Baby Love

Baby Love
Bab 30



Selepas menikah, mereka bertiga tinggal dirumah orang tua Vigra. Mama papa tidak mengijinkan mereka hidup terpisah. Karena memang vigra anak tunggal dan rumah keluarga Lusanka teramat besar jika hanya ditinggali mama papa.


Vigra semakin sibuk di kantor, dia mulai mengambil alih pekerjaan sang papa. Sedikit demi sedikit dia mempelajari. Proyek kecil dia tangani, sampai akhirnya dia sudah mampu menghandel proyek besar . Papa Erwin tampak sangat bahagia melihat perubahan anak semata wayangnya setelah menikah. Mungkin sebentar lagi beliau berencana pensiun dan menikmati hasil kerja kerasnya selama ini.


Sedangkan Nona Bakery yang di pimpin Nona semakin hari semakin berkembang. Outletnya itu selalu ramai pengunjung, karena memang roti buatannya sangat lezat. Belum lagi untuk kue-kue ulang tahun, pernikahan dll yang Nona buat selallu membuat decak kagum para pelanggannya. Sampai detik ini, Nona masih memegang sendiri bagian menghias kue, karena memang itu adalah hobinya. Namun untuk proses pembuatan kue lainnya, ada 5 orang yang membantunya tentu sesuai dengan resep yang Nona berikan.


Frenzy sendiri sudah mulai bersekolah. Dan dikarenakan papa mama nya sibuk bekerja, segala hal keperluan frenzy di urusi mama neni. Tak ayal gadis kecil itu sekarang lengket sekali dengan Oma sambungnya. Meski begitu perhatian mama papa nya tidak berkurang.


Sudah satu tahun pernikahan mereka berdua, entah kenapa belum ada tanda-tanda kehamilan dari sang istri. Namun vigra tak ambil pusing, dia tidak menuntut itu.


Malam hari, setelah frenzy tertidur pulas di kamar, Nona memasuki kamarnya sendiri. Namun tak terlihat sang suami. Nona pun mengganti bajunya dengan baju tidur tipis miliknya. Selesai berganti baju, terdengar suara pintu dibuka,ternyata vigra memasuki kamar.


" wuihh..istri aku udah sexy aja nih..mau godain aku ya..." sapanya sambil memeluk pundak istrinya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya masih tersembunyi di belakang tubuh


" ihh..gak di godain aja udah wow gitu..apakabar kalo digodain..bisa remuk aku " sahut Nona


" haha..pinternyaaa istrii aku..eh iya..aku punya sesuatu buat kamu.." ucapnya seraya menarik tangan kiri yang sedari tadi ia sembunyikan. Vigra menyerahkan benda berukuran kotak seukuran kertas hvs kurang lebihnya, dan berhiaskan pita berwarna merah di bagian depan.


" apa ini mas? kado? dalam rangka apa?"


" bentar lagi kan kita setaun...tuh kado buat kamu sayang..buka gih.." perintahnya.


Nona pun membuka kotak itu pelan, sejurus kemudian dia menutup mulutnya karena kaget dan tanpa di perintah bulir-bulir air berjatuhan dari matanya


" lhooo..dikasih kado kok malah nangiiss.." ucap vigra sembari mengelus kepala istrinya.


" mas..ini..ini terlalu berlebihan mas.."


Ucapan vigra semakin membuat Nona menangis tergugu. Ya..isi kotak itu adalah sertifikat rumah kontrakan Nona. Vigra telah membelinya dan mengatas namakan rumah itu menjadi Nona marisca. Yang kelak jika frenzy sudah cukup umur, akan di balik nama menjadi nama Frenzy alif ranzi.


" Dan untuk kamu...rumah itu bisa mengingatkan kamu tentang mendiang suami kamu..agar kamu bisa mengingat apapun tentang dia lalu kamu bisa menceritakan kepada frenzy, bagaimana sosok ayahnya dengan baik dan detail.."


" ah mas...aku..aku.."


" udah..kalo mau nangis, nangis aja..aku gak keberatan .."


" kamu gak cemburu mas?"


" haha..enggaklah sayang..cemburu kok sama orang yang sudah meninggal..freza itu bagian dari masa lalu kalian, kalo gak ada freza,aku juga gak bakal bisa memiliki frenzy...ini salah satu bentuk ucapan terima kasih aku buat freza, kan dia yang bikinin frenzy buat aku..," kelakarnya


" mas..makasih banget ya mas..atas semua cinta kamu, perhatian kamu,selamanya kamu tetap papa frenzy...dan kamu tetap suami aku...semoga aku bisa jadi istri yang baik buat kamu mas.." ucapnya seraya memeluk vigra.


" kamu mau jadi istri yang baik? serius?"


" serius lah mas..masa iya boongan.."


" yaudah..kalo gitu,lepas baju kamu...aku minta 5 ronde aja..." ucapnya sambil tersenyum mesum.


" aaaahhhh.....aku tarik kata-katakuu maasss..."


Dan teriakan nona tak terdengar lagi karena bibirnya sudah di bungkam dengan mulut sang suami.