
Setelah satu minggu dirawat,Azzam sudah diperbolehkan pulang dua hari yang lalu oleh dokter.Dan di hari ketiga ini,ia akan kembali ke pondok pesantren bersama Ayna.Berhubung ia pulang menggunakan sepeda motornya.Maka,saat ini pun ia akan mengendarai sepeda motor miliknya.
Awalnya Alfarez ingin mengantarkan mereka kepondok.Namun,Azzam menolak.Ayna pun berkata ia juga ingin mengendarai sepeda motor bersama abangnya.
Sedangkan Rayan,Zayan dan juga Rasyid sudah pulang setelah satu hari menginap di rumah sakit.
"Jaga adikmu baik-baik ya bang".ucap mama Aulia
"Iya ma.Azzam akan selalu jagain Ayna".sahut Azzam
"Hati-hati Zam,jangan ngebut".ucap ayah Alfarez
"Iya Yah,enggak kok.Ntar Ayna terbang lagi kalo Azzam ngebut".sahut Azzam tertawa
"Emangnya aku kertas.Terbang segala".sarkas Ayna
"Oh iya Ay,uang jajan kamu sama abang ya.Nanti minta sama dia".ucap mama Aulia
"Oke ma".sahut Ayna
"Azzam sama Ayna balik dulu ya ma,Yah".ucap Azzam mencium punggung tangan keduanya
"Iya Zam,hati-hati".sahut ayah Alfarez
"Jangan rindu yak hehe".ucap Ayna menyalimi tangan keduanya
"Gak kok.Masih ada muza tuh".sahut mama Aulia
Meoww meoww
Muza mendekat ke arah Ayna.
"Muza tinggal dulu ya.Kamu yang pinter disini,jangan ngerepotin mama sama ayah apalagi kalo sampe ngerepotin tetangga".ucap Ayna pada kucing kesayangannya itu
Meoww meowww
"Dadah muza.Dadah ayah,mama.Assalamualaikum".pamit Ayna menaiki motor Azzam
"Waalaikumussalam".sahut keduanya
Azzam pun mengendarai sepeda motornya keluar dari halaman rumah mereka.Ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang.Karena sekarang masih terlalu pagi.Jadi,ia tidak akan terburu-buru.
Ditengah perjalanan,Azzam mengerem sepeda motornya secara mendadak karena Ayna yang tiba-tiba saja menyuruhnya untuk berhenti.
"Stop bang stop".ucap Ayna
"Kenapa sih Ay?".tanya Azzam
"Itu".tunjuk Ayna pada sebuah tempat
Azzam pun mengikuti arah yang dituju oleh adiknya itu.
"Buryam?".ucap Azzam
"Iya hehe.Kita mampir dulu ya bang".sahut Ayna
"Emang gak bisa kalo liat yang beginian".ucap Azzam menepikan sepeda motornya
"Kayak gak tau Ayna aja".sahut Ayna turun dan segera berlari kecil ke tempat pedagang buryam tersebut
Tau buryam kan?itu,si bubur ayam.
"Jangan lari-lari Ay".peringat Azzam berjalan menyusul Ayna
"Pak,buryam nya ya".ucap Ayna
"Berapa mbak?".tanya si pedagang
"Em abang mau juga?".tanya Ayna pada Azzam
"Mau dong Ay".sahut Azzam
"Kalo gitu,dua ya pak.Makan disini aja".ucap Ayna
"Siap mbak.Ditunggu dulu ya".sahut si pedagang
"Oke pak".ucap Ayna
"Duduk yuk".ucap Azzam
"Ayolah,masa kita makannya berdiri".sahut Ayna tertawa pelan
Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh pedagang buryam tersebut untuk para pelanggannya.
Beberapa menit kemudian,pesanan mereka pun datang.
"Ini mbak,mas,buryam nya".ucap si pedagang meletakkan dua mangkuk buryam di atas meja
"Makasih pak".ucap Ayna
"Minumnya air putih aja ya pak".ucap Azzam
"Siap mas".sahut si pedagang mengambil dua gelas air putih
"Nih mas,mbak".ucapnya
"Makasih ya pak".ucap Azzam
"Mari mas,mbak".pamitnya ramah
"Udah jam berapa bang?".tanya Ayna
"Baru jam 8 dek".sahut Azzam
"Idih sok sok-an manggil dek".ucap Ayna tertawa
"Lah,apa salahnya kalo abang manggil dek".sahut Azzam
"Gak salah sih bang.Cuman rada aneh aja Ay dengernya".ucap Ayna
"Udah,makan dulu.Ntar keburu siang baru sampe.Panas dek".ucap Azzam
"Jangan panggil dek deh bang.Geli".ucap Ayna
"Haha iya iya.Yuk makan".sahut Azzam
Setelah selesai memakan buryam.Mereka segera melanjutkan perjalan ke pondok.Tentu saja dengan membayar terlebih dahulu.
°°°
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan,Azzam dan Ayna pun sampai di depan asrama putri.Tak lama,terdengar bisikan-bisikan dari santri putri yang kebetulan berada diluar asrama karena kedatangan orang tua mereka.
Eh eh siapa tuh
Wali santri kalii
Tapi kok kayak kenal ya
Azzam yang memakai helm dan juga Ayna yang menggunakan masker membuat mereka tidak dapat mengenalinya.
Setelah Azzam mematikan kendaraannya,Ayna segera turun.
Bisa jadi
Azzam pun melepaskan helm di kepalanya.Dan para santri yang menyadari kalau itu adalah ustadz mereka pun berseru.
Wahh ustadz Azzam ternyata
Yeeee jadi nambah semangat lagi nih di kelas haha
"Siapa Zen?".tanya seorang wali santri pada anaknya
"Itu ma,wali kelasnya kita.Ustadz Azzam.Ya gak Sil?".ucap Zenara
"Iya dong kak hehe".sahut Sila
"Eh tapi itu siapa?gak mungkin kan kalo itu kak Ayna".ucap Zenara
"Kita pantau aja dulu kak".sahut Sila
Mereka berdua pun fokus pada Azzam dan seseorang yang tidak mereka kenali karena masih setia memakai maskernya.
"Mereka liatin kita tuh".ucap Ayna melirik ke arah Zenara dan Sila
"Mungkin mereka penasaran.Lagian kan kamu masih pake masker".sahut Azzam
"Oh iya hehe.Nanti aja deh lepasnya.Biar kejutan".ucap Ayna
"Iya deh,terserah kamu.Kuat kan bawa barangnya?".ucap Azzam
"Ya kuat dong bang,kan cuman satu tas".sahut Ayna."astaghfirullah Ayna lupa".ucapnya
"Kenapa?".tanya Azzam
"Lupa belanja barang-barang dapur hehe".cengir Ayna
"Astaghfirullah kamu ini ada-ada aja.Ya udah,nanti kita ke pasar deh,belanja.Gimana?".ucap Azzam
"Hehe oke deh".sahut Ayna
"Oke,nanti ba'da zuhur abang kesini lagi.Jangan lupa,izin sama pengurus".ucap Azzam
"Oke bang.Nanti Ay izin sama calon kakak ipar".seru Ayna
"Terserah.Ya udah,abang balik dulu.Assalamualaikum".pamit Azzam
"Iya,waalaikumussalam".sahut Ayna menyalimi tangan Azzam
Azzam pun meninggalkan Ayna.
Sedangkan ditempat Zen dan Sila.
Karena melihat Ayna yang berdiri sendirian,mereka berdua berjalan mendekatinya.
"Hai kak".sapa Sila yang masih tidak menyadari kalau itu adalah Ayna
"Eh hai hehe".sahut Ayna
"Kok suaranya kayak kak Ayna ya".bisik Sila pada Zenara
"Iya.Apa benar kalo dia kak Ayna".ucap Zenara yang dapat didengar oleh Ayna
Ayna pun melepaskan masker yang ada diwajahnya.
"Miss me?".ucap Ayna
"KAK AYNA".ucap Sila dan Zenara berteriak
"Iya hehe".ucap Ayna
"Kak Ay huhuu kangen".ucap Sila memeluk Ayna
"Haha iya iya,aku juga kangen.Sama semuanya yang ada disini juga".sahut Ayna menerima pelukan Sila
"Jadi,kakak udah inget sama kita?".tanya Sila dengan mata berbinar
"Iya dong,kalo masih amnesia gak mungkin aku kesini.Kan gak kenal hehe".sahut Ayna
"Alhamdulillah".seru Sila lalu melepaskan pelukannya
"Eh kamu Zen kan?".tanya Ayna
Ayna dan Zenara memang tidak terlalu akrab sebelumnya.Hanya sekedar tau nama saja.
"Iya kak.Selamat datang kembali kak Ayna".ucap Zenara
"Hehe makasih ya".sahut Ayna
"Sekarang kak Zen udah pindah dikamarnya kakak lho".ucap Sila
"Beneran?kenapa?pasti sekarang kamarnya nambah sempit kalo ada Zen".ucap Ayna
"Haduhh jangan didengerin ya kak.Ucapan kak Ay emang kadang-kadang nusuk ke usus".ucap Sila
"Haha gak papa Sil.Lagian,aku tau kok,kalo kak Ayna cuman bercanda".sahut Zenara
"Hehe buat tes ketetapan hati Sil.Kan kalo gini bisa lulus masuk geng kita".ucap Ayna tertawa
"Iya juga ya.Ketetapan hati gak tuh haha".ucap Sila
"Oh iya,tadi kenapa bisa pindah kamar?".tanya Ayna lagi
"Ya gitu deh kak.Masalah anggota kamar hehe".sahut Zenara
"Owalah gitu.Sejak kapan pindahnya?".ucap Ayna
"Gak lama setelah kakak pulang kerumah".sahut Sila
Zenara pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ohh gitu".ucap Ayna manggut
"Kak Ay gak mau masuk nih?.tanya Sila
"Yaa masuk dong.Tapi malu hehe".ucap Ayna
"Aku masih nemenin kak Zen tuh,ada orang tuanya jenguk".ucap Sila
"Jadi itu orang tua kamu Zen".ucap Ayna
"Iya kak.Em gimana kalo kakak ikut aku sama Sila aja dulu.Nanti biar barengan masuk ke asramanya".ucap Zenara
"Oke deh.Aku taro disini aja dulu deh tasnya".ucap Ayna meletakkan tasnya
"Oke yok".seru Sila
"Kiran sama Kayana mana?".tanya Ayna
"Ada kok di dalam".sahut Sila