AynaRayan

AynaRayan
Pulih



Saat ini,Azzam dan Ayna duduk beralaskan karpet hijau berbulu yang ada di ruang keluarga.Seperti sebelumnya,Azzam mengajari Ayna.Bedanya,kali ini tidak lagi melalui telepon.


Sedangkan kedua orang tua mereka terlihat tengah duduk santai di sebuah sofa sambil menonton acara di televisi.


"Kok kamu bisa tau jawabannya sih Ay?kan belajarnya belum nyampe sini".ucap Azzam heran


"Lagian kenapa abang nanyanya yang itu?udah tau belum nyampe pelajarannya".bukannya menjawab,Ayna malah bertanya kepada Azzam


"Tapi,kenapa kamu bisa tau Ay".tanya Azzam penasaran


"Yaaa belajarlah bang".sahut Ayna dengan santainya


"Tau ah,aneh".kesal Azzam


"Abang ini gimana sih,masa adiknya belajar malah dibilang aneh".ucap Ayna menahan tawanya


"Iya iya.Udah dulu lah belajarnya.Kamu gak asik,masa udah tau jawabannya".ucap Azzam merapikan kitab dan buku pelajaran miliknya dan juga Ayna


"Ternyata abang yang aneh".ucap Ayna tertawa


"Ambilin ponsel abang dong,di kamar".pinta Azzam


"Dih,siapa anda?main nyuruh-nyuruh aja".sahut Ayna tertawa.Namun,ia tetap mengambil ponsel sang abang


"Apa aku kasih tau sekarang aja ya.Sekarang?atau besok?".gumam Ayna


Setelah mengambil ponsel milik abangnya.Ayna masuk ke dalam kamarnya sebelum kembali menghampiri Azzam.


Di ruang keluarga


Setelah kepergian Ayna untuk mengambil ponsel miliknya.Azzam menghampiri Aulia dan Alfarez yang masih setia menonton acara sinetron yang ada di televisi.


"Kamu izinnya berapa lama Zam?".tanya ayah Alfarez


"Satu minggu Yah".jawab Azzam sambil memakan cemilan yang ada di atas meja dekat tempat duduknya sekarang


Tak lama kemudian,Ayna datang dengan membawa dua buah ponsel yang masing-masing berada di tangan kanan dan kirinya.


Tentu saja itu adalah ponsel miliknya dan juga milik sang abang.


"Nih bang".ucap Ayna memberikan ponsel kepada Azzam.Lalu,ia duduk disamping sang abang.


Mereka melakukan aktivitasnya masing-masing.Hingga,tiba-tiba Ayna berbisik pada Azzam sehingga membuat sang abang terkejut.


"Kak Farah apa kabar bang?".tanya Ayna tersenyum geli


Uhuk uhuk


Seketika,Azzam tersedak.Dengan cepat,Aulia mengambilkan segelas air untuk anaknya itu.


"Makanya pelan-pelan dong bang makan cemilannya".ucap mama Aulia


"Huh huh makasih ma".ucap Azzam


"Iya".sahut mama Aulia lalu kembali menghampiri suaminya


Azzam pun segera bertanya kepada Ayna.


"Kamu inget sama Farah?".tanya Azzam heran


"Inget dong bang,masa sama calon kakak ipar aku lupa".sahut Ayna santai


Apa Ayna sudah mengingat semuanya,pikir Azzam


"Iya bang,Ay udah ingat semuanya.Tentang Ay yang ternyata udah lulus lima bulan yang lalu,Ay yang lanjut ke madrasah salafi,teman-teman geng Ayna,calon kakak ipar Ayna,semuanya udah kembali di kepala Ayna bang".jelas Ayna yang seakan-akan tau apa yang sedang di pikirkan oleh Azzam


"Jadi,kamu udah sembuh?".tanya Azzam


"Kan udah lama aku sembuhnya bang".sahut Ayna tertawa pelan


"Maksud abang,kamu udah ingat semuanya?kamu udah gak amnesia?ingatan kamu udah pulih?".tanya Azzam dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Iya iya abang,aku udah ingat segala-galanya hehe".sahut Ayna


Tanpa Aba-aba,Azzam segera memeluk adiknya itu.Ia menangis dalam pelukan Ayna.Bukan menangis karena sedih,Azzam menangis bahagia.


"Alhamdulillah,akhirnya abang bisa balik ke pondok lagi besok.Karena,niatnya abang pulang cuman mau bantuin kamu supaya inget semuanya lagi.Ehhh tau-taunya sembuh sendiri.Ingat sendiri".cerocos Azzam yang membuat Ayna melepaskan pelukan mereka


Ayna terdiam dan tertunduk sesaat.Hingga...


"Abang jahat hiks hiks jahat.Pergi aja sana,kalo bisa gak usah pulang sekalian".Ayna menangis sesenggukan


Karena tiba-tiba mendengar tangisan anaknya,Aulia dan Alfarez merasa heran.Lalu,mereka mendekati Ayna dan Azzam.


"Ay,kenapa sayang?ada apa?".tanya mama Aulia


"Abang jahat hiks hiks".ucap Ayna yang masih menangis


"Kamu apain adik kamu Zam?".tanya ayah Alfarez


"Hehe gak Azzam apa-apain kok Yah,dia aja tuh yang baperan".sahut Azzam membela diri


"Abang mau ninggalin Ayna lagi ma".ucap Ayna


"Bangggg".ucap mama Aulia menatap dengan tajam ke arah Azzam


"Cuman bercanda ma,Azzam bercanda doang kok".sahut Azzam


"Udah udah,kalian ini udah tua juga masih aja kayak anak kecil".ucap ayah Alfarez


"Biarin".ucap Azzam dan Ayna bersamaan


Mereka pun saling pandang.Lalu,tertawa.


"Baru aja nangis-nangis an.Sekarang udah ketawa bareng aja".ucap mama Aulia heran


"Kata ustadzah,gak boleh terlalu berlarut-larut dalam kesedihan ma".sahut Ayna


"Iya iya".ucap mama Aulia


"Mama sama ayah harus tau".ucap Azzam tiba-tiba


"Kenapa Zam/bang?".tanya ayah Alfarez dan mama Aulia berbarengan


"Kalo Ayna udah inget semuanya.Ingatannya udah pulih kembali".seru Azzam


Aulia dan Alfarez terdiam


Dua


Tiga


APA


Seketika,Azzam dan Ayna menutup kedua belah telinga mereka karena mendengar teriakan orang tuanya itu.


"Ya Allah,telingaku".ucap Azzam


"Udah malem ma,ayah.Berisik tau".ucap Ayna


"Hehe maaf maaf anak-anak ku".ucap mama Aulia


"Jadi,ingatan kamu udah pulih Ay?".tanya ayah Alfarez


"Udah Yah hehe".cengir Ayna


"Dari kapan?".tanya mama Aulia


"Dari pas pulang jalan-jalan waktu itu".ucap Ayna


"Kapan inget nya?".tanya Azzam penasaran


"Pas malam setelah aku merajuk gara-gara abang kemaren itu".sahut Ayna kesal


"Iya iya maaf".ucap Azzam


"Terus,darimana awal ceritanya kamu bisa ingat kembali?".tanya mama Aulia


"Malam itu Ay mimpi ma.Semua tentang Ay selama sekolah di madrasah salafi,selama lima bulan terakhir ini.Dan Ay juga inget tentang kejadian dimana Ay di culik itu.Semuanya ada di dalam mimpi Ay.Semuanya di perlihatkan ma".jelas Ayna


"Berarti kamu tidurnya lama dong Ay".ucap Azzam tertawa


"Ya enggak lah bang,di mimpi itu cuman sepenggal kisah doang.Tapi,pas Ay udah bangun,tiba-tiba aja Ay inget semuanya".sahut Ayna


"Alhamdulillah ya Allah".ucap mereka


"Artinya,kita balik ke pondok barengan aja Ay.Minggu depan".ucap Azzam


"Oke abang.Gak sabar ketemu sama temen-temen dan calon kakak ipar.Kiran juga,kasihan dia sendirian terus di kelas".sahut Ayna


"Kan masih banyak santri yang lain Ay".ucap Azzam


"Maksud Ay itu sendiri gara-gara gak ada teman sebangku,gitu lho bang Azzam".geram Ayna


"Santai dong Ay".ucap Azzam."eh itu si Rayan gak di kasih tau nih?".tanyanya


"Kalo abang mau kasih tau yaaa silahkan".sahut Ayna


"Gak mau buat kejutan gitu?".ejek Azzam


"Emangnya ustadz Rayan ulang tahun".ucap Ayna


"Yaaa kali aja kamu mau kayak cerita-cerita di novel itu".sahut Azzam


"Yaa enggak lah bang".ucap Ayna."Dah ah,mau tidur,ngantuk.Bye abang Azzam ku hihii.Ma,Yah,Ayna ke kamar duluan ya".lanjutnya pergi


"Iya Ay".sahut keduanya


"Eh eh Ay tunggu dulu".ucap Azzam


"Kenapa sih bang?".tanya Ayna


"Abang tidur sama kamu ya?".ucap Azzam


"Dih,siapa anda?dah lah.Dadahhh".ucap Ayna berlari menuju kamarnya


"Aynaaa tungguin abang".ucap Azzam mengejar sang adik


Aulia dan Alfarez hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya tersebut.


"Anak ayah tuh".ucap mama Aulia


"Anak mama juga".sahut ayah Alfarez


Di kamar Ayna


"Abang ngapain disini sih,sana lah Ayna mau tidur".ucap Ayna mendorong sang abang yang seenaknya rebahan di kasur miliknya


"Abang kan udah bilang mau tidur sama kamu".sahut Azzam sambil memejamkan kedua matanya


"Dah lah".ucap Ayna pasrah


Ayna segera membaringkan tubuhnya disamping Azzam.Tak lama kemudian,ia pun tertidur.


Azzam yang belum merasa mengantuk,akhirnya ia memberikan pesan kepada Rayan.Ia memberitahukan Rayan kalau ingatan Ayna sudah pulih dan minggu depan Ayna akan kembali ke pondok bersamanya.


Rayan yang membaca pesan tersebut pun tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah.


Dilain tempat


"Alhamdulillah ya Allah".ucap Rayan


"Ada apa Ray?".tanya abi Fahmi


"Ini,si Azzam bilang kalo ingatan Ayna udah pulih kembali.Ayna udah ingat semuanya".jelas Rayan


"Alhamdulillah".seru ummi Latifah dan abi Fahmi


"Kalo gitu,Rayan ke kamar duluan ya bi,ummi".ucap Rayan


"Iya".sahut keduanya


Rayan kembali ke kamarnya,meninggalkan kedua orang tuanya yang tengah asik menonton televisi.


Gak beda jauh sama keluarga Narayan hahaa


"Alhamdulillah,terima kasih ya Allah.Karena Engkau telah mengembalikan ingatan Ayna".ucap Rayan


Kemudian,ia pun tertidur.


________________________________________________________________________________


Selamat tidur semuanya:)