
Sudah dua bulan ini Vigra magang di kantor sang Papa. Dan ternyata dia cukup mudah beradaptasi dengan pekerjaannya. Bulan depan dia akan wisuda.
Sepulang dari kantor, dia mendudukan badannya di sofa ruang tamu.
Kebiasaannya selalu seperti itu, malas-malasan dulu,setelah puas dia masuk ke kamar. Sang Mama datang menghampiri.
" Vigra.. mama mau nanya dari kemarin lupa mulu deh.."
"hmmm..." sang anak menyahut dengan malas,paling mau nanya sesuatu yang gak penting.
" bulan depan kamu wisuda kan?kamu datang sama siapa?"
nah kan...bener..
"sama pak rt dan rw setempat " jawabnya malas
" serius iihh..kamu pasti ajak Nona sama frenzy kan?"
" menurut mama? udah tau jawabannya masih nanya.."
" mama kan cuman memastikan..naahh kalo ini udah pasti,makanya mama mau bilang, kapan mereka di ajak kerumah? di kenalin ke mama? mama belum pernah liat sama sekali bentuknya mereka kek gimana.."
" bentuknya kotak ma.."
" haish..spongbob donk..udah ah, besok kenalin mama papa ya..ajak kerumah..mama penasaran banget..fotonya aja kamu gak pernah liatin ke mama..disuruh ngenalin sejak 2th yang lalu kamu ogah..mama udah sabar nunggu nih, jadi besok kamu harus bawa mereka berdua kesini *****! eh titik! "
Vigra diam, tampak berfikir lalu berucap
" oke ma.."
**
Dan ketika si Nona di beri tahu jika vigra mengajaknya berkenalan dengan orang tuanya,Nona kalang kabut sendiri.
" duh mas..aku deg degan nih..kalo mama papa kamu gak suka sama aku gimana? aku kan belum pernah ketemu sama calon mertua mas.."
Ya benar, walo sudah pernah menikah nyatanya memang Nona tidak punya mertua, karna mereka sama sama yatim piatu.
" deg deg an aja gpp, kalo gak ntar mati.."
" ah..mas graa serius donk..aku nanti pake baju apa mas? duh..aku ga punya baju bagus mas.."
" ya nanti kita beli dulu.."
" nanti aku harus ngapain mas?"
" nafas aja udah.."
" ahhhh...mas graa ihh.." nona merajuk.
" hahaha..udah yuk.."
" kemana? "
" katanya mau beli baju.."
***
Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba juga.
Karena calon menantu memiliki anak kecil, jadi mereka tidak mengundang untuk makan malam melainkan makan siang.
Nona memakai dress bunga-bunga warna maroon panjang selutut, lengan 7/8,sepatu flatshoes warna senada, rambut dibiarkan terurai, memakai riasan tipis dan lipstik nude. Cantik. Jika jalan sendiri, pasti orang tidak akan mengira jika dia adalah seorang mama.
Frenzy memakai baju couple dengan mamanya.Disalah satu mall yang mereka kunjungi kemarin, ada satu outlet yang menjual baju couple ibu dan anak.
"baju mama milip enzy..papa enggak?" tanya gadis kecil berusia 2 tahun itu.
" haha..papa cowok sayang..gak pake bunga-bunga donk" jelas Nona.
Lalu Frenzy memandang sang papa yang hanya memakai celana panjang jeans, kaos polo berkerah warna marun dan sepatu kets putih.
" walnanya papa sama " tunjuk frenzy ke arah bajunya dan baju vigra yang berwarna sama.
" iya sayang..biar matching " jelas vigra
" meciiingg paa..baguuss "
" yaudah yuk berangkat..nanti frenzy mau ketemu sama oma opa,yukk.."
frenzy mengangguk meski dia tidak paham siapa yang dimaksud dengan oma opa.
**
Mobil berhenti di depan rumah megah berhalaman luas dan asri. Ya..mereka sudah sampai di kediaman keluarga Lusanka.
Nona terperangah kaget, ternyata Vigra setajir ini. Dia tak tahu dan tak mau tahu memang.
" mas..ini rumah kamu?"
" bukan.."
" Lah..ngapain kita mampir kesini?"
" ini rumah papa non.." jawabnya sambil tersenyum
haiishhh.
Nona menarik nafas panjang,membenarkan rambutnya lalu melangkahkan kaki menuju rumah besar itu.
Di dalam rumah ,mama papa sudah menunggu, melihat kedatangan mereka, sang mama langsung berdiri,ketika mereka semakin dekat sang mama hanya melongo sambil menutup mulutnya,kaget.
" ma..pa..ini Nona sama frenzy" Vigra menggoyangkan pundak mamanya agar kesadaran sang mama segera kembali
" ah ya Tuhan..." pekik mamanya sambil memegang tangan kecil Frenzy
"kamu persis seperti Vigra waktu kecil nak..ah..kenapa bisa semirip ini sih..." ucap mamanya sambil menghalau air mata yang akan keluar.
" ah..mama orang kesekian yang bilang gitu.." jawab vigra santai.
Papa Mama nya langsung berebut ingin menggendong frenzy hingga sang anak ketakutan dan teriak
"papa..papa..gak mauu" sambil mengeratkan pelukan ke leher vigra.
" ah..papa?? dia sudah manggil kamu papa? ohhh..aigoo..dalam beberapa menit mama udah jadi oma.." ucap mamanya
" ah..papa sama mama yang pelan donk..jangan rebutan napa..aku kenalin dulu.."
" ah ya..kita kalem..kita kalem pa..oke ulangi kenalannya.." kata mamanya sambil menarik papa agar berdiri sejajar dengannya dan memasang senyum termanis.
" Frenzy..ini oma..yuk salim dulu.." kata vigra lembut sambil mengulurkan tangan frenzy untuk bersalaman dengan mamanya.
" halo frenzy cantiikk..ini oma Neni..Nenek nice..." sungguh,singkatan yang garing sekali.
Frenzy salim tapi belum senyum.
" nah..yang ini opa erwin..ayo salim lagi.."
" oppa..salangeyo.." ucap Frenzy sambil menautkan jempol dan telunjuknya
" waahhh....di ajarin siapa inii?? " pekik mamanya sambil tertawa terbahak bahak.
" ini opa kakek syaang..bukan oppa ganteng korea.." jelas sang mama gak penting.
ah ya sebentar, daritadi Frenzy pusat perhatiannya, si Nona di kacangin.
" ah ya ma..ini Nona..mamanya frenzy..calon menantunya mama papa.." akhirnya Vigra memperkenalkannya
" selamat siang tante..om.." ucap Nona sambil menundukkan badan.
" ahhh..cantiknyaa.." ucap mamanya seraya memeluk Nona.
" selama ini mama hanya dengerin cerita kamu dari vigra, baru sekarang mama bisa ketemu..mama seneng banget " mama memeluk sambil menangis.
"ehmm..ehhmm..udah ma dramanya? papa kapan bisa kenalan sama calon mantu papa?"
sang papa protes.
" ah iya om...saya Nona " ucap Nona sembari bersalaman dengan calon papa mertuanya.
" ini toh..yang bikin si vigra jadi niat menjalani hidup.."
" ahh..papa apaan sih..udah ah..yuk makan yuk... " Vigra berusaha meng cut adegan drama perkenalannya.
" eh bentar...mama mau ngomong sama kamu dulu" ucap mamanya sembari menarik vigra ke belakang
" apasih ma?"
" si frenzy beneran bukan anak kamu kan? kamu gak ngarang cerita selama ini kan? kamu ga hamilin nona abis itu cerita ke mama skenario selama ini?"
" apa sihh ma...mama abis kejedot tembok? ngomongnya ngaco daritadi"
" eh coba liat deh muka si frenzy..dia beneran mirip kamu..cuman beda di warna aja.. frenzy putih kayak mamanya, kamu putihnya memudar entah kayak siapa, rambut sama kriitng,mata besar,idung..ya ampuunn semua samaaa..."
" hahaha..ah mama..beneran deh,kebanyakan nonton drakor ini mah..apa perlu aku kasih liat buku nikah Nona sama suaminya? ini namanya jodoh ma..mungkin memang takdirnya, frenzy kehilangann ayahnya dan aku yang ditakdirkan jadi ayahnya,makanya kita bisa mirip.."
" ahh..benar juga..ah yasudahlah..yuk kedepan lagi yuk"
obrolan absurd mereka selesai.
**
Dan siang itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan penuh suka cita. Selesai makan mereka bersantai di ruang keluarga.
Sang mama sedang bermain main dengan frenzy yang mulai akrab dengannya. Mama Neni tampak bahagia sekali, seperti mendapatkan mainan baru
" Lalu kapan kalian rencana nikahnya?" papa membuka obrolan. Nona menunduk,malu dan bingung mau jawab apa.
"iya kapan? jangan lama-lama ih..biar nanti mama bisa tiap hari main sama frenzy " sahut mamanya
" entar pa..ma.."
" entar entar mulu..nunggu apa lagi sih?"
" nunggu si frenzy selesai ***** nya.."
" lah..apa hubungannya?" tanya papa mama nya bingung.
" ya kan gantian ***** nya..."
ahhhh....emang ya, jawaban Vigra gak ada akhlaknya. hahaha