AynaRayan

AynaRayan
Si paling husnuzon



"Perasaan,suaranya Haikal nambah merdu daripada pas latihan kemaren".ucap Ayna


"Makasih kak".sahut Haikal tersenyum


"Ya Allah,Haikal senyum bang.Manis banget".seru Ayna tak sadar


"Biasa aja.Nanti ada yang cemburu".sahut Azzam


"Cemburu?siapa?".tanya Ayna


"Tuh".tunjuk Azzam pada Rayan


Rayan segera memalingkan wajahnya dan mulai berjalan menjauhi mereka.


"Kemana Ray?".tanya Azzam


"Mau samperin Gus Fakhri sebentar".sahut Rayan pergi


"Kakak sih,ustadz Rayan pergi tuh".ucap Sila


"Hayoloh kak Ayna".timpal Zenara


"Lah,kok pergi?".ucap Ayna


"Kamu sih,gak jaga perasaan banget.Seneng ya,kalo Haikal senyum".sahut Azzam


"Iya bang,soalnya si Haikal gak pernah senyum kayak gitu sebelumnya.Biasanya cuman senyum dikit,gak kayak tadi".ucap Ayna".Lagian,kenapa kalo ustadz Rayan pergi?kan cuman mau nyamperin Gus Fakhri".lanjutnya


Astaghfirullah,gak peka banget sih.batin Azzam


"Lah,malah diem semua".kesal Ayna


"Kakak itu kenapa gak pekaan banget sih".ucap Sila


"Emangnya apa yang harus aku peka-in?".tanya Ayna heran


Astaghfirullahaladzim,sabar sabar.batin Sila


"Ustadz Rayan".sahut Zenara


"Kenapa sama ustadz Rayan?".tanya Ayna lagi


"Udah,gak usah dilanjutin.Nanti kita yang pusing".ucap Azzam


"Bener juga".sahut Sila


"Dasar,gak pekaan".sinis Zenara pada Ayna


"Apaan sih?".ucap Ayna bingung


"Mending kita ke tempat lomba qiroatul kutub".ucap Azzam


"Ayok bang".seru Ayna


Mereka pun pergi ke tempat qiroatul kutub.Terkecuali Rayan,Fakhri dan juga ustadz Ali,mereka terlihat sibuk berbincang-bincang.


Sebelum benar-benar ke tempat tersebut,mereka bertemu Kayana dan juga Hikmah.Tetangga sebelah,alias asrama SMA.Hikmah mengikuti lomba qiroatul kutub.Karena,sebelumnya ia bersekolah di madrasah Tsanawiyah.Selain pelajaran umum,di sekolahnya juga belajar kitab setiap malamnya.Kecuali emang ada jadwal libur,baru istirahat.


"Eh kalian".ucap Kayana setelah menyadari kehadiran Ayna dan yang lain


"Udah selesai Kay?".tanya Azzam


"Belum ustadz.Tapi,untuk yang udah tampil boleh istirahat ataupun pulang".sahut Kayana."Ini niatnya mau nyamperin ustadz sama yang lain".lanjutnya


"Yahhh gak seru deh,terlambat nih kita.Niatnya kan mau liat kak Kayana".ucap Sila


"Gimana tadi Kay?lancar?".tanya Ayna


"Alhamdulillah kak,lancar".sahut Kayana tersenyum


"Alhamdulillah.Eh Hikmah juga ikut qiroatul kutub?".tanya Ayna pada Hikmah


"Iya kak".sahut Hikmah


"Kak Ayna kenal sama dia?".tanya Kayana


"Satu desa,cuman rumahnya di ujung desa.Jadi,agak jauh".sahut Ayna


"Ohh gitu,pantesan".ucap Kayana manggut


"Ya udah,kalo gitu sekarang kita ke tempatnya Gus Fakhri sama yang lain".ucap Azzam


Mereka pun mengikuti langkah Azzam,dengan Ayna yang menggandeng tangan sang abang.


"So sweet banget ya".bisik Sila


"Kamu mau kayak gitu?".tanya Zenara


"Mau dong tap-


"Kamu mau kayak gitu sama ustadz Azzam.Nikah dulu,baru boleh pegang-pegangan.Eh tapi,emangnya ustadz Azzam mau?".sahut Kayana


"Aelah kak,kan aku belum selesai ngomong".kesal Sila


"Ya udah lanjutin".ucap Kayana santai


"Aku juga mau kayak gitu,tapi bukan sama ustadz Azzam juga kali.Ntar malah di sleding,di geprek plus di tendang sama kak Farah".jelas Sila


"Bagus tuh kalo di tendang sama kak Farah,palingan cuman sampai segitiga Bermuda".sahut Zenara


"Nahhh betul itu".seru Kayana


"Senaaaang kalo bestinya menderita".sarkas Sila


"Emang kita besti?".tanya Kayana


"Iya tuh,emang kita besti".ucap Zenara menimpali


"Terserah".ucap Sila berjalan mendahului mereka


Sedangkan Hikmah,ia hanya bisa tertawa dalam diam karena melihat tingkah mereka tersebut.


Sesampainya di depan panggung utama,ternyata disana hanya terlihat Fakhri dan beberapa orang saja.Setelah Azzam bertanya keberadaan yang lain kepada Fakhri,ternyata mereka sudah pulang terlebih dahulu.Karena yang tersisa mengikuti perlombaan hari ini hanya santri putrinya.


"Gak setia kawan banget mereka".celetuk Sila


"Huss gak boleh gitu.Itu artinya kamu juga nyalahin ustadz Ali sama ustadz Rayan dong".sahut Zenara


"Eh iya.Ya Allah,maafin Sila ya".ucap Sila


"Kita pulang sekarang,yang lainnya juga udah nunggu di mobil".ucap Fakhri


"Emm Ayna ikut bang Azzam aja ya ustadz".ucap Ayna sopan


"Oh iya silahkan".sahut Fakhri


Mereka pun berjalan ke tempat area parkir.


"Kalo gitu,saya sama Ayna duluan ya Gus".ucap Azzam


"Iya,hati-hati".sahut Fakhri


"Iya Gus".ucap Azzam menyalakan sepeda motornya


"Dadahh semua".seru Ayna semakin menjauh yang dibalas lambaian tangan oleh teman-temannya dan juga Fakhri


Eh


Mereka yang melihat Fakhri seperti itu pun hanya menatapnya dengan aneh.


Gus Fakhriiiiii.jerit mereka dalam hati


Fakhri tertawa pelan karena melihat ekspresi santrinya yang seperti itu.Sebenarnya,ia hanya berniat bercanda.Bukan apa-apa.


"Kaget Ayna bang,ngeliat Gus Fakhri kayak tadi".ucap Ayna


"Emangnya dulu gak pernah gitu?".tanya Azzam


"Gak pernah bang,baru kali ini".sahut Ayna


"Mungkin beliau cuman bercanda.Supaya bisa akrab sama santri-santrinya".ucap Azzam


"Mungkin".sahut Ayna


"Ngomong-ngomong,umurnya Gus Fakhri itu berapa sih Ay?".tanya Azzam


"Gus Fakhri itu kelahiran tahun 96,kalo gak salah".sahut Ayna


"26 tahun dong".ucap Azzam


"Iya kali,kan Ay gak ngitung hehe".sahut Ayna


"Dasar".


"Kita mampir di minimarket yok bang.Beli cemilan".ucap Ayna


"Kalo gak bawa,jual aja nih motor".celetuk Ayna


"Terus kita pulangnya gimana Ayy".sahut Azzam


"Terbang".ucap Ayna asal


"Makin hari makin aneh aja kamu.Apa gara-gara kamu pernah amnesia,makanya otak kamu jadi eror kayak gini".ucap Azzam


"Iya kali".sahut Ayna santai


Astaghfirullah,kenapa adik ku berbeda ya Allah.batin Azzam


"Yang sabar ya bang".ucap Ayna cekikikan


"Iya.Eh kok kamu-


"Tau?cuman kebetulan doang pikiran kita saling bersahutan".ucap Ayna tertawa


Aneh.batin Azzam


"Emang".sahut Ayna


Setelah menghentikan kendaraannya di depan minimarket,Ayna segera berjalan masuk meninggalkan sang abang.


Seketika kekuatan cemilan menarik masuk adik ku.batin Azzam


Azzam pun menghampiri sang adik yang keranjangnya sudah terlihat penuh oleh cemilan.


"Belum ada dua menit kamu masuk,udah penuh aja tuh keranjang".ucap Azzam


"Satu produk Ay ngambilnya banyak bang.Jadi,sekali ambil aja hehe".sahut Ayna


"Produk produk".ucap Azzam


"Kita belinya dikit aja,jangan banyak-banyak".ucap Ayna


"Dikit iji jingin binyik binyik".sahut Azzam


"Haha abang lucu deh kalo kayak gitu".ucap Ayna tertawa


"Huh yuk,udah kan".ucap Azzam


"Udah bang".sahut Ayna memperlihatkan keranjang belanjaannya


"Buat stok sebulan Ay?".tanya Azzam


"Enggak,palingan satu minggu udah habis.Itu pun baru kemungkinan".sahut Ayna


"Terserah kamu deh".ucap Azzam berjalan ke arah kasir."Taruh sini belanjaannya Ay".lanjutnya


Ayna pun menuruti ucapan sang abang dan segera meletakkan belanjaannya di meja kasir.Setelah selesai dihitung dan dibayar oleh Azzam,mereka pun segera melanjutkan perjalanan untuk kembali ke pondok.


Sesampainya di pondok


"Nih buat abang ngemil di kamar".ucap Ayna memberikan sekantong keresek pada Azzam


"Oke,makasih adiknya abang".ucap Azzam dengan senyumannya


"Idih.Ngeri bang,kalo abang senyum kayak gitu".ucap Ayna


"Ya udah deh,abang balik dulu ya.Jangan lupa belajar,dan hafalannya juga di tingkatkan lagi.Jangan malas muraja'ah nya".ucap Azzam


"Siap bang".seru Ayna dengan sikap hormat


"Assalamualaikum".pamit Azzam


"Waalaikumussalam abang.Dahhh".sahut Ayna melambaikan tangannya


Ayna pun segera masuk ke dalam kamarnya.Belum sempat memasuki kamar,ia mendengar suara teriakan.


"KAK AYNAAA".panggil Sila menghampirinya


"Ya Allah,kenapa pake teriak segala sih Sil?".sahut Ayna


"Hehe.Kakak darimana?perasaan tadi pulangnya duluan sama ustadz Azzam".tanya Sila


"Mampir dulu ke minimarket.Nih".sahut Ayna mengangkat belanjanya


"Wihhh bagi-bagi dong kak".seru Sila


"Ini emang khusus buat kita kok.Buat santri kamar aku juga".sahut Ayna


"Oke,aku mau ke kamar dulu ya".pamit Sila


"Iya".sahut Ayna."Assalamualaikum teman-teman".ucapnya ketika memasuki kamar


"Waalaikumussalam".sahut mereka


"Wihhh habis belanja nih".celetuk Amel


"Hehe iya,nih bagi-bagi".ucap Ayna meletakkan beberapa cemilan di tengah-tengah mereka


"Alhamdulillah,rezeki anak solehah.Makasih ya".ucap Alisa


"Sama-sama kak.Monggo di nikmatin atuh".sahut Ayna


"Kolaborasi antara bahasa jawa dan sunda".ucap Kayana


"Sunda kan juga masuk pulau jawa.Jadi,gak salah dong".sahut Ayna tertawa


"Iya,terserah kakak aja".ucap Kayana


°°°


Setelah kegiatan maulid habsyi.Malam ini para santri terbebas dari belajar wajib.Entahlah,kalo belajar wajib diliburkan,rasanya wah aja gitu.Luar biasa haha.


"Kakak tadi kenapa sih?".tanya Sila tiba-tiba


"Tadi?kapan?".tanya Ayna


"Di kecamatan".sahut Sila


"Emangnya kenapa?".tanya Ayna lagi


"Kakak itu gak boleh muji laki-laki lain di depan ustadz Rayan".sahut Sila


"Emangnya kenapa?".tanya Ayna lagi dan lagi


"Kakak itu gak peka atau apa sih".kesal Sila


"Kenapa sih?gak peka apa?".sahut Ayna


"Ustadz Rayan itu cemburu".ucap Zenara


"Nah iya itu".sahut Sila


"Cemburu?sama siapa?aku?kok bisa?".ucap Ayna heran


"Ya Allah kak Ayna,kakak itu sadar gak sih kalo selama ini kalian itu dekat".ucap Kiran


Sebelum kedatangan Ayna di asrama tadi siang,Sila dan Zenara sudah menceritakan tentang ketidakpekaan Ayna pada Kiran dan juga Kayana.


"Dekat?sama siapa?".tanya Ayna lagi


"Ya Allah.Kak Zen tolong tahan tangan ku ini,jangan sampai tangan ini melukai kak Ay".ucap Sila yang seolah-olah ingin menyerang Ayna


"Kenapa sih?kalian aneh banget deh".ucap Ayna


"KAKAK ITU GAK PEKA".ucap mereka bersamaan


"Yaa gak peka sama apa?terus,ustadz Rayan cemburu sama siapa?aku?terus sama siapa dekat?".ucap Ayna


"Tolong kak Kay,jelasin semuanya.Sila takut kalo singa yang ada didalam diri Sila ini keluar karena ketidakpekaan kak Ay".ucap Sila


"Kak Ayna".panggil Kayana


"Iya".sahut Ayna


"Gini lho kak.Selama ini tuh kakak sama ustadz Rayan itu dekat lho.Terus tentang kecemburuan ustadz Rayan itu,beliau cemburu sama kakak karena memuji Haikal didepan beliau.Gitu.Makanya setelah itu ustadz Rayan pergi kan".jelas Kayana


"Emangnya aku sama ustadz Rayan dekat ya?".ucap Ayna dengan polosnya


Astaghfirullahaladzim.batin mereka


"Pantesan kak Ay gak ada cemburunya kalo liat ustadz Rayan senyum sama yang lain".bisik Sila pada Kiran


"Iya,pantesan responnya biasa aja".sahut Kiran


"Si paling positif thinking".ucap Zenara


"Si paling husnuzon".ucap Kayana