
Ayna tiba ditaman samping pondok.Disana terlihat seseorang yang tengah berdiri membelakangi arah pandangnya.
"Kayaknya itu kak Husein deh.Katanya tadi ada bang Azzam juga,tapi kok gak ada?".gumam Ayna heran
Ayna pun mencoba mendekat ke arah orang tersebut.Meskipun,ia sedikit merasa takut sekarang.
"Ekhem".dehem Ayna
Seseorang tersebut membalikkan badannya.Benar saja,seseorang itu tak lain adalah Husein.
"Kirain gak bakal kesini".ucap Husein
"Katanya ada bang Azzam juga.Mana?kok gak ada?".sahut Ayna
"Baru aja pergi.Kamu sih kelamaan".ucap Husein sambil berjalan mengelilingi Ayna
"Ngapain?".tanya Ayna
"Ayna".ucap Husein ketika berhenti tepat dihadapan Ayna."sebenarnya kakak sayang sama kamu".lanjutnya menatap Ayna
"Ay juga sayang sama kakak.Tapi,sebagai kakak dan adik".sahut Ayna
"Tapi kakak sayang sama kamu lebih dari rasa sayangnya seorang kakak kepada adiknya.Kakak sayang,cinta sama Ay sebagai seorang laki-laki pada kekasihnya".ucap Husein
Ayna yang mendengar pengakuan dari Husein itu pun terdiam.Sebenarnya ia sudah merasakannya sejak lama kalau Husein memiliki rasa padanya.Namun,ia mengenyampingkan perkiraannya.Ia berpositif thinking.Mungkin,Husein begitu kepadanya karena menganggap dirinya sebagai adik,tidak lebih.
Namun,nyatanya Ayna harus mendengar pengakuan tersebut dari seseorang yang sudah ia anggap saudaranya sendiri,selain Azzam.
"Kalo itu,Ay minta maaf kak.Ay-
"Kenapa Ay?bukannya dulu kamu juga suka sama kakak".ucap Husein memotong ucapan Ayna
"Iya,tapi itu dulu.Ay cuman sekedar suka dan kagum sama kakak.B u k a n c i n t a".ucap Ayna dengan menekan kata terakhirnya
"Kenapa Ay?kenapa?".tanya Husein yang mulai frustasi
"Saat ini sudah ada yang mengisi hati Ay,kak.Dan Ay sudah berjanji pada diri Ay sendiri kalo tidak akan ada orang lain selain dia.Dan Ay tidak akan pergi,kecuali dia sendiri yang nyuruh Ay buat pergi".jelas Ayna
"Apa dia itu adalah Rayan?".tanya Husein memastikan
"Kak Husein tidak perlu tau.Yang pasti,Ay gak mau kalo sampai mengkhianati dia".sahut Ayna
Husein yang geram karena mendengar ucapan Ayna pun menarik paksa Ayna agar mengikutinya.Ayna memberontak,berusaha melepaskan cekalan tangannya dari Husein.Namun,tenaga Husein sudah pasti lebih besar darinya.Sehingga ia tidak mampu untuk melepaskan tarikan tangan Husein.
Husein memaksa Ayna untuk memasuki sebuah mobil yang sudah ia sediakan sebelumnya.Ia mendapatkan mobil tersebut dari seseorang yang baru ia kenali beberapa hari yang lalu.
Setelah Ayna masuk kedalam mobil tersebut,Husein segera menyalakan mesinnya dan mengemudikannya menuju suatu tempat.
Sebelum itu,Husein sudah mengikat tangan dan kaki Ayna,serta menutup mulut Ayna menggunakan lakban hitam.Sehingga,Ayna tidak bisa berteriak untuk meminta pertolongan.
Ya Allah,tolongin Ayna.batin Ayna
°°°
Kiran terus mengayuh sepedanya,hingga ia berhenti tak jauh dari tempat mobil tersebut berhenti.
Terlihat Husein yang terlihat tengah menyeret Ayna keluar dari mobil,lalu membawanya masuk ke dalam sebuah gubuk kecil.
Setelah menyembunyikan sepedanya ke sembarang arah,Kiran berjalan mengendap-endap masuk ke dalam gubuk tersebut.Beruntungnya tidak ada satu pun orang yang berjaga.
Setelah menjelajah ke seluruh penjuru gubuk,Kiran mendapati sebuah ruangan yang ia simpulkan adalah ruang penyekapan Ayna.Dan benar saja,ketika ia masuk keruangan tersebut,terlihat Ayna yang sedang berusaha melepaskan ikatan-ikatan pada tangan dan juga kakinya.
"Kak Ayna".panggil Kiran
Ayna yang menyadari kehadiran Kiran pun mencoba berbicara.Namun,tidak bisa,karena mulutnya yang masih tertutup oleh lakban.
Kiran pun membuka lakban hitam yang menutupi mulut Ayna.
"Kiran tolong".lirih Ayna ketika lakbannya terlepas
"Iya kak,sebentar".sahut Kiran mencoba membuka ikatan pada tangan dan kaki Ayna
"Kok kamu bisa ada disini?".tanya Ayna
"Nanti aja tanya-tanya nya kak.Sekarang kita cepat-cepat keluar dari tempat ini".sahut Kiran
Kiran memapah tubuh Ayna yang mulai melemas akibat terlalu lama terikat.Belum sempat keluar dari pintu,mereka melihat Husein yang tengah berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Wah wah ada penyelamat rupanya".ucap Husein bertepuk tangan."Gercep juga ya".lanjutnya
"Gini yang namanya ustadz?kok ngebahayain orang lain?santrinya sendiri lagi.Malahan dia nyekap teman masa kecilnya.Adik dari sahabatnya".sinis Kiran
"Diam,tidak usah ikut campur.Ini urusan saya".sarkas Husein
"Sudah saya bilang kan.Kalo ustadz ngedeketin kak Ayna,ustadz bakalan berurusan sama saya".sahut Kiran."Gak nyangka aja sih,kalo ustadz bakalan ngelakuin hal kayak gini".lanjutnya
"Sudah,diam".sarkas Husein,lalu menyeret Ayna dari Kiran
"Jangan kak,kenapa kakak jadi kayak gini?kak Husein yang Ay kenal gak bakal ngelakuin hal kayak gini".lirih Ayna
Husein terdiam.
"Ustadz,kalo ustadz itu sayang dan cinta sama kak Ayna,ikhlasin kak Ayna.Lepaskan dia untuk laki-laki yang dipilihnya.Ikhlaskan kak Ayna untuk seseorang yang dicintainya,untuk seseorang yang sudah memenuhi isi hatinya sekarang.Ikhlaskan,ustadz".ucap Kiran
"Kak,tolong ikhlasin Ayna kak.Ay mohon.Masih banyak perempuan di luar sana yang lebih baik dari Ay".ucap Ayna yang mulai mengeluarkan air mata
Di lain tempat
"Kak Ay sama kak Kiran mana sih?kok dari tadi gak balik balik ke asrama?".ucap Sila
"Iya ya,kemana mereka?".ucap Zenara
"Kita tanya kak Farah aja".ucap Kayana
Mereka bertiga pun menghampiri Farah yang sedang berada di aula asrama.Mereka bertanya dimana keberadaan Ayna dan Kiran.Namun,Farah tidak tau sama sekali.Sedari tadi,ia berada di aula dan tidak melihat Ayna dan juga Kiran.
"Aduhh dimana mereka".ucap Sila khawatir
"Kok perasaan aku jadi gak nyaman ya".ucap Kayana pelan
"Oke,kakak coba tanya ustadz Azzam dulu".ucap Farah
Farah kembali ke kamar untuk mencoba menghubungi Azzam.
Panggilan terhubung
Assalamualaikum
Waalaikumussalam Zam,kamu tau dimana Ayna dan Kiran sekarang?
Gak,enggak tau.Emangnya mereka belum pulang?ini kan sudah lewat waktu zuhur
Iya Zam,mereka belum paling dari tadi.Gak tau kemana
"KAK FARAH,NIH SILA CUMAN NEMUIN KITABNYA KAK AYNA SAMA KAK KIRAN DI WARUNG DEPAN".teriak Sila sembari menghampiri Farah
"Kemana mereka?".ucap Farah
"Itu ustadz Azzam kak?".tanya Sila menunjuk ponsel Farah
"Iya".sahut Farah
"Boleh Sila ngomong sama ustadz Azzam?".pinta Sila
"Iya boleh,silahkan".ucap Farah
Assalamualaikum ustadz,saya Sila
Waalaikumussalam,iya Sila,ada apa?
Sila mau nanya,apa ustadz Husein sekarang ada sama ustadz?
Husein?ohiya dari tadi dia juga gak ada.Emangnya ada apa Sil?
Sila curiga kalo hilangnya kak Ay sama kak Kiran ini ada sangkut pautnya sama ustadz Husein
Kok kamu bisa bilang begitu?
Sebenarnya,kemaren....
Sila memberitahu Azzam tentang apa yang diceritakan oleh Kiran semalam.
Gitu ustadz.Takutnya,ustadz Husein bakalan nekat dan
Baik,saya akan mencoba mencari mereka.Kalo mereka sudah kembali ke asrama,hubungin saya
Iya ustadz
Panggilan berakhir
"Gimana?".tanya Farah
"Ustadz Azzam coba nyari kak Ay sama kak Kiran".sahut Sila,lalu mengembalikan ponsel tersebut pada Farah
"Semoga aja ketemu".gumam Farah
°°°
"Lacak nomernya Husein".
Tanpa basa-basi,Azzam meminta Rasyid untuk melacak keberadaan nomer tersebut.
"Dekat pasar lama".ucap Rasyid setelah mengetahui lokasinya
"Tempatnya jauh dari sini?".tanya Azzam
"Lumayan,emangnya kenapa sih?".sahut Rasyid
"Kemungkinan Husein menculik Ayna dan Kiran".ucap Azzam
"APA".ucap Rasyid terkejut
"Sekarang,kita ke tempat itu".ucap Azzam
Rasyid mengangguk.Ia pun segera mengambil sepeda motornya.
"Lokasinya sih gak tepat di pasar lama,Zam".ucap Rasyid
"Terus dimana?".tanya Azzam
"Mungkin ada sebuah tempat atau gubuk gitu di dekat sana.Dan kemungkinan Ayna sama Kiran berada disana".sahut Rasyid
Sesampainya di lokasi,mereka melihat sebuah gubuk kecil dan segera masuk ke dalamnya.Azzam melihat Ayna yang tengah menangis dengan tangannya yang di cekal oleh Husein.
"HUSEIN".teriak Azzam
Husein pun terkejut dengan kedatangan Azzam dan juga Rasyid.
"Abang hiks hiks tolong".lirih Ayna
"Husein,lepasin Ayna.Kenapa ente tega nyekap Ayna hah".ucap Azzam
"Ane mencintai dia Zam".tegas Husein
"Kalo ente mencintai Ayna,kenapa ente menyakitinya?kenapa ente melakukan hal kayak gini?".sahut Azzam
Jangan sampai rasa suka ataupun cinta yang kamu miliki itu dapat membahayakan orang lain
Seketika,Husein teringat kata-kata sang ummi.Perlahan,ia melepaskan cekalan tangannya pada Ayna.Dan..
Bruk
Ayna pingsan.
"AYNA/KAK AYNA".teriak mereka
"Ay bangun Ay".lirih Azzam