Baby Love

Baby Love
Bab 42 : Cerita sedih Mama...



Si kembar telah tertidur pulas setelah secara bergantian menyusu pada sang mama. Tampak Mama Neni memandangi kedua cucunya dengan rona bahagia.


Ini hari ketiga si kembar pulang kerumah, dan sang papa masih belum berangkat kerja. Alasannya cuti menemani istri melahirkan. issh..issh..ishh...


" ternyata gak sia-sia ya ma, kemarin mama belanja semuanya serba double..ternyata dapet cucu double.." ucap Vigra membuka percakapan. Dirinya sedari tadi berada di sisi Nona membantu sang istri menyusui kerua buah hatinya secara bergiliran.


" feeling mama kuat sih...waktu itu rasanya mama pengen beli dua jenis..pokoknya apa-apa dua..dalam lubuk hati mama sih, sebenernya memang pengen dapet cucu kembar..."


" emang kita ada keturunan kembar ma? kalo dari si Nona kan ga tau dia..."


" ada..kamu kembar nak..." ucap mama lirih sembari menundukkan kepala untuk menyembunyikan kesedihannya. Nona dan Vigra yang mendengar itu seketika terkejut. Vigra sampai berdiri dari sofa tempatnya duduk. Kemudian dirinya menghampiri sang mama,meraih sang mama dalam pelukannya. Seketika meledaklah tangis sang mama. Vigra hanya mengusap-usap pundak sang mama tanpa berkata sepatah katapun. Walau sejuta pertanyaan berkejaran dalam benaknya. Bagaimana mungkin dirinya kembar dan dia tak tahu.


Nona pun beranjak dari tempat duduknya, mengambil segelas air putih yang berada di meja kecil di kamar tersebut.


" mama..minum dulu ma.." tawarnya. Vigra pun membimbing sang mama untuk duduk di sofa kemudian menyerahkan air putih dalam gelas bening itu.


Mama meneguk air putih itu sampai habis. Kemudian menyerahkannya kepada Nona. Kemudian dirinya menghela nafas. Memegang tangan Vigra yang duduk bersimpuh di kakinya


" maaf..kamu kaget ya? maaf..mama gak pernah cerita sama kamu.."


" gak papa ma, pasti mama ada alasan melakukan itu..kalo mama belum siap, vigra gak maksa mama buat cerita kok.."


" enggak..saatnya kamu tau, udah tua ini.." gurau sang mama. Ternyata kesedihannya tak bertahan lama, tetap kembali bercanda seperti biasanya.


" kamu sebenernya kembar nak..nama adik kamu Vikra..cuman sejak dia lahir,memang dia lebih lemah daripada kamu.."


Mama kembali menghela nafas panjang, pandangannya menerawang seperti kembali mengais ingatan sedih di masa lalu


Gurat kesedihan yang tak pernah Vigra lihat sebelumnya, kini terlihat jelas dalam pandangannya. Nona pun tampak mendengarkan cerita sang mama dengan mata berkaca-kaca.


" waktu itu..kondisi ekonomi papa dan mama belum sebagus sekarang nak..Papa mu masih merintis usahanya..kita masih ngontrak rumah di sebuah gang..."


Kemudian mama tersenyum lembut ke arah anak dan menantunya.


" Dulu kakek kamu orang kaya...beliau tidak setuju mama menikah dengan papa kamu, tapi mama nekat, mama kawin lari sama papa.."


" kawin lari?? capek gak ma?"


pertanyaan konyol.


" enggak, mama naik angkot kok.."


jawaban lebih konyol.


Nona mendelik dan mencubit lengan sang suami.


" ya konsekwensinya, mama keluar dari zona nyaman..mama gak bawa apapun..hanya baju yang melekat di badan..sedangkan papa masih belum punya apa-apa.."


Senyum sendu mama hadirkan ketika menceritakan kisah masa lalunya.


" sampai akhirnya mama hamil, karna keterbatasan biaya,mama jarang periksa kehamilan apalagi USG..jadi mama ga tau kalo kembar..ya sama seperti Nona ini..begitu lahir ternyata adik kamu lebih lemah..dan dia meninggal ketika berusia satu bulan.."


Kini mama benar-benar menangis sesenggukan mengingat telah kehilangan seorang anak.


Vigra meraih sang mama dalam pelukannya membuat sang mama semakin menangis sesenggukan.


" maka dari itu sekarang mama minta bantuan baby sitter buat kamu " ucap Mama kepada Nona yang mendapat respon anggukan kepala sembari menghapus tetesan air mata membanjiri pipi mulusnya.


" biar badan kamu sehat, bisa ngasih asi yang cukup buat mereka..biar kamu gak capek,gak stress..karna dulu mama ngurusin semuanya sendirian, mama capek ,papa capek, anak gk sehat, akhirnya semuanya berakhir dengan meninggalnya Vikra..dan mama hanya punya satu Vigra...huhuhu..."


Kini Nona dan Vigra bersamaan memeluk mama mereka. Sungguh adegan yang mengharu biru dan dramatis.


" tapi begitu gede, ternyata Vigra rese dan ngeselin..." ucap mama di sela-sela tangisnya.


Ambyaarrr....kisah dramatis berakhir menggelikan.


" ma..sebenernya mama ini lagi cerita sedih apa ngelawak sih ma? ngeselin banget sih.."


" yang pasti mama sekarang bahagia..bisa gedein kamu sampe setua ini..punya menantu sebaik dan secantik ini..punya frenzy..punya cucu kembar..yang sampai sekarang juga belum punya nama..."


" eh iya ya? aku kok lupa ga cari nama ya ma.." ucap Vigra sembari memukul jidatnya.


" aku udah ada kok mas..tapi klo mas gra mau nyari, boleh.." sahut Nona


" udah? kok gak bilang..?"


" mas gra ga nanya.."


Vigra pun mencubit gemas pipi gembul sang istri dan menariknya hingga kedepan wajahnya dan memberikan kecupan mesra di bibir mungil sang istri


" ya gak gitu juga maemunaaahhh.."


Sang Mama yang berada di tengah-tengah mereka pun harus menyaksikan adegan mesra keduanya. Merasa jadi obat nyamuk, sang Mama pun langsung menegakkan tubuhnya sehingga adegan mesra keduanya terputus.


" kalo mau nyosor-nyosor noohh di kamar..jangan di depan mama ih...mama kan jadi kepengen.." ucapnya sembari berjalan keluar kamar


" ihhh..udah tua juga masih pengen..woiii..mama mau kemana?? kok pergiii???" teriak Vigra dan mendapat sahutan keras dari sang mama


" mau ngurusin Frenzy..emang kamu?? daritadi cuman nempeell teruuss sama Nona.."


Belum sempat Vigra menjawab, cubitan keras diperutnya sudah mendarat.


" mas..jangan teriak-teriak ihhh..nanti dedek banguunn.."


Oeeeekkk...oeeekkk...dua tangisan bayi yang tadinya tertidur pulas pun terdengar. Nona hanya menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya ke sofa. Sementara Vigra hanya meringis merasa bersalah.


Omaigooott...


mbaaa jujuuuuuu


mbaaa jijiiikkkkk eh mbaa jijiiiii


help meeeee....!!!!