AynaRayan

AynaRayan
Sidang?



Saat lewat didepan kamar Rayan,Latifah menatap aneh anaknya yang terlihat senyum-senyum sendiri.


"Ray".ucap ummi Latifah duduk disamping anaknya


"Eh Iya mi,kenapa?abi mana?".tanya Rayan yang sedikit terkejut.


"Abi kamu lagi ada acara.Kamu kenapa?mikirin Ayna ya?".tanya ummi Latifah


"Hehe feeling seorang ibu emang gak pernah salah.Iya mi,kenapa ya Rayan selalu kepikiran sama Ayna mi?iya sih Rayan suka sama Ayna,tapi apa ini gak berlebihan ya mi?sampe kepikiran terus gini".ucap Rayan


Rayan tidak canggung lagi untuk bercerita tentang Ayna kepada umminya.Menurutnya,dengan begitu ia akan sedikit lebih tenang,dan tak jarang umminya itu memberikan nasihat untuknya.


"Kalo ummi sih maklum kalo kamu kayak gini.Tapi,jangan kelamaan nak,gak baik".ucap Latifah."Gini,kamu kan cerita sama ummi kalo kamu sering berpapasan sama dia,entah itu disengaja atau tidak.Ummi cuman nyaranin,gimana kalo sekarang kamu menjauh dulu dari dia,bukan menjauh untuk pergi,tapi menjauh untuk menjaga.Lagian kamu kan juga masih bisa liat dia.Anggap aja ini batasan cinta".lanjutnya dengan terkekeh diakhir kalimatnya.


"Emm gitu ya mi.insyaa Allah mi,Ray bakal lakuin nasihat dari ummi".sahut Rayan


"Ya udah,kalo gitu kita turun yuk!makan".ucap ummi Latifah


"Iya mi".sahut Rayan


โ™กโ™กโ™ก


"Jika berwudhu dikeran atau dengan gayung,aturan membasuh tangannya dimulai dari siku,dan apabila berwudhu disungai,maka dimulai dari telapak tangan".


"Adapun sunnah-sunnah wudhu.Yaitu,menghadap kiblat,tidak berbicara,dan membaca doa-doa ketika membasuh muka dan lainnya".


"Dan perlu diingatkan,yang dibasuh hanya wajah,tangan dan kaki,yang lainnya hanya diusap.Seperti mengusap sebagian kepala,bukan dibasuh atau diguyurkan.Jika,dibasuh atau diguyurkan maka hukumnya menjadi makruh karena berlebih-lebihan dalam menggunakan air".terang ustadz Azzam


"Baik,semoga apa yang kita pelajari hari ini bisa difahami dan mendapatkan barokah,aamiin"."assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".pamitnya


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut santri lokal A


Azzam meninggalkan kelas,tetapi tiba-tiba dia berhenti tepat didepan pintu.


"Ayna,temui saya diruang asatidz pada jam istirahat nanti".ucap ustadz Azzam yang membuat ruang kelas tiba-tiba ricuh


"Iya ustadz".sahut Ayna


Azzam melenggang pergi.


Wah kenapa ya kak Ayna disuruh ustadz Azzam ke ruang asatidz?


Eh ustadz Azzam kenal sama kak Ayna?


Iya ya,perasaan kita gak ada sesi perkenalan santri tadi


Apa jangan-jangan


Suuut diam,ustadz Zayan datang


Eh iya


Ayna hanya menganggap mereka angin lalu.toh ustadz Azzam kan abangku.pikirnya


Zayan memasuki kelas,dan memulai pembelajaran.


"Baiklah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".pamit ustadz Zayan


Lonceng berbunyi beberapa detik yang lalu.Akhirnya para santri dapat meregangkan otot-otot dan pikiran mereka.


๐Ÿ•˜๐Ÿ•˜๐Ÿ•˜


Sesuai perintah Azzam,sekarang Ayna menuju ruang asatidz yang tentunya ditemani oleh Kiran.


"Kira-kira ngapain ya kak?".tanya Kiran


"Entah,aku jugak gak tau".sahut Ayna


Didepan ruang asatidz terlihat Rayan,Zayan dan juga Azzam yang sedang duduk dikursi.Sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran Ayna dan Kiran sekarang.


"Ekhem, assalamualaikum ustadz".ucap Ayna


"Eh Ayna,waalaikumussalam".ucap mereka yang agak sedikit terkejut dengan kehadiran Ayna dan Kiran


"Kenapa?".tanya Zayan


"Gak tau,tadi ustadz Azzam nyuruh aku kesini".jawab Ayna."ada apa ustadz".lanjutnya bertanya pada Azzam.Sebenarnya Ayna sedikit canggung dengan panggilan tersebut,karena ia terbiasa memanggil Azzam dengan sebutan abang.Tapi,demi penyamaran Ayna harus bisa.ucapnya


"Nih ada titipan dari ibu kamu".ucap Azzam menyodorkan beberapa uang berwarna merah pada Ayna."abang tau kalo uang jajan kamu udah habis".lanjutnya sedikit berbisik


Eh liat-liat,itu si Ayna kan?kok bisa deket gitu sama ustadz Azzam


Iya ya,wah gak bisa dibiarin nih


Ngasih uang lagi,tuh liat


Wah iya,jangan-jangan mereka...


Mereka apa?


Laporin aja sama pengurus


"Ishh abang sih deket-deket,diliat orang kan".kesal Ayna


"emang gak boleh ya sama adek sendiri juga".ucap Azzam


"kan mereka gak tau abaaang,gimana sih".kesal.Ayna


"Iya iya maaf,sana gih.Ntar kamu diserbu para fans abang lagi".ucap Azzam pelan


"Kalo gitu kita pamit dulu ya ustadz-ustadz ku hehe".pamit Ayna"assalamualaikum".ucapnya


"Waalaikumussalam".sahut mereka geleng-geleng kepala atas ucapan Ayna.Bisa-bisanya sifat aslinya itu keluar,padahal kan biasanya juga dingin haha,Ayna Ayna.ucap Azzam dalam hati


Rayan pov


Sekarang waktunya istirahat.Aku,Zayan dan juga Azzam duduk dikursi depan ruang asatidz.Saat asik menscroling instagram,tiba-tiba ada yang mengucapkan.Aku pun melihat siapa yang datang.Tiba-tiba jantungku berdetak dengan cepat.Ternyata,itu adalah Ayna dan Kiran temannya.Aku mendengar Zayan bertanya pada Ayna kenapa ia berada disini.


"Kenapa?".tanya Zayan


"Gak tau,tadi ustadz Azzam nyuruh aku kesini".jawab Ayna."ada apa ustadz".lanjutnya bertanya pada Azzam.


Ohh ternyata dia kesini atas suruhan Azzam.Tapi,kenapa?


Aku melihat Azzam berdiri lalu mengahampiri Ayna.Sangat dekat.Entah apa yang mereka katakan,tiba-tiba Azzam memberikan beberapa lembar uang pada Ayna.Seketika,terdengar bisikan santri yang tidak jauh dari tempat kami berada.


Eh liat-liat,itu si Ayna kan?kok bisa deket gitu sama ustadz Azzam


Iya ya,wah gak bisa dibiarin nih


Ngasih uang lagi,tuh liat


Wah iya,jangan-jangan mereka...


Mereka apa?


Laporin aja sama pengurus


Kenapa mereka bisa sedekat itu?padahal Azzam baru kemaren ngajar disini.Aku yang bingung pun bertanya pada Zayan yang berada disebelahku.


"Zay".


"Kenapa?".tanyanya


"Azzam kok bisa kenal gitu sama Ayna,ngasih uang lagi.Kan dia baru kemaren ngajar disini".


"Wah jangan-jangan kamu cemburu ya".godanya


"Gak,cuman aneh aja gitu".


Ohh,jadi Azzam satu desa sama Ayna


"Gitu".


"Kalo masih penasaran,tanya aja sama Azzam langsung".ucapnya


"Bener juga.Nanti aku tanyaiin".


Tidak berselang lama,Ayna dan Kiran pamit pada kami.


Rayan pov off


"Zam".panggil Rayan pada Azzam yang baru saja duduk.


"Kenapa?".sahut Azzam heran


"Kamu satu kampung sama Ayna?".tanya Rayan sedikit gugup


Lagi-lagi Azzam mengernyit heran,kemudian ia menatap Zayan seolah-olah meminta jawaban.Pasti Zayan yang bilang.pikirnya.Zayan pun hanya mengedikkan bahunya lalu masuk kedalam ruang asatidz.


"Iya,satu kampung.Kenapa Ray?".ucap Azzam


"Tadi,kamu ngasih uang sama Ayna?".tanya Rayan


"Ohh soal itu,iya.Ibunya transfer uang buat Ayna.Kenapa bisa?karena kita tetanggan,jadi gitu deh".jelas Azzam yang berusaha menahan agar tidak tertawa.Tentu saja ia berbohong.


"Ohh tetangga juga,kalo sama Zayan sejak kapan kalian kenal?".tanya Rayan


"Sejak pertama kali mondok dikalimantan,dulu Zayan satu tingkat diatasku,dan juga teman satu kamar".jelas Azzam


"Ohh iya iya".sahut Rayan manggut.


"Waktu istirahat selesai nih,mau bunyiin lonceng dulu".ucap Azzam


"Iya".jawab Rayan


Teng teng teng


โ™กโ™กโ™ก


Malam ini,seluruh santri putri berkumpul diaula asrama.Ketua pengurus menjelaskan tentang kegiatan serta peraturan-peraturan tambahan.


"Yang namanya dipanggil,harap kedepan".titah Farah sang ketua


Pasti kejadian tadi.pikir Ayna


Ocehan demi ocehan pun terdengar.


Pasti gara-gara deket sama ustadz Azzam


Bener tuh


Huuu rasain,makanya sadar diri


(Author be like:dasar netizen)


Hukum aja kak


"Sudah sudah,bisa diam".gertak Ami sang keamanan


Suasana pun kembali tenang.Ayna duduk didepan Farah.Ia tidak takut sama sekali,toh ia tak bersalah.


"Ayna,kamu tau kenapa kamu dipanggil untuk kedepan?".tanya Farah


"Enggak kak".jawab Ayna dengan sedikit menunduk.Bukannya ia takut dengan Farah,hanya saja ia sangat kesal dengan mereka mengatakan yang tidak-tidak padanya.


"Apa benar,saat jam istirahat kamu bertemu dengan ustadz Azzam?".tanya Farah tenang


"Bener kak".sahut Ayna


"Bener kamu deket-deket sama ustadz Azzam".tanya Farah lagi


Ayna terdiam sejenak


"Jawab Ayna".bentak Farah yang membuat Ayna dan seluruh santri terkejut


"Iya kak benar".jawab Ayna


"Apakah pantas untuk dilihat santri lain?coba jelaskan Ayna".ucap Farah


"Jadi,saat jam pelajaran kedua ustadz Azzam nyuruh aku untuk ke ruang asatidz menemui beliau,teman sekelas juga pada tau.Akhirnya pada jam istirahat aku dan Kiran menemui beliau didepan ruang asatidz.Aku tanya kenapa,ternyata ustadz Azzam ngasih uang buat aku,katanya itu titipan dari ibu".jelas Ayna dengan.Kemudian ia berbisik ditelinga Farah yang membuat Farah tidak percaya.


"Ustadz Azzam itu abang kandung aku kak.Kakak gak tau ya kalau nama belakang ustadz Azzam itu Narayan juga.Narayan itu nama belakang keluarga kita kak".ucap Ayna berbisik pada Farah"tapi,cukup kakak yang tau soal ini".lanjutnya


"Emangnya kenapa?".tanya Farah


"Seru aja gitu kak,lebih menantang hehe".ucap Ayna


"Baiklah masalah ini selesai pada malam hari ini.Maaf Ayna,kami telah berburuk sangka".ucap Farah dan berbisik pada Ayna diakhir kalimatnya.


"Iya kak,gak papa kok".jawab Ayna


Huuu kok gak dihukum sih kak


Iya kok cuman ditanya-tanya aja


Gak seru huuuu


Begitulah celotehan para netizen


"Sudah sudah,kan kalian sudah dengar sendiri penjelasan dari Ayna".lerai Farah."baiklah cukup sekian yang dapat kami sampaikan,silahkan istirahat,belajar malamnya diliburkan.Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".lanjutnya


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut para santri.Mereka pun berbondong keluar dari aula asrama dan hanya menyisakan beberapa orang didalamnya,termasuk Ayna and the geng.


"Katanya kemaren gak tau sama ustadz Azzam".ucap Sila


"Kan kalian gak bilang kalo namanya ustadz Azzam.Lagian kan aku gak liat kemaren".sahut Ayna


"Iya juga ya,hehe".ucap Sila cengengesan


"Dasar Sila".celetuk Kayana


"Kenapa mamanya kakak bisa nitip uang gitu sama ustadz Azzam?".tanya Sila


Seketika Ayna menjadi gugup karena pertanyaan Sila.Aduh harus jawab apa nih.tanyanya dalam hati.


"Emmm itu ki kita tetanggaan,iya tetanggaan".jawab Ayna gugup


"Ohh tetanggaan.pantesan".ucap Sila manggut


"Kalo gitu,kalian deket banget dong?".tanya Kayana


"Gak terlalu".jawab Ayna


"Udah sesi tanya jawabnya,makan yuk!laper nih".ucap Kiran yang sedari tadi hanya jadi pendengar setia mereka.


"Masyaa Allah,yuk yuk kita makan.Gimana kalo kita makan didapur?".seru Ayna


"Yok lah.Tapi,kalo penuh gimana?".ucap Sila


"Gimana kalo kita lesehan didepan kamar aja".usul Kayana


"Nah,bagus tuh,sambil liat bintang-bintang dilangit hehe.yuk lah".sahut Kiran


"Berangkat".seru mereka


Mereka pun mengadakan makan bersama didepan kamar,dibawah langit yang bertaburkan bintang-bintang yang bersinar terang,disertai pancaran cahaya rembulan malam.aseeek hahaha.