AynaRayan

AynaRayan
Zikri dan Riana



"Selamat ya abang sepupu ipar eh abang ipar sepupu eh gimana sih kata-katanya,yaa intinya itu lah hehe.Selamat ya gus,jagain kak Rianya ya,soalnya dia agak bandel hahaha".cerocos Ayna pada suami sepupunya itu


Hari ini merupakan acara walimah pernikahan Riana dan Zikri.Bagaimana?kenapa?kapan mereka bertemu?.


Pertemuan mereka tidak disengaja,dan bisa dikatakan pula kisah pertemanan mereka sangat singkat,hingga akhirnya Zikri datang untuk melamar Riana.


Pada waktu itu


Zikri sedang dalam masa liburan kelulusan pondok.Ia berkesempatan untuk keliling kota Bogor dan sekitarnya.Ya,ia memilih untuk mondok diluar pulau meskipun memiliki sebuah pondok pesantren.Saat berkeliling bersama beberapa santri lainnya juga,ia melihat sebuah toko buku atau bisa disebut gramedia.Akhirnya ia memisahkan diri dari rombongan.Zikri memang sangat menyukai buku,bahkan dikamarnya terdapat perpustakaan mini,beberapa rak yang berisikan kitab-kitab pelajaran dan yang lainnya berisikan beberapa novel dan buku bacaan lainnya.Saat memasuki toko,ia tidak menyangka bahwa akan seramai ini pengunjungnya.Zikri melihat-lihat beberapa genre buku,hingga ia tak sengaja menemukan buku novel yang bertuliskan'Sujud Terakhirku'.Zikri mencoba untuk mengambil novel tersebut,namun ketika berhasil menggapainya,ia mendengar suara pelan seseorang dari arah belakangnya."Yahh udah diambil,mana tinggal satu lagi".gumam seseorang tersebut.Zikri yang mendengarnya pun membalikkan badannya,nampak seorang perempuan dengan membawa beberapa novel ditangannya dan tak lupa dengan raut wajah sedihnya.Entah apa yang merasuki Zikri sehingga ia membuka pembicaraan.


"Kamu mau novel ini?".tanya Zikri


"Iyaa soalnya udah dari lama aku ngincer novel itu,baru sekarang buat bisa beli.Tapi,udah keduluan lagi".ucapnya lesu


"Emmm kalo gitu buat kamu aja,nih".ucap Zikri menyodorkan novel tersebut


"Beneran?tapi enggak deh,soalnya kan kamu duluan yang ambil".sahutnya


"Udah ambil aja,lagian masih ada yang lain.Kan kata kamu juga tadi kalo udah ngincer dari lama kan?".ucap Zikri


"Ya udah deh,makasih ya".ucapnya lalu menerima novel tersebut


"Kamu suka baca novel?".tanya Zikri


"Suka,banget malah".serunya


"Kenalin aku Zikri".ucap Zikri sambil menangkupkan kedua tangannya


"Ohiya,aku Riana".sahut Ria


"Boleh aku panggil Ria aja".tawar Zikri


"Emm boleh hehe".sahut Ria


"Ya udah,kalo gitu aku mau lihat-lihat buku lagi.assalamualaikum".pamit Zikri


"Iya waalaikumussalam".sahut Ria


Zikri pun meninggalkan perempuan dengan beberapa novel ditangannya itu.Entah mengapa,ia sangat berharap agar bisa bertemu dengan Ria kembali.Ia kembali berkeliling untuk melihat beberapa buku yang akan ia beli nantinya.Saat dirasa pilihannya sudah tepat,ia segera pergi kemeja kasir untuk membayar beberapa buku yang ia bawa.Sesampainya dikasir,ia melihat perdebatan antara penjaga kasir dan seorang perempuan,ia tidak melihat wajahnya karena posisi perempuan tersebut yang membelakanginya.


"Ada apa mas?".tanya Zikri


"Ini mbaknya kurang 20 ribu buat bayar novelnya".sahutnya


"Udah saya bilang mas,saya mau balik dulu ngambil uangnya.Rumah saya deket dari sini kok,gak lama".ucap perempuan tersebut yang kemudian membalikkan badannya menghadap Zikri


"Zikri"


"Ria"


Ucap mereka bersamaan


"Kirain siapa,ya udah kalo gitu,nih mas buku yang saya beli,sekalian bayar yang punya dia".ucap Zikri pada sang kasir


"Aduh Zikri gak usah,ngerepotin kamu aja.Lagian aku bisa balik kok ngambil uangnya dirumah".tolak Ria


"Udahh gak papa,lagian mas kasirnya gak bakalan percaya kalo rumah kamu deket sini,pasti dianya ngira kalo kamu bakalan kabur".ucap Zikri pelan


"Ya udah deh".pasrah Ria


"Ini mas bukunya,totalnya semua 280 ribu".ucap kasir menyerahkan nota pembelian


"Makasih ya mas".ucap Zikri lalu pergi,tak lupa pula Ria yang mengekorinya


"Sekali lagi makasih ya".ucap Ria


"Iya sama-sama".sahut Zikri


Mereka melanjutkan obrolan,dari Zikri yang bertanya rumahnya Ria dimana,hingga ia harus pamit kembali kepondoknya untuk mempersiapkan keberangkatannya kembali ke kalimantan.Ria terkejut karena mengetahui bahwa orang yang baru saja ia kenal merupakan orang yang berasal dari luar pulau tempatnya tinggal sekarang.Ia pun sangat berharap bahwa suatu hari nanti ia akan bertemu kembali bersama Zikri.Dan tanpa ia ketahui,saat Zikri balik ke kalimantan,Zikri menceritakan pertemuan singkat antara dirinya dan Ria pada umminya,dan pada akhirnya ia meminta pada abinya untuk segera melamar Ria pada kedua orang tuanya.Dan beberapa bulan kemudian,Zikri kembali ke kota tempat ia mondok dulu bersama kedua orang tuanya.Ia berkunjung ketempat pengasuhnya sekaligus ia akan kerumah seseorang untuk menyampaikan niatnya meminang perempuan yang ia temui di toko buku beberapa bulan lalu.Dan sampai pada akhirnya,Zikri dan Riana bisa bersatu seperti sekarang.


"Haha iya,tanpa kamu minta pun abang bakalan jagain kak Ria kamu ini".ucap Zikri membuat Ria bersemu


"Kamu kapan Ay?tuh masih ada Naufal,siapa tau cocok".goda Zikri


"Ishh abang,kan Ayna masih mondok.Lagian bang Azzam kan juga belum nikah".sahut Ayna


"Jadi kalo Azzam udah nikah,kamu juga mau nikah gitu?".tanya Zikri


"Yaa gak juga sih,aku sih ya jalanin aja dulu hehe".ucap Ayna cengengesan


"Selamat gusku,udah nikah aja nih".ucap seseorang


Ayna yang merasa mengenali suara orang tersebut pun membalikkan badannya mengarah tepat kehadapan orang tersebut.


"Lah ustadz Zayan kok bisa ada disini?".tanya Ayna heran


"Ya bisalah Ay,kan yang lagi acara sohibnya saya".sahut Zayan


"Oh iya,Ayna lupa hehe".ucap Ayna menepuk jidatnya


"Dari kapan kesininya?".tanya Zikri


"Dari kemaren,terus nginep dirumahnya sepupu".sahut Zayan


"Baru tau aku kalo kamu punya sepupu disini".ucap Zikri


"Tapi masih agak jauhan sih dari sini".sahut Zayan


"Ohh gitu".ucap Zikri manggut


Dilain tempat


Azzam terlihat sedang berbicara dengan seseorang yang ternyata adalah Rayan.Ya,Zayan datang bersama Rayan.Kadang mereka itu seperti anak kembar,kemana-mana selalu berdua.Bahkan nama pun hampir sama.Yaa namanya juga sahabat ye kan.


"Yang namanya jodoh itu emang gak kemana ya Ray".ucap Azzam tiba-tiba


"Maksudnya?".tanya Rayan yang tidak mengetahui maksud perkataan Azzam


"Ya iya kayak kamu sama Ayna sekarang,enggak ketemu beberapa hari tapi akhirnya kamu dateng kesini,yang otomatis bakalan ketemu sama Ayna nantinya".jelas Azzam


"Cuman kebetulan itu mah,ini juga karena Zayan yang ngajak.Awalnya aku nolak karena acara ini kan gak ada hubungannya sama sekali,tapi Zayan maksa.Katanya biar ada temen buat kesini".ucap Rayan


"Dan hadiahnya kamu bakalan ketemu sama Ayna kan?".ucap Azzam


"Yaa alhamdulilah deh hehe".sahut Rayan


"Lebih baik kita nyusul Zayan.Siapa tau Ayna ada disana".ajak Azzam yang disetujui oleh Rayan


Mereka pun menuju ruang utama,dan sesuai dugaan Azzam,disana terlihat Ayna yang sedang asyik berbicara bersama Zayan,Zikri dan juga Riana.Ayna memang sudah akrab dengan Zikri,sebenarnya Ayna adalah seseorang yang sangat mudah berbaur.Tapi,semenjak ia mengalami suatu kejadian yang membuatnya sangat malas untuk memulai percakapan pada orang baru,sekarang Ayna bersikap dingin dan cuek pada orang yang tidak ia kenal.Namun,jika sudah akrab ia akan membuat orang tersebut terkejut dengan sifat aslinya yang jahil dan bobrok.mungkin.


"Ayna".panggil Azzam


Ayna pun menolehkan kepalanya ke arah Azzam


"Abang".seru Ayna."eh kok ada ustadz Rayan juga?".lanjutnya


"Saya yang bawa".sahut Zayan yang diangguki oleh Rayan


Rayan pun hanya membalas pertanyaan Ayna dengan sedikit tersenyum.Ingat!hanya sedikit.


"Nah gus,ini Rayan sahabatku sebelum menginjakkan kaki di pondok ini.Dan sekarang dia juga ngajar di tempat aku ngajar".ucap Zayan memperkenalkan Rayan pada Zikri


"Selamat ya".ucap Rayan menjabat tangan Naufal


"Terima kasih karena sudah berkesempatan hadir".sahut Zikri


"Awalnya dia nolak karena katanya acara ini gak ada hubungannya sama dia".ucap Zayan


"Lah gak papa Ray,temannya Zayan berarti temannya saya juga".sahut Zikri


"Iya gus, terimakasih".sahut Rayan


"Ya udah,silahkan menikmati hidangan yang tersedia".ucap Zikri


"Bang,Ay mau ketempat mama sama ayah dulu ya".ucap Ayna


"Eh tunggu Ay,abang juga mau kesana sama Zayan,sama Rayan juga.ya gak Ray?".ucap Azzam


"Eh emm iya Ay,saya juga mau ketemu sama ayah".sahut Rayan


"Ceilah udah disuruh manggil ayah aja sama calon mertua".ejek Azzam sedikit berbisik yang membuat sudut bibir Rayan terangkat


"Ya udah kalo gitu.Abang dan kakakku,Ay sama yang lain mau pamit dulu ya".ucap Ayna


"Iya Ay".sahut Zikri dan Ria


Mereka pun pergi ketempat ayah dan mamanya Ayna berada.Dengan posisi Ayna yang berada ditengah-tengah antara Azzam dan Rayan,sedangkan Zayan berada disamping kiri Azzam.Jadi,urutannya Zayan,Azzam,Ayna terus Rayan,begitu manteman.