AynaRayan

AynaRayan
Di culik



Pagi ini seluruh santri putri disibukkan dengan kegiatan piket asrama.


Yang depan kamar mandi tuh


Iyaaa bentar


Aula udah di pel belum


Amaann udah beres semua


Air woy air


Sabunnya habis nih


"Kak Farah,udah selesai nih".ucap Kiran


"Bentar,tunggu yang lain selesai dulu".sahut Farah yang masih membersihkan kamar mandi


Kiran,Farah dan juga dua santri lainnya mendapat bagian membersihkan kamar mandi.Sedangkan Ayna,sekarang ia tengah membersihkan kamar mereka yang juga dibantu oleh Kayana.


"Habis ini ngapain ya kak?".tanya Kayana


"Masak,mungkin".sahut Ayna


"Oh iya lupa,minyak goreng aku udah habis.Kemaren lupa beli sama kak Andis".ucap Kayana


"Pake punya aku aja dulu".saran Ayna


"Gak deh kak,makasih.Tapi,nanti temenin ke koperasi ya".ucap Kayana


"Okay".sahut Ayna


Tiba-tiba Kiran datang dengan berteriak.


"Assalamualaikum kak Ayna,kak Kay.Kiran dat-


Ucapan Kiran terpotong,setelah Kayana melempar bantal yang ada ditangannya tepat mengenai wajah Kiran.


"Yess kena".seru Kayana


"Tepat sasaran".ucap Ayna tertawa


Kiran pun kesal dan segera mengambil bantal yang dilempar oleh Kayana tadi.Lalu,ia melemparkannya kembali pada Kayana.Kayana yang tak siap dengan serangan Kiran yang tiba-tiba,akhirnya ia terjatuh ke tumpukan bantal yang sudah ia dan Ayna susun dengan susah payah.Bayangkan,satu kamar kurang lebih terdiri dari 40 orang.Iya kalo cuman bawa satu bantal,gimana kalo dua bahkan tiga.Ditambah lagi guling,selimut sama boneka.Banyak dah.


"Ya Allah Kay,berantakan lagi kan jadinya".ucap Ayna


"Maaf kak,gak sengaja.Tuh,Kiran tuh yang salah".sahut Kayana


"Lah kok aku yang disalahin".sahut Kiran tak terima


"Iyalah,kan kamu yang lempar aku pake bantal.Kan jatuh jadinya".ucap Kayana


"Yee salah sendiri,siapa yang nyuruh kak Kay lempar bantal ke wajah ku".sahut Kiran tak mau kalah


"Udah udah,malah debat.Cepat beresin,biar cepat selesai.Kamu Kiran,sini sekalian bantuin".lerai Ayna


"Iya kak".ucap Kiran pasrah


Beberapa menit kemudian


"Akhirnya bisa bersantai dengan tenang".ucap Kiran bersandar di tumpukan bantal


"Jangan senderan mulu,ntar roboh lagi tuh".ucap Kayana


"Ya udah,rebahan aja deh".sahut Kiran tiduran di lantai


"Dasar".gumam Ayna."Yok Kay,katanya mau ke koperasi".lanjutnya


"Oh iya bentar,aku mau ngambil uang dulu".sahut Kayana


"Kamu ikut gak?".tanya Ayna pada Kiran


"Gak deh,males".tolak Kiran


"Ya udah".ucap Ayna


"Yok kak".ajak Kayana


Ayna dan Kayana pergi ke koperasi,dengan meninggalkan Kiran sendirian dikamar.Tak berselang lama,seseorang menghampiri Kiran dengan mengendap-endap.Karena,sekarang Kiran sedang menutup kedua matanya.Sehingga,ia tidak tau kalau ada uang datang.


"KAK KIRAN".teriaknya tepat disamping telinga Kiran


"MAMAA TOLONG".teriak Kiran terkejut."astaghfirullah Sila,ngapain pake ngagetin segala sih".lanjutnya


"Hahaha sengaja".sahut Sila tanpa rasa bersalah


"Ngapain?".ketus Kiran


"Jangan marah-marah atuh kak.Itu,ada yang nyariin kakak di depan".ucap Sila


"Beneran?siapa?".tanya Kiran


"Gak tau,mungkin orang tua kakak".sahut Sila


"Oke makasih ya".ucap Kiran


"Sama-sama,maaf ya kak soal yang tadi".ucap Sila


"Iya gak papa.Kalo gitu,aku ke depan dulu".pamit Kiran


Kiran pun melangkahkan kakinya untuk sampai depan asrama.Ditengah perjalanan,ia bertemu Ayna dan Kayana yang baru saja terlihat keluar dari koperasi.


Nahhh kebetulan nih ada kak Ayna.batin Kiran


"Mau kemana Kiran?".tanya Ayn


"Mau ke depan kak,ada yang nyariin katanya".ucap Kiran


"Ohh gitu".ucap Ayna pergi


"Eh tunggu kak,temenin yok hehe".pinta Kiran


"Emm okey deh.Nah Kay,kamu duluan aja ya ke kamarnya.Kalo mau masak,duluan aja gak papa.Takutnya aku sama Kiran bakalan lama".ucap Ayna


"Oke kak,aku ke kamar duluan ya".pamit Kayana


"Ya udah yuk".ucap Ayna pada Kiran


Sesampainya didepan asrama,ternyata memang benar disana terlihat kedua orang tua Kiran.Kiran segera berlari menghampiri kedua orang tuanya,dengan meninggalkan Ayna tanpa sadar.


Kiran Kiran.gumam Ayna


"Mamah,Buya".ucap Kirans senang lalu menyalimi tangan keduanya


"Sehat nak?".tanya Buya Syauqi


"Alhamdulillah sehat Buya,kalian apa kabar?".ucap Kiran sopan


"Alhamdulillah,seperti yang kamu lihat sekarang".sahut keduanya


"Itu teman kamu kenapa ditinggalin?".tanya mamah Kinar


"Astaghfirullah lupa hehe".cengir Kiran ketika melihat Ayna yang baru saja ada di dekatnya."maaf ya kak".lanjutnya


"Iya gak papa".sahut Ayna.


Kemudian,Ayna melihat ke arah kedua orang tua Kiran.Hingga,menyadari kalau ia mengenali salah satunya.Begitu pun dengan orang yang ia kenali tersebut.


Ayna


Buya


Ucap mereka bersamaan


"Hah,kalian kenal?".tanya Kiran heran


"Siapa buya?".tanya mamah Kinar


"Ini anaknya sahabat buya,yang dulu sering buya kunjungin rumahnya".jelas buya Syauqi


"Jadi,sahabat buya itu ayahnya si Ayna ini".ucap mamah Kinar yang diangguki buya


"Kok aku gak tau".ucap Kiran


"Kan kamu yang dulu gak mau kalo di ajak kerumahnya teman buya".sahut buya Syauqi


"Hehe iya sih".cengir Kiran


"Gimana kabar ayah sama mama kamu?".tanya buya Syauqi


"Alhamdulillah sehat kok buya".sahut Ayna sopan


Mereka pun larut dalam pembicaraan.


"Buya sama mamah bawa motor?".tanya Kiran


"Kalo buya mu bawa motor,pasti udah ada motornya disini".sahut mamah Kinar


"Hehe terus?".tanya Kiran


"Bawa mobil".sahut buya Syauqi


"Emangnya kenapa nak?".tanya mamah Kinar


"Mau kepasar mah,mumpung mamah sama buya ada disini.Jadi,aku gak perlu repot ngeluarin uang untuk beli nantinya hehe".jelas Kiran


"Ada-ada aja kamu".ucap buya Syauqi


"Kalo mau kepasar beneran,ntar aku pinjem deh sama bang Azzam".saran Ayna


"Nah bagus tuh.Iya kak,tapi kakak yang bilang sama ustadz Azzam ya".ucap Kiran


"Okey,tenaaang".sahut Ayna."kalo gitu,aku balik ke asrama dulu,mau pinjem hp asrama".lanjutnya


"Buat apa?".tanya Kiran


"Yaaa buat nelpon bang Azzam lah,masa kita harus datengin dia ke pondok".sahut Ayna


"Iya juga ya".ucap Kiran


"Ya udah aku ke asrama dulu".pamit Ayna


"Azzam itu siapa?".tanya buya Syauqi


"Ohh itu,ustadz disini juga buya.Abangnya kak Ayna".jelas Kiran


"Ohh gitu".sahut buya Syauqi manggut


Tak lama kemudian,Ayna datang dengan wajah ceria


"Waahh cerah nih,gimana kak?".tanya Kiran


"Dibolehin dong sama bang Azzam".ucap Ayna


"Terus motornya".tanya Kiran


"Nanti bang Azzam kesini,sama ustadz Rasyid juga.Kebetulan mereka juga mau pergi".jelas Ayna


"Okey lah.Kita izin dulu sama pengurus".ucap Kiran


"Gak usah,tadi udah aku izinin sama kak Farahnya langsung".ucap Ayna


"Iya deh".sahut Kiran


Brumm brumm


Azzam dan Rasyid datang dengan mengendarai sepeda motornya masing-masing.Jangan lupakan tampang mereka yang cool.


"Sok cool sok cool huuuu".ejek Ayna


"Biarin,ya gak?".ucap Azzam pada Rasyid


"Iya Ay,mumpung gak ada santri putri disini selain kalian berdua,ntar malah makin suka lagi sama kita-kita".sahut Rasyid dengan pedenya


"Iya-in biar cepet".sahut Ayna


"Nih motornya.Jaga baik-baik".ucap Azzam


"Siap abang ku".sahut Ayna


"Oke.Kalo gitu abang sama Rasyid pergi dulu.Assalamualaikum".pamit Azzam


"Waalaikumussalam".sahut Ayna


"Itu tadi abang mu?".tanya buya Syauqi


"Eh iya buya,itu bang Azzam".ucap Ayna


"Yeee yeee ke pasar".seru Kiran."Kiran minta uang dong buya hehe".ucapnya


"Ya udah nih".ucap buya Syauqi memberikan beberapa lembar uang pada Kiran


"Makasih buya".ucap Kiran


"Ya udah yok berangkat,eh tapi siapa yang boncengin".ucap Kiran


"Kamu aja lah,soalnya aku udah lama gak pake motor".sahut Ayna


"Oke deh".ucap Kiran


Kiran pamit pada kedua orangtuanya.Begitupun dengan Ayna.Mereka mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang.Jarak antara pondok dan pasar lumayan jauh.Mereka bisa menempuh perjalanan dalam waktu sekitar satu jam.


"Aku masih bingung deh sama kakak dan buya".ucap Kiran sedikit keras karena masih dalam perjalanan


"Jadi,ternyata buya sama ayah itu sahabatan saat mereka mondok di Mesir dulu.Lebih tepatnya pas kuliah sih ya.Nah,setelah mereka udah saling berkeluarga sampai udah lahir kita nih,buya sering tuh mampir kerumah.Temu kangen sama ayah hahaha.Buya pernah cerita sih,kalo dia juga punya anak perempuan,tapi aku gak nanya namanya siapa.Daaan ternyata itu kamu haha.Aku taunya cuman sama bang Zheesan".jelas Ayna


"Ohh gitu,aku itu emang paling gak suka kalo ngikut buya kerumah temannya gitu.Jadinya aku gak pernah ikut buya kerumahnya kakak".ucap Kiran


Mereka melanjutkan obrolannya,hingga tak terasa mereka sudah berada di pasar.Kiran memarkirkan sepeda motornya,sedangkan Ayna sudah berjalan terlebih dulu.Ayna baru pertama kali menginjakkan kakinya disini.Berbagai macam dagangan yang diperjual belikan.Hingga ia melihat sebuah toko aksesoris yang menarik perhatiannya.Di toko tersebut terlihat berbagai macam pernak pernik lucu menurutnya.Jadi,ia mampir ke toko tersebut,dengan meninggalkan Kiran.Toh,kalo mau pulang juga pasti ke parkiran itu lagi.pikirnya


"Silahkan dilihat-lihat dulu dek".ucap penjaga toko


"Semuanya lucu-lucu ya kak".seru Ayna


"Semua yang mampir kesini mengatakan hal yang sama seperti yang kamu ucapkan".sahut penjaga toko tersenyum


"Gak salah sih".gumam Ayna


Pilihan Ayna jatuh pada kalung dan gelang berbuahkan unicorn biru.Juga beberapa gantungan kunci yang mungkin akan ia berikan untuk teman-temannya.Setelah membayar belanjaannya,Ayna kembali berjalan melihat-lihat isi pasar tersebut.Di tengah perjalanannya,tak disangka ia bertemu salah satu teman onlinenya.Mereka memang tidak pernah bertemu sebelumnya.Namun,mereka saling mengenali karena tak jarang mereka menampakkan wajah di story sosmed.


"Ayna kan?".ucapnya


"Iya,emmm Farel ya".sahut Ayna


"Haha iya,aku Farel.Gak nyangka kita bakalan ketemu disini".ucap Farel tersenyum misterius


"Hehe i-iya.Kok bisa ada disini".tanya Ayna sedikit gugup


"Lagi liburan aja".sahut Farel."Mau nyari kamu,ehh kebetulan kita ketemu disini".batinnya


"Ohh gitu,ya udah aku mau lanjut jalan lgi.Assalamualaikum".pamit Ayna


"Tunggu".ucap Farel memegang pergelangan tangan Ayna


"Lepasin".sarkas Ayna


"Maaf,boleh kita bicara sebentar".ucap Farel melepaskan tangan Ayna


"Tadi kan udah ngomong.Permisi".sahut Ayna hendak pergi


Tiba-tiba Farel menarik Ayna dengan Kasar.Ia memegang kuat tangan Ayna.Ayna berusaha agar terlepas dari Farel.Namun,usahanya tidak berhasil.Farel membawa Ayna entah kemana.Tiba-tiba,Farel terhuyung ke belakang akibat tendangan dari seseorang.


"KIRAN".pekik Ayna kaget


Ya,Kiran lah yang telah menghadiahkan tendangan tersebut.Siapa yang menyangka kalau seorang Kiran merupakan juara karate berturut-turut.Sebenarnya ia akan kembali bertarung ditingkat nasional.Namun,ia urungkan kesempatan tersebut.Ia lebih memilih sekolahnya di pondok sekarang.


"Siapa kau?".tanya Farel mencoba untuk berdiri


"Kau tak perlu tau siapa aku.Mau kau bawa kemana kakak iparku hah?".ucap Kiran asal


"Apakah aku tidak salah dengar.Kakak ipar?".ucap Farel


"Iya kenapa hah?".sarkas Kiran


"Enggak mungkin,dia adalah milikku,hanya milikku haha".teriak Farel berlari entah kemana


"Makasih ya Kiran".ucap Ayna


"Iya kak,kakak gak papa kan?siapa sih dia?".tanya Kiran


"Gak papa kok.Nanti aja jelasinnya,aku gak mau bahas dia sekarang".ucap Ayna


Sungguh,Ayna sangat ketakutan sekarang.Beruntung Kiran datang sebelum Farel membawanya pergi yang entah kemana.


Kemana para pengunjung pasar?apakah tidak ada yang menyaksikan kejadian itu?.Entahlah,author tidak memikirkannya haha.


"Kakak udah belanjanya?".tanya Kiran


"Belum puas sih.Tapi,kayaknya aku mau balik aja".ucap Ayna


"Ya udah deh,eh tapi aku mau beli sesuatu dulu.Kakak duluan aja ke parkirannya,gak papa kan?".ucap Kiran


"Cuman bentar kan,kalo gitu aku duluan ya".ucap Ayna


"Iya kak,cuman bentar kok".sahut Kiran


Ayna pun pergi kemana ia dan Kiran memarkirkan sepeda motornya.Sedangkan Kiran tengah sibuk memilih barang yang akan ia beli.Setelah dirasa sudah sesuai dengan keinginannya,Kiran pun membayar belanjaannya.Kemudian,ia segera menyusul Ayna.


Dilain tempat


Di sebuah mobil putih,seseorang tengah memperhatikan perempuan yang sedari tadi terlihat sedang menunggu seseorang.


"Tunggu aku sebentar lagi".ucapnya bersmirk


Kembali ke Kiran


Kiran berjalan ke arah tempat ia memarkirkan sepeda motornya.


"Ayo kak,kita pul-


Kiran tidak melanjutkan kalimatnya karena ia tidak mendapati Ayna disana.Sesekali ia berteriak memanggil Ayna,berharap Ayna akan datang.Namun nihil,Ayna tidak menampakkan dirinya.Kiran bingung,kemana ia harus mencari Ayna.Ketika ia mencoba menyusuri jalanan,dari kejauhan ia melihat seseorang yang seperti dipaksa masuk kedalam sebuah mobil berwarna putih..Dan ia baru menyadari kalau seseorang tersebut adalah Ayna.Terlihat dari pakaian yang dikenakannya,sama persis seperti yang Ayna kenakan.Dengan terburu-buru,Kiran kembali menuju parkiran.Ia segera menyalakan sepeda motornya.Lalu,ia melajukannya dengan kecepatan diatas rata-rata untuk mengejar mobil putih tersebut.Kiran mengikuti mobil tersebut dari jarak jauh agar tidak ketahuan.Hingga ia melihat mobil tersebut berhenti disebuah rumah mewah.Kiran menghentikan motornya.Ia melihat seseorang yang ia ketahui adalah orang yang sama dengan orang yang baru saja ia tendang hingga terjatuh dipasar tadi.Orang tersebut membawa Ayna yang kepalanya ditutupi dengan sebuah kain berwarna hitam.