
Malam setelah pertemuannya dengan seorang ibu muda bernama Nona, Vigra tidur dengan gelisah. Dia bermimpi sedang berlari-larian dengan seorang anak perempuan kecil yang cantik. Tertawa-tawa bahagia. Bangun tidur dia merasakan hal yang tak biasa, entah bagaimana dia merasakan rindu yang teramat dalam kepada sosok bayi kecil yang kemarin dia gendong.
Dan benar kata Dilan, rindu itu berat.
Saking beratnya, kini Vigra sudah berdiri di depan pintu kamar rumah sakit tempat Nona di rawat. Ketemu aja dulu daripada tambah berat,pikirnya.
Menghela nafas,dia membuka pintu dan langsung di sambut lengkingan tangis bayi.
Ibu mirna, ibu panti itu sedang menggendong sang bayi berusaha mendiamkannya tapi sepertinya nihil. Nona masih duduk di ranjang rumah sakit sambil berusaha menyelesaikan acara makan siangnya agar bisa segera menyusui sang anak.
"selamat siang.." sapa Vigra
" ah nak vigra..masuk sini nak..duh ni dedek nangis aja daritadi padahal uda nen.."
Vigra tersenyum kikuk, bingung. duh..ngomong apa ya.
sekali lagi dia mendengarkan perintah otaknnya
"coba bu..sini saya gendong " tawarnya
gilaaaa..gilaaa...perjaka santuy macam vigra menawarkan diri gendong bayik!!!
" ah..kamu bisa nak?"
" ya lumayan sih..ini kemarin saya yang gendong dia pertama kali..dibantuun perawat " terangnya.
Dan ajaib, ketika berpindah gendongan dari lengan empuk ibu mirna berpindah ke lengan kekar Vigra,si bayik diam dan langsung tertidur.
"ahhh..dia diem.." pekik ibu mirna senang
Vigra menggendong dengan hati hati, dia menatap wajah mungil tanpa dosa itu. Entah kenapa dia merasakan bahagia tiada tara melihatnya.
"namanya siapa non?" tanyanya kepada Nona
"hmm..belum ada..aku masih bingung mas.."
"Lah..emang belum kamu siapin?"
Nona menggeleng, dia benar - benar tidak memikirkannya. Entahlah.
" hmm..kamu kan yang gendong dia pertama kali, kamu mau sumbang nama? boleh kok.."
"hah? aku? "
Vigra bingung, memutar otaknya, yang terlewat hanya nama macam thanos,hulk,finding dory,boboiboy dan berakhir frozen!!!
" gimana kalo frenzy?" ucapnya,sekenanya sebenernya.
"ah..nama ayahnya Freza.." ucapnya nona sambil tertunduk dengan mata sendu.
"ahh..maaf..bukan bermaksud mengingatkan..eh tapi gak papa kan? freza dan frenzy, good kan?"
Nona tersenyum tanda setuju
"baiklah..namanya Frenzy alif ranzi...ayahnya Alfreza alif ranzi..."
" okee dedek cantiikk..kamu sekarang Om panggil frenzy..." katanya gemas sambil mencium pipi merah si bayik.
Nona memandangi Vigra yang sedang menggendong anaknya, Ah..seharusnya itu yang gendong kamu mas,batinnya.
buru-buru nona menghalau air mata yang hendak tumpah. Tiba-tiba dia merona,malu..teringat kejadian ketika proses melahirkan kemarin. Dia berteriak-teriak,memegang,meremas,mencengkeram hingga mencakar tangan lelaki yang baru saja dia kenal, ah ralat. Belum dikenalnya. Kan waktu itu belum dikenalnya.
Dia memandangi tangan kekar Vigra yang berbalutkan kaos pendek berwarna hitam, sehingga memperlihatkan bekas luka cakaran kemarin
"ah..mas vigra, aku minta maaf ya.." ucapnya sambil menundukkan kepala.
"ya? minta maaf buat apa?" tanya Vigra tanpa melepaskan pandangan dari bayi yang digendongnya.
"buaat..itu..itu.." menunduk dengan dagunya
"pasti sakit ya? kena cakar..maaf..aku gak sengaja..itu refleks.."
"ahh..cakaran ini? ah..gapapa non..perjuangan buat buat lahirin Frenzy..makasih ya"
what?? makasih?? eh bentar..bentar..
Terlihat Nona mengernyitkan dahi dan Vigra langsung gelagapan berusaha meralat ucapannya
"ahh..maksudnya gini..hmm..gini..perjuanagn berat kamu gak sebanding sama sakit cakaran di tanganku ini non..trus..aku bilang makasih itu refleks aja..ah anu..hmm..hmm.."
Nona tersenyum menahan tawa.
"iya mas..aku ngerti..pasti ini pertama kalinya kamu nemenin orang lahiran kan? orang asing lagi.."
"ah iyaa..aku merasa kaget..aku ikut deg-degan waktu itu..tapi pas liat wajah Frenzy degdegan ku hilang..rasanya aku bisa ikut merasakan kebahagiaan kamu non..walo kita belum kenal tapi melihat wajah frenzy aku merasa bahagia bisa ketemu dia..makanya aku tadi bilang makasih sama kamu " akunya jujur.
" ehmm..eehhm.." tiba-tiba terdengar suara deheman seseorang. ah iya..kita melupakan bu mirna yang sedari tadi melihat pemandangan dua orang tak di kenal sedang bercakap-cakap asyik .