
"Assalamualaikum".ucap Azzam dan Rayan bersamaan
"Waalaikumussalam,eh Rayan.Sendiri?".ucap mama Aulia
"Iya ma".sahut Rayan
Mereka berkumpul diruang rawat inap Ayna.
"Tuh,ustadz Rayan aja manggil orang tua kakak pake mama dan ayah juga kan".bisik Kiran
"Iya ya,kok bisa".sahut Ayna
"Apa kabar Ay?udah inget sama saya?".tanya Rayan tersenyum
"Alhamdulillah baik kok,ustadz.Emmm enggak,cuma sedikit tau aja karena di ceritain sama Kiran".sahut Ayna
Kiran yang disebut namanya pun segera memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Rayan.
"Oh iya,ummi nitip salam buat kamu.Katanya nanti bakalan kesini".ucap Rayan
"Ummi?".ucap Ayna heran
"Ibu saya.Soalnya kemaren saya cerita tentang kamu yang dirawat di rumah sakit".sahut Rayan
"Ohhh gitu.Sebelumnya,Ayna pernah gak ketemu sama ummi?".ucap Ayna
"Belum".sahut Rayan
Ayna dan Rayan larut dalam pembicaraan mereka.Sedangkan disisi lain,terlihat empat orang yang tengah memperhatikan mereka sedari tadi.
"Wahh calon besan kita bakalan kesini Yah".bisik mama Aulia
"Yakin banget kalo mereka bakalan jodoh".sahut ayah Alfarez
"Liat aja tuh mereka.Si Ayna jarang lho Yah bisa akrab gitu sama laki-laki setelah kejadian dulu tuh".ucap mama Aulia
"Yahh jodoh siapa yang tau ma".ucap ayah Alfarez
Cosplay jadi angin aja deh,batin Kiran
"Dah lah,mending keluar cari angin lagi".gumam Azzam lalu pergi
"Mau kemana bang?".tanya Ayna
"Mau keluar lagi,cari angin.Disini udaranya panas".sahut Azzam mengibaskan tangannya
"Lah,baru juga balik bang".ucap Ayna
"Biarin,jangan cari abang ya.Dah bye".ucap Azzam meninggalkan ruang rawat Ayna
"Itu Azzam?".ucap Rayan cengo
"Iya,siapa lagi.Pasti ustadz baru tau kan sama tingkahnya bang Azzam".sahut Ayna
"Yaa kan baru kenal juga Ay".ucap Rayan
"Iya juga ya".ucap Ayna tertawa
Rayan terpaku pada Ayna.Baru sekarang ia melihat Ayna yang tertawa lepas.Biasanya ia hanya melihat muka datar Ayna jika dikelas.Meskipun Rayan tau kalau itu tidak berlaku jika Ayna sudah bersama teman-temannya.
Ayna tersadar.Seharusnya ia tidak akan seperti ini.Tapi,entah kenapa jika bersama Rayan ia tidak bisa sedatar dan secuek dirinya pada orang lain.
"Ekhem hehe maaf ustadz".ucap Ayna menyudahi tawanya
"Eh i-iya".ucap Rayan
"Rayan Ayna,mama sama ayah keluar sebentar ya".ucap mama Aulia
"Oh iya ma".sahut Rayan
"Terus aku..".ucap Ayna menunjuk dirinya sendiri
"Tuh,masih ada Kiran.Lagian pintunya juga gak ditutup kok".ucap mama Aulia yang memahami maksud dari ucapan anaknya itu
"Lah Kiran,malah tiduran".ucap Ayna
Ayna baru menyadari jika Kiran sudah tertidur di kursi sampingnya beberapa menit yang lalu.
"Ya udah,mama keluar dulu ya.Rayan,mama nitip Ayna sebentar ya".ucap mama Aulia yang diangguki oleh Rayan
Keheningan pun tiba-tiba hadir diantara Ayna dan Rayan.Mereka sama sekali tidak melanjutkan pembicaraan.
Rayan duduk di kursi yang ada disudut ruangan.Sesekali ia melirik ke arah Ayna yang terlihat gelisah.
"Kenapa Ay?".tanya Rayan
"Gak papa ustadz,cuma bosen aja gak ada kerjaan hehe".sahut Ayna
Rayan pun mendekat ke arah Ayna.Ia meletakkan ponselnya dikasur brankar Ayna.Sedangkan Ayna hanya diam karena tak mengerti apa yang sedang Rayan lakukan.
"Bosen kan?kamu bisa mainin ponsel saya".ucap Rayan
"Hah,emang gak papa?".tanya Ayna
"Gak papa Ay,lagian isinya gak ada yang privat juga".sahut Rayan
"Terus ustadz Rayan ngapain dong,kalo aku pinjem ponsel milik ustadz.Nanti bosen lagi,kayak Ayna".ucap Ayna
"Saya gak bakalan bosen kalo liat kamu terus Ay".gumam Rayan
"Kenapa ustadz?".tanya Ayna.Pasalnya ia tidak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Rayan.
"Gak papa,kamu pake aja ponselnya".ucap Rayan kembali duduk
"Okey deh".gumam Ayna
Ayna memainkan ponsel milik Rayan.Ia melihat beberapa aplikasi kitab-kitab pelajaran.
Ayna meminta izin untuk membuka aplikasi galeri pada Rayan.Rayan hanya mengangguk sebagai jawaban.Disana terlihat beberapa foto Rayan bersama teman-temannya semasa di pondok dulu.Tidak ada yang aneh,hanya ada beberapa screenshot quotes dari instafgram dan juga video-video islami atau ceramah.
Hingga Ayna melihat sebuah album yang berjudul'Ummi wa Abi'.Seketika ia merasa kalau pernah melihat orang yang ada di foto tersebut sebelumnya,entah kapan.
"Ustadz".panggil Ayna
"Iya,kenapa Ay?".tanya Rayan heran
"Ini foto orang tua ustadz ya?".ucap Ayna memperlihatkan foto tersebut
"Iya Ay".sahut Rayan
"Kok Ayna ngerasa kalo pernah lihat salah satu dari mereka ya".ucap Ayna
"Mungkin pernah ketemu di jalan atau apa gitu".ucap Rayan
"Iya kali".ucap Ayna
Ayna kembali melihat foto tersebut.Hingga terdengar suara seseorang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum".ucapnya
"Waalaikumussalam".sahut Rayan dan Ayna melihat ke arah pintu masuk
"Eh ummi,abi".ucap Rayan berdiri dari duduknya
Iyaaa mukanya kayak gak asing gitu,pernah lihat dimana ya.batin Ayna
"Ayna ya?gimana kabarnya sekarang nak?".tanya ummi Latifah
"Alhamdulillah udah sehat kok tante".sahut Ayna
"Panggil ummi aja".ucap ummi Latifah."Alhamdulillah kalo gitu".lanjutnya
Rayan tersenyum mendengar ucapan umminya.
"Iya u-ummi hehe".ucap Ayna
"Ini suami saya,namanya abi Fahmi".ucap ummi Latifah memperkenalkan
"Panggil abi aja".ucap abi Fahmi."oh iya Ray,abi tadi nelpon kamu tapi kok gak aktif".ucapnya pada Rayan yang ada disampingnya
"Datanya Rayan matiin,abi".sahut Rayan
"Hehe,ponselnya ustadz Rayan juga ada di aku".ucap Ayna."nih ustadz,makasih ya".ucapnya mengembalikan ponsel milik Rayan
"Lah,udahan mainnya?".tanya Rayan
"Kan Ayna cuman lihat-lihat galeri ustadz.Lagian udah ada ummi sama abi,jadi Ayna gak bosen hehe".sahut Ayna
"Orang tua kamu mana?".tanya ummi Latifah
"Lagi keluar mi".sahut Ayna
Kiran sudah bangun sejak kedatangan Latifah dan Fahmi diruangan itu.Sekarang dia hanya bisa memperhatikan interaksi antara Ayna dan juga Latifah.
Tak lama kemudian,kedua orang tua Ayna datang.Aulia membawa sekantong cemilan untuk Ayna.Karena atas permintaan Ayna,sebelum kedatangan Rayan.
"Nih Ay,cemilan kamu.Jangan dihabisin semua".ucap mama Aulia
"Oke ma,makasih".ucap Ayna
Sedangkan Alfarez melangkah ke kursi pojok ruangan,yang disana sudah ada Rayan dan ayahnya.
"Makasih ya Ray,udah jagain Ayna".ucap ayah Alfarez
"Iya Yah".
Mereka semua tengah berkumpul di ruang rawat Ayna,kecuali Azzam tentunya.Aulia juga mengatakan kalau Riana dan Zikri tidak jadi untuk datang.Karena Zikri yang tiba-tiba tidak enak badan.Jadi,Riana harus merawat suaminya itu.
"Ayna kapan pulangnya ma?kasihan Kiran juga udah ketinggalan pelajaran".ucap Ayna
"Emangnya kepala kamu udah gak sakit lagi?".tanya mama Aulia
"Kadang masih sedikit nyeri".sahut Ayna
"Ya udah kalo kamu mau pulang,nanti diperiksa sama dokternya dulu,kamu udah bisa pulang atau belum".ucap mama Aulia
"Oke ma".seru Ayna
"Mama mau ngobrol sama umminya Rayan dulu.Terus ngasih tau ayah kalo kamu mau pulang".Ayna mengangguk sebagai jawaban.
"Maaf ya Kiran,gara-gara aku,kamu jadi ketinggalan banyak pelajaran".ucap Ayna
"Enggak papa kok ka,lagian bukan salah kakak juga.Kalo soal pelajaran aku masih bisa tanya teman-teman,kalo gak nanti aku belajar sama kak Farah aja".sahut Kiran
Aulia memberitahu Alfarez tentang permintaan Ayna yang ingin pulang.Dengan segera ia memanggil dokter untuk memastikan apakah anaknya sudah bisa pulang kerumah atau belum.
"Gimana dok?".tanya ayah Alfarez
"Luka di bagian kepalanya sudah membaik.Pasien bisa pulang kerumahnya.Tapi saya ingatkan sekali lagi,jangan terlalu memaksa pasien untuk mengingat.Karena akan berakibat pada saraf dikepalanya".jelas sang dokter
"Iya dokter,terima kasih".sahut ayah Alfarez
"Ya sudah,saya permisi".pamit sang dokter
Ayna dibawa pulang saat itu juga,itu pun karena Ayna kekeh untuk segera pulang.
Azzam baru saja datang ketika sang dokter memeriksa adiknya.Ia senang jika Ayna sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.Tetapi,ia juga sedih karena tidak akan bertemu Ayna lagi dalam beberapa waktu.Ia harus tetap ngajar di pesantren.
Rayan dan kedua orang tuanya juga pamit ketika Ayna akan pulang.Sebelum kerumahnya,Ayna mampir ke asrama sebentar.Bukan hanya karena mengantarkan Kiran,tetapi ia juga ingin bertemu teman-temannya,walaupun ia tidak mengingat mereka.
Sesampainya di asrama,para santri putri sangat antusias pada Ayna dan Kiran.Mereka menanyakan keadaan Ayna,meskipun tau kalau Ayna tidak mengingat mereka sama sekali.Ayna masuk kekamarnya untuk mengambil beberapa barang yang harus ia bawa,itu pun atas suruhan Kiran.Ayna saja tidak tahu barang apa saja yang ada dilemari kamarnya itu.Lalu,ia pun pamit pada teman-teman sekamarnya,tentu saja Ayna hanya mengenali Alisa.
Ayna pulang bersama kedua orang tuanya.Sebelumnya mereka sudah meminta izin kepada pihak pondok,dan tentu saja disetujui.Karena mereka semua sudah tahu kejadian yang menimpa Ayna.