Baby Love

Baby Love
Bab 6



Duduk di ruang tengah dengan wajah cengengesan berhadapan dengan sang mama yang sudah bersiap menyemburkan emosinya. Vigra membuka percakapan


"mama sayangku...cintakuu..." rayunya


"coba jelaskan,kenapa kamu gak menuruti perintah mama?"


" mama mau ngomel dulu apa dengerin aku dulu?" ettdahh...bunuh diri ni anak.


" VIGRA LUSANKA!!!!" sebel maksimal nih mama.


Pasalnya sudah 2 hari ini vigra tidak pulang kerumah, nginap di kost temennya. Disuruh pulang sang mama jawabannya entar-entar , sampai akhirnya sang mama emosi dan menelponnya siang itu ,memberikan ancaman berupa "stop transferan uang jajan"


"iya..iya..aku jelasin ma..dengerin ya..tapi mama jangan nyela dulu..jangan ngomel dulu.."


Sang mama masih melotot ketika Vigra tak segera menceritakan alasannya.


Secepat kilat Vigra menceritakan kejadian yang baru saja ia alami. Tanpa dikurangi dan ditambahi. Sang mama mendengarkan dengan seksama sambil sesekali membuka mulut,menutupnya dengan tangan, sambil terdengar lenguhan hahh...ohh..ya tuhan..astaga...lalu..dan berakhir matanya berkaca-kaca menahan haru.


"Ya Tuhan..naak...ini sungguhan apa drama korea? kenapa bisa sedramatis ini? lalu? sekarang gadis itu di rumah sakit sama siapa? kenapa kamu tinggalin? kamu enggak coba cek ke alamat nya? siapa tahu itu gadis korban perkosaan? bisa saja dia berbohong atau bagaimana? " mamanya memberondong banyak pertanyaan.


" Kalo bohong,motifnya buat apa ma? orang kejadian tadi juga gak sengaja..dia juga gak tau bakal ketabrak badan aku sampe jatuh terduduk gitu..duh..aku udah takut tadi ma..untung persalinannya lancar..sehat semua "


" jadi tadi kamu nemenin orang lairan?" mama masih tak percaya


"ii...iy..iyaa.." ucapnya terbata bata,masih teringat kejadian tadi yang membuat ngilu.


"ahhh..mama kasihan sama gadis itu nak..mama jadi pengen ketemu.."


"ah..gak usah ma..aku kan gak enak.."


" eh nak..coba kamu ke panti yang dia bilang, coba tanya identitasnya disana..pastikan dia gadis memang dari Panti itu..bukan korban perkosaan yang mencoba menyembunyikan diri.." ucap mamanya


" ah mama..kebanyakan nonton sinetron ahh..drama banget.."


"katanya tadi di jl.pattimura.."


" yaudah gih sana...nanti uang jajannya mama transfer,mama lebihin deh setuju??"


Mendengar kata transferan Vigra langsung berdiri sigap dan berteriak "siaapp laaksanaaakaan!!!"


**


Vigra memberhentikan mobilnya di depan Papan bertuliskan "panti asuhan Ayah Bunda" Setelah menarik nafas sebentar,Ia turun dari mobil dan mengetuk pintu.


Seorang laki-laki paruh baya keluar menyambutnya, dengan ramah dia menyambut vigra dan mempersilakan duduk.


Vigra sedikit berbasa basi sebentar hingga dia mengetahui panti ini di kelola oleh sepasang suami istri selama puluhan tahun. Banyak donatur tetap yang menyalurkan harta kekayaan mereka disini. Dia jadi berfikiran untuk meminta kedua orang tuanya menjadi donatur disini. Sampai akhirnya dia mengajukan pertanyaan


" apa disini ada anak panti yang bernama Nona pak?"


" ahhh..nona? kamu temannya? "


"bukan..eh iya..iya..saya temannya"


iya,temennya kan? kan tadi udah kenalan..nemenin lairan juga. *hihi.


" ah* iya..dia menghuni panti ini sejak usia 1 bulan, dia ditinggalkan oleh ibunya di depan panti..hanya ada surat jika dia bernama Nona Marisca usia 1 bulan.." jawabnya sambil menerawang mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.


" dia ada di panti sampai usia 20an nak..lalu dia menikah..dengan sesama anak panti sini, yang sudah keluar lebih dulu..mereka tumbuh bersama sejak kecil..lalu mereka menikah,keluar dari panti ini..." sang bapak paruh baya yang diketahui bernama Bayu, menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya


" tapi sebulan setelah pernikahannya, suami Nona meninggal,kecelakaan. Lalu sebulan lagi setelah suaminya meninggal,Nona diketahui hamil,dan hari ini dia melahirkan..tadi istri saya mendapatkan telpon dan segera ke rumah sakit "


ah..tepat. ceritanya tidak bohong. dia bukan korban perkosaan.


Vigra hanya termenung mendengarkan penjelasan Pak bayu. Dia pun berpamitan dan berpesan, kapan waktu akan kesini lagi bersama kedua orang tuanya, untuk menjadi donatur. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah pak bayu berikan.