AynaRayan

AynaRayan
Bubur ayam



"Yuhuuu Assalamualaikum kak Farah".teriak Ayna


Sifat aslinya sudah menjadi-jadi,tidak ada lagi sifat malu-malu jika sudah berada didalam asrama.Terkecuali,ia berada di luar dan dihadapan orang lain dan juga laki-laki.Tentunya hehe.


"Waalaikumussalam.Ya Allah,baru pulang udah teriak-teriak aja".sahut Alisa


"Biarin kak Al.Kak Ayna lagi bahagia hari ini".ucap Kiran


"Kak Farah gak ada dikamar".ucap Kayana


Kali ini,kelas 1A pulang paling akhir dibandingkan kelas yang lain.


"Oh iya?terus,dimana dong?".tanya Ayna


"Gak tau,mungkin di dapur.Kalo gak ada,mungkin di aula,mungkin juga ke koperasi".sahut Kayana


"Banyak banget kemungkinannya ya".ucap Ayna


Ayna pun meletakkan kitab dan segera mengganti pakaiannya.


"Kiran,kamu ikut gak?aku mau nyamperin kak Farah".ucap Ayna


"Ikut dong.Tapi tunggu dulu,aku mau ke kamar mandi hehe".sahut Kiran


"Oke,jangan lama".ucap Ayna


Kiran hanya mengacungkan jempolnya sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.


"Assalamualaikum".ucap seseorang


Setiap santri memang membudayakan mengucap salam ketika akan memasuki kamar.


"Waalaikumussalam".sahut mereka


"Nahh kak Farah".panggil Ayna


"Iya Ay,udah pulang?".ucap Farah


"Udah dong kak.Gimana?jadi kan,bikinnya".ucap Ayna


"Iya.Kirain kalian belum pulang,makanya kakak balik ke kamar lagi".sahut Farah


"Hehe baru aja mau nyamperin kak Farah.Tapi,nunggu Kiran dulu.Dia lagi di kam-


"Ayo kak.Eh ada kak Farah".ucap Kiran


"Udah lega?".tanya Ayna


"Udah dong kak,hehe".sahut Kiran


"Ya udah yuk,kita langsung ke dapur aja.Mumpung dapur lagi sepi".ucap Farah


"Ayok".seru Ayna dan Kiran


Sesampainya di dapur


"Nahh ayamnya sudah kakak suwir.Jadi,kita tinggal buat buburnya".ucap Farah


"Terus,Ayna ngapain nih kak?".tanya Ayna


"Karena kita gak punya blender untuk ngehalusin nasinya.Jadi,kita pake cara manual aja,dengan cara ditumbuk atau di apalah gitu,supaya halus".jelas Farah


"Ohh oke,siap calon kakak ipar hehe".ucap Ayna


Ayna mengambil beberapa sendok nasi ke dalam baskom yang berukuran lumayan besar untuk tempat menghaluskan nasinya.Dan juga alat untuk menghaluskannya.Alias menumbuknya.


"Kiran ngapain kak".tanya Kiran


"Emm kamu kupas wortel aja,sama iris-iris daun bawangnya ya".ucap Farah


"oke".sahut Kiran


Mereka melaksanakan tugasnya masing-masing.Hingga pada proses pembuatan bubur.


Beberapa menit kemudian,setelah selesai membuat bubur.


"Nahh tinggal kita kasih toping deh".ucap Farah menaburkan ayam yang telah di suwir dan irisan daun bawang tadi ke atas buburnya.


__________________________________________


"Nih,Ayna kasih tau cara membuat bubur ayam biasa yang sebenar-benarnya ya hehehe".


Siapkan panci yang cukup besar. Masukkan air, beras, serai, dan jahe. Masak sampai mengental dan bumbu meresap. Sisihkan.


Apabila menggunakan nasi, kamu dapat menghaluskan nasi menggunakan blender. Kemudian masak seperti langkah di atas. Sisihkan.


Kuah kaldu: panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk hingga wangi.


Tambahkan ayam. Masak sampai ayam berubah warna. Tuang air. Masak kembali sampai bumbu meresap dan ayam matang. Angkat ayam, tiriskan.


Panaskan minyak goreng. Masukkan ayam, goreng sampai kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Suwir-suwir ayam.


Saran penyajian: tuang bubur ke dalam mangkuk. Beri ayam suwir dan bahan pelengkap. Tuang kuah kaldu.


Kalo resepnya masih kurang jelas atau kurang afdhol,tanya sama mbah google aja ya:)


__________________________________________


"Yee alhamdulilah,akhirnya selesai juga".ucap Ayna


"Ternyata gak sesulit yang aku pikirkan ya kak hehe".ucap Kiran


"Tergantung jenis buryamnya sih.Jadi,ada yang ribet banyak bahannya.Ada juga yang simpel kayak gini".sahut Farah


"Ada-ada aja kamu Ay".ucap Farah geleng-geleng kepala


"Kayaknya aku bakal ketagihan deh sama buryam".ucap Kiran sambil memakan bubur yang ada di hadapannya


"Tuh kan,pasti nagih.Aku aja kalo gak ada buryam ,gimana gitu rasanya.Hampa kayak hati hihii".sahut Ayna


"Berarti bener dong apa yang diucapin sama Azzam.Kalo kamu tanpa buryam itu kayak jasad tanpa ruh".ucap Farah


"Iya,bener banget.Dulu juga,kalo Ay sama bang Azzam kebetulan libur pondoknya barengan.Malam-malam aku suka bujuk bang Azzam buat beliin buryam".sahut Ayna


"Emangnya ada yang jualan buryam malam-malam hari".tanya Kiran


"Enggak ada sih hehe.Sampai-sampai aku dikatain bang Azzam kalo aku ngidam".sahut Ayna


"Haha ada-ada aja kalian ini".ucap Farah tertawa pelan


"Iya kak beneran.Karena gak ada yang jualan,akhirnya aku nyuruh mama untuk buatin buryam nya.Kebetulan juga,karena mama belum tidur".ucap Ayna


"Durhaka tuh,bisanya cuman nyuruh huuu".ucap Kiran


"Kayak gak pernah kayak gitu aja".sindir Ayna


"Hehe".cengir Kiran


"Eh tapi bener ya kak,kalo kita nyuruh orang tua itu sama aja durhaka sama mereka".tanya Ayna


"Kalo katanya nyuruh-nyuruh sih,yaaa sama aja kita durhaka Ay.Tapi,kalo niatnya minta tolong kan boleh-boleh saja.Asalkan minta tolongnya bukan buat ngambil hak milik orang lain".jelas Farah


"Alhamdulillah".seru Ayna dan Kiran


"Kak Farah masih nyimpen nomernya bang Azzam?".tanya Ayna


"Masih kok,kenapa emangnya Ay?".sahut Farah


"Gak papa sih.Cieeee kak Farah cieee".goda Ayna


"Ekhem calon kakak iparnya kak Ayna nih,cieeee".ucap Kiran menimpali


"Aduhh kalian ini.Sudah sudah,mending lanjut makan ini buryam nya.Kalo dingin,udah gak terlalu enak".sahut Farah mengalihkan pembicaraan


"Ekhem iya iya calon kakak ipar".ucap Ayna


"Mending kita bawa ke kamar aja deh kak.Bagi-bagi".ucap Kiran


"Emm boleh".ucap Farah


"Siapa tau nanti bakalan banyak yang minta buatin bubur ayam".ucap Ayna


"Catering dong kita".sahut Kiran


"Gimana kak?".tanya Ayna


"Kejauhan mikirnya Ay,Kiran.Kan kita gak selalu dapat kiriman.Belum lagi buat nyari bahan-bahannya.Kan".sahut Farah


"Iya juga sih.Kamu sih".ucap Ayna yang menyalahkan Kiran


"Lah,kok aku.Kan kakak yang duluan".sahut Kiran tak terima


"Pokoknya kamu yang salah,titik gak pake koma".sarkas Ayna


"Hemm yang muda ngalah".ucap Kiran pasrah


"Nahh gitu dong dari tadi.Ngalah".ucap Ayna dengan menekankan kata terakhirnya


"Udah,kok malah berantem.Gak jadi bawa ke kamar nih?".ucap Farah


"Eh jadi dong kak.Yuk Kiran".sahut Ayna


"Ayok".seru Kiran


Memang aneh.batin Farah


Mereka bertiga pun kembali ke kamar dengan membawa semangkuk bubur ayam ditangan mereka masing-masing.


"Assalamualaikum teman-teman".ucap Ayna


"Waalaikumussalam".sahut mereka


"Wihhh apaan tuh".ucap Amel


"Bubur ayam buatan sendiri.Nih cobain".sahut Ayna


"Pasti diajarin sama kak Farah kan?".tanya Alisa


"Iya hehe.Kok tau".ucap Ayna


"Kak Farah itu emang dari dulu kalo ada waktu senggang bikin bubur ayam ini.Walaupun cuman satu mangkuk,tapi udah bagi rata sekamar.Ya kan Kak".sahut Amel


"Iya Mel.Masih inget aja kamu".ucap Farah


"Ohhh gitu.Jadi gimana?masih seenak buatannya kak Farah gak.Soalnya ini kan ada campur tangan aku sama Kiran".ucap Ayna


"Enak kok.Malahan makin nambah enak".sahut Alisa


"Wihhh,tuh kan kak.Kalo kita buat catering,pasti banyak yang mesen".ucap Ayna


"Iya iya,terserah kamu aja Ay.Nanti kita pikirin,gimana baiknya".sahut Farah


"Oke deh".seru Ayna