
Wajah cantik Nona tampak berusaha menahan rasa sakit yang sedari tadi menderanya. Perutnya terasa nyeri, pinggangnya sakit, kepala pusing ahhh segala rasa yang tak nyaman sepertinya sedang berkumpul di tubuh mungilnya.
Ya, dirinya sedang mengalami kontraksi menuju persalinannya. Tampak raut wajah cemas tergambar jelas di wajah tampan sang suami. Sedari tadi dirinya bergerak kesana kemari, duduk lalu berdiri lagi. Keluar ruangan, masuk lagi. Menghampiri sang istri kemudian mengelus perut buncitnya yang tampak menegang karena kontraksi.
" apa kerumah sakit aja sayang? "
" gak usah, ini masih jarang-jarang kok kontraksinya.."
" duh..muka kamu udah kesakitan gitu dari tadi..masa iya kayak gitu masih jarang sih..duh mama kemana sih dari tadi pergi gak balik-balik.." kali ini dirinya menyalahkan sang mama karena tidak berada dirumah saat menantunya mengalami kontraksi.
" udah deh mas gra..gak usah ngomelin mama..mending sini deh..elus elus pinggang aku aja..pegel banget.." ucapnya dengan wajah meringis menahan sakit. Dengan sigap dirinya langsung duduk di sebelah sang istri,mengelus-elus pinggangnya. Entah itu berpengaruh mengurangi rasa sakit atau tidak, akan tetapi usapan lembut tangan sang suami mampu memberikan ketenangan dalam diri Nona.
Sembari terus mengelus pinggang sang istri, Vigra mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan tempat mereka duduk di sofa. Tampak berjejeran segala perlengkapan bayi yang di beli beberapa waktu yang lalu. Tampak ranjang bayi dua buah, yang satu berwarna pastel sedangkan satunya berwarna biru cerah. Stroller bercorak bunga-bunga ada di ujung ruangan, sedangkan stroller bermorif zebra hitam putih berada disebelahnya. Dua lemari besar masing-masing berisi pakaian bayi perempuan, yang satunya berisi pakaian bayi laki-laki. Ya itulah hasil perburuan belanja Mama papa tempo hari. Mereka semua membeli serba double hanya gara-gara mereka tidak tahu,cucunya perempuan atau laki-laki.
" Ngeliatin semua barang-barang ini, kok aku yang jadi mules ya.." ucap Vigra
" kenapa?"
" banyak banget..yang lair cuman satu, barangnya udah sebanyak ini.."
" hihihi..iya, tapi ya gimana lagi,maunya papa mama begini..aku mau nolak juga gak enak mas..."
" ya gak usah di tolak sih, cuman engap aja ngeliat barang sebanyak ini..ah sudahlah...gimana? masih sakit yank?"
" udah ilang...masih kontraksi palsu kayaknya.."
" dulu pas frenzy, kamu kayak gini juga gak sih ?"
" enggak lah..orang lairannya juga karna di tabrak sama kamu kan mas.."
" oh iya ya..eh apa sekarang aku tabrak lagi aja?"
Ucapan polos Vigra mendapat cubitan keras dari sang istri. Membuat Vigra meringis kesakitan meminta ampun agar istrinya melepaskan cubitan mautnya.
***
Setelah mengalami kontaksi palsu selama kurang lebih seharian, kini Nona sudah berbaring di ruang rawat inap sebuah Rumah sakit bergengsi di kota tempatnya tinggal.
Dokter amanda sudah memeriksanya tadi pagi dan ternyata sudah pembukaan 3. Selepas dokter Amanda keluar ruangan, Vigra membisikkan sebuah pertanyaan ke telingan sang istri
" pembukaan tiga gitu maksudnya gimana sih yank?"
" ya di ukur lebarnya udah 3 jari mas.."
" trus biar keluar, harus berapa jari?"
" sepuluh..."
"se..se..sepuluh???" ucap Vigra kaget sembari melebarkan kedua tangannya dengan ekspresi menggelikan
" kenapa mas?" tanya Nona geli
" trus itu nanti balik lagi gak?"
" hahaha..ya balik lah mas..kenapa? takut jadi gak enak nanti rasanya?"
" ah..eh..oh..enggak laahh..enggak laahh..aku sih apa aja punya kamu pokoknya tetep sukaa..." ucapnya terbata sembari memeluk sang istri
" ihh gombaall..."
Tak berapa lama, Mama papa dan juga frenzy memasuki ruangan VIP bertuliskan "edelweis" itu.
" mamaaaa...dedek udah keluar belom?" teriaknya begitu memasuki kamar namun ketika melihat perut sang mama masih membuncit, senyumnya menghilang.
" tunggu dulu sayang..adeknya masih siap-siap " jawab Vigra.
" kan tinggal keluar aja, kenapa harus siap-siap?"
" ya kan dedek nyari jalannya dulu.."
" emang jalannya lewat mana?"
nah loh!! semua orang dewasa disitu mengalihkan pandangan, pura-pura sibuk agar Frenzy tidak bertanya lebih lanjut.
" eh iya, frenzy kasih tau dedek diperut deh, suruh cepet keluar..sini..sini..." Nona memanggil gadis kecil itu agar mendekatinya. Dan benar saja, dirinya tampak antusias mengelus perut sang mama dan berkata
***
Setelah pembukaan lengkap, Nona sudah berada dalam ruang tindakan. Dokter Amanda sudah siap membimbingnya untuk mengejan. Beberapa perawat tampak berada di ruangan tersebut membantu menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Tampak Vigra dengan raut wajah cemas berada di sisi kanan ranjang, memegang tangan sang istri dengan erat.
" udah siap yank? semangat ya!!!" ucapnya memberi semangat, tampak keringat membanjiri dahi ,kerutan di dahi tampak berkerut maksimal ketika Nona sedang mengejan dengan tenaga maksimal. Vigra berkali kali menciumi tangan sang istri dalam genggamannya. Di pandanginya wajah sang istri yang masih tetap cantik dalam pandangannya meski kondisinya sudah acak adul. Tampak terdengar suara dokter Amanda memberi aba-aba
" ayoo...tarik nafas yang panjang,hembuskan....terus..begitu..ayoo..mengejannya jangan keluarin suara ya...ayoo terus dikit lagi..kepalanya udah keliatan..jangan brenti ayo..ayo.."
Tak berapa lama kemudian terdengar tangis bayi dengan suara melengking. Dengan sigap dokter Amanda mengangkat bayi tersebut, memotong tali pusarnya kemudian meletakkan di dada sang pasien agar sang bayi bisa melakukan IMD .
Tampak senyum sumringah terpancar dari wajah Vigra. Ketika melihat bayi mungilnya yang tengkurap di atas dada sang istri, dengan sigap mencari ****** susu sang ibu.
" waahh..sigap sekali kayak papanya ya.." goda dokter Amanda
" ini cowok apa cewek sih dok?"
" cowok ..selamat ya.." ucap dokter amanda.
Namun tak berapa lama sang bayi melakukan IMD tiba-tiba Nona meringis kesakitan
" dok..aduh..kok rasanya seperti masih mau mengejan lagi ya dok.. ahhh.." ucapan Nona membuat dokter Amanda heran dan menambah panik sang suami. Secepat kilat dokter Amanda menginstruksikan perawat untuk mengambil alih sang bayi dari atas dada sang ibu untuk di bersihkan.
" coba saya liat lagi..jangan jangan masih ada satu nih.." ucap dokter Amanda
" satu lagi? kemarin pas usg kan cuman satu dok..." tanya Vigra
" naahh bener..masih satu lagii..ini keliatan kepalanya astagaa...ayoo..ngeden lagi...sekali lagii.." teriak dokter amanda semangat.
Dan tak berapa lama, terdengar suara tangis bayi yang kedua. Kali ini suaranya tak senyaring yang pertama
" naaahh..yang ini cewek...waahhh..selamat yaaa..."
Vigra tampak membelalakan mata, antara kaget dan senang. Tak sengaja air matanya tiba-tiba mengucur deras. Dipeluknya sang istri dan menangis sesenggukan di bahu telanjang sang istri.
" lhoo..kenapa mas? yang sakit aku tapi kenapa kamu yang nangis.."
" makasih banyak ..makasiihh..kamu lairin dua anak buat aku..makasiihh " ucapnya masih dengan tangis sesenggukan. Ini lah pertama kaliny seorang Vigra menangis sesenggukan di hadapan banyak wanita. Meski itu dokter,istri dan beberapa perawat.
Sementara di ruang tunggu, Papa erwin,mama neni dan juga frenzy sedang menunggu dengan cemas. Kenapa lama sekali pikir mereka. Namun ketika pintu ruangan tindakan dibuka dan terlihat wajah dokter Amanda, mereka langsung menghambur ke arah sang dokter dengan seribu pertanyaan yang siap di luncurkan.
" gimana? lancar? sehat?"
" selamat ya..cucunya nambah.."
" cewek apa cowok?"
" cowok..."
" cowok? syukurlaahh..."
" dan cewek..."
" cewek? syukurlah..."
Mereka tersenyum lega namun tak berapa lama, mama Neni mengulang pertanyaan
" eh gimana? cewek ama cowok? maksudnya gimana? kembar?"
" iyaa..cucu kalian kembar cewek sama cowok"
"hah?? kok bisa?selama USG kemarin gak keliatan kalo dua kan?"
" aku juga kaget tadi..kecolongan..ya walo sebenernya kadang terjadi d dunia medis sih, tapi untunglah meski dua,tapi tubuh menantu kamu kuat, hebat, semua anaknya sehat, ibunya juga sehat..selamat ya.." begitu penjelasan dokter Amanda
" oma..dedek bayinya ada dua?" tanya Frenzy
" iya sayang..adek kamu dua, cucu oma tambah dua..." teriak mama neni girang.
Mereka bertiga pun berpelukan dan berteriak penuh kegirangan.
Selamat datang di keluarga Lusanka baby boy dan baby girl