
Sore ini mereka bertiga sudah berada di TPU tak jauh dari rumah Nona. Frenzy duduk dipangkuan Vigra sambil bertanya
"ini apa pa?"
" ini makam sayang"
"apa itu makam?"
" makam itu tempat tidurnya orang yang sudah meninggal"
"ooohh..telus ini makam siapa pa?"
" ini makam ayah freza.."
" ayah felza? "
" papa bakal ceritain ke frenzy,besok kalo frenzy udah gede ya..jadi frenzy harus makan banyak ,mimik susu banyak,biar cepet gede jadi bisa dengerin papa ceritain ayah freza..okeee.."
" okee paa.."
Nona hanya tersenyum sendu mendengarkan percakapan mereka berdua. Dia masih mengelus nisan bertuliskan
"alfreza alif ranzi,wafat usia 21tahun"
mas freza..maaf aku baru datang kesini sekarang setelah sekian lama,mas harus tau, tak sedetik pun aku melupakanmu mas, aku berjuang sendirian menghidupi anak kita tapi sekarang sudah ada laki-laki yang menggantikanmu mas..bukan menggantikanmu di hatiku, tapi menggantikan peranmu di dunia ini..aku minta ijin sama kamu ya mas..untuk menempatkan dia di hatiku,tanpa menghilangkan namamu disana. aku akan tetap mengenalkan kamu sebagai ayah anak kita, agar kamu tak hanya hidup di kenanganku, tapi juga di kenangan anakmu.
Nona mengucapkan semua perkataannya dalam hati, dia mendatangi makam freza hanya untuk memantapkan hatinya lagi, untuk menerima Vigra dengan sepenuh hati, agar dia tidak merasa "mengkhianati" freza.
Tiba-tiba terdengar suara vigra
" Bro..lo yang tenang ya disana..gw gak kenal sama lo, tapi gw tau lo pasti orang baik..terima kasih udah jadi ayah frenzy..suami nona..sekarang gw minta ijin, biar gw terusin tugas lo.."
Ucapnya sembari merangkul Nona, mereka berdua tersenyum lalu beranjak dari pemakaman itu. Langkah mereka terasa menjadi lebih ringan sekarang, bersiap menjalani hubungan mereka dengan lebih baik dan lebih bahagia tentunya.
**
Sesampainya dirumah Nona, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, dia sudah bersiap pulang kerumah setelah mengantarkan kedua cintanya. Sebelum sampai rumah tadi, mereka mampir ke minimarket dan membelikan beberapa kotak susu formula untuk Frenzy.
" Frenzy..papa pulang dulu ya, abis ini kamu bobok gak boleh ***** ya...kalo haus mimik susu yang tadi kita beli ya sayang.."
" iyaaa..." katanya mengangguk-angguk lucu.
"inget pesen papa ya? gak boleehh...apa coba?"
" gak boleh ***** mama, gantian sama papa"
ucap gadis kecil itu dengan lantang dan mantap, sementara sang mama berteriak kaget
" aaaaahhh...mas graaaaaa..." teriaknya sambil memukuli lengan Vigra dengan gemas dan sebal.
Mereka bertiga kejar-kejaran sambil tertawa-tawa bahagia. Setelah lelah berkejar kejaran, mereka berbaring di karpet sambil terengah-engah.
" papa..kelonin enzy dulu ya..balu papa pulang ya.." pinta Frenzy sambil tiduran di perut virga.
"hmmm...mau gak yaaa...mau gak yaa.."
mulut kecil nya mengerucut
" pliss papa..salangheyo pa.."
Kalimat terakhir Frenzy sontak membuat Virga tertawa terbahak-bahak.
"yaudah yuk..papa kelonin yuk sayang.." ajak virga sambil menggendong Frenzy menuju ke kamar. Sedangkan Nona membereskan ruang tamu yang sudah berantakan karna adegan kejar kejaran tadi. Tak berselang lama, Virga sudah berhasil menidurkan Frenzy. Dia pun keluar dari kamar dan melihat Nona sedang di dapur. Dia mendekati Nona dan memeluk tubuh kecil itu dari belakang
"ahh..ya Tuhan..aku kaget mas..." pekik Nona
" gimana perasaan kamu sekarang? sudah lebih ringan?" masih memeluk dan tidak perduli jika pelukannya membuat Nona tidak nyaman,malu.
" ah mas..lepas dulu..nanti ada yang liat kan gak enak.." Nona berusaha melepaskan tangan kekar Virga yang memeluk perutnya.
" ah ya maaf..kelepasan.." ucapnya seraya melepaskan pelukannya. Wajahnya tampak sedikit kecewa, merasa tertolak.
" ah..maaf mas..bukan aku gak mau di peluk..tapi maksudnya gak enak aja mas..ini udah males , aku janda dan mas disini..aku.."
" iya..aku paham..aku paham..aku gak marah kok non..yaudah aku pulang dlu ya,udah malam.." ucapnya seraya mengusap lembut pucuk kepala Nona. Dia pun membalikkan badan ,melangkahkan kaki keluar dari dapur tiba-tiba brrukkhh..
Nona memeluknya dari belakang. Ah cewek...di peluk ogah, eh sekarang meluk. Heran deh.
" mas gra..makasih ya udah hadir di hidup aku..udah nemenin aku sama anak aku,entah sejak kapan aku merasa tergantung sama kamu..aku gk bisa kalo gk sama kamu mas..tapi mengingat status aku dan kamu yang berbeda, aku harus jaga sikap agar tidak menjadi fitnah..."
Vigra tersenyum,mengelus tangan putih yang melingkar di perutnya, kemudian dia membalikkan badan,memandang nona
" kamu cinta sama aku non?"
Nona mengangguk perlahan.
"kamu mau menikah sama aku non?"
Kembali menanggukkan kepala.
"kapan aja.."
"sekarang?"
" kalo bisa, ayoo.."
Mereka berdua tersenyum lalu kembali berpelukan. nah loh..kegerebek Pak erte nanti loh..