
Back to sebelum Ayna diculik
"Mana sih si Kiran".gumam Ayna sesekali melihat jam tangannya
Entah kenapa perasaannya menjadi tidak nyaman.
Tanpa Ayna sadari,seseorang tengah berjalan mengarah padanya dari belakang.Kemudian,seseorang tersebut membekap Ayna,sehingga Ayna terkejut dan berusaha melepaskan dirinya.Ayna dipaksa berjalan mengikuti arahan orang tersebut.Kebetulan,suasana area parkir sangat sepi.Entah kemana tuh,kang parkirnya.Sehingga,memudahkan sang pelaku untuk melancarkan aksinya.Kemudian,Ayna dipaksa masuk kedalam sebuah mobil.Ayna hanya bisa menangis dalam diam.Ia tidak mampu lagi berteriak.Ia tidak tau kemana mobil tersebut membawanya.Karena,kepalanya tertutup sempurna oleh sebuah kain hitam.Masih bisa nafas gak ya?.
°°°
Kiran tidak bisa mendekati rumah tersebut.Meskipun ia jago beladiri,ia juga tidak mampu jika harus menghadapi banyaknya penjaga yang berdiri didepan rumah tersebut.Mungkin tidak hanya berjaga didepan,pasti mereka juga akan ada disegala penjuru rumah.Kebetulan atau tidak,Kiran melihat sebuah ponsel disalah satu saku motornya.Dengan segera ia mengambilnya.Lalu,mengecek ponsel tersebut.Kayaknya ini ponsel milik ustadz Azzam.Ceroboh sekali dirimu ustadz.Tapi gak papa,kali ini kecerobohan ustadz akan menyelamatkan kak Ayna.batinnya
Ponsel Azzam tidak menggunakan kata sandi sama sekali.Jadi,Kiran akan lebih mudah untuk mengakses ponsel tersebut.Ia membuka aplikasi WhatsApp.Tujuannya saat ini adalah ustadz Rasyid.Ia segera mencari nomernya.Kemudian,menghubungi nomer tersebut.
Panggilan tersambung
Assalamualaikum ustadz
Waalaikumussalam,loh ini siapa?kenapa ponsel Azzam bisa ada di kamu?
Maaf ustadz,saya Kiran.Tolong ustadz,kak Ayna diculik
Astaghfirullah
Lalu,terdengar suara Rasyid yang sedang berbicara pada seseorang.
Kiran,kamu sekarang dimana?
Gak tau ustadz,saya cuman ngikutin mobil yang bawa kak Ayna
Kalo gitu kamu shareloc aja sekarang,bisa kan?.Saya dan yang lainnya akan segera kesana
Iya ustadz
Panggilan berakhir
Tunggu sebentar lagi kak.gumam Kiran khawatir
Ditempat Azzam dan Rasyid
Mereka hanya sekedar kumpul-kumpul biasa bersama Zayan dan juga Rayan.Setelah mendapat kabar bahwa Ayna diculik,Azzam sangat khawatir dan takut jika akan terjadi sesuatu pada adiknya itu.Zayan pun telah menghubungi pihak berwajib untuk membantu mereka menemukan Ayna.Setelah mendapat pesan dari Kiran.Mereka segera bergegas menuju lokasi.
Lindungi adik hamba ya Allah.batin Azzam
"Lepaskan aku hiks lepaskan".teriak Ayna disela tangisannya
"Haha tidak semudah itu.Aku dengan susah payah untuk bisa membawamu kesini".sahut seseorang
"Apa yang kau inginkan sebenarnya Farel".teriak Ayna
Ya,Farel lah yang telah menculik Ayna.Setelah kejadian dimana ia ditendang oleh Kiran.Ia segera memanggil orang suruhannya untuk melancarkan rencana penculikkan tersebut.
"Tidak usah teriak nanti suaramu habis".ucap Farel dengan suara rendah."Apa yang aku inginkan?hemm,kalo aku inginnya kamu,gimana?".tanyanya
"Tidak,aku tidak mau".teriak Ayna
Farel yang kesal oleh teriakan Ayna itu pun memukul kepala Ayna dengan sebuah balok kayu.Ayna tidak lagi berteriak dan memberontak.Tenang,ia masih bernafas.Tidak mungkin kan kalo pemeran utama dalam cerita bakal meninggoy begitu saja.
"Sudah ku katakan,tidak usah berteriak".ucap Farel pada Ayna yang sudah tidak sadarkan diri."Awasi dia,jangan sampai dia kabur".ucapnya pada penjaga
°°°
"Benar,ini lokasinya".ucap Azzam
Mereka baru saja sampai dititik lokasi yang dikirimkan oleh Kiran.
"Ustadz".panggil Kiran dari kejauhan
"Dimana Ayna?".tanya Azzam khawatir
"Itu,dirumah itu.Aku lihat kak Ayna dibawa masuk kerumah itu".sahut Kiran
"Bagaimana kita akan masuk kesana,penjaganya banyak sekali".ucap Rasyid
"Tenang,kami akan melemparkan gas yang akan membuat mereka tidak sadarkan diri".sahut komandan polisi
"Kalian semua,lemparkan gas didekat para penjaga itu".perintahnya
"Siap komandan".sahut mereka
Lalu,mereka melemparkan gas dalam bentuk bola tersebut kearah para penjaga.Seketika,para penjaga terlihat jatuh pingsan karena telah menghirup gas yang dilemparkan tersebut.Dengan segera,Kiran,Azzam,Rasyid,Zayan,Rayan dan juga beberapa polisi masuk kedalam rumah tersebut.Didalam sana,mereka harus bertarung melawan beberapa penjaga yang masih tersisa.
Buk
Buk
Bak
Trang
Sling
Buk
Suara perkelahian menggema kesegala penjuru rumah tersebut.
"Kiran Azzam,sebaiknya kalian cepat mencari keberadaan Ayna".teriak Rayan disela perkelahian mereka
"Iya,biar para penjaga ini kami yang akan menanganinya".teriak Rasyid
"Baiklah.Ayo Kiran".ucap Azzam
"Dimana Ayna?Ayna Ay dimana kamu Ay".teriak Azzam
"Ayna udah ketemu?".tanya Zayan yang baru saja datang
"Ayna tidak ada disini".sahut Azzam yang hampir menangis
"Sepertinya Ayna sudah dibawa ketempat lain oleh si pelaku".ucap Rayan
Astaghfirullahal"adzim.batin mereka
"Bagaimana ini ustadz,kak Ayna".ucap Kiran ketakutan."ini karena aku,aku yang nyuruh kak Ayna sendirian di area parkir.Seharusnya aku tidak menyuruhnya,seharusnya aku-
"Tenang Kiran,kita semua juga khawatir pada Ayna,dan ini bukan salah kamu.Ayna pasti ketemu".ucap Rayan mencoba menenangkan Kiran
Semuanya nampak berpikir.Apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"Jam itu,iya aku meletakkan GPS di jam tangan milik Ayna".seru Azzam."Kiran,mana ponsel saya?".tanyanya pada Kiran
Kiran mencari dimana ia menyimpan ponsel milik Azzam.
"Ini ustadz".ucap Kiran memberikan ponsel tersebut
Azzam segera mengotak-atik ponsel miliknya.Lalu,mencari keberadaan Ayna.Tak perlu waktu lama,Azzam menemukan titik lokasi keberadaan Ayna sekarang.
"Bukannya ini hutan belakang taman kota ya?".ucap Azzam
"Benar,sebaiknya kita segera kesana".ucap Komandan
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju titik lokasi tersebut.Tentu saja tanpa membunyikan suara sirine.Itu bertujuan agar pelaku tidak menyadari kedatangan polisi.
Sesampainya disana,mereka segera memencar.Karena,titik lokasi hanya sampai pada jalan masuk menuju hutan.Jam tangan Ayna terjatuh disana.Sampai pada seorang anggota polisi mengatakan kepada komandan serta Azzam dan kawan-kawan,bahwa ia melihat sebuah rumah tua kecil yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.Mereka segera ke tempat tersebut.Kali ini mereka beruntung,karena tidak ada satu pun yang berjaga dirumah tersebut.Tanpa aba-aba,Azzam mendobrak pintu rumah tersebut.Mereka masuk.
"AYNA/KAK AYNA".teriak mereka(-polisi)
Mereka berteriak karena mendapati Ayna yang tergeletak dilantai.Sedangkan disisi lain,terlihat seorang laki-laki yang memegang sebuah balok kayu ditangannya.Yang sangat membuat Azzam terkejut adalah ketika ia melihat bercak darah pada balok kayu tersebut.
°°°
Sebelum Azzam dan yang lainnya datang
Setelah Azzam dan beberapa anggota polisi yang berhasil masuk kedalam rumah mewah.Sang pelaku yang tak lain adalah Farel,dengan segera ia membawa Ayna pergi melalu pintu belakang rumahnya.Karena ia tau,kalau sebentar lagi mereka akan menemukan keberadaan Ayna.Farel membawa Ayna ke sebuah rumah tua yang ada di hutan belakang taman kota.Sesampainya disana,ia menghempaskan Ayna pada sebuah sofa.
"Lepaskan,lepaskan aku".teriak Ayna
"Sudah ku katakan,aku tidak akan melepaskanmu".ucap Farel penuh penekanan
"Aku mohon,lepaskan ku hiks hiks.Bang Azzam tolongin Ayna".lirih Ayna menangis
"Wah wah,siapa Azzam?apakah dia saudara dari perempuan yang menyelamatkanmu di pasar tadi?dia adalah calonmu?".tanya Farel
"Iya,dia adalah calonku.Kenapa ha?".teriak Ayna
Farel pun geram.Ia tidak suka mendengar kata-kata itu dari Ayna.Ayna hanya miliknya dan tidak akan menjadi milik orang lain.Karena Ayna tak henti-hentinya menyebut nama Azzam,yang Farel ketahui adalah calon dari Ayna.Tanpa berpikir terlebih dahulu,ia kembali memukul kepala Ayna.Tetapi,kali ini ia memukulnya dengan sangat kuat.Sehingga,ada bercak darah Ayna yang menempel pada balok kayu tersebut.Bersamaan dengan itu,pintu didobrak dengan sangat kuat oleh seseorang.
"AYNA/KAK AYNA".teriak seseorang bersamaan
°°°
Azzam segera menghampiri Ayna.Ia menggerak-gerakkan tubuh adiknya,berharap Ayna akan sadar.Namun nihil,Ayna tidak bergerak sama sekali.
"Tangkap laki-laki itu".seru sang komandan
Farel pun ditangkap oleh anggota kepolisian
"HAHAHA DIA MATI,DIA SUDAH MATI,TIDAK AKAN ADA YANG BISA MEMILIKINYA SEKARANG HAHA".teriak Farel
"Cepat bawa dia ke kantor polisi".perintah sang komandan
Farel segera dibawa ke kantor polisi menggunakan mobil tahanan.Sesekali ia masih berteriak.
"Ay bangun Ay".lirih Azzam yang masih setia memeluk Ayna
"Cepat bawa kerumah sakit pak".ucap Rayan pada sang komandan
"Cepat angkat kak Aynanya,ustadz".ucap Kiran pada Azzam
Azzam tersadar dari kesedihannya.Ia segera menggendong Ayna menuju mobil.Mobil melaju dengan cepat.Sirine dibunyikan,sehingga mereka dapat berkendara tanpa hambatan.Sesampainya dirumah sakit,Ayna segera dibawa keruang pemeriksaan.Sebelumnya pihak pondok sudah mengetahui tentang Ayna yang diculik.Zayan pun sudah memberi tahu gus Fakhri tentang keberadaan mereka sekarang.Setelah mengetahuinya,Fakhri segera pergi menuju rumah sakit yang dimaksud.Bagitupun dengan kedua orang tua Kiran.Tak lama kemudian,mereka telah sampai di rumah sakit dan sekarang mereka semua tengah menunggu Ayna yang masih berada diruang pemeriksaan.
Beberapa menit kemudian,seorang dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan adik saya,dok?".tanya Azzam khawatir
"Adik anda baik-baik saja.Hanya saja akibat dari benturan keras pada kepalanya,sekarang ia mengalami amnesia.Tapi hanya bersifat sementara".jelas dokter
"Amnesia sementara?".tanya Fakhri
Sang dokter sangat mengenali Fakhri.Pondok pesantren yang diasuh olehnya memang sangat terkenal diwilayah tersebut.Siapa saja akan mengenali Fakhri maupun keluarganya.
"Jadi pasien adalah santri anda?.emm iya gus,amnesia sementara.Mungkin saat ini ia tidak akan mengingat apapun.Tetapi,itu hanya sementara,ingatannya akan kembali jika keluarga atau teman-temannya perlahan-lahan mencoba untuk mengingatkannya tentang peristiwa-peristiwa yang pernah ia alami".jelas doktee
"Apakah perlu waktu lama untuk memulihkan ingatannya?".tanya Azzam
"Tergantung,tapi saya harap kalian tidak memaksa pasien untuk mengingat semuanya".ucap dokter."Pasien akan dipindahkan keruang rawat inap.Kalo begitu,saya permisi".lanjutnya
"Makasih dok".ucap Fakhri
Ayna pun dipindahkan keruang rawat.Ia harus tetap dirawat dirumah sakit untuk mengontrol pemulihannya.