Baby Love

Baby Love
Bab 46 : Cemburu??



Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, si kembar sudah berusia 6 bulan. Mereka berdua sudah menjelma menjadi dua bayi yang gendut dan menggemaskan. Segala kerepotan dalam mengurusi ketiga buah hati tak begitu terasa karena Nona selalu sigap dibantu oleh mbak Juju dan dan Jiji.


Minggu pagi yang cerah, keluarga Lusanka tengah bersantai di halaman belakang. Papa Erwin dan Mama Neni sedang menghadiri undangan koleganya. Akhir-akhir ini, setiap weekend selalu dihabiskan dengan memenuhi undangan beberapa kolega.


" mas gra..capek ga? " tanya Nona sembari mengupaskan buah apel untuk di santap suami dan anak sulungnya.


" enggak..kenapa? "


" hmmm..."


" pengen? " tanya Vigra sembari tersenyum mesum membuat Nona membulatkan matanya membuat Vigra tergelak.


" udah lama gak jalan-jalan..." ucapnya pelan.


Memang semenjak melahirkan, mereka jarang pergi jalan-jalan keluar. Selain karna si kembar masih terlalu bayi, sang Papa pun terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


" berdua?"


" enggak lah, berlima dong.." ucap Nona sembari merenggakan satu telapak tangannya


" mba jiji dan juju gak ikut?"


" gak usah.."


" kenapa? "


" gak papa sih, cuman aku lagi pengen jalan keluarga kecil kita aja mas..kan belum pernah.."


" yakin bisa bawa si kembar sama Frenzy?"


" ya kan barengan sama kamu mas..kamu mau ga? kok aku terus yang ditanyain.." ucapnya merajuk membuat sang suami terkekeh


" apasih yang gak buat kamu sayang.."


" serius?? "


Tak menjawab pertanyaan sang istri, Vigra pun mengalihkan pandangan ke arah anak sambungnya


" Frenzy mau jalan-jalan gak?"


" mau..mau..mau..." jawab gadis berambut ikal tersebut sembari melonjak-lonjakkan tubuh kecilnya


" kemana pa? beli mainan boleh? beli es krim boleh?" tanyanya dengan penuh semangat


" apa aja yang kamu mau tuan putri..."


****


Dan kini, mereka berlima sudah berada di dalam toko perlengkapan bayi di salah satu mall besar yang ada di kota tersebut.


Vigra mendorong stroller khusus bayi kembar yang berisi dua bayi lucu menggemaskan di dalamnya. Sementara Frenzy bergandengan tangan dengan sang Mama sembari bernyanyi dengan bahagianya.


" enzy boleh beli itu ma?" tunjuk Frenzy ke arah mainan rumah-rumahan barbie berukuran besar. Sang ibu pun mendongakkan wajahnya demi melihat apa yang dimaksud sang anak.


" kan udah punya sayang.."


" tapi yang model itu enzy belum punya ma..." mulai merengek


" beli aja sayang ..papa ijinin.." sahut Vigra


" ih mas gra..dia udah punya kan, dibeliin sama oma neni kemarin.."


" ya gak papa, toh besok juga bisa di pakai adeknya.."


" tapi mainan kan udah banyak banget mas.."


" ya besok kita bikin ruang bermain biat naruh semua mainan.."


" tapi mas..."


" apa sih..anak kita ada 3 lho..jadi punya mainan banyak gak ada salahnya..lagian aku kerja juga buat mereka.."


Nona hanya bisa menghela nafas atas segala sikap sang suami yang selalu memanjakan gadis kecilnya.


" papa..sarangee..." ucap gadis kecil itu sembari menunjukkan kedua jari yang saling bertautan


" sarang tawoonn.." balas Vigra konyol.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya, Frenzy menghabiskan waktu dengan bermain di area bermain yang terdapat di toko tersebut. Sementara Nona sibuk mencoba baju-baju untuk si kembar dengan dibantu beberapa pramuniaga.


Vigra tampak cukup bosan, dia mengedarkan pandangan dan menemukan food court di seberang toko yang ia kunjungi. Ia pun berjalan ke arah sang istri


" Non..aku tunggu di situ ya..haus.." ucapnya sembari menunjuk ke arah food court di seberang toko. Nona hanya mengiyakan sekilas karena masih sibuk dengan banyak pakaian yang ia pilih.


Tiga puluh menit kemudian, ketika segala aktifitasnya telah usai, dirinya baru menyadari jika sang suami tak ada disampingnya. Dirinya pun mengalihkan pandangan kr arag foodcourt. Tak lama kemudian dirinya menemukan sesosok lelaki yang sangat dia kenal. Sedang duduk sembari memainkan ponselnya.


Vigra tampak duduk santai sembari menikmati minuman yang ia pesan. Tubuhnya yang athletis dibalut dengan kaos polos berwarna navy dan celana pendek berwarna putih. Rambut ikalnya tampak jatuh menutupi dahi ketika dirinya menundukkan wajah berkonsentrasi dengan ponsel yang ia pegang. Nona pun tersenyum simpul, dilihat dari sudut manapun, suaminya memang ganteng dan keren.


Namun tiba-tiba senyum di wajahnya menghilang ketika dirinya melihat ada tiga orang gadis berpakaian minim duduk di seberang meja sang suami. Ketiga gadis itu tampak sedang berbisik dan tertawa-tawa sembari melihat ke arah suami tampannya.


Salah seorang gadis berambut panjang dengan rok mini, tampak mengangkat ponselnya, bisa dipastikan gadis itu sedang berusaha memotret suami tampannya.


Seketika tubuhnya memanas, rasa cemburu yang jarang ia rasakan selama ini,tiba-tiba membuncah. Dirinya pun langsung melangkahkan kaki ke arah area bermain dan memanggil anak gadisnya.


" papa dimana ma?"


" itu tuh..duduk disana.." ucapnya sembari menunjuk ke arah foodcourt.


Gadis kecil itu pun menganggukan kepala sembari berlari ke arah sang papa.


Nona pun memandanginya dari jauh. Ketika Frenzy baru saja keluar dari toko dilihatnya gadis seksi berambut panjang tersebut berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah meja sang suami. Tanpa sadar tangan mungilnya mengepal menahan sebal.


Tepat beberapa langkah sebelum gadis seksi itu sampai di meja sang suami, frenzy sudah berteriak dan melompat ke pelukan sang papa.


" Papaaa.." teriak gadis itu


Nona melihat gadis itu tertegun kaget dan sejurus kemudian dia membalikkan tubuh sembari menepuk jidat dan teman-temannya di pun mentertawakannya.


Nona tersenyum puas, kemudian buru-buru dia menyelesaikan pembayarannya sembari berpesan


" semua pesanan saya dikirim ke alamat tadi aja ya mbak..saya gak bisa bawanya nih.."


" iya ibu..terima kasih sudah berbelanja di tempat kami.." jawab pramuniaga toko dengan ramah. Nona pun hanya tersenyum kemudian mendorong double stroller berwarna hitam tersebut.


Dia berjalan ke arah meja sang suami dan ketika dia sampai disana, dirinya melirik ke arah meja berisi gadis gadis cantik nan seksi tadi. Ketiga gadis itu pun memandanginya dari atas sampai bawah.


Nona mengenakan dress berbahan kaos dengan panjang selutut berwarna navy, kaki putihnya dibalut dengan flatshoes berwarna putih, rambutnya hanya ia cepol ke atas. Terkesan berantakan namun tetap terlihat manis. Jam tangan putih menghiasi pergelangan tangannya


Jika dibandingkan dengan gaya berpakaian ketiga gadis tersebut, memang Nona tampak biasa saja.


"belanjanya udah? mau makan?"


Tanya Vigra sembari menyambut kedatangannya dan melihat jika si kembar sedang tertidur lelap,meletakkan stroller di sebelah tempat duduknya.


" mau makan gak? aku pesenin ya.." tamya vigra disambut anggukan malas Nona.


Vigra yang memang cuek, tak ambil pusing dengan sikap cemberut sang istri yang tiba-tiba.


Diraihnya tangan mungil sang istri.


" kok cemberut? capek? masih ada yang mau di beli?"


" gak, mau pulang!!" jawabnya ketus


" pulang? lah..tadi ngebet pengen kesini..tuh frenzy juga masih makan es krim.."


ucap Vigra sembari menujuk anak sulungnya yang tengah asyik menyantap es krim.


" banyak lalat disini..bete..!!"


" lalat? mana? ga ada...di mall lho ini.." jawab Vigra polos.


" tuh..lalatnya tuh..gak pake celana.." jawab Nona sembari menujuk meja berisi tiga gadis seksi itu dengan dagunya. Vigra pun mengikuti arah pandang sang istri. Sekilas dia melihat ketiga gadis itu memang seksi.


" kenapa? mau kamu beliin celana?" pertanyaan kocak Vigra tak membuat Nona tersenyum


" kamu seneng kan? sedari tadi duduk disini, ngeliat paha-paha mulus, dada dada besar mereka.."


" apasih yank...aku daritadi ngegame ML loh ini.." jawabnya sembari memperlihatkan ponselnya


" iya aku tau..emang aku gak seksi..paha aku gede,aku masih gendutan.." rajuknya


" kenapa sih? "


" tadi aku liat, tuh cewek cewek itu sedari tadi perhatiin kamu, trus mau nyamperin kamu tadi..cuman pas mau nyamperin, frenzy dateng...pasti kamu menyesal kan mas, kok frenzy dateng.." cerocosnya.


Vigra dengan tampang tidak mengertinya hanya melongo. Sebenarnya Nona tahu, jika sang suami tidak mengetahui segala gerak gerik para gadis itu,karena sedari tadi mata sang suami menunduk, fokus pada game di ponselnya. Namun entah kenapa, dirinya merasakan cemburu yang luar biasa.


Dirinya tiba-tiba merasa insekyur dengan bentuk tubuh gadis gadis itu.


Tubuh habis melahirkan miliknya membuat dia tak percaya diri. Pikirannya langsung travelling kemana-mana. Bagaimana jika suami tampannya kecantol gadis seksi?


" kenapa sih sayang? kamu cemburu ya? " godanya membuat Nona melengos


" cemburu sama cewek-cewek yang kayak tarzan itu? "


Vigra terkekeh, kemudian dia memajukan tubuhnya dan mencium bibir sang istri sekilas. Ditempat seramai ini dengan ketiga anak mereka disamping kanan dan kiri.


Nona terbelalak kaget


" mas graaa..." pekiknya


" kenapa? dosa? malu? aku cium istri aku kok..gak suka?"


" malu mas.."


" kalo masih ngambek gara-gara cewek-cewek tarzan itu,aku cium lagi lho.."


Nona melotot dan sekilas matanya memandang ke arah para gadis yang memasang tampang terkejut.


Sedikit puas dan melegakan baginya.


" i love u untill end.." bisik Vigra sembari memegang erat jemari tangannya. Seketika rasa cemburu yang sedari tadi memenuhi rongga dadanya,menghilang seketika.


ahhhh...i love u too papa vigra.