AynaRayan

AynaRayan
Sepotong ingatan



"Eh ayah gak kerja?".tanya Ayna


Setelah membersihkan kamarnya,Ayna keluar rumah.Ia berniat untuk olahraga sebentar pagi ini di halaman rumahnya.Tetapi,Ayna dikejutkan dengan keberadaan ayahnya yang terlihat tengah duduk di kursi sambil meminum secangkir kopi.


"Iya Ay,hari ini ayah libur".sahut ayah Alfarez


"Ohh gitu".ucap Ayna."Ay mau lari pagi dulu".lanjutnya


"Jangan jauh-jauh Ay".ucap ayah Alfarez


"Enggak kok yah,cuman keliling rumah aja hehe".sahut Ayna


"Yaudah kalo gitu".ucap ayah Alfarez


Ayna mulai mengelilingi rumahnya sambil berlari-lari kecil.Sesekali ia berhenti sejenak karena kelelahan.


"Perasaan baru separo perjalanan,belum setengah.Tapi kok udah capek aja ya".gumam Ayna.Namun,ia tetap melanjutkan perjalanannya.


Aulia yang berada di halaman belakang pun memanggil Ayna ketika ia melihat anaknya itu seperti kelelahan.


"Ayna".panggilnya


"Iya ma".ucap Ayna mendekat ke arah mamanya


"Kamu ngapain lari-lari?".tanya mama Aulia


"Olahraga ma,tapi Ay udah capek banget".sahut Ayna


"Kalo capek,jangan dilanjutin.Mama mau ambilin minum dulu".ucap mama Aulia


"Iya ma".ucap Ayna


Aulia segera mengambilkan air minum untuk Ayna.Di dapur,ia bertemu dengan suaminya.


"Ayna mana ya ma?tadi katanya lari pagi keliling rumah.Tapi,dari tadi gak ada balik lagi ke depan".ucap ayah Alfarez


"Ohhh ada tuh,di belakang.Capek katanya,ini juga mama mau ngambil air minum buat Ayna".sahut mama Aulia


"Kirain kemana gitu".ucap ayah Alfarez


"Ya udah,mama mau nyamperin Ayna dulu".ucap mama Aulia


"Iya ma".sahut ayah Alfarez


Aulia kembali menghampiri Ayna.


"Nih airnya".ucap mama Aulia memberikan segelas air


"Makasih ma".ucap Ayna menerima gelas tersebut,lalu segera meminumnya."oh iya ma,tadi malam aku mimpi".lanjutnya dengan wajah serius


"Yaa mimpi mah hal yang biasa Ay,kenapa serius gitu muka kamu".ucap mama Aulian


"Aneh aja gitu ma.Aku ngerasa kalo pernah ngalamin kejadian yang ada di dalam mimpi itu.Biasanya mimpi dulu,baru terkadang bisa kejadian.Lahh ini malah beda ma".jelas Ayna


"Emangnya kamu mimpi in apa sih?".tanya mama Aulia yang mulai penasaran


"Aku mimpi kalo ustadz Rayan ke-


"Hayooo ada apa nih sampe mimpi in si Rayan".ucap mama Aulia tertawa


"Ishh mama,dengerin dulu".kesal Ayna


"Iya iya,lanjutin".ucap mama Aulia


"Nahhh aku mimpi kalo ustadz Rayan kecelakaan.Itu pun gara-gara ustadz Zayan yang ngasih tau.Terus,Ay sama ayah kerumah sakit dimana ustadz Rayan dirawat".jelas Ayna


Rayan kecelakaan?kayaknya itu bukan mimpi deh.Tapi,itu sepotong memori yang sempat Ayna lupakan,batin mama Aulia


"Yahh mama malah bengong".ucap Ayna yang mengagetkan mamanya


"Eh enggak kok,mama itu lagi fokus dengerin kamu.Lanjut lagi atuh Ay".sahut mama Aulia


"Terus,saat Ay sama ayah udah sampe diruangan itu.Ay dengar,kalo ustadz Rayan nyebutin nama Ay terus.Padahal saat itu ustadz Rayan belum sadarkan diri".lanjut Ayna


"Kamu tau gak Ay?".tanya mama Aulia


"Yaa enggak lah ma,kan mama belum ngasih tau".sahut Ayna tertawa pelan


"Aduh kamu ini.Gini,apa yang ada di dalam mimpi kamu itu,bukan mimpi biasa Ay".ucap mama Aulia


"Hah maksudnya?Ay gak paham".sahut Ayna


"Iyaa,itu bukan mimpi.Tapi,sepotong memori yang sudah kamu lupakan Ay".jelas mama Aulia


"Hah jadi,mimpi itu beneran nyata ma?".ucap Ayna terkejut


"Iya,kalo gak salah,kejadiannya tepat saat kalian liburan pondok".sahut mama Aulia


Sedekat apa sih aku sama ustadz Rayan,sampai-sampai ustadz Rayan nyebutin nama aku pas lagi gak sadarkan diri di rumah sakit.Apa aja sih yang udah aku lupa in,batin Ayna bertanya-tanya


"Ayna".panggil mama Aulia menyadarkan Ayna dari lamunannya


"Eh iya ma".ucap Ayna


"Mikirin apa hmm?".tanya mama Aulia


"Enggak kok ma hehe".sahut Ayna


"Iya ma".ucap Ayna


Aulia dan Ayna segera masuk ke dalam rumah.Setelah mengganti pakaiannya karena basah oleh keringat,Ayna menghampiri ayahnya yang sedang menonton televisi.


"Ayah".ucap Ayna duduk disamping ayahnya


"Kenapa Ay?".tanya ayah Alfarez yang masih fokus pada televisi


"Ayna bosen".sahut Ayna


Alfarez yang paham dengan ucapan anaknya tersebut pun langsung menatap ke arah Ayna.


"Ay mau kemana hmm?".tanya ayah Alfarez


"Jalan-jalan hehe".ucap Ayna


"Iyaa.Tapi,jalan-jalannya kemana?".ucap ayah Alfarez


"Terserah,yang penting jalan-jalan".sahut Ayna


"Iya iya,Nanti sore yaa kita jalan-jalan sama mama juga".ucap ayah Alfarez


"Beneran yah?yeee makasih ayah".seru Ayna


"Iyaa sama-sama".ucap ayah Alfarez tersenyum


Alfarez melanjutkan aktivitasnya menonton televisi,tentu saja masih bersama dengan Ayna yang duduk di sampingnya.


°°°


Sore ini Azzam baru saja balik ke pesantren.Setelah menemani santrinya di rumah sakit,yang tak lain adalah Rio.


Rio hanya perlu di rawat satu malam saja di rumah sakit.Karena,sekarang kondisinya sudah sangat membaik dan di perbolehkan pulang oleh dokter.


"Makasih ya ustadz".ucap Rio


"Iya sama-sama.Kalo gitu,saya permisi dulu.Jangan lupa obatnya di minum".ucap Azzam


"Iya ustadz".sahut Rio


"Ya udah,assalamualaikum".ucap Azzam


"Waalaikumussalam ustadz".sahut Rio


Azzam kembali ke tempatnya.Ia segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur.Entahlah,ia merasa sangat lelah sekarang.


Di saat sudah hendak terlelap,tiba-tiba sebuah bunyi notifikasi pesan terdengar dari ponselnya.


Siapa sih,ganggu aja.gumam Azzam kesal


Azzam pun bangkit dari tempat tidurnya.Ia segera mengambil ponselnya yang berada di atas meja kecil disamping tempat tidurnya.Dan tertera sebuah pesan yang pengirimnya adalah Ayna,adiknya.


Ayna


Abaaaanggg yuhuuuu


Kenapa nih bocah?,pikir Azzam


Anda


Iya Ayyy kenapa?


Ayna


Gak papa kok.Cuman mau ngasih tau abang aja,kalo aku,ayah sama mama lagi jalan-jalan nih hihii


Anda


Yahhh masa abang gak di ajak sih


Ayna


Jauh abaaang


Anda


Iya iya,selamat berlibur ya Ay


Ayna


Iya abang,ntar lain waktu kita bisa jalan-jalan bareng lagi sama abang


Anda


Iya Ay.Maaf ya Ay,abang mau istirahat nih.Baru pulang dari rumah sakit soalnya.Abang kurang tidur


Ayna


Eh iya bang,maaf ya kalo Ayna ganggu.Ya udah,selamat beristirahat abang ku


Anda


Iya Ay


Setelah membalas pesan kepada adiknya,Azzam kembali meletakkan ponselnya dan kembali merebahkan tubuhnya.Tak berselang lama,ia pun tertidur.