AynaRayan

AynaRayan
Husein Muhammad



"Sejak kapan aku punya cincin ini?".gumam Ayna


Ayna baru saja menyadari ada sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.Cincin itu sangat cantik.


Oh iya,waktu itu kan aku lihat Kiran juga pake cincin kayak gini.Cincin couple-an bestie kali yak haha,batinnya.


Aulia menatap aneh kearah anaknya.Baru saja ia datang memanggil Ayna untuk makan malam,tetapi ia malah melihat Ayna yang berbicara dan tersenyum sendiri.


Aneh,batinnya.


Ia pun menghampiri Ayna.


"Ay". panggilnya


"Eh iya ma".ucap Ayna


"Kamu kenapa?".tanya mama Aulia


"Aku?kenapa?emangnya aku kenapa ma?".bukannya menjawab,Ayna malah bertanya pada mamanya


"Malah nanya balik".ucap mama Aulia geleng-geleng kepala."kamu kenapa?mama perhatiin dari tadi kamu bicara sama senyum-senyum sendiri gak jelas gitu,kenapa hah?".lanjutnya


"Hehe enggak papa ma,cuma heran aja,aku baru nyadar kalo punya cincin ini".sahut Ayna menunjukkan cincinnya pada mama Aulia.


"Oh ini,cincin ini kamu beli dipondoknya abang kamu".ucap mama Aulia


"Masa?kapan aku ke kalimantan?".tanya Ayna heran


"Bukan kamu aja,tapi kita.Itu pas acara resepsinya Riana sama Zikri".sahut mama Aulia


"Ohhh aku belinya banyak ya?".ucap Ayna


"Yaa lumayan lah,kata kamu itu oleh-oleh buat teman-teman dipondok".ucap mama Aulia


"Pantesan aku lihat Kiran juga make cincin ini".ucap Ayna manggut


"Astaghfirullah,jadi lupa kan.Mama kesini mau ngajak kamu makan malam.Tapi,malah keterusan gini ngobrolnya".ucap mama Aulia


"Pasti ayah juga udah nunggu nih".ucap Ayna


"Iyaa makanya,yuk makan".ajak mama Aulia


Sesampainya dimeja makan


"Lah,ayah kok udah makan duluan sih".ucap Ayna cemberut


"Kalian lama sih,ayah kan udah laper.Jadi,ayah makan duluan aja.Ini juga masakan mama kamu nih ngegoda ayah mulu dari tadi".sahut ayah Alfarez


"Hehe,ya udah deh,kesian ayah".ucap Ayna


"Kalian ini".ucap mama Aulia tersenyum


Mereka pun makan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.Hanya sesekali terdengar suara dentingan antara sendok makan dan piring.Hingga makan selesai,mereka kembali ke kamar masing-masing.


Tetapi,sebelum Ayna benar-benar tertidur,ia mendengar nada panggilan dari ponsel miliknya.Dengan segera ia mengambil ponsel yang ada di atas meja kecil samping tempat tidurnya.


Hah ustadz Rayan.Sejak kapan aku punya nomernya ustadz Rayan,batinnya.


Ayna pun menerima panggilan tersebut.


Panggilan tersambung


Assalamualaikum


Kok suara perempuan ya,batin Ayna


Waalaikumussalam


Ini ummi Ay,maaf kalo ummi ganggu kamu


Ohh ummi,kirain siapa hehe.Iya ummi gak papa kok


Gimana kabar kamu Ay?


Alhamdulillah baik mi,sekarang juga udah bisa lakuin pekerjaan rumah Walaupun kadang suka dimarahin sama mama


Haha mama kamu itu gak mau kalo kamu capek Ay.Kalo kamu jadi anaknya ummi,pasti ummi juga bakalan sama kayak mama kamu


Ayna kan bosen mi


Iya iyaa,udah dulu ya Ay.Cepat sembuh


Iya ummi


Ini ponselnya ummi kasih sama Rayan ya


Eh iya ummi


Ayna


I-iya ustadz


Belum tidur?


Gimana mau tidur kalo ustadz nelpon gini,batin Ayna


Ini juga mau tidur ustadz


Ya udah tutup aja telponnya,jangan lupa doa


Iya ustadz,Assalamualaikum


Waalaikumussalam,cepat sembuh Ay


Panggilan berakhir


Entah mengapa,setelah mendengar ucapan terakhir itu,sekarang Ayna merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.


Jangan-jangan aku punya riwayat penyakit jantung nih,wah tidak bisa dibiarkan kalo gini.Dah ah tidur,batin Ayna.


Malam yang indah bukan.


°°°


"Yahh kalo Ayna sih alasannya,berhubung bang Azzam ini ustadz muda yang ganteng katanya.Otomatiskan banyak yang naksir nih,jadinya kan Ayna gak mau kalo dideketin sama santri putri yang lain cuman gara-gara mau deket sama bang Azzam".ucap Ayna sembari meminum minuman milik Azzam


"Eh eh main minum aja.Pesen kek sana".


"Dih sama adeknya sendiri kok pelit".


"Ohh jadi gitu ceritanya,terus alasan kamu apa Zam?kenapa main rahasiaan kayak gitu?".


"Kalo Azzam sih awalnya cuman mau nyembunyiin identitas dari calon mantu mama sama ayah doang".


Gedebuk


"Aduhh".ringis Ayna


Tubuhnya baru saja mendarat di ubin lantai kamar tidur.Ayna terjatuh dari atas tempat tidurnya.


"Mimpi doang,tapi kok kerasa nyata ya.Kayak pernah ngalamin juga.Dah lah,jam berapa sih ini?".gumam Ayna


Ia melihat kearah jam dinding.Lalu,segera beranjak keluar dari kamarnya setelah mengetahui bahwa sebentar lagi akan memasuki waktu subuh.


Pagi harinya,Ayna hanya bisa memperhatikan mamanya yang sedang membersihkan halaman rumah.Niat ingin membantu,tapi mamanya itu menolak karena tidak ingin Ayna kecapean lagi.Kondisi kesehatan Ayna belum stabil,jadi ia diharuskan untuk banyak beristirahat.


"Muza mana ma?".tanya Ayna


"Enggak tau,tapi tadi mama lihat dia keluar pagar tuh".sahut mama Aulia


"Aku mau cari muza dulu ya ma".ucap Ayna


"Iyaa tapi jangan jauh-jauh dari rumah ya.Kalo gak ketemu,kamu pulang aja".sahut mama Aulia


"Okey ma".seru Ayna


Ayna pergi untuk mencari keberadaan muza,si kucing kesayangan keluarga Narayan.Kucing itu akhir-akhir ini memang seringkali keluar melewati pagar rumah.Terkadang,ia mampir ke rumah-rumah tetangga.Entah apa yang kucing itu lakukan.


Tak jauh dari rumahnya,Ayna melihat kucingnya itu sedang berada dipangkuan seseorang.Mereka tengah duduk dikursi bawah pohon,yang memang merupakan tempat andalan warga untuk bersantai.


"Ehhh muzaa,disini kamu rupanya".ucap Ayna menghampiri muza dan seseorang yang memangkunya


"Ayna ya?katanya kamu lanjut mondok lagi,sekarang lagi liburan?".ucap seseorang tersebut


"Ehh kak Husein ya?iya kak.Tapi sekarang gak lagi liburan,cuma ingin pulang aja hehe".sahut Ayna


"Masih ingat ya ternyata haha.Ohhh gitu.Udah lama pulangnya?".ucap Husein


"Baru dua hari ini kak".sahut Ayna


"Ini kucing kamu.Dia emang suka kesini,jadi kalo kucing kamu gak ada dirumah,cari aja kesini".ucap Husein tersenyum


"Iya kak,makasih ya".ucap Ayna mengambil muza dari tangan Husein."kak Husein gak mondok?".tanyanya


"Sama kayak kamu,meliburkan diri".sahut Husein tertawa pelan


"Kok bisa?".tanya Ayna


"Ya bisa lah,kamu aja bisa".sahut Husein tertawa


"Ishh bukan gitu maksud aku.Pasti ada sesuatu yang penting kan,Gak mungkin kak Husein bolak balik dari Kairo kesini kalo cuma untuk liburan biasa kan".ucap Ayna


"Haha tau aja kamu Ay.Sebenarnya kakak kesini karena atas permintaan nenek.Dia sakit,dan ingin kakak yang jagain dia.Dan beberapa hari yang lalu,nenek udah dipanggil sama Allah.Allah lebih sayang sama nenek".ucap Husein pelan


"Ya Allah,maaf ya kak,aku gak tau.Semoga nenek ditempatkan yang terbaik disisi Allah".ucap Ayna


"Iya Ay,aamiin".sahut Husein


"Ya udah,aku balik dulu ya kak".ucap Ayna


"Eh nomer kamu ganti ya Ay?".tanya Husein


"Iya kak udah ganti.Kalo mau,minta sama bang Azzam aja.Kakak masih punya nomernya bang Azzam kan?".ucap Ayna


"Ada kok,okey kalo gitu".sahut Husein


"Ayna pulang ya.Assalamualaikum".pamit Ayna


"Waalaikumussalam".sahut Husein


Ayna pulang kerumahnya bersama muza.Ia tak menyangka bahwa akan bertemu seseorang yang pernah ia kagumi secara diam-diam.


Husein Muhammad atau biasa dipanggil kak Husein oleh Ayna.Ia,Ayna dan juga Azzam dipertemukan hanya karena rumah mereka yang berdekatan.Tak jarang,dulu Husein dan Azzam bermain bersama.Mereka sering ikut kegiatan di masjid.Hanya mereka berdua inilah satu-satunya anak muda yang lebih sering menghabiskan kegiatannya di masjid.


Sedangkan Ayna,ia hanya sesekali bertemu dengan Husein.Karena,Ayna ini tipe orang yang lebih suka melakukan aktivitasnya didalam rumah.


Sampai pada Azzam melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren yang ada di Kalimantan.Akhirnya,Husein pun ikut mengarungi dunia pendidikan di pesantren.Bedanya,Ia mendapat kesempatan untuk belajar di Kairo.Sebenarnya kedua orang tuanya dulu sempat menolak untuk memberangkatkan Husein ke Kairo,karena ia merupakan anak satu-satunya.Tetapi,Husein berhasil meyakinkan kedua orang tuanya.


°°°


"Kak Husein emang udah lama ya disini?".tanya Ayna


"Emmm lumayan lah,kenapa Ay?".ucap mama Aulia


"Gak papa kok ma.Ini si muza ternyata kalo keluar suka nyamperin kak Husein".sahut Ayna


"Haha si muza tau aja sama yang ganteng-ganteng kayak Husein".ucap mama Aulia tertawa


"Salah pergaulan kali nih si muza".ucap Ayna


"Kan selama ini dia cuman sama kamu Ay,berarti kamu yang buat dia salah pergaulan".sahut mama Aulia."atau jangan-jangan dia punya perasaan yang sama kayak kamu Ay.Kan dia suka tuh sama si Husein".lanjutnya


"Terus mama kira aku suka sama kak Husein gitu?".ucap Ayna


"Yeee mama tau yah kalo kamu itu dulu suka sama dia".sahut mama Aulia


"Kagum maaa,suka juga sih hihii...


"Tuh kan suka".seru mama Aulia


"Suka liat doang ma,gak lebih.Lagian aku juga udah nganggep kak Husein itu abang aku sendiri.Maunya manggil abang juga,tapi panggilan itu cuman khusus buat bang Azzam hehe".sahut Ayna


"Iya iya".ucap mama Aulia


"Ya udah,Ay ke kamar dulu ya ma".pamit Ayna