Baby Love

Baby Love
Bab 36 : Horeeee.....



Jam besar yang terletak di tengah ruang keluarga, berdentang memecah keheningan malam. Waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Semua penghuni rumah besar tersebut tengah tertidur lelap. Larut dalam mimpi masing-masing.


Vigra pun tertidur lelap karena lelah seharian bekerja. Namun indera pendengarnya mendengar suara rintihan disertai isak tangis tertahan. Dengan mata berat, dia pun membuka matanya, mengerjapkan sejenak mencoba beradaptasi dengan cahaya temaram kamarnya. Sumber suara berasal dari samping tubuhnya. Dilihatnya sang istri menutup mata, namun tampak tubuhnya bergetar bersamaan dengan isak tangis yang ia keluarkan.


Secepat kilat dia mengangkat tubuhnya, meraih lampu tidur di atas nakas,memencet tombol on. Kini cahaya di kamarnya sudha terang, dilihatnya sang istri masih menangis terisak-isak dengan mata terpejam. Digoyang-goyangkannya tubuh kecil Nona.


" sayang...bangun..hey..sayang..kamu mimpi apa? banguun..."


Sejurus kemudian mata Nona terbuka, dia menatap Vigra dengan tatapan sendu, lalu tak lama dia mengangkat tubuhnya dan menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan sang suami.


" udah..gak papa..ada aku..cuman mimpi.." ucapnya berusaha menenangkan sang istri. Setelah merasa istrinya agak tenang, Vigra beranjak dari kasur dan mengambil segelas air putih di atas nakas dan memberikannya kepada sang istri. Setelah meminum lebih dari separuh isi gelas, Nona menghela nafas


" aku mimpi mas..."


" mimpi apa?"


" aku mimpi mas freza bersimbah darah ketabrak mobil waktu itu.."


" oh...kamu kangen? besok kita ke makamnya ya.."


Nona menunduk, tak menjawab ucapan Vigra.


" kenapa lagi?"


Bukannya menjawab pertanyaan sang suami, dirinya malah beranjak dari tempat tidur. Melangkahkan kakinya ke arah meja rias di tengah ruang kamarnya. Membuka laci dan mengambil benda berbentuk kotak tipis. Kemudian dia membalikkan tubuhnya, berjalan kembali ke arah ranjang. Menghampiri sang suami yang masih menatapnya dengan tatapan heran.


" Mas gra..sebenernya aku mau kasih surprise ini besok, cuman karena aku mimpi buruk, jadi aku kasih ini sekarang.." ucapnya sembari mengulurkan benda tersebut ke arah sang suami. Vigra pun mengambil dan membukanya.


" garis dua? artinya? "


" positif mas "


" positif apaan? "


" hamil lah mas.."


" positif aku bakal jadi papa?"


" papa anak dua lebih tepatnya.."


" ini lagi gak ngeprank kan?"


" aku bukan youtuber mas gra..."


Diam sejenak. Kemudian tak lama Vigra tertawa lebar dan meraih Nona dalam pelukannya.


" makasiihh istriikuuu..."


ucapnya sembari menciumi seluruh wajah Nona tak henti-hentinya. Aktifitasnya tergenti ketika lagi-lagi mendengar isak tangi sang istri.


" kenapa? kamu gak seneng?"


" aku takut mas.."


" takut kenapa?"


" tadinya aku berniat kasih kamu surprise besok, cuman barusan aku mimpi waktu mas freza kecelakaaan..waktu itu mas freza belum tau ada frenzy dalam rahim ku..dan dia pergi begitu aja tanpa tahu kalo memiliki anak..aku..aku..aku takuuut.." ucapannya terhenti karena dirinya makin sesenggukan


" ish..ish..ish..sayang...udah..cup..cup..aku bakal tetep disamping kamu..jagain kamu..jagain frenzy..jagain calon anak kita..kamu gak usah takut, kehamilanmu yang sekarang, kamu gak sendirian..."


Ucapnya halus sembari mengelus lembut punggung sang istri.


" tapi mas.."


" udah..gak usah mikir yang enggak-enggak..besok kita jengukin ayah nya frenzy trus abis itu kita ke dokter Amanda..gimana?"


Nona pun mengusap air matanya kemudian mengangguk perlahan.


***


Minggu pagi, mereka sekeluarga sarapan bersama. Wajah Nona tampak pucat. Entah kurang tidur atau memang masih memikirkan mimpi semalam. Frenzy sudah mandi dan siap sarapan . Begitu pula dengan Oma Neni dan Opa Erwin.


" Hari minggu ini, kalian mau dirumah apa mau jalan?" tanya Mama Neni


" kita mau ke makam ayahnya frenzy ma.." jawab Vigra sembari memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya.


" kita mau ngunjungi ayah freza pa?" tanya sang gadis kecil.


" iya sayang..frenzy mau?"


" mau..mau..mau..nanti beli bunga dulu ya pa.."


" siap cantik!!"


Mama Neni hanya tersenyum mendengar percakapan keduanya, pandangannya beralih ke arah sang menantu yang masih terdiam dengan wajah pucat.


" kamu kenapa nak? sakit? kok pucet.."


" ah..enggak papa ma..cuman kurang tidur.."


" kurang tidur? vigra ngajakin kamu lembur terus?"


Tanya mama Neni sembari memelototi anak tunggalnya.


" lembur itu apa oma?" tanya Frenzy


Mama Neni tampak tergagap, bingung menjawab apa.


" tanya opa sayang..opa lebih tau.."


Papa Erwin yang sedang menyeruput kopi pun tersedak.


" lembur itu apa opa?"


" lembur itu tidur malem sayang.."


" kenapa tidur malem?"


" karna belum ngantuk.."


" trus kalo belum ngantuk, ngapain?"


" ya lembur sayang.."


" iya ..enzy tau opa..tapi lemburnya ngapain?"


Percakapan yang tak akan ada ujungnya ini harus di akhiri kan?


" frenzy mau punya adek gak?" Vigra memutuskan obrolan unfaedah tersebut.


" mau..mau..mauuu..bangeett paa.."


" tuh..pegang perut mama..bentar lagi perut mama bakal gendut..isinya adek bayi.."


" beneran??" tiga suara dengan pertanyaan sama sungguh memekakkan telinga. Mereka bertiga menatap Vigra dan Nona bergantian. Baru setelah melihat Nona tersenyum dan mengangguk, mereka serempak berteriak


" Hooorreeeeeee....!!!! "


Welcome to the family new baby...


Soon..