AynaRayan

AynaRayan
Cenayang



"KAK ZEN CEPETAN.AKU TUNGGUIN DI DEPAN YA".teriak Sila


"Iya iya bentar".sahut Zenara


"Yang wakilin pondok kita cuman mereka ya kak?".tanya Alisa pada Farah


"Enggak.Kalo dari asrama kita yaa cuman mereka.Tapi,masih ada perwakilan lain dari asrama sebelah".sahut Farah


"Ohh,kirain cuman mereka".ucap Alisa manggut


"Kak Farah,aku sama Sila izin ya kak.Doain juga,semoga kita bisa menampilkan yang terbaik di depan para juri nanti".ucap Zenara


"Iya iya,semangat untuk kalian".ucap Farah


"Makasih ya kak,aku pamit berangkat dulu.Assalamualaikum".ucap Zenara menyalimi tangan Farah dan juga Alisa


"Waalaikumussalam".sahut mereka


Zenara segera melangkahkan kakinya ke depan asrama.Disana sudah ada Gus Fakhri,Azzam,Rayan dan juga ustadz Ali.


"Maaf ya Gus,nunggunya kelamaan".ucap Zenara sopan


"Iya.Sekarang kita berangkat".sahut Fakhri


Ketika Zen masuk ke dalam mobil Fakhri,ia terkejut karena lumayan banyak santri yang ada didalamnya.Terutama,Sila,Kayana dan juga Ayna.


"Kay,kamu sejak kapan ada disini?".tanya Zenara


"Sejak tadi".sahut Kayana


"Perasaan kalian ini satu kamar.Kok,kak Zen yang paling belakangan datangnya".ucap Sila


"Udah kita ajakin tadi,tapi dianya belum siap.Ya udah kita duluan aja.Ya kan Kay".sahut Ayna


"Betul".seru Kayana


"Kasian kan,Gus Fakhri jadi nunggu".ucap Sila


"Udah gak papa,kasian tuh teman kalian tersudutkan.Lagian,waktunya juga masih lama".ucap Fakhri tersenyum


Ya Allah,demi apa.Gus Fakhri senyum huhuu.batin Sila


"Biasa aja kali.Kayak gak pernah liat orang senyum aja".bisik Ayna


"Hah".cengo Sila


Kok,kak Ayna tau sih.pikir Sila


"Ya tau lah".sahut Ayna


"Apanya yang tau Ay?".tanya Fakhri heran


"Eh enggak ada kok Gus.Ini si Sila".ucap Ayna


"Sila?perasaan dia diem aja dari tadi".sahut Fakhri


"Kayaknya kak Ay ini cenayang deh Gus.Soalnya dari tadi Sila cuman ngebatin.Tapi dijawab mulu sama dia".ucap Sila


"Ada-ada saja kamu.Sekarang kita berangkat ya".ucap Fakhri


"Iya Gus".sahut mereka


Kak Ay cenayang ya?.batin Sila


"Bukan".sahut Ayna


"Tuh kan bener".seru Sila


"Berisik".seru mereka


"Rasain".celetuk Kayana


Sila merasa kesal pada mereka.Akhirnya,ia hanya memilih untuk diam di sepanjang perjalanan.


Mobil yang digunakan,terpisah untuk putra dan putri.Untuk santri putra yang mengikuti perlombaan,berada di mobil ustadz Ali.Kan gak mungkin kalo mereka satu mobil desak-desakan.


Sedangkan Azzam dan Rayan.Mereka mengendarai sepeda motor masing-masing.Pada awalnya,Ayna ingin berangkat bersama sang abang.Namun,Gus Fakhri memintanya agar ikut bersama teman-teman nya saja di mobil.Bukannya menolak,Ayna malah merasa senang atas permintaan Gus nya itu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama.Mereka pun sampai di tempat perlombaan.


"Akhirnya sampai juga".ucap Sila merentangkan kedua tangannya setelah keluar dari mobil


"Lebay".sahut Kayana


"Terserah aku lah".sarkas Sila


"Perasaan kemaren gak selama ini deh".ucap Ayna


"Kan kemaren kamu ikut abang".sahut Azzam tiba-tiba


"Iya juga ya hhe.Emangnya kalo pake mobil bakalan selama ini?".ucap Ayna


"Tanya aja sama Kiran yang kemaren naik mobil ustadz Mukhtar".sahut Azzam


"Kenapa kalo pake motor,cepat sampai?".tanya Ayna lagi


"Kan kalo pakai motor gampang nyelip Ay".sahut Rayan


"Ohh iya ya.Kok bisa gak kepikiran".cengir Ayna


"Dasar otak kamu yang lemot".celetuk Azzam


"Kak Ay,kita mau daftar ulang dulu ya.Terus langsung latihan lagi disana".ucap Sila


"Iya,semangat ya.Aku disini aja sama bang Azzam".sahut Ayna


"Sama ustadz Rayan juga hihii".bisik Sila


"Suuttt diam.Udah sana pergi hus hus".ucap Ayna


"Dih ngusir.Dah lah,yuk kak Zen kita pergi dari sini.Bye".sahut Sila pergi bersama Zenara


"Biasa,lagi berbincang-bincang sama pihak acara,para juri dan panitia".sahut Azzam


"Sama ustadz Ali juga?".tanya Ayna lagi


"Iya".sahut Azzam."Abang mau liat yang qiroatul kutub dulu".lanjutnya


"Lah,aku?".ucap Ayna


"Abang cuman sebentar kok,cuman liat persiapannya.Lombanya masih satu jam lagi.Kan yang ikut,santri kelas abang.Kayana.Siapa tau dia perlu bantuan apa gitu".sahut Azzam


"Iya deh.Tapi,masa aku sama ustadz Rayan".ucap Ayna pelan


"Kan disini masih banyak orang Ay.Udah ya,abang mau ke tempat qiroatul kutub dulu".ucap Azzam


"Iya deh".pasrah Ayna


"Ray,nitip Ayna ya".ucap Azzam pada Rayan


"Iya".sahut Rayan


Azzam pun pergi meninggalkan Ayna dan Rayan.Berduaan.Ets tenang,masih banyak orang kok.


Kecanggungan menyelimuti mereka berdua.


Tenang Ay,ustadz Rayan gak gigit kok.Tenang,santaii.Ya kan,ustadz?hehe.batin Ayna


"Iya.Saya kan bukan vampir".ucap Rayan tertawa pelan


"Eh,kok bisa".gumam Ayna heran


"Mending kita liat Haikal dan yang lain latihan".ucap Rayan


"Eh iya ustadz".sahut Ayna


Rayan berjalan terlebih dahulu


Kok ustadz Rayan tau ya.Apa jangan-jangan ustadz Rayan cenayang lagi.batin Ayna


"Bukan Ay".sahut Rayan tanpa menoleh ke belakang


Tuh kan bener.Kalo bukan cenayang,kenapa ustadz bisa tau apa yang Ay pikirin.batin Ayna heran


"Kebetulan".sahut Rayan lagi


Tau ah,aneh.batin Ayna


Rayan menyunggingkan senyumnya.


Bukannya ia seorang cenayang.Hanya saja,ia mengikuti naluri pikirannya tentang Ayna.Dan kebetulan pula,apa yang ia pikirkan tentang Ayna benar.Jadi,seakan-akan ia bisa mendengar suara batin dari Ayna.


"Eh kak Ayna".ucap Zenara ketika melihat kedatangan Ayna dan juga Rayan


"Cieee berdua".bisik Sila


"Gak latihan?".tanya Ayna tanpa menghiraukan ucapan Sila


"Udah kok.Tapi cuman beberapa bagian.Makanya cuman sebentar".sahut Zenara


"Ohhh gitu,pantesan".ucap Ayna manggut


"Berapa peserta yang ikut?".tanya Rayan


"Emm enam deh kayaknya tadi,ustadz.Kan kak?".ucap Sila


"Iya".sahut Zenara


"Semangat ya buat kalian".ucap Rayan


Mimpi apa aku tadi malam,dapat semangat dari ustadz Rayan huhuu.batin Sila


"Biasa aja,gak usah seneng gitu".sahut Ayna


"Tuh kan,kakak itu cenayang kan?makanya bisa dengerin batinan aku".ucap Sila


"Enggak,cuman liat dari ekspresi kamu doang.Keliatan banget senengnya".sahut Ayna


Masa sih?.batin Sila bertanya


"Bener kok.Ya kan,ustadz?".ucap Ayna pada Rayan


"Iya".sahut Rayan


Jadi,kak Ayna sama ustadz Rayan ini cenayang?".batin Sila bertanya-tanya


"Bukan".sahut Rayan


"Dibilangin bukan ya bukan Sila.Ngeyel".sahut Ayna


"Tau ah,males.Bisa bisanya samaan kayak gitu".ucap Sila


Setelah perdebatan antara Sila dan Ayna.Perlombaan syarhil quran pun dimulai.Hingga pada urutan nomor peserta Sila,Zen dan juga Haikal.


Azzam sudah kembali dari tempat perlombaan qiroatul kutub sejak dimulainya syarhil quran.Ia pun mengabadikan penampilan para peserta dengan ponsel miliknya.


Lagi-lagi,Ayna terhipnotis oleh suara Haikal.Hingga ia tak menyadari jika mereka sudah menutup sarahannya.


Hidup sendiri tanpa seorang kekasih


Cukup sekian dan terima kasih


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut para juri dan juga penonton


Suara tepuk tangan mulai bergemuruh.


Ayna tersadar dari lamunannya,dan ia pun ikut bertepuk tangan.