AynaRayan

AynaRayan
Abang?



"Zheesan".panggil buya Syauqy


Zheesan yang sedang membaca kitabnya di dalam kamar pun segera keluar ketika mendengar suara sang buya yang memanggil dirinya.


"Iya buya.Ada apa?".tanya Zheesan ketika sudah berada di depan sang ayah


"Buya udah janji sama adek kamu,kalo besok pagi mau jemput dia".jelas buya Syauqy


"Emangnya mereka udah liburan,buya?".tanya Zheesan


"Iya".sahut buya Syauqy


"Ohhh".ucap Zheesan manggut."Kalo gitu,besok biar Zheesan sama Umar dan Fadel yang jemput Kiran di pondoknya".lanjutnya


"Ohiya.Teman-temannya juga pada ikut,termasuk Ayna.Kamu masih inget sama Ayna kan?".ucap buya Syauqy


"Ayna adiknya Azzam?anaknya om Alfarez?".tanya Zheesan


"Iya.Kebetulan,mereka mondok di tempat yang sama.Bahkan satu geng".ucap buya Syauqy


"Geng?ada-ada aja si adek".sahut Zheesan tertawa


"Ya sudah,buya mau ngecek halaman utama sama panggung tengah pondok dulu".ucap buya Syauqy


"Zheesan ikut deh".seru Zheesan


Asrama putri salafy


Sore ini para santri di sibukkan dengan kegiatan bersih-bersih asrama.Mereka membersihkan tempat-tempat sesuai dengan jadwal piket harian masing-masing.Seperti dapur,halaman depan,halaman belakang,kamar mandi,aula,dan lain-lain.


Air lagi dong,habis nih


Sabunnya mana sih


Sabunnya lagi otw


Yang bener dong nyikatnya


Bantuin,jangan cuman nyuruh aja.Capek tau


"Ribut banget sih tetangga sebelah".ucap Kiran


"Biasalah".sahut Zenara


"Aku ngerasa beruntung deh".ucap Kiran


"Emm kenapa?".tanya Zenara heran


"Iya,beruntung karena bisa sekamar sama teman-teman kita yang lain.Penghuninya pada asik semua,receh,bobrok,jail,rajin juga,hampir gak ada yang bermasalah aja gitu,gak kayak penghuni kamar lain.Yaa masih normal lah,dikit haha".ucap Kiran


Emangnya penghuni kamar lain gak normal,gitu?.


"Iya sih,aku juga ngerasa beruntung,banget malah.Ternyata,pindah ke kamar ini adalah keputusan yang paling tepat".sahut Zenara


Setelah selesai bersih-bersih asrama.Para santri segera membersihkan diri.Karena,sebentar lagi akan memasuki waktu sholat maghrib.


°°°


"Akhirnyaaa,hari yang ditunggu-tunggu telah tibaaa.Libur libur libur mantap jiwa".seru Sila


"Santai kaaalii ajee".sahut Kayana


"Santai aje kali".sahut Zenara membenarkan


"Mulut mulut siapa hayoo".ucap Kayana


"Kamu lha".sahut Zenara


"Jadi,yaa terserah saya dong mau ngomong apa".ucap Kayana santai


"Kalo mau libur panjang,kak Kay jadi kayak gini ya.Aneh".ucap Sila


"Sifatnya Kay itu musiman,Sil.Makanya sekarang rada aneh".ucap Ayna tertawa


"Udah siap-siap semua kan?".tanya Kiran


"Udah".sahut mereka


"Kapan di jemputnya?".tanya Sila


"Entah,emm telpon lagi aja kalik ya".ucap Kiran


"Nih,pake ponsel kakak aja".ucap Farah tiba-tiba


"Kak Farah belum pulang?".tanya Zenara


"Belum,katanya sih nanti sore baru di jemput".sahut Farah


"Ohh gitu".ucap Zenara manggut


"Aku pinjem bentar ya kak".ucap Kiran pada Farah


"Iya,silahkan".sahut Farah


Kiran pun mengetikkan nomer ponsel sang ayah.Lalu,menghubunginya.


Panggilan tersambung


Assalamualaikum


Eh mamah.Waalaikumussalam mah,ini Kiran


Ohh kamu nak.Kenapa?


Kapan ini di jemputnya mah.Kita udah gak sabar mau ke Kalimantan


Sabar,mungkin agak siangan sampai pondok kamu.Yang jemput kalian aja baru berangkat ke bandara


Yahhh lama dong.Ohiya,yang jemput kita siapa mah


Umar sama Fadel,kamu masih ingat mereka kan?


Rada rada lupa sih hehe.Tapi,kenapa mereka?kenapa gak buya aja yang jemput?


Buya mu lagi banyak kerjaan di pondok


Ohhh iya deh.Emm udah dulu ya mah,simpen nomer ini ya


Punya siapa nak?


Punya kak Farah,ketua ma'had


Ohh gitu,iya nanti mamah simpen


Oke mah,nitip salam buat buya,abah sama umma hehe.Assalamualaikum mamah


Iya,Waalaikumussalam


Panggilan berakhir


"Nih kak,makasih ya".ucap Kiran mengembalikan ponsel tersebut kepada Farah


"Iya sama-sama".sahut Farah mengambil ponselnya


"Umma itu siapa kak?jangan bilang kalo kakak punya dua mamah".ucap Sila


"Heh sembarangan,mamah aku cuman satu,yaitu mamah Kinar.Kalo umma itu nenek aku,yaitu umma Fatimah,alias istrinya abah Haidar,kakek aku".sahut Kiran


"Lengkap banget jawabannya".ucap Sila


"Kalo gak lengkap kayak gitu,nanti kamu nanya lagi dan lagi".sahut Kayana


"Ck siapa anda".ucap Sila


Aura tom and jerry antara Kayana dan Sila masih terasa ygy ^_^


"Gimana?kapan di jemput?".tanya Ayna


"Katanya sih,mungkin agak siangan.Soalnya yang jemput baru berangkat ke bandara".ucap Kiran


"Siapa yang jemput kita?".tanya Zenara


"Santri ndalem".sahut Kiran


"Akang santri dong".seru Sila


"Bukan".sahut Kiran


"Lah,terus?masa iya mbak santri?".ucap Sila


"Bukan".sahut Kiran


"Terus?siapa?".tanya Zenara


"Abang santri".sahut Kiran tertawa


"Sama aja namanya akang santri juga".sahut Sila


"Beda.Kalo akang itu untuk santri putra Jawa.Kalo abang itu untuk santri putra Kalimantan,khususnya Banjar".jelas Kiran


"Emang khusus gitu?".tanya Kayana


"Yaa enggak juga sih".cengir Kiran


"Eh kakak mau ke depan dulu ya".pamit Farah


"Iya kak/calon kakak ipar".sahut mereka serentak


"Ini masih lama lagi kan nunggunya.Mending kita tidur,biar cepet siang".ucap Ayna


"Ayok lah".seru mereka


Akhirnya,Ayna and the geng pun kembali berlabuh ke pulau mimpi,berharap siang akan segera menjemput.


Beberapa saat kemudian setelah mereka sudah terlelap,alias tidur.Tiba-tiba,Alisa datang membangunkan mereka.


"Kenapa kak?".tanya Kiran yang baru saja terbangun


"Tuh di depan ada yang nyariin.Katanya mau jemput kamu".ucap Alisa


"Hah beneran kak?".tanya Kiran


"Iya.Kalo gitu kakak ke dapur dulu".pamit Alisa


"Iya kak,makasih yaa".sahut Kiran


"Ayo kak,udah gak sabar nih".ucap Sila semangat


"Ayok,kita langsung ke depan aja.Udah siap semua kan?".ucap Kiran


"Let's go".seru mereka semangat


Sesampainya di depan asrama,Kiran dan yang lain mencari-cari orang yang menjemput mereka.


°°°


"Lawasnyaa Kiran,guring kah?".gumam Zheesan


"Sabar Gus,mungkin lagi siap-siap".ucap Umar


"Eh,bukannya itu Ning Kiran ya.Iya gak sih?".ucap Fadel memperhatikan pada kerumunan para santri putri


"Gus Gus,itu Ning Kiran bukan sih?".tanya Umar pada Zheesan


Zheesan pun mengedarkan pandangannya.


"Emmm iya tuh".ucap Zheesan


"Mukanya Ning Kiran masih kayak dulu ya".ucap Fadel


"Iya,cuman beda dikiiit aja".sahut Umar


"Kalian panggil gih".ucap Zheesan


"Siaapp".seru Umar dan Fadel


Mereka berjalan mendekat ke arah Kiran dan teman-temannya.


"Ning Kiran".panggil Fadel


Kiran yang merasa di panggil pun mencari ke sumber suara.Dan ia melihat dua orang laki-laki berjalan mengarah padanya sambil melambaikan tangan.


"Ning".panggil Fadel lagi


Para santri putri yang mendengar itu pun terheran-heran.Banyak pertanyaan hinggap di kepala mereka.


Kiran itu Ning?


Kok aku baru tau ya


Satu circle MasyaaAllah semua


Iya ya


Ning?


"Aduhh ketahuan deh".gumam Kiran."Kalian siapa?".tanyanya pada Fadel dan Umar


"Saya Umar,dan ini Fadel.Kita berdua yang jemput Ning dan teman-teman".ucap Umar mewakili


"Ohh,kirain siapa.Maaf lupa".ucap Kiran


"Iya,gak papa Ning".sahut Fadel


"Ya udah Ning,kita pulang".ucap Umar


"Iya,yuk para bestie,kita berangkat".seru Kiran


Kiran dan yang lainnya pun berjalan,dengan Umar dan Fadel yang memimpin.


"Ini Gus,yang di tunggu-tunggu".ucap Umar ketika sudah berada di dekat Zheesan berdiri


Kiran yang mendengar ucapan Umar tersebut pun menghentikan candaannya dengan Ayna.Ia melihat ke depan dan matanya langsung tertuju pada seorang pemuda yang tengah berdiri membelakangi mereka.


"Lama".sahut Zheesan


"Abang?".gumam Kiran


Zheesan pun membalikkan badannya menghadap ke arah Kiran dengan senyuman di bibirnya.


"Lawasnya.Abang sudah lumutan menunggu buhanmu disini".ucap Zheesan


"Abang".ucap Kiran lagi


"Iyaa,ini abang".sahut Zheesan


"Kok gak ngasih tau Kiran kalo abang pulang".ucap Kiran


"Kejutan dong".sahut Zheesan


"Udah lama bang?pulang ke Indo?".tanya Kiran


"Yaa lumayan lah".ucap Zheesan


"Kok gak ada acara peluk pelukan ya kak".ucap Zenara pada Ayna


"Mereka emang berbeda".ucap Ayna


"Ganteng ya kak".bisik Sila pada Kayana


"Zina mata".sahut Kayana


"Eh astaghfirullah,maafin Sila ya Allah".gumam Sila


Ayna yang mendengar interaksi Sila dan Kayana pun hanya bisa geleng-geleng kepala.


Sila Sila.batin Ayna


"Yuk pulang,nanti malah ke sorean banget kalo lama berangkatnya".ucap Zheesan


"Oke".seru Kiran


"Ayok,yang lainnya juga.Ayna".ucap Zheesan pada Ayna,Sila,Zen dan juga Kayana


"Iya bang".sahut Ayna


Mereka memasukkan barang-barang kedalam bagasi.Lalu,masuk ke dalam mobil,dengan Fadel sebagai pengemudi.


Di dalam mobil


"Kata mamah agak siangan sampe nya.Kok udah ada aja".ucap Kiran


"Itu artinya,kamu kena tipu sama mamah".sahut Zheesan."Pasti kamu bilang sama mamah kalo udah gak sabar pulang kan?".lanjutnya


"Iya hehe".cengir Kiran


"Tuh kan,kayak gak tau mamah aja".ucap Zheesan


"Abang masih bisa ngomong bahasa banjar?".tanya Kiran


"Masih.Kebetulan juga teman sekamar abang ada yang dari Kalimantan juga".sahut Zheesan


"Banyak bang?".tanya Kiran lagi


"Yaa lumayan lah".ucap Zheesan


"Abang masih inget sama kak Ayna kan?kak Ayna juga bisa bahasa banjar lho".ucap Kiran


"Beneran?".tanya Zheesan pada Ayna


"Iya bang,dikit".sahut Ayna


"Kok bisa?".tanya Zheesan


"Yaa bisa lah bang.Kan ustadz Azzam mondok di Kalimantan,jadi yaa kak Ayna nya di ajarin dikit-dikit lah.Di asrama juga ada yang dari Kalimantan kok".sahut Kiran


"Ohh gitu".ucap Zheesan manggut."Ustadz Azzam?Azzam ngajar ya?kok kamu kenal dek?".tanyanya pada Kiran


"Iya lah kenal.Kan ngajar di Baitul 'Izzah".sahut Kiran


"Pantesan".gumam Zheesan


Mobil masih melaju dengan kecepatan normal.Hingga,mereka tiba di bandara dan segera masuk ke dalam pesawat.