
Pagi ini wajah sumringah Nona bersaing dengan cerahnya mentari pagi. Sedari tadi dirinya menyiapkan sarapan untuk sang suami sembari bersenandung kecil. Vigra yang mendapati keceriaan di wajah sang istri tampak bernafas lega. Wajah muram yang beberapa hari belakangan ini ia lihat,telah menghilang entah kemana.
" selamat pagi istrikuu...duh..ceria banget pagi ini...ada apa nih..." sapanya sembari mencium kening sang istri yang tengah sibuk menata piring di atas meja makan. Dirinya menarik kursi kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas kursi berwarna cokelat kayu.
" ihhh..apa sih mas gra..tiap hari aku juga ceria kan..." elaknya
" hmmm..dah lupa aja nih..siapa coba yang kemarin-kemarin wajahnya cemberut .."
" ya kan itu kemaren..udah lewat kali.."
" baguslah..trus kalo boleh tau, apa yang bikin istriku ini ceria? " tanya Vigra sembari menarik tubuh mungil istrinya agar duduk dipangkuannya.
" ih..mau tau apa mau tau banget? " jawab Nona dengan senyum menyeringai
" mau tau banget dong.."
" tebak dulu ihh...jangan langsung nanyaa.."
Vigra berpura-pura mengernyitkan dahi menunjukkan dia sedang berpikir keras.
" aahhh...bulanannya udah kelar ya? trus nanti malem ngajak mantap-mantap..? "
" iihhh..mas graa ihh itu teruuss arahnya..." jawabnya sembari beranjak dari pangkuan sang suami. Dirinya berdiri sembari bersidekap dan memajukan bibir tipisnya, merajuk.
" hahaha..ya kan aku ga tau.."
" ya makanya nanya maass.."
" ya kan udah nanya tadii.."
" mas gra kan nebak..enggak nanya.."
" nah loh..kan tadi kamu yang nyuruh nebak.."
Mata indah Nona langsung melotot, tanda bahwa dirinya selalu berkata benar.
" oke..oke..aku salah..yaudah,aku nanya nih ya...ada apa sayangku? kok pagi ini ceria banget? "
Mendengar pertanyaan manis terlontar dari mulut sang suami , Nona pun menyunggingkan senyum penuh kemenangan.
" aku udah punya temen loh mas.."
" oh ya? siapa? "
" mama Shezan..temennya Frenzy.."
" oh ya? kenalan dimana? "
" ya di grup kelasnya frenzy lah..kan aku udah join grup Wa..kenalan sama mama-mama yang lain..."
" trus? " tanyanya sembari mengaduk kopi hitam yang berada di depannya
" nah sejauh ini, yang paling cocok sama mama Shezan itu tu.."
" trus? " tanyanya sembari menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya
" trus hari ini, kita mau meet up sembari nungguin Frenzy selesai sekolah..boleh kan?"
" oh gituu..ya..ya.."
" boleh? "
" apa sih yang enggak buat istriku...yang penting abis ini, udah gak boring lagi dirumah..udah gak bete lagi dirumah.."
" enggak doongg...janji deh.."
Vigra tersenyum sembari mengacungkan kedua ibu jarinya.
" lho..kakak frenzy mana? " tanyanya.
Namun tak berapa lama gadis kecil berambut ikal itu sudah berlari kecil dengan seragam berwarna pink pastel lengkap dengan sepatu dan tas ransel bergambar animal.
" selamat pagi ma..pa.." sapanya sembari mencium pipi sang papa dan langsung duduk di sebelahnya.
" hari ini mama jadi nemenin enzy di sekolah? "
" jadi dong sayang...mama mau ketemu sama mamanya shezan.."
" shezan?"
" kenal dong ma..dia sahabatnya enzy..baik banget deh...enzy sayang sama dia.."
" wah pas dong...frenzy sahabatan ama shezan, nanti mama sahabatan sama mamanya...seru nih pasti.." ucap Nona penuh semangat.
***
Sesampainya di sekolah Frenzy, Nona tampak sedikit gugup ketika kakinya mulai melangkah menuju ke gerbang sekolah. Dirinya melihat pantulan tubuh mungilnya di kaca mobil sekali lagi. Kaki mungilnya beralaskan flat shoes berwarna putih dipadu padankan dengan dress bunga berwarna pink pastel dengan panjang selutut. Tak lupa tas kecil berwarna putih tergantung di pundaknya.
Sekali lagi dirinya membenarkan rambut panjang sepundaknya yang ia biarkan terurai.
" mama gimana ? cakep gak? "
" cakep dong...yuk ma.."
Nona menarik nafas panjang. Sejujurnya ini pertama kali baginya,menginjakkan kaki di sekolah anak sulungnya. Mengingat selama ini Frenzy selalu bersama Omanya. Tak ayal, wali murid disini belum pernah ada yang bertatap muka dengannya. Dan itu yang cukup membuatnya gugup, karena itu artinya hari ini dia akan bertemu dengan orang baru dan harus berkenalan.
Sepanjang hidupnya, Nona memang hanya menghabiskan waktu di sekolah dan di panti. Dia jarang sekali bertemu dengan orang-orang baru. Teman pun bisa di hitung dengan jari. Berbeda dengan sang suami yang memiliki banyak teman. Dan ini kali pertama baginya, memiliki teman diluar panti asuhan tempat ia tinggal dulu.
Semalam memang dirinya sudah membuat janji dengan 5 orang wali murid via grup. Pagi ini ceritanya mereka akan saling berkenalan dan menghabiskan waktu sembari menunggu anak-anak selesai sekolah.
Dengan menggandeng tangan mungil Frenzy, dirinya pun melangkahkan kaki masuk kedalam sekolah. Di sudut halaman terdapat gazebo, dan lokasi itulah tempatnya bertemu dengan teman-teman barunya.
Tampak 4 orang mama muda duduk-duduk di gazebo tersebut. Dan ketika melihat kedatangannya dan Frenzy, salah seorang melambaikan tangan dan memintanya untuk mendekat.
" enzy temenin mama kesana ya..abis itu enzy masuk kelas ya ma? " ucap gadis kecil itu, seolah memahami sikap gugup sang mama sedari tadi.
Nah loh..ini mah kebalik namanya yak, bukan mama anter anak ke kelas tapi anak anter mama dulu. haha.
Sesampainya di gazebo, salah seorang mama berambut pendek tersenyum lebar menyambutnya
" haloo frenzy sayang...ini mama kamu apa tante kamu nak? " sapanya dengan ramah membuat Nona tersenyum kikuk, disebut tantenya frenzy.
" ini mama aku tante...mama Nona namanya..udah kenalan belom? " tanyanya sembari memandang sang mama yang hanya tersenyum kikuk.
" belom ya? enzy kenalin ya ma...tuh..yang rambut pendek namanya Mama Qiana, yang pake baju biru mama Leon, yang baju merah mama Latisha, baju garis- garis gak tau warna apa tuh, itu mama galanthe...nah, udah ya ma..mama kenalannya terusin sendiri, enzy masuk kelas dulu..dah maamaa..dah tantee..." ucapnya panjang lebar sembari berlari meninggalkan sekumpulan emak-emak ini.
Tingkah polahnya tak ayal membuat para ibu muda tersebut tertawa geli.
" ahh..frenzy emang pemberani anaknya.." puji mama Galanthe.
" ah ya..kenalan dulu ya..."
Mereka pun saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing .
Ketika menyadari belum ada mama Shezan, Nona pun bertanya
" ini mama shezan belum dateng ya? "
" ahh..dia mah selalu datang telat..tunggu aja,bentar lagi juga dateng.."
Mereka pun asyik mengobrol , membahas tentang si kembar. Rupanya Oma frenzy sudah lebih dulu akrab dengan mereka, buktinya mereka sudah mengetahui segala hal tentang dirinya. Nona pun dapat bernafas lega karena dirinya tak perlu repot-repot memperkenalkan diri lebih jauh.
Ketika sedang asyik ngobrol, tiba-tiba seseorang datang. Seorang wanita cantik berkulit putih berambut panjang dan berkacamata hitam.
" halooo...udah lama ya? sori ya aku telatt..." sapa wanita itu dengan ceria.
" naahh..ini nih yang ditunggu-tunggu..." ucap Mama latisha.
" udah ditungguin mama frenzy nih..sedari tadi dia ga sabar pengen ketemu mama Shezan katanya.." timpal mama Leon.
Nona yang duduk memunggungi pun,memutarkan tubuh mungilnya demi bisa melihat wajah Mama Shezan yang sudah ia tunggu-tunggu.
" Halo mama frenzy...kenalin aku mama shezan..namakuu...." ucapannya terhenti ketika mata bulatnya sudah mampu mengidentifikasi wajah di depannya.
" Lania? " ucap Nona dengan wajah kaget
" Nona? " ucap wanita di depannya dengan wajah kaget berselimutkan sedikit kebencian.
****
Nah loh..
ada yang inget gak, siapa tuh Lania?
dia ada di episode 9