
Hari ini merupakan hari milad pondok pesantren Darul Hamid.Semua tamu dan para santri duduk di kursi masing-masing yang sudah di sediakan oleh panitia acara.
Kedua orang tua Ayna dan Zenara pun sudah duduk di kursi paling depan.Mereka tiba di Darul Hamid sejak dua hari yang lalu.Dan,tentu saja mereka menginap di rumah minimalis yang di sediakan khusus untuk para tamu.
Seorang santri yang menjadi pembawa acara berdiri di atas panggung untuk memulai kegiatan milad pondok pada malam hari ini.
Dengan di awali ucapan bismillah dan pembacaan kalam ilahi dari salah satu santri putra Darul Hamid,yang tak lain adalah Ahmad.Suaranya yang merdu dapat menghipnotis siapa saja yang mendengarnya.Tak terkecuali Kiran.Perhatiannya terfokuskan pada Ahmad sekarang.Antara sadar dan tidak sadar: ).
"Dipersilahkan kepada abah kyai Haidar agar bisa ke atas panggung untuk menyampaikan beberapa patah kata pada acara milad pondok malam hari ini".ucap pembawa acara dengan sopan setelah selesai pembacaan kalam ilahi
Kyai Haidar berjalan ke atas panggung bersama dengan sang istri yang setia menggandeng tangannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".ucap kyai Haidar membuka suara
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut para tamu dan para santri
"Tak banyak yang ingin saya sampaikan disini.Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada para tamu yang alhamdulilah dapat berhadir pada acara malam ini.Terutama untuk para santri saya...................
Setelah menyampaikan sambutan serta kesan dan pesan,kyai Haidar pun turun dari atas panggung untuk kembali ke tempat duduknya.Tentu saja di ikuti oleh sang istri.
Selanjutnya,acara persembahan dari santri Darul Hamid.
"Keren ya kak".ucap Sila tanpa mengalihkan pandangannya dari grub habsyi yang sedang tampil di atas panggung
"Yang mana yang keren?penampilan mereka atau orangnya,atau vokalisnya nih".sahut Ayna
"Semuanya".ucap Sila
"Dasar".gumam Kayana
Ayna and the geng duduk di deretan kursi paling depan.Sehingga,mereka dapat lebih leluasa melihat persembahan-persembahan dari santri Darul Hamid.
Urutan tempat duduk mereka (Sila,Ayna,Kayana,Kiran,Zenara).Mereka mengambil tempat duduk dari sebelah kiri.
"Kak Kiran kenapa tuh".ucap Sila menyikut lengan Ayna
Ayna pun menoleh ke arah Kiran.Ia mendapati arah pandangan Kiran yang tak lepas dari grup habsyi yang sedang tampil.
"Tau".ucap Ayna mengedikkan bahunya
Sedangkan Kiran,
Entah kenapa,pandangannya masih saja terfokuskan ke depan.Lebih tepatnya pada Ahmad yang sekarang tengah menjadi vokalis grup habsyi.Yah,Ahmad yang memang memiliki suara yang merdu,menjadikannya sebagai vokalis utama di pondok putra.
"Eh astaghfirullah".ucap Kiran setelah menyadari apa yang sedang terjadi pada dirinya
Ini aku kenapa sih?perasaan,dari tadi fokus mulu sama si Ahmad.Apa jangan-jangan?eh enggak enggak,jangan.batin Kiran
"Lagi merhatiin si Ahmad ternyata".ucap Ayna pada Sila
"Apa?siapa kak?".tanya Sila heran
"Itu,si Kiran.Makanya sampe kayak gitu banget.Tapi dia gak nyadar hihi".ucap Ayna
"Owalahh gitu to".ucap Sila manggut."kak Kay juga fokus banget tuh".lanjutnya
"Ya kan emang penampilan grupnya bagus,Sil.Makanya semua orang pada terpesona".ucap Ayna tertawa pelan
"Iya juga sih,kak Zen juga.Tapi,kalo kakak enggak?".ucap Sila
"Yaa kalo aku sih jangan ditanya lagi,siapa yang gak terpesona sama mereka kan?".sahut Ayna
"Ingat kak,jaga hati,jaga pandangan juga".ucap Sila
"Emangnya kenapa?".tanya Ayna
"Kak Ay gak tau,kalo sedari tadi itu ada yang ngawasin kita?".ucap Sila sedikit berbisik
"Iya?siapa?".tanya Ayna
"Tuhh".tunjuk Sila ke arah samping panggung
Ayna pun mengarahkan pandangannya.Ternyata,disana terlihat Zheesan dan juga para ustadz muda Baitul 'Izzah.Entah apa yang mereka lakukan disana.
Disaat ingin memperhatikan sang abang,pandangannya malah tak sengaja mengarah pada Rayan yang juga tengah menatap ke arahnya.
"Astaghfirullah,gak aman banget buat kesehatan jantung".gumam Ayna sembari menundukkan pandangannya
Disisi lain
"Eh si Rayan malah senyum-senyum sendiri".ucap Azzam geleng-geleng kepala
Azzam yang penasaran pun mengikuti arah pandang Rayan.
"Ya Allah,pantesan senyum-senyum sendiri kayak gitu.Ayna ternyata".gumam Azzam
"Kenapa Zam?".tanya Rasyid
"Enggak.Ohiya,bilangin sama Rayan tuh,jaga pandangan".ucap Azzam terkekeh
"Hah?".heran Rasyid
"Udahh,bilangin aja sana.Gak liat dia udah kayak patung sekarang?".ucap Azzam
Rasyid mendekat ke arah Rayan dan ia pun menyadari apa yang baru saja dikatakan oleh Azzam padanya.
"Ohhh,pantesan".gumam Rasyid."bang".panggilnya pada Rayan
"Eh iya?kenapa?".ucap Rayan tersadar
"Dapat pesan dari calon abang iparnya abang.Katanya,jaga pandangan".ucap Rasyid
"Hah?".heran Rayan
Tak sengaja,Rayan melihat Azzam yang tengah tertawa sembari menatap ke arahnya.Ia tau maksud dari perkataan Rasyid barusan.
"Ciee ketahuan sama calon abang ipar".ucap Rasyid tertawa pelan
Astaghfirullah,kenapa bisa sih?.batin Rayan
°°°
Acara milad pondok berakhir tepat pada pukul 11 malam.Para tamu undangan sudah kembali ke rumah masing-masing.Hanya tersisa para warga pondok yang sekarang tengah membersihkan halaman.
"Inggh Gus".sahut mereka
"Kembali ke asrama kalian masing-masing".ucap Zheesan lagi
Zheesan pun kembali ke ndalem.
"Assalamualaikum".ucap Zheesan masuk
"Waalaikumussalam".sahut mereka dari dalam
"Udah selesai bang?".tanya Kiran
"Belum,dilanjutkan besok aja.Udah malam banget juga ini".sahut Zheesan duduk disamping Kiran
"Ohhh".ucap Kiran manggut
"Kalian belum pada mau tidur?".tanya Zheesan
Sekarang,hanya ada Zheesan,Kiran dan kawan-kawan,serta juga Azzam dan kawan-kawan.Kyai Haidar dan sang istri sudah tidur sedari tadi,mungkin mereka sangat kelelahan.
"Tadi sih emang udah mau tidur.Tapi,tiba-tiba abang datang".ucap Kiran
"Ya udah,tidur kalo gitu".ucap Zheesan
"Eh Kiran.Aku mau ke tempatnya ayah sama mama,gak papa kan?".ucap Ayna
"Ohh iya kak,gak papa kok".sahut Kiran
"Maaf ya,malam ini kita gak barengan dulu hehe".ucap Ayna
"Iya kak,gak papa kok".sahut Sila,Kayana dan juga Zenara
"Abang ikut".seru Azzam tiba-tiba
"Ya udah,yok bang".sahut Ayna
"Assalamualaikum semua".pamit Azzam
"Waalaikumussalam".sahut mereka
"Kalian ke kamar sana,tidur".ucap Zheesan pada Kiran dan yang lain
"Oke bang".seru Kiran."ayo kawan-kawan,kita guring".lanjutnya
Mereka pun pergi ke kamar.Sekarang,hanya tersisa Zheesan,Rayan,Rasyid,dan juga Husein.Sepertinya,mereka sama sekali tidak ingin berlayar ke pulau kapuk.
"Kalian?gak mau tidur juga?".tanya Zheesan
"Enggak deh kayaknya,masih seger aja nih mata".ucap Rasyid
"Mending kita minum kopi aja,Gus".seru Husein
"Boleh juga".ucap Zheesan
"Biar saya saja yang buatkan kopinya".ucap Rayan
"Bener Ray?gak papa?".tanya Zheesan
"Iya Gus,tenang aja".sahut Rayan tersenyum
"Oke".ucap Zheesan
Rayan pergi ke dapur untuk segera membuatkan minuman penghangat untuknya dan juga untuk para teman-temannya.Untungnya,Rayan tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak air.Karena,air panas atau hangatnya sudah tersedia.Jadi,tidak perlu memerlukan waktu yang lama.
"Nihh,monggo dinikmatin".ucap Rayan memberikan secangkir kopi pada masing-masing orang
"Wahh mantap nih".seru Rasyid
"Makasih Ray".ucap Zheesan
"Sama-sama".sahut Rayan
"Kayaknya si Rayan sangat berbakat dalam mengolah kopi".ucap Husein sembari menikmati minumannya
"Yahh dari dulu emang suka sama kopi,jadi yaa gitu".sahut Rayan
"Padahalkan komposisinya cuman kopi bubuk sama gula pasir.Tapi kok hasilnya suka beda-beda?ada yang kurang,ada yang pas,ada yang enak banget gitu".ucap Rasyid
"Ya kan takarannya berbeda-beda".sahut Rayan
"Iya juga ya".ucap Rasyid manggut
Mereka kembali meminum kopi sembari membuat candaan non-faedah.Sesekali mereka tertawa yang sampai terdengar ke telinga Kiran,Sila,Kayana dan juga Zen.
"Seru banget ya kak,kayaknya".ucap Sila
"Ya begitulah.Apalagi bang Zheesan,dia itu hampir sama kak Ayna.Kalo sama temen-temennya,gak ada jaim-jaim nya sama sekali".sahut Kiran
"Kalo orang pendiam itu emang beda ya kak".ucap Sila
"Iya".sahut Kiran
"Eh biasanya kalo orang pendiam itu marahnya lebih mengerikan lho".ucap Zenara
"Ibarat kata,membangunkan singa yang sedang tertidur".ucap Kayana
"Iya bener,pernah tuh dulu bang Zheesan marah karena apa yaa,lupa.Emang ngeri banget".ucap Kiran
"Nahh kan".ucap Zenara
"Naum naum hai ukhty".ucap Kayana
"Na'am ukhty".seru mereka tertawa
Tak berselang lama,mereka pun sudah menembus ke pulau mimpi.
Tamat.
Tapi boong wkwk