
"Kenapa sih kak Ayna itu gak peka terhadap alam sekitarnya".geram Sila
"Ya Allah Sil,masih kamu bahas aja".sahut Zenara
"Habisnya aku kesel kak".ucap Sila
"Iya juga sih,sama".ucap Zenara
"Ini yang salah,siapa sih sebenarnya.Ustadz Rayan yang emang gak menampakkan rasanya pada kak Ayna,atau kak Ayna nya yang gak pekaan".ucap Sila
"Kayaknya sih kak Ayna nya".sahut Kayana
"Tuh kan,bener".ucap Sila
"Ya,si paling husnuzon".sahut Zenara tertawa pelan
Diam
Ustadz Azzam datang
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".ucap Azzam
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut mereka
°°°
"Aku gak ngantin deh hari ini.Males".ucap Ayna bersandar di kursinya
"Aku juga".ucap Kiran
Tadinya,Sila dan Zenara berniat mengajak mereka untuk ke kantin bersama.Tetapi,yang di ajak malah enggan.
"Ya udah deh,kita berdua aja".sahut Sila
"Kalian mau nitip gak?".tanya Zenara
"Emm enggak deh kayaknya.Si Kiran mungkin".ucap Ayna
"Aku enggak juga".sahut Kiran
"Ck samaan terussss".ucap Sila
"Biarin".sahut Ayna dan Kiran bersamaan
"Dah lah,yuk kak Zen,kita berangkat".seru Sila
Sila dan Zenara pun pergi.Sekarang,hanya tersisa Ayna dan Kiran yang berada di dalam kelas 1A.
"Kiran".panggil Ayna
"Kenapa kak?".tanya Kiran
"Kenapa ya kita bisa samaan gini?".ucap Ayna
"Kita kan sehati".sahut Kiran tertawa
"Bang Zheesan kapan pulang dari Yaman?".tanya Ayna
"Gak tau juga sih".sahut Kiran
"Kenapa kamu milih mondok disini?kenapa gak di Darul Hamid aja?".tanya Ayna lagi
Kiran menarik nafasnya dalam-dalam sebelum ia menjawab pertanyaan dari Ayna.
"Yang pertama,dulunya buya emang lebih milih tinggal di tempatnya mama.Dan ternyata,sampai sekarang buya sukses menjadi CEO.Lagipula,kakek juga gak keberatan karena harus ngurus pondok cuman berdua sama nenek.Kan masih ada santri ndalem".jelas Kiran
"Buya itu anak tunggal?".tanya Ayna
"Iya.Tapi,insyaallah setelah aku lulus nanti,kita bakalan netap di Kalimantan.Tepatnya di pesantren Darul Hamid.Sebenarnya disana ada satu rumah khusus untuk buya".sahut Kiran
"Jadi,setelah kalian pindah,kosong dong rumahnya".ucap Ayna
"Iya kosong.Cuman, setiap hari juga dibersihkan sama abang abang santrinya".sahut Kiran
"Ohhh kirain bakal dibiarin aja gitu".ucap Ayna manggut
"Biasa,kan buya anak satu-satunya".sahut Kiran
"Enak ya jadi anak tunggal".celetuk Ayna
"Tapi,kata buya jadi anak tunggal itu gak enak,gak seru aja gitu".sahut Kiran
"Iya?".tanya Ayna
"Iya kak.Buya sendiri yang bilang".ucap Kiran
"Kamu tau pondok milik Kyai Zafar?".tanya Ayna
"Pondok Darul Hasan?".sahut Kiran
"Nah iya.Artinya,kamu tau dong".ucap Ayna
"Sekedar tau aja sih kak.Ohhh atau jangan-jangan yang resepsi kemaren itu Gus Zikri,atau Gus Naufal".ucap Kiran
"Gus Zikri.Kebetulan nikahnya sama kak Ria,saudara sepupu aku".sahut Ayna
"Ohhh pantesan".ucap Kiran
"Pengen deh ke Kalimantan lagi".ucap Ayna
"Gimana nanti kita ke pondok Darul Hamid".seru Kiran
"Beneran?kapan?".tanya Ayna
"Bentar,aku ngitung dulu".sahut Kiran yang nampak mulai berpikir
"Ngitung apaan sih?".tanya Ayna
"Akhir tahun kita libur gak sih?".ucap Kiran
"Libur dong,emangnya kenapa?".sahut Ayna
"Wahhh beneran,bisa dong nanti ikut hehe".ucap Ayna
"Boleh-boleh aja,lagian kan kakak sama buya juga kenal.Pasti dibolehin lah ikut".sahut Kiran
"Okay,jadi gak sabar".ucap Ayna
"Sabar kak".ucap Kiran tertawa kecil
"Malam penutupan musabaqoh,kapan ya?".tanya Ayna
"Gak tau".sahut Kiran mengedikkan bahunya
"Tanya bang Azzam yuk,sekalian minta duit hehe".seru Ayna
"Ayok".seru Kiran
Mereka pun keluar.Tepat di depan kelas,Ayna dan Kiran di buat heran karena para santri dibuat heboh oleh sesuatu yang tidak diketahui oleh mereka berdua.
"Kayaknya mereka ngeliat ke arah ruang asatidz deh kak".ucap Kiran
"Iya kali.Yuk,kebetulan kita juga mau kesana hihi".sahut Ayna
Ayna dan Kiran tidak bisa melihat langsung dari arah depan kelas karena santri putri 1B menghalangi pandangan mereka dengan berdiri bergerombol di depan kelas.
Mereka melangkahkan kakinya menuju ruang asatidz.
"Wahh gawat kak Zen".ucap Sila cemas
"Kenapa sih?".tanya Zenara
"Kak Ayna tuh".ucap Sila menunjuk ke arah Ayna dan Kiran
"Oh iya.Kita lihat aja dulu".sahut Zenara
Kok sakit ya liatnya.batin Ayna
Ayna tercengang.Sekarang,ia dan Kiran tau apa yang membuat para santri berdiri di depan kelasnya masing-masing.
Tepat di depan ruang asatidz,terlihat Bilqis yang dengan secara langsung memberikan makanan kepada Rayan.Masih ingat Bilqis kan?.
Pantesan heboh,ini mah kejadian langka namanya.batin Kiran
Gimana gak langka.Rayan yang dikenal cuek terhadap orang lain,apalagi perempuan,dengan terang-terangan menerima makanan yang diberikan oleh seorang santri putri dan terlihat tersenyum manis ketika menerimanya.Bukan berarti boleh secara diam-diam ya haha.Senyum juga ibadah sih.Gak mungkin juga jika diberi sesuatu oleh seseorang kita bermasam muka.Kan jadinya aneh.
"Jadi nyamperin ustadz Azzam nya kak?".tanya Kiran pelan
"Oh jadi kok.Ayok".ucap Ayna tersadar dari lamunannya
Aku bingung,harus senang atau sedih.Sedih karena liat kak Ayna jadi kayak gini atau senang karena,itu artinya kak Ayna cemburu?.Bingung dah.batin Kiran
"Ekhem assalamualaikum ustadz".ucap Ayna bersikap biasa.Meskipun sekarang hatinya tidak sedang baik-baik saja.
Bilqis yang menyadari keberadaan Ayna pun segera pamit bersama kedua temannya.
"Waalaikumussalam Ay.Kenapa?".sahut Rayan
"Bang Azzam ada?".tanya Ayna datar
"Lagi di asrama sama Rasyid".sahut Rayan
"Ohh,Ay minta tolong bilangin sama bang Azzam tunggu Ay pulang sekolah nanti".ucap Ayna
"Iya Ay,nanti saya sampaikan".sahut Rayan
"Kalo gitu,kita permisi dulu.Assalamualaikum".pamit Ayna berjalan mendahului Kiran
"Kak,tungguin dong".ucap Kiran
"Waalaikumussalam".ucap Rayan pelan
Ada apa dengan Ayna?apa gara-gara kejadian tadi?ya Allah.batin Rayan
"Kak,tungguin napa.Cepet banget jalannya".ucap Kiran sedikit keras
"Cepetan".sahut Ayna
Setibanya di kelas 1A
Ayna hanya diam tanpa mengeluarkan kata sedikitpun.
Lonceng madrasah berbunyi dan para santri pun mulai masuk kedalam kelasnya kembali.Hingga,ustadz Mukhtar datang dan memulai pembelajaran Al-Quran.
Sedangkan di tempat Sila dan kawan-kawan
"Gimana ya sama kak Ayna sekarang?".ucap Sila
"Galau dah tu".sahut Zenara
"Bisa-bisanya di depan mata sendiri".ucap Sila geleng-geleng
"Bagus sih kalo gitu".ucap Zenara tenang
"Kok malah bagus,kan kasian kak Ayna nya".sahut Sila
"Iya bagus.Kalo galaunya kak Ayna berkelanjutan,fiks tuh pasti kak Ayna cemburu.Otomatiskan dia ada rasa juga tuh sama ustadz Rayan".jelas Zenara
"Iya juga ya.Tapi,tetap aja kasian.Lagian,kenapa coba ustadz Rayan harus senyum kayak gitu banget.Sama kak Bilqis lagi.Dimana sifat cuek beliau huaaaa".kesal Sila
"Udah lah.Semoga aja ustadz Rayan gak di cuekin sama kak Ayna".ucap Zenara tertawa
"Semoga".sahut Sila yang ikut tertawa
Uhuk uhuk,aduh pasti ada yang ngomongin nih.batin Ayna diseberang sana
Mereka masih saling berbincang,dengan Ayna yang sebagai topik utama,hingga mereka terdiam oleh kedatangan Zayan untuk mengajar di kelas mereka.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".ucap Zayan
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut mereka