigra.


" kalo untuk cinta antara gw dan lo, gw yakin seiring berjalannya waktu pasti akan tumbuh..gw disini lebih mikirin frenzy non..perasaan gw ke elo sih...gimana ya..gw sayang sama elo non..dan mungkin sekarang sudah menuju cinta.."


Nona mengangkat wajahnya, memperlihatkan buliran air mata yang masih jatuh membasahi pipi mulusnya.


" maaf mas..aku bingung harus ngomong mulai darimana..."


"mulai dari sini aja non..gk usah jauh-jauh " masih bisa becanda dia.


"jujur saja..kehadiran mas gra di antara kita amat sangat membantu..aku merasa ada tempat bersandar mas..frenzy juga sudah menganggap kamu papa,Tapi kalo aku harus menikah sekarang aku merasa ini terlalu cepat mas..aku merasa udah ngianatin mas freza..dia baru meninggal belum genap 2 tahun..aku..aku.."


" gw ngerti maksud lo..gw hargai perasaan lo..kita pelan pelan aja, gak usah langsung menikah..lagian gw juga belum lulus..tunggu gw lulus ,kerja baru kita menikah..kamu mau?"


" orang tua mas gra enggak keberatan dengan kondisi aku mas?"


" ah..ini si mama yang uda berisik nyuruh aku ngawinin kamu non..dia udah lama pengen ketemu frenzy sama kamu,tapi gak aku kasih...takut kamu salah paham "


diih..ngomongnya mulai halus, aku kamu.


" ahh..begitu.." Nona tersenyum lega


" so? kita sekarang pacaran non?"


" terserah mas gra aja..nyebutnya apa.." Nona tersipu malu.


Mereka berdua saling berpandangan lalu tersenyum bahagia.