Baby Love

Baby Love
Bab 2



Di sudut lain di kota J, hidup sepasang suami istri muda. Baru sebulan mereka menikah.Usia mereka sama-sama 22 tahun.


Nona Marisca sang istri, bertubuh mungil, bermata besar,hidung cukup mancung,kulit putih, rambut lurus sebahu,halus dan lemah lembut sifatnya.


Sang suami bernama Alfreza alif ranzi, biasa dipanggil freza. berperawakan tinggi,berbadan tidak terlalu besar,rambut lurus, sorot mata lembut. Dia merupakan sosok suami yang penyabar.


Mereka memutuskan untuk menikah d usia muda, bukan tanpa alasan. Hamil duluan??


hey..jangan suudzon donk ah.


Mereka sudah berteman semenjak kecil karena mereka tumbuh bersama di sebuah panti asuhan "Kasih Bunda" di kota itu.


mereka merupakan anak yatim piatu. Jadi alasan mereka berdua menikah muda setelah lulus Sma tak lain dan tak bukan karna mereka ingin segera memiliki keluarga kecil sendiri. Mereka berdua tumbuh tanpa sosok kedua orang tua, meskipun sang ibu panti sudah sangat baik dan menyayangi mereka seperti anak sendiri, tetapi sosok orang tua tetap tidak bisa digantikan oleh siapapun.


Setelah menikah selama satu bulan lamanya, mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana.Freza mengontrak rumah itu untuk 3 tahun lamanya. Entah apa alasannya,kenapa tidak mengontrak satu tahun dulu, siapa tahu nanti tidak betah. Tapi dia dengan optimis menjawab Pasti betah!!


Setelah lulus Sma mereka berdua bekerja serabutan,apa saja di kerjakan, agar bisa menabung untuk kehidupan setelah menikah.


Nona bekerja di sebuah toko roti. Awalnya hanya sebagai pelayan toko, tapi karna sang pemilik menyukai kerjanya yang bagus, dia di minta untuk belajar membuat kue. Dan lama kelamaan dia pun sudah menguasai berbagai macam kue. Kue ulang tahun buatannya terkenal enak dan indah.


Sedangkan Freza bekerja di sebuah percetakan kecil bertugas di divisi apa saja.


Ya marketing, ya sopir, ya cetak mencetak , ya desain apa saja lah. Kebetulan dia orang yang cerdas, jadi di ajari apa saja pasti bisa. Dan di kantor itu dia paling muda, sudah bisa dipastikan dia akan selalu disuruh-suruh.


Freza sudah bekerja part time semenjak SMA dan masih tinggal di Panti. Ketika lulus SMA dia keluar dari panti dan ngekost di dekat kantor percetakannya. Dan ketika tabungan sudah terkumpul cukup banyak, Freza memutuskan untuk menikahi Nona.


Sore ini Freza pulang dari bekerja,dia tampak lelah sekali. Dia berjalan gontai kembali ke rumah, tiba-tiba ponselnya berbunyi,ada chat masuk.


"kamu sudah otw pulang blom yank? "


sebelum membalas, Freza tersenyum


" lagi jalan sayang..kenapa? udah kangen ya.."


" iya..kangen banget nih...aku udah siapin makan..aku tunggu ya..muachh"


" iyaa sayangku cintaku...tunggu dirumah ya, i love u more.."


Freza berjalan sambil menunduk memainkan ponselnya tanpa melihat jalan di depannya. tiba-tiba ada sebuah mobil bergerak dengan kecepatan penuh,menabrak mobil di depannya,lalu menabrak sepeda motor yang kemudian motor itu terlempar ke arah trotoar tepat menghantam tubuh freza.


Bruuaaakhhhhh..


kecelakaan beruntun di duga sopir mobil yang mabuk.Suara dentumannya keras sekali dan sejurus kemudian tubuh Freza tergeletak tak bergerak bersimbah darah.


Tak lama suara sirine ambulance bersahut sahutan,memekakkan telinga.


Nona yang sedang berada dirumah, yang kebetulan tidak jauh dari tempat terjadinya kecelakaan itu, mendengar suara sirine ambulance, tiba-tiba perasaannya tidak enak. Seperti mendapat perintah dia berlari secepat kilat keluar dari gang rumahnya tepat ketika tubuh tak bernyawa milik freza di angkat masuk ke ambulance. Seketika seluruh pandangan Nona gelap gulita di susul ambruknya tubuh kecil itu d atas trotoar.