
Matahari pagi bersinar melalui sela-sela gorden berwarna gold di kamar utama villa milik keluarga Lusanka tersebut. Sepasang sejoli yang baru saja selesai memadu kasih semalam suntuk, masih memejamkan mati sembari saling berpelukan. Meski pagi sudah menjelang, namun udara dingin selalu setia menamani. Membuat siapa saja lebih memilih, tidur berpelukan di atas ranjang hangat daripada menghabiskan waktu diluar rumah.
Sama halnya dengan Vigra dan Nona. Mereka masih tertidur nyenyak, tampak gurat lelah di wajah mereka. Entah mereka sudah bertarung berapa ronde tadi malam.
Suasana sunyi masih tercipta pagi ini, hanya terdengar suara cicit burung kecil yang berterbangan di luar villa. Dan sialnya, telinga Nona yang terlalu sensitif pun bisa menangkap suara riuh para burung yang berterbangan. Wanita cantik itu membuka matanya, mengerjap sejenak, berusaha menyesuaikan matanya dengan suasana di kamar tersebut.
Sesaat dia merasa linglung, tak mengenali suasana asing kamar tersebut. Namun ketika menyadari sebuah lengan kokoh yang sedang memeluk perutnya, dia pun merasa lega. Baginya, dimana pun dia berada tidak begitu penting selama masih bersama suami tercinta. Selama beberapa saat mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, ingatannya sudah terkumpul kembali. Ah ya..dia teringat jika mereka sedang melakukan liburan berdua.
" mas gra...banguun yuk..udah siang deh kayaknya..." ucapnya pelan sembari menepuk lembut pundak sang suami. Namun bukannya bangun, Vigra malah semakin mengeratkan pelukannya. Dengan suara khas orang bangun tidur, Vigra pun menjawab
" masih dingin sayaangg...aku masih capek..semalem kamu minta nambah terus kan ya..."
" iiisshhh...fitnah ihh..orang mas gra yang minta teruuusss..." balas Nona dengan pipi merona.
" hmmm...masa sih? aku kok gak inget ya.."
" ihh..udah ihh..ayo banguun mandiii..."
" masih dingin gini..mandii..ogah ah.."
" pake air hangat kan ada mas gra..ayoo.."
" hmmm..mau ngajakin mandi bareng? mau modus?"
" ihhh..ogah!! aku capek! aku lappeerr maass.."
Begitu mendengar kata lapar, Vigra langsung mengangkat tubuhnya dan duduk di atas ranjang
" kamu laper? yaudah gih..mandi dulu, aku liat ke bawah dulu, udah di siapin sama kang asep apa belom.."
Nona langsung tersenyum sumringah. Vigra memang tipikal lelaki cuek, namun untuk hal-hal seperti ini, dia selalu memberikan perhatian lebih. Katanya, menjadi istri seorang Vigra Lusaka dilarang kelaparan.
***
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB , mereka berdua tengah asyik menikmati sarapan yang sudah di siapkan istri kang Asep. Sarapan pagi mereka sudah terlambat karena mereka memang bangun kesiangan.
" Non Nona..mau jalan-jalan tidak?" tanya kang Asep sambil meletakkan piring berisi brokoli goreng yang tampak menggiurkan.
" jalan-jalan? " tanya Nona sembari mencomot brokoli yang baru saja di letakkan kang asep.
" iyaa Non..tuh di belakang ada kebun stroberi..kalo non mau metik bisa..mau sekalian foto-foto juga oke..atau mau pacaran juga boleh non..."
Nona tersenyum lebar dan memandang Vigra yang masih asyik makan dengan lahap, seperti seminggu belum makan.
" mas gra mau?"
" hmmm...." sahutnya sambil sibuk mengunyah. Nona pun tersenyum sumringah.
" kang..masakannya sedap.."
" makasih Non..istri saya yang masak.."
" bilangin ke istrinya, makanannya enak..saya suka..makasih ya.."
" ah non bisa aja...sama -sama non..yaudah..saya tinggal dulu non..den..selamat makan.."
Nona tersenyum manis sedangkan Vigra masih tetap sibuk mengunyah sembari melambaikan tangan sejenak,menandakan kalo dirinya masih merespon Kang Asep yang berpamitan.
" ihh..pelan-pelan dong mas gra makannya..gak ada yang mau minta makananmu juga kali.."
***
Nona berteriak kencang sembari tertaw-tawa bahagia ketika melihat hamparan pohon strawberry yang tumbuh subur.
" woooww...baguuss bangeet...ini kalo Frenzy ikut,pasti dia seneng deh mas liat stroberi..."
" iyaa...bulan depan kita ajak dia kesini..."
" serius??"
" sama mama papa sekalian.."
" asiiikk..asiikk.."
" ihhh..moduusss lagiii kaann..."
" lhooo..ini kan usaha yank...hmmm..tar malem lagi ya?"
" ihh..inget kata dokter amanda..kan ga boleh tiap hari.."
" hmmm..iya juga sihh..cuman kan kalo tar malem dingin dingin gak ngapa-ngapain namanya itu menyiksaku dong yank..."
" kalo gitu,gimana kalo tar malem kita bakar jagung rame-rame?"
" rame-rame tu sama siapa yank? kuntilanak?"
" hiisshh..amit amit deh..ya kita ajak Kang asep dong..suruh bawa keluarganya kalo perlu..biar rame...gimana?"
" okee..ide bagus..nanti aku bilang kang asep deh...sekarang mau foto-foto gak?"
" mauu dong..kesebelah sana yuk.."
Ucap Nona sembari menunjuk ujung ladang yang terdapat batu besar disana.
" mau lari-larian biar kayak film india gak yank? sini aku rekamin..." tawarnya
" ihh..apasih mas gra..." jawabnya sembari tertawa geli. Mereka pun menghabiskan waktu memetik strobery, mengambil gambar dengan berbagai pose dan background, sambil sesekali terdengar suara Vigra melontarkan banyolan- banyolan lucu. Meskipun itu garing, namun Nona selalu menyambutnya dengan tawa.
***
Malam pun tiba. Mereka berdua sudah berkumpul di halaman belakang untuk membakar jagung. Kang asep mengajak istri dan anaknya, juga para keponakannya. Sehingga suasana menjadi sangat ramai dan meriah. Mereka membakar jagung, istri kang asep juga membuat pisang goreng, coklat panas, kopi panas dan banyak makanan lainnya.
Anak Kang Asep ada dua. Laki-laki semua. Yang satu bernama Ferdy sudah duduk di kelas 3 sekolah menengah pertama, sedangkan sang adik bernama ferby masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Istri Kang Asep bernama Lilis, terhitung masih muda namun sudah memiliki dua orang anak yang sudah remaja dikarenakan dirinya dulu menikah muda. Kang asep juga mengajak keponakannya, seorang perempuan. Erlin namanya. Katanya sudah lulus SMA dan sedang mencari pekerjaan.
Nona sedari tadi memperhatikan gerak gerik Erlin yang tampak berlebihan. Di cuaca yang dingin, dirinya memakai baju yang ketat dan tipis, sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya, dadanya yang sintal pun terlihat. Dan sedari tadi, Nona pun merasa jika Erlin caper terhadap Vigra. Meski Nona sendiri yakin, bahwa Vigra sama sekali tidak memperhatikannya. Namun entah kenapa, Nona tampak sebal melihat tingkah polah gadis kemayu tersebut
Nada bicaranya terdengar mendesah manja ketika menawarkan minuman kepada Vigra. Begitu pun ketika meletakkan makanan di depan Vigra, dirinya sengaja membungkuk terlalu rendah agar belahan dadanya terlihat. Namun lagi-lagi Vigra tak menggubrisnya, dirinya masih asyik mengobrol dengan Kang asep. Sedangkan Nona asyik duduk bersama Ferdy dan Ferby yang asyik memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Sedangkan teh Lilis sibuk membakar jagung dibantu oleh Erlin.
Suasana tampak hangat dan menyenangkan. Dan karena malam semakin larut,udara semakin dingin, akhirnya pesta pun usai. Mereka kembali ke kamar masing-masing.
Sesampainya di kamar, Nona langsung membersihkan tubuh dan segera mengganti bajunya dengan daster berbahan kaos.
" ihhh..aku sebel deh mas.." ucapnya sembari memukul bantal empuk yang ada dipangkuannya.
" sebel kenapa?"
" itu lho..keponakan kang Asep..genit banget sih.."
" genit kenapa emang?"
Matanya melotot,mulut monyong lalu dia mengomel
" kenapa? kamu tau atau pura pura gak tau sih mas?"
Vigra mengernyitkan dahi, menatap istrinya heran. Tumben malem malem ngambek.
" kenapa sih?"
" dia sedari tadi ganjen banget di depan kamu,pake nunduknya rendah banget biar belahan dadanya keliatan..emang sih gedean dia daripada punyaku...kamu pasti tadi ngelirik kan??ayo ngakuuu!!!"
Meledaklah tawa Vigra. Dirinya tertawa terbahak bahak, membuat Nona bersungut sungut makin sebal.
" Astagaaa sayaanggg..ama makhluk bentukan kayak gitu aja cemburuu...ahhh..gemasnya..sini..sini.." ucapnya sembari menarik tubuh mungil Nona ke pelukannya.
" kamu tau? aku paling suka bibir ini.." ucap Vigra sembari mengelus bibir istrinya dengan ibu jari.
" lalu aku paling horny kalo liat ini..." ucapnya berbisik ditelinga Nona sembari meremas buah dada sang istri
" lalu aku juga paling suka iniii...apalagi iniii..." ucapnya sembari mengelus pinggang rampingnya berlanjut meremas pantat sintalnya. Sentuhan-sentuhannya membuat Nona merem melek keenakan. Dan melihat wajah istrinya yang sudah merona, Vigra ta menyianyiakan kesempatan.
" I will always love u until the end...gak ada yang lain..." bisiknya sembari ******* bibir ranum milik sang istri.
Ahhh..sepertinya hal yang diinginkan akan terjadi lagi, Maaf ya dokter Amanda.
Tidak bisa menepati janji untuk tidak melakukannya setiap hari. Cuaca dingin benar-benar tidak bisa di ajak kerjasama. Dan bercinta di udara yang dingin tuh enak banget, sumpah!!!