Baby Love

Baby Love
Bab 24



Hari ini meeting dengan Mela berlangsung di kantor Vigra. Pembahasan demi pembahasan sudah selesai dibicarakan. Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Meeting berlangsung selama 60 menit pun selesai, ditandai dengan jabat tangan antara vigra dan mela.


Para pegawai sudah meninggalkan ruang rapat, hanya vigra yang masih tampak sibuk mengutak-atik laptop sembari membereskan beberapa dokumen di depannya. Dia tidak menyadari jika sesosok wanita,partner bisnisnya itu masih duduk di tempatnya.


sampai akhirnya terdengar deheman kecil dari sang pemilik suara,membuat vigra mengangkat wajahnya


"loh..masih disini mel..kirain udah pulang" ucap vigra.


ciihh..dia gak sadar masih ada wanita cantik disini,benar-benar tidak peka!! batinnya sebal


"aku nungguin kamu.." jawabnya disambut kernyitan didahi vigra


"kemarin lusa aku nelpun kamu lho mas..." lanjutnya


" ah iya..sori,aku lagi mandi waktu itu.."


"hmmm..trus yang ngangkat telpun waktu itu siapa?keponakan kamu?"


hmmm..siapa tau,keponakan manggil om nya papa, kan bisa aja kan.batin mela.


" oh...pasti yang ngangkat telpun kamu si frenzy ya..." menjawab dengan santai sambil mematikan laptop dan menutupnya


" iya..anak kecil cewek..siapa?" kepo banget.


" oh itu anak aku..." jawab vigra dengan santuy gak ada akhlak bener dah,gak liat apa yang nanya mukanya sudah pucat pasi karena shock.


jedeeerrrr!!! bagaikan mendapat sengatan listrik, mela berjengit.


" anak? bukannya kamu belum menikah?"


" iya belum..ah..maksud aku baru akan..." ralatnya sambil memasukkan laptop kedalam tasnya. Benar-benar jawabnnya sedikit demi sedikit, bukannya langsung menjawab dengan jelas.


" jadi?? maksud kamu, kamu sudah punya anak diluar nikah?" tanya mela kaget.


" hahaha..enggak..sori..sori..jadi gini,itu frenzy..dia anak kekasih aku..dan kita berencana akan menikah dalam waktu dekat ini " Vigra menjelaskan dengan detail sambil menautkan kedua tangan di atas meja.


" jadi kekasih aku single parent,punya anak satu..memang secara status aku masih single,belum menikah tapi secara hati, hatiku sudah dimiliki orang lain..dan itu tidak akan pernah berganti dan berubah " tegasnya, menolak secara halus bahkan sebelum sang wanita menyatakan cintanya.


Mela merasakan seperti ada yang menikam ulu hatinya,sakit tapi tak berdarah.


"hmm..ternyata selera kamu rendah yaa..kamu lebih tertarik sama janda,daripada seorang gadis.."


buseeett..wanita kalo sakit hati,omongannya sadis!!! dan ucapan mela cukup membuat Vigra meradang.


" janda atau gadis hanya masalah status saja mel..bagiku tidak masalah, yang masalah adalah ketika orang itu mengaku gadis tapi pada kenyataannya sudah tidak gadis.." ucapnya sambil menatap tajam ke arah mela.


" dan lagi..meski janda,setidaknya dia tidak pernah merendahkan status orang lain.."


" hahaha..iya lah, dia gak pernah merendahkan status orang lain,orang statusnya sudah paling rendah.." lanjut mela sambil tertawa jahat.


" mela..aku masih bisa menjaga sikap karna kita rekan bisnis, aku tidak mau merusak kerjasama ini, tapi jangan sekalipun kamu mengusik masalah pribadi aku.."


" hmm..kamu sebenarnya bodoh atau pura-pura bodoh?? kamu sebenarnya sadar kan kalo dari awal aku sudah menaruh hati sama kamu?? " ucap mela sembari berjalan mendekati vigra yang masih terduduk di kursinya.


" kamu sadar tapi kamu tak peduli..kamu tidak menolak ku dari awal.." ucapnya sembari duduk di meja depan vigra,lalu mengulurkan tangan memegang dagu lelaki itu,ketika dia memajukan wajahnya bermaksud ingin mencium vigra, secepat kilat tangan kekar vigra menutup mulut mela dan menjauhkan badannya,berdiri dari kursi.


" ya aku tau,dari awal kamu sudah tertarik sama aku..aku diam tidak memberi respons berharap kamu tau diri,tapi ternyata dugaan aku salah, ternyata kamu tidak tau diri dan ya...satu lagi, tidak tahu malu!!jangan samakan aku dengan laki-laki brengsek diluar sana, yang akan tergoda dengan tubuh kamu!!"


ucap vigra penuh emosi,sambil berjalan keluar ruangan. Ketika sampai di depan pintu,dia membalikkan badan


" baiklah..untuk selanjutnya, semua hal akan aku serahkan ke asisten aku..silakan lanjutkan kerjasama ini dengannya,terima kasih!!"


Vigra keluar dari ruangannya sembari menggeleng-gelengkan kepala,mengendurkan dasinya dan sesekali mengusap wajahnya.


ahhh..ternyata cewek itu gilanya melebihi lania. sungguh menjijikkan.


Sementara itu di dalam ruangan, Mela mendudukkan tubuhnya di kursi dan menangkupkan kedua tangannya di atas meja. Dia merasa amat sangat malu, telah merendahkan diri sendiri di depan seorang lelaki hanya karena rasa ingin memilikinya begitu kuat. Dia tak memiliki muka lagi untuk berlama-lama disini.Malunya menusuk sampai ke sumsum tulang.