Baby Love

Baby Love
Bab 22



Malam hari,ketika Vigra hendak merebahkan tubuh di atas ranjang empuknya, hp nya bergetar. Diraihnya benda pipih berwarna hitam tersebut di atas nakas. Dia membuka chat dari Mela.


- sudah tidur mas vigra? -


mas?vigra mengernyitkan dahi.


- baru mau,bagaimana? ada yang bisa saya bantu?


- untuk meeting selanjutnya kira-kira kapan mas?"


- nanti saya kabari ya, saya harus menyiapkan materi yang harus kita bahas nanti-


-baik..ah ya..maaf kalo saya panggil mas,kita seumuran..jadi saya lebih nyaman memanggil mas..boleh kan?-


- terserah, tapi kalo meeting saya lebih suka dipanggil pak -


-oke sip! tapi sekarang kan gak meeting..jadi gak papa donk..-


Vigra tidak membalas. Dia meletakkan hp nya kembali.


***


Siang hari ketika di kantor, Vigra sibuk mengerjakan dan mengumpulkan materi untuk meeting denga Mela Lusa, tiba-tiba pintu ruang kerjanya di ketuk .


" maaf pak, ada tamu mencari bapak" sekretarisnya memberitahukan.


" siapa?"


" katanya ibu mela, sudah bikin janji sama bapak gitu"


hmmm..dusta.kapan bikin janji.


"ya..suruh masuk"


Tak berapa lama wanita cantik dengan busana super ketat memasuki ruangannya. Mela menggunakan dress panjang dibawah lutut dan berlengan panjang,memang tertutup akan tetapi super ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas. Mata lelaki normal akan menelan ludah jika melihat itu. Namun sepertinya Vigra tidak normal, karna dia biasa saja. Vigra berdiri untuk menyambut rekan kerjanya. Meski ia tak begitu menyukai kunjungan tiba-tiba ini, tapi dia harus menyembunyikannya. Demi profesionalitas kerja,begitu pikirnya.


" wah..tumben sekali anda mengunjungi kantor saya tanpa janji,ibu mela.." sapa Vigra sembari mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


" ah ya..maaf..aku lagi di daerah deket kantor kamu dan ini jam makan siang, maukah kamu aku ajak makan siang?"


Mela berbicara menggunakan bahasa informal sedangkan Vigra berusaha selalu menggunakan bahasa formal. Keningnya berkerut mendengar perkataan Mela.


" ah ya..maksud aku, aku mau minta bantuan kamu..tau sendiri,ini proyek pertama aku setelah lulus kuliah ..hmm..jadi karna aku merasa kita seumuran, aku lebih nyaman minta bantuan kamu...boleh ? plisss.."


*tik..tok...tik..tok..*otak Vigra berpikir cepat.


"oke.." katanya tanda setuju.


Mela tersenyum senang sambil bertepuk tangan pelan untuk mengekspresikan kebahagiaannya.


***


Dan kini mereka berada di salah satu restoran tak jauh dari kantor Vigra. Mereka mulai berbincang akrab, membahas tentang proyek yang akan mereka kerjakan berdua. Tentang apa saja yang harus dilakukan, masalah perijinan, desain bangunan, bahan-bahan material, berapa banyak para pekerja yang akan mengerjakan proyek ini dan lain sebagainya. Mela tampak antusias mendengarkan penjelasan dari vigra, sesekali dia tersenyum manis yang teramat manis dengan tujuan menggoda, akan tetapi yang di goda cuek-cuek saja.


" semua harus melewati tahap belajar dulu mel,sama kayak aku ..disini aku juga masih belajar,nanti kamu lama-lama juga akan terbiasa " Vigra mulai berbincang dengan bahasa informal. Menandakan dia sudah menganggap Mela sebagai temannya.


" oke..makasih ya mas ..aku sangat terbantu.." ucapnya tulus.


" yasudah,aku harus balik lagi ke kantor" ucap Vigra seraya berdiri dan mengambil dompet dari sakunya, tangannya bergerak ke atas memberi tanda pelayan untuk datang membawa bill.


" ah mas..biar aku aja yang bayar..kan aku yang ngajak tadi.."


" ah gitu..baiklah..makasih..aku duluan ya" ucapnya seraya melambaikan tangan dan beranjak dari tempat itu.


Melihat vigra berjalan menjauhinya,Mela tersenyum


" ahh..menarik sekali kamu...ganteng,cuek dan menyenangkan...aku pasti bisa dapetin kamu.." ucapnya pelan sambil melilit-lilitkan rambut di jari jemarinya.


***


Setelah pertemuan dengan Mela untuk kedua kalinya, Vigra makin merasa jika Mela menaruh perhatian lebih kepadanya. Dia berfikir, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari dengan Nona, dia bermaksud menceritakan segala kejadian yang terjadi kepadanya . Meskipun Mela belum menunjukkan perilaku khusus, tapi lebih baik mengantisipasinya,begitu pikir vigra.


Dan sore ini, dia pulang kantor lebih awal untuk mampir kerumah sang pujaan hati.


" paaapaaaaaa....." teriak frenzy sambil berlari menghambur ke pelukan sang papa.


" ahhhhh...sayaangnya papa...long time no see " ucapnya sembari menghujani frenzy dengan ciuman bertubi-tubi hingga membuat gadis kecil itu tergelak karena kegelian.


" papa lama gak kesini..enzy kangen" ucapnya sambil mencebik


" maaf..papa banyak kerjaan..nih..papa beliin frenzy susu lagii.. bawa masuk kedalem yaa" ucap vigra sambil menyerahkan 3 pack susu formula kesukaan Frenzy. Sang gadis kecil mengangguk sambil membawa masuk susu kesukaannya dengan sedikit kesulitan.


Vigra mengalihkan pandangan kepada pujaan hati nomer dua, yaitu Nona yang sedang bersidekap sambil cemberut.


Vigra mendekati dan mengelus pucuk kepala Nona dan tersenyum


" ulu..ulu..ulu...sayangku yang gede ini, lagi ngambek ya?"


" enggak.."


" enggak? kalo gak, sini donk..peluk dulu..gak kangen? seminggu gak ketemu lho.."


" enggak!! sama sekali gak kangen!!"


"ahh..ngambek beneran ini mah.." ucapnya sambil menarik Nona dalam pelukannya, yang di peluk hanya pasrah karna sebenarnya malu malu tapi mau. Tiba-tiba vigra merasa ada yang memeluk kakinya, siapa lagi kalo bukan Frenzy pelakunya. Dia tersenyum geli lalu melepaskan pelukannya dan mengangkat Frenzy kedalam gendongannya


" anak papa minta dipeluk lagi yaaa..."


Mereka bertiga tertawa-tawa bahagia.


***


Mereka bertiga bersantai di sofa, frenzy seperti biasa,mainan sambil duduk dipangkuan Vigra. Nempel kayak perangko.


" mas gra masih sibuk ? "


" lumayan..makanya bisa kesini jam segini.."


" gimana kerjaannya? lancar?"


" lancar donk..sekarang lagi ngerjain proyek resort yang akan di bangun di Bali.."


" wow..keren..semoga selalu lancar ya mas gra.." doa Nona,tulus.


" nah ini aku mau cerita sama kamu...klien aku sekarang seorang bapak-bapak..seumuran papa lah.."


" trus?" bapak-bapaknya naksir mas gra?"


" haishh..ngaco! enggak lah..jadi dia meminta anak gadisnya yang baru saja lulus kuliah buat ngerjain proyek ini sama aku..."


" Lalu...?" air mukanya sudah sedikit berubah


" lalu..ya gitu, sekarang kita sering ketemu..buat meeting..jadi.."


" jadi karna terbiasa ketemu,mas gra jadi naksir? pasti cantik ya?"


" ish..ish..ish...netthink aja ...aku cuman cerita kalo klien aku sekarang wanita muda jadi kamu jangan cemburu gitu nona sayang.." ucapnya gemas sembari menangkupkan kedua tangan ke pipi kekasihnya yang masih cemberut.


" cantik ya?" *nah loh..belum-belum udah cemburu.


"* cantik lah.." jawabnya sambil tersenyum di kulum


" pantes..seminggu gak kesini.."


" lhoo..apa hubungannya..aku gak kesini soalnya pulang kantor selalu di atas jam 7 malam,mau kesini udah malam kan gak enak.."


Masih cemberut. Vigra menarik Nona dalam pelukannya


" aku cerita sama kamu,biar kamu gak cemburu..kok malah cemburu duluan..diluar sana banyak cewek cantik non..kalo aku bilang enggak, artinya aku gombal! tapi walo cantik kalo enggak kena di hati, mau apa? hatiku sudah penuh nih, isinya kalian berdua.."


Nona pun tersenyum. Frenzy yang kepepet lengan kekar vigra yang sedang memeluk mamanya,gerak-gerak lucu


"pa..pa..belaatt ih..belaatt.."


Vigra mengangkat tangannya dan melihat rambut keriting frenzy acak-acakan dengan muka lucu, gemas sekali. Dia pun menjatuhkan ciuman bertubi tubi kepada calon anak sambungnya itu.