Baby Love

Baby Love
Bab 37 : Tri semester pertama



Ruang praktek dokter Amanda yang tak terlalu besar tampak penuh sore itu. Kenapa tidak? jika seluruh anggota keluarga Lusaka datang dan memenuhi ruangan tersebut.


Yaps..hari ini Vigra dan Nona memeriksakan kandungan untuk pertama kali setelah tahu bahwa hasil tespeck positif. Namun Mama dan Papa sekaligus Frenzy yang sangat antusias memaksa untuk ikut. Dan karena dokter Amanda adalah teman mama, maka di ijinkanlah mereka semua untuk masuk kedalam ruang praktek.


Nona tampak sudah berbaring di ranjang, seorang suster mengoleskan gel bening ke perutnya yang masih rata. Kemudian dokter Amanda mulai memeriksa .


" Nen..kalo mau ngeliat, langsung ke layar itu aja tuh..gak usah ngeliatin perutnya menantumu.." ucap dokter Amanda ketika melihat mama Neni fokus memperhatikan perut rata Nona .


" oh gitu? yaudah..sini yuk pa..kita liat dari sini aja.." Ucap mama Neni sembari menarik tangan papa Erwin sedikit menjauhi ranjang.


Frenzy berada dalam gendongan Vigra. Gadis kecil itu tampak anteng melihat layar monitor.


" ini ada kantungnya..artinya menantu kamu beneran hamil nen.."


" kantung apa sih? orang burem gitu gak ada kantungnya..." protes mama dan papa berbarengan.


" di perut mama ada kantungnya pa? mama mirip kanguru dong?" tanya Frenzy polos


Sontak semua tertawa mendengar pertanyaan polos bocah keriting tersebut.


" itu calon adek bayi sayang..bentuknya kayak gitu dulu..nanti kalo mama makan banyak, lama-lama perutnya mama gendut.." jelas Vigra.


Sebenarnya, Vigra sangat antusias untuk melihat calon anak nya, akan tetapi keantusiasan kedua orang tuanya, mengalahkan keinginannya untuk berekspresi lebih heboh. Pemeriksaan telah selesai, tampak suster membersihkan perut Nona menggunakan tissue. Dokter Amanda pun telah duduk di meja kerjanya. Tak butuh waktu lama, Papa dan Mama pun sudah duduk berhadap-hadapan dengan dokter Amanda.


Sedangkan sang pasien beserta suaminya, hanya berdiri di belakang mereka. *Ini sebenernya yang datang periksa siapa sih??


" Oke*..usia kandungan menantu mu masih 6 minggu..kondisi sehat..so far so good..nanti mungkin akan timbul mual-mual dan sensitif terhadap bau ya, jika tidak kuat karna mualnya, nanti bisa aku kasih obat anti mual.."


" syukurlah..trus itu nanti lahirnya kapan?" tanya Papa Erwin


" ya kurang lebih 8 bulan lagi..nanti Vigra dan Nona periksa sebulan sekali ya.."


" gak bisa lebih sering man?" tanya mama Neni


" gak usah lah..nanti aja kalo sudah jalan 8 bulan, periksanya dua minggu sekali..yang penting makan makanan bergizi, minum vitamin, cukup istirahat, minum susu dan harus bahagia.."


" harus bahagia?" kali ini Vigra yang bertanya


" ya..hormon ibu hamil itu nanti bakal naik turun..bisa tiba-tiba nangis tanpa sebab, bisa tiba-tiba bahagia, yang jelas jangan stress..biar tidak berpengaruh dalam perkembangan janinnya.."


" oh gitu...baik dok..trus kalo untuk...hmmm..anu...untuk.." tanya Vigra ragu-ragu. Dokter Amanda tersenyum simpul, paham akan maksud pertanyaan pasiennya


" trisemester awal ini, puasa dulu ya..kalo misal mau, jangan terlalu sering,jangan dikeluarkan di dalam, jangan kasar.."


Selama dokter Amanda menjelaskan, tangan Vigra menutup telinga Frenzy, sehingga bocah kecil itu bergerak-gerak sebal karena merasa sumpek. Nona hanya tersenyum geli sembari berbisik


" sabar ya mas gra..puasa bentar.."


Vigra hanya tersenyum kecut.


***


Kini mereka semua sedang berada di sebuah swalayan yang cukup besar dari rumah. Mama Neni meminta untuk mampir, katanya mau belanja semua kebutuhan ibu hamil. Kedua orang tua paruh baya itu masuk kedalam swalayan dengan menggandeng gadis kecil. Mereka bertiga tertawa bersama, entah apa yang mereka tertawakan.


Nona memandang mereka dengan mata berkaca-kaca. Menyadari sang istri kembali mellow, membuat Vigra mengelus pundaknya dengan lembut


" kenapa sayang?"


" aku inget waktu hamil frenzy mas..aku sendirian..dia waktu di perut jarang sekali minum susu, makan kenyang aja udah syukur...tapi sekarang...aku sama kalian..aku..benar benar merasa beruntung..hiks..hiks.." Nona menundukkan kepalanya ketika buliran air mata itu jatuh bebas dari mata indahnya.


"sst...udah..jangan nangis..diliatin banyak orang nih..jangan di inget inget lagi, yang penting sekarang Frenzy gak kekurangan apapun..dan calon anak kita juga akan merasakan kebahagiaan seperti kakaknya sekarang...okay? jangan nangis lagi ya.." ucapan Vigra cukup menenangkan Nona. Mereka pun kembali melangkahkan kaki masuk kedalam swalayan tersebut, menyusul mereka bertiga.


***


" mas graaaaa...." teriak Nona dengan derai air mata yang jatuh tanpa ijin membasahi pipi mulusnya. Tubuhnya yang baru saja terbangun dari atas ranjang, langsung melompat dan berlari ke arah kamar mandi. Ketika dirinya tak mendapati sang suami di dalam kamar mandi , tangisnya semakin histeris. Dia usap rambutnya dengan kasar kemudian dia berlari ke arah pintu kamar. Belum sempat tangannya meraih handel, pintu tersebut sudah terbuka dari luar.


Dilihatnya sesosok laki-laki yang di carinya sedari tadi, masih dengan rambut berantakan,piyama warna hitam dan segelas susu di tangan, tanpa berfikir panjang dirinya langsung menghambur kedalam pelukan sang suami, membuat suaminya harus mengangkat tinggi-tinggi gelas susu ditangannya agar tidak tumpah.


Vigra hanya menghela nafas, dengan sabar di peluknya sang istri yang sudah seminggu ini bersikap histeris ketika bangun tidur dan tidak mendapati Vigra di sebelahnya.


" mas gra kok ga bilang..aku kan takuutt.."


" kamu tadi masih tidur..aku gak tega bangunin kamu.."


" kalo gitu jangan kemana mana sebelum aku bangun..hiks..hiks.."


" iya sayang..maaf ya..udah duduk dulu, ini susunya di minum ya "


Nona pun menuruti perintah sang suami. Diteguknya susu dalam sekali minum.


" pelan-pelan..gak ada yang mau minta susu mu.." ucap Vigra geli.


" aku mau cepet-cepet minumnya,biar aku bisa meluk kamu lagi mas.." ucapnya manja


" hmmm..oke..sekarang mau apa? sarapan?"


" aku masih ngantuk, aku mau bobok lagi.."


" yaudah..yuk.."


" peluk tapi ya.."


Vigra tersenyum lembut sembari memeluk erat istri mungilnya. Tak berapa lama, Nona pun tertidur pulas. Masih dengan memeluk Vigra dengan erat,membuat laki-laki itu tak bisa bergerak.


Sudah seminggu ini, Nona selalu menangis setiap melihat Vigra tak ada di sisinya. Dirinya selalu takut, hal yang dulu dia alami akan terulang lagi. Hamil dan ditinggal pergi suami untuk selama-lamanya. Setiap pagi selalu ada drama air mata ketika Vigra berangkat ke kantor. Seperti seorang anak yang enggan ditinggal orang tuanya pergi bekerja. Sesampainya di kantor pun, setiap satu jam sekali Nona menelponnya. Ketika sudah mendengar suara Vigra walau hanya satu menit, dirinya akan merasa lega.


Tiba-tiba hanphone yanf bergetar, diraihnya benda pipih itu dari atas nakas. Ternyata chat dari mama Neni


- Nona nangis lagi? -


- iya ma..sekarang lagi meluk aku kenceng banget..tidur lagi dia..gimana bisa ngantor kalo kayak gini terus-


- mama habis nelpon dokter amanda-


- trus?-


- kata dokter amanda, hormon pada ibu hamil memang berubah-ubah, ditambah dia ada pengalaman buruk ketika hamil frenzy dulu..jadi sekarang istri kamu sedang trauma-


-trus gimana?-


-kamu cuti aja dulu, kata dokter Amanda kita harus membuat dia percaya bahwa kita gak akan ninggalin dia..nanti lama-lama juga ilang sendiri-


-gitu? okelah..-


-yaudah kelonin aja dulu, Frenzy biar mama yang urus..-


-makasih ma..i love u..-


-preet!! mbelgedes!!-


Vigra terkikik geli membaca balasan sang mama. Mamanya memang menggemaskan.


Setelah meletakkan hp di atas nakas. Matanya tertuju ke arah wajah pucat sang istri. Tri semester pertama ini, memang istrinya tidak mual muntah seperti wanita hamil pada umumnya. Istrinya juga tidak sensitif terhadap bau-bau menyengat. Namun kebiasaan sang istri yang tidak seperti wanita hamil pada umumnya ini, cukup merepotkannya. Pasalnya hampir setiap hari istrinya menangis jika tidak berdekatan dengannya.


Vigra pun hanya bisa menuruti semua keinginan sang istri. Ingatannya pun kembali ke masa sebelum mengenal Nona. Dirinya sudah bisa membayangkan, betapa beratnya Nona ketika mengandung Frenzy. Tanpa orang tua dan tanpa suami. Jadi dirinya pun memaklumi jika sekarang sang istri bersikap seperti ini.


Kamu tak akan pernah sendiri lagi istriku..


aku pastikan kamu akan selalu bahagia hidup bersama ku..kuat dan sehat ya, lahirkan anak-anakku dengan penuh kebahagiaan


Dikecupnya kening sang istri, membuat istrinya menggeliat, membuka mata sejenak kemudian kembali mengeratkan pelukan ke arah pinggang Vigra. Vigra pun tersenyum lembut kemudian menutup matanya.


ahh..sudahlah..dipeluk kenceng kayak gini, emang artinya harus tidur lagi kan?


bolos kerja lagi hari ini.