Baby Love

Baby Love
Bab 52 : Kunjungan orang tua ke sekolah



Semenjak pertemuannya dengan Lania beberapa waktu yang lalu, tidak ada komunikasi yang berarti di antara mereka. Ketika Nona berkumpul dengan mama-mama teman Frenzy, yang notabene sudah menjadi teman satu genk nya, Lania jarang bergabung.


Rupanya Lania bekerja sebagai karyawan Bank Swasta, sehingga dirinya bisa ikut berkumpul jika sedang libur saja.


Nona pun sedikit bernafas lega, tak perlu sering-sering bertemu dengannya. Jujur saja, sikap Lania yang santai dan ceplas ceplos terutama jika menyangkut suaminya, cukup membuatnya terganggu . Bisa dikatakan dia sedikit cemburu tapi tak ia tunjukkan. Dia takut di sebut istri pencemburu. Bagaimana tidak, Lania sering sekali berkata


" titip salam buat Vigra ya.."


Jujur, ini adalah rasa cemburu yang pertama kali ia rasakan semenjak dia mengenal seorang pria. Dengan mendiang suami pertamanya pun,dirinya tak pernah merasa cemburu. Kisah cintanya dahulu teramat bahagia dan singkat. Dirinya belum pernah merasakan cemburu, marah,kecewa dengan segala sikap dari mendiang suami pertamanya. Maka dari itu, kini dirinya sedikit bingung bagaimana harus mengambil sikap jika ada seorang wanita yang dahulu mantan sang suami, bersikap seperti lania.


Pagi ini, dirinya menghela nafas panjang di depan kaca. Niatnya ingin bersolek, karena sebentar lagi dirinya dan vigra akan berangkat mengunjungi sekolah frenzy.


Ada festival sekolah dan mengharuskan anak-anak termasuk frenzy untuk perform di atas panggung dan disaksikan oleh semua orang tua wali murid.


" Kenapa? dari tadi kok kayaknya bete banget nih..." usapan lembut vigra di pundaknya membuatnya sedikit berjengit kaget. Kepalanya mendongak ke atas, memandang wajah tampan sang suami dari bawah dengan wajah galau. Melihat istrinya bertingkah aneh, vigra pun cepat tanggap.


" kenapa? minta dicium ? "


"ihh..mas gra kesitu terus..."


" ya kali..kamu bete karna jablay.. "


" hissshhh...enggak!!"


" trus kenapa? cerita dong..kan kita mau liat perform nya frenzy nari pertama kali kan..jangan bete dong.."


" enggak sih, aku cerita tapi jangan diketawain ya? janji? "


" apa sih? enggak..janji..cerita dong.."


" ihh..boong pasti...kalo bohong di apain?"


" cium..."


" yahh..enak di kamu dong mas.."


" loh..emang kamu ga enak dicium? "


" hmmm..ya enak sih..."


" yaudah sini cium dulu..."


" eh..eh..kok jadi gini..kan tadi lagi janji duluuu.. modus ih..moduuss.."


" oh iya ya...haha..oke,cerita gih.."


" hmmm..nanti kan kalo mas gra ngikut ke sekolah frenzy, nanti kan ketemu...."


" ketemu? siapa ? "


" ketemu itu tu..."


" siapa? gurunya? "


" bukaann..."


" tukang parkir? "


" bukaaannn...."


" lha trus?? "


" ah ..mas gra ngeselin ahh..masa ga tau?? "


" lah..emang ga tau,tinggal bilang aja apa susahnya sih sayangkuu.."


" depannya L..."


" el? al el dul? emang ngundang artis? "


" arrghhhh..laniaaaa mas graaaa " teriaknya tertahan


" ohalaaaahh..lania...lha trus kenapa? "


" nanti mas gra seneng ?"


" biasa aja.."


" nanti dia godain kamu "


" ya udah,biarin aja sih, yang penting kan suami kamu gak tergoda.."


" udah? jangan cemburu...hatiku udah buat kamu semua..trust me...sekarang dandan yang cakep, aku tunggu dibawah..jangan kelamaan ya.." ucap vigra sembari mencium kening sang istri .


Sikap dan ucapan suaminya sudah cukup menenangkannya. Dirinya pun tersenyum lega.


***


Vigra membukakan handel pintu mobil sport warna hitam miliknya, tampak kaki putih mulus turun dari mobil.


" are you ready my queen?? " sapanya sembari menjulurkan tangan kanannya ke arah Nona, membantunya untuk turun.


" ready dong my king..njengking..." balasnya pelan


" ih...njengkingnya tar malem aja,jangan sekarang..."


cubitan lembut mendarat di perut sang suami. Membuat suaminya meringis menahan sakit. Ketika kaki mereka melangkah, tiba-tiba ada mobil sedan merah berhenti tepat disamping mobil mereka. Mau tak mau mereka pun mengurungkan niat untuk kembali melangkahkan kaki.


Tak lama, pintu mobil terbuka. Lalu keluarlah seorang wanita berparas cantik, berambut panjang memakai kaca mata hitam,keluar dari mobil.


" ah sial..kenapa malah ketemu sih.." gumam Nona sebal.


Wanita cantik itu membuka kacamata hitamnya, dan melihat pasangan suami istri di depannya. Sejurus kemudian terdengar pekikan kegirangan dari mulut bergincu tipis itu.


" aaaaa..vigraaaa..long time no see..." teriaknya sembari membuka kedua tangannya lebar-lebar bermaksud ingin memeluk sang lelaki di depannya. Namun dengan sigap vigra menjulurkan sebelah tangannya dan menahan dahi Lania agar tak memeluknya.


" hishh..jangan ganjen deh lo..ada bini gue.."


Lania menggerutu sembari mengibaskan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah vigra.


" ah elah lu..orang gw kangen..kan pengen meluk.."


" noh..peluk tiang listrik.."


" emang lo gak kangen ama gw? "


" dihh..ada urusan apa gw kangen ama lo? "


" ih..lo masih ketus aja "


" lo juga masih ganjen aja.."


" ya kan gw gini dari dulu..."


" ya makanya gw ga suka..jangan suka nempel nempel laki orang deh, lo gak liat apa bini gw di sebelah? " ucapnya sembari merangkul Nona yang berdiri dengan wajah masam. sebal.


" bearti kalo gak ada bini lo, boleh dong? "


" heh..dulu gw ogah ama lo kan? "


" iya..trus? sekarang mau? "


" dulu aja ogah, apalagi sekarang..tambah ogah!! "


" ahahaha..sial..kalo ngomong suka bener..ahh maaf ya Nona..kalo aku kayak gini, ini semua hanya bercanda..." jawabnya enteng.


" ya tapi aku ga suka becandaan model kayak gini...maaf.." ucap nona lirih namun menusuk.


" nah loh...awas aja lo kalo abis ini bini gw jadi bete gara gara lo.."


" wkwkwkw..ya tinggal lo rayu lah...itu urusan lo, bukan urusan gw " jawabnya sembari mengibaskan rambut dan meninggalkan mereka berdua .


Nona memandang kepergian lania dengan wajah heran.


" liat sendiri kan? dia emang gitu..makanya,rugi kalo mau cemburu sama dia tuh...udah ya,jangan marah ya.."


" engga marah kok..mungkin cuman butuh adaptasi aja sama gaya becandaan dia yang ekstrim.."


" yaudah yuk, kita liat perform si frenzy..buru kelar nanti..."


Ajak vigra sembari menarik jari mungil sang istri. Mereka berdua pun melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah untuk menyaksikan anak sulung mereka tampil menari.


Aahh..tak terasa frenzy sudah sebesar ini.


Belum juga melihat perform anak tirinya tersebut, namun mata vigra sudah berkaca-kaca.


oh my baby


my first love


ternyata kamu sudah semakin besar.