Baby Love

Baby Love
Bab 35 : Positif atau negatif?



Sebulan setelah bulan madu kedua mereka, Nona masih belum ada tanda-tanda hamil. Namun dirinya memang sudah mengurangi aktifitas diluar rumah. Nona Bakery sudah ditangani oleh pegawai kepercayaannya. Dirinya kini tak lagi turun langsung membuat kue di dapur seperti dulu. Sekarang segala sesuatu sudah di kerjakan oleh para pegawainya yang terlatih. Hanya sesekali jika dia menemukan resep baru, maka dirinya akan membuatnya langsung di dapur ditemani oleh chef Rena, salah satu pegawai terbaik yang Nona Bakery miliki.


Waktunya banyak ia habiskan dirumah bersama Frenzy. Bocah kecil keriting itu kini sudah berusia 5 tahun. Semakin hari dirinya semakin pintar dan aktif. Tingkah polahnya yang lincah dan ceria, cukup menguras tenaganya. Sudah lama dirinya tak menghabiskan waktu bersama anak gadisnya, karena selama ini, Frenzy lebih banyak bersama Oma Neni.


" Frenzy......dimana kamu?? ayoo..makan buah dulu sayang..." teriaknya ketika tak mendapati anak kesayangannya tak berada di ruang bermain. Padahal belum lima menit dirinya meninggalkan Frenzy ke dapur, untuk mengambil buah-buahan segar .


Nona melangkahkan kakinya ke taman belakang rumah, dan benar saja dirinya mendapati bocah kecil itu sedang duduk di ayunan sembari melamun. Ibu muda tersebut menghampiri dan mengelus rambut ikal sang anak.


" Frenzy kenapa sayang? kok cemberut?"


" enzy bosen maen sendirian...kapan adeknya enzy dateng?"


Nona menghela nafas kemudian tersenyum lembut


" Frenzy makan buah dulu yang banyak, nanti kalo udah kuat dan sehat, udah siap jadi kakak, pasti adeknya dateng.."


" serius ma? mama gak boong?"


" hmmm..buktiin aja gimana? sekarang habisin dulu buah-buah ini...nah, kalo udah habis, Frenzy jadi kuat, nanti kita liat adeknya dateng apa gak.. setuju?"


" setujuuuuu..."


Sambil tertawa riang, gadis kecil itu menghabiskan potongan buah-buahan yang diberikan sang mama.


***


Setelah selesai memandikan Frenzy, Nona pun masuk kedalam kamar bermaksud membersihkan tubuhnya sebelum Vigra pulang dari kantor. Ketika sedang berjalan ke arah kamar mandi, tiba-tiba langkahnya terhenti. Matanya menatap kalender yang terletak di atas meja. Dirinya membalikkan kalender dan melihat lingkaran merah yang ia tandai di bulan kemarin, sebagai tanggal menstruasinya. Lalu dia kembali membalikkan kalender ke bulan ini.


" hmmm..udah kelewat tanggal ternyata...udah telat seminggu.." gumamnya perlahan. Kemudian tangannya menarik laci di meja riasnya. Begitu laci terbuka, ada banyak tespeck berbagai merk disana. Tentu saja ini ulah sang ibu mertua.


" buat jaga-jaga, jadi sewaktu-waktu bisa kamu cek kalo emang telat.."


Begitu perkataan Mama Neni ketika memberikan selusin alat tes kehamilan itu.


Dengan ragu diraihnya satu alat kemudian dia bawa ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, dirinya mendudukan tubuhnya di atas closed. Memandang ragu alat tes kehamilan tersebut. Jika tidak di coba dia penasaran, jika di coba dia takut kecewa.


nah loh..galau kan!!


Dia menundukkan kepala,mencoba mengambil keputusan. Sejurus kemudian, dia menarik nafas,lalu menghembuskannya. Akhirnya dia mengepalkan tangannya seraya bergumam


***


Nona masih menggunakan handuk untuk menutupi tubuh telanjangnya. Dirinya masih duduk termenung di kursi meja riasnya. Tangan mungilnya memegang tespeck yang sudah terlihat hasilnya. Sekali lagi dia membaca, jika garis dua artinya positif, garis satu artinya negatif. Dia membuka matanya lebar-lebar dan melihat dua garis terlihat disana namun masih samar-samar.


" kalo kayak gini artinya positif apa negatif ya? ahh..apa besok pagi aku tes lagi ya, kalo pagi kan lebih akurat " ucapnya pelan.


Ketika mendengar suara pintu dibuka dari luar, dengan cepat ia masukkan tespeck itu kedalam laci. Dia menoleh ke arah pintu dan ternyata suaminya sudah pulang. Nona pun memasang senyum manisnya demi menyambut kepulangan suami tercinta dari bekerja.


" woooww...ada apa nih? suami pulang, istri menyambut dengan telanjang hingga membuat diri ini menegang..." kelakar Vigra sembari memeluk tubuh telanjang Nona yang hanya ditutupi oleh sehelai handuk. Dia membenamkan kepalanya ke ceruk leher sang istri kemudian menghirup wangi tubuh istrinya dalam-dalam.


" mas gra kok jam segini udah pulang?" ucapnya sembari mengelus lengan kekar suaminya yang memeluk tubuhnya dari belakang.


" Kangen sama kamu..seharian gak konsen...eh pulang-pulang kamu gak pake baju...tambah kangen kan ya.." jawabnya sembari menciumi leher dan pundak putih sang istri.


" ihh..gombal..mandi dulu gih..aku mau pake baju duluu..."


" ngapain pake bajuu..nanti juga bakal dilepas.."


Tiba-tiba braakk!! pintu terbuka lebar dan suara teriakan bocah kecil keriting langsung melemaskan sesuatu yang sudah menegang di bawah sana.


" Papaaaaa....enzyy kangeeennn...." teriaknya sembari berlari ke arah sang papa yang sudah melepaskan pelukan mesumnya.


" Waaa...cantiknya papa udah mandii...sini papa peluuk.." sambut Vigra sembari memeluk dan menggendong Frenzy. Dan kesempatan ini digunakan Nona untuk melepaskan diri dari situasi " menegangkan " tadi. Setelah dirinya berpakaian lengkap, dia menghampiri kedua orang tercintanya yang sedang asyik bercengkrama.


" Frenzy sayang...turun yuk..papa biar mandi dulu..bentar lagi kita makan malam..."


Frenzy pun mengangguk lalu meraih uluran tangan sang Mama dan berjalan keluar kamar. Sebelum keluar kamar, Vigra menarik tangan Nona kemudian mengerdipkan matanya menandakan jika dirinya nanti menagih jatah. Nona hanya menjulurkan lidah sambil berbisik enggak janji yaaa.


***


Pagi hari sebelum Vigra bangun, dirinya sudah berada di kamar mandi. Setelah semalaman suntuk melayani sang suami, sebenarnya tubuhnya lelah. Matanya juga masih sangat mengantuk. Namun demi menghilangkan rasa penasaran yang sedari kemarin menggerogotinya, maka dirinya bertekad untuk mengetes kembali urine nya. Apakah dia benar - benar hamil ataukah tidak.


Dibukanya bungkus tespeck yang dia pegang, kemudian dengan perlahan dia mencelupkan alat tersebut ke dalam wadah kecil berisi air seninya . Setelah memasukkan alat tersebut, dia pun menutup matanya. Sebenarnya tak butuh waktu lama untuk melihat hasilnya. Namun keberaniannya yang tak seberapa, membuatnya menjadi lebih lama mengetahui hasilnya.


Diangkatnya kepala secara perlahan, di lihatnya benda kecil berbentuk pipih panjang tersebut. Dia menghirup nafas sejenak, kemudian menghembuskannya. Setelah dirasa semua keberaniannya berkumpul, dia angkat perlahan alat itu demi melihat hasilnya. Positif atau negatif ya?