AynaRayan

AynaRayan
Azzam sakit



"Abanggg bangun dong bang.Molor mulu,udah tua juga.Ayo bang bangun,abang itu harus berangkat ke masjid bareng ayah.Abanggg".Ayna menggoyang-goyangkan tubuh sang abang agar segera bangun.Namun,sama sekali tidak ada respon dari Azzam.


Ayna mulai panik.Pasalnya,ia tau kalau Azzam pulang karena keinginan darinya dan khawatir terhadapnya.Meskipun diri Azzam sendiri sedang sakit.Itulah mengapa ia sangat menyayangi abangnya itu.Azzam selalu menomor satukan dirinya.


Lalu,Ayna memeriksa pernafasan Azzam.


"Alhamdulillah masih nafas".gumam Ayna


Azzam be like : berdosa banget mulutnya :/


Kemudian,ia memegang dahi Azzam.Kali ini ia benar-benar panik.Karena,mengetahui suhu tubuh Azzam yang sangat panas.Dengan cepat,ia segera berlari keluar kamar untuk menemui kedua orang tuanya.


"Kenapa Ay?abang kamu mana?ayah udah mau berangkat ke masjid nih".ucap ayah Alfarez


"Itu masalahnya Yah".sahut Ayna panik


"Kamu kenapa sih?"tanya mama Aulia


"Mending mama sama ayah lihat sendiri deh.Ayok".Ayna menarik tangan Aulia dan Alfarez menuju kamarnya


Disana terlihat Azzam yang masih berbaring di tempat tidur.


"Astaghfirullah anak ini,masih tidur ternyata".ucap ayah Alfarez geleng-geleng kepala


Aulia mendekati anaknya tersebut.


"Bang,bangun bang".ucap mama Aulia


Namun,lagi-lagi tak ada respon dari Azzam


"Mama coba pegang dahinya bang Azzam deh".ucap Ayna


Aulia hanya mengiyakan ucapan Ayna dan segera meletakkan punggung tangannya pada dahi Azzam.


"Astaghfirullah".ucap mama Aulia terkejut


"Kenapa ma?".tanya ayah Alfarez heran


"Panas Yah".sahut mama Aulia panik


"Astaghfirullah,kita bawa kerumah sakit sekarang ma".ucap ayah Alfarez


"Tapi,ini kan masih subuh Yah".sahut mama Aulia


"Udah,bismillah aja.Semoga dokternya ada".ucap ayah Alfarez


Ia segera menggendong Azzam menuju mobil.Di ikuti Aulia dan juga Ayna.Alfarez melajukan mobilnya di tengah ruas jalan yang masih lengang.Karena,sekarang masih terlalu pagi untuk masyarakat melakukan aktivitasnya.


Sesampainya dirumah sakit,ternyata hanya terlihat seorang suster disana.


"Sus tolong anak saya sus.Badannya panas dan dari tadi gak bangun-bangun sus".ucap mama Aulia panik


"Tenang dulu buk.Sebaiknya langsung dibawa ke ruang pemeriksaan saja Pak,Buk.Tapi,sebelumnya saya minta maaf.Karena,dokternya masih dalam perjalanan menuju ke sini.Jadi,saya harap kalian dapat menunggu dan mohon bersabar sebentar lagi".jelas sang suster


Alfarez membawa Azzam ke dalam ruang pemeriksaan.Sedangkan,suster tadi mencoba untuk menghubungi sang dokter.Apakah bisa secepatnya kerumah sakit sekarang?.


"Maaf pak,buk.Dokternya sudah ada di depan".ucap sang suster


Tak lama kemudian,dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Azzam.Tetapi,sebelum itu,sang suster sudah meminta Alfarez dan yang lain agar bisa menunggu diluar ruangan saja.


Beberapa menit kemudian


"Kenapa lama sekali ya Yah,ma".ucap Ayna


"Udah,sebaiknya kita berdoa saja untuk abangmu".sahut ayah Alfarez yang diangguki oleh Ayna


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka,menampakkan sang dokter dan susternya.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?dia sakit apa?".tanya mama Aulia


"Keadaannya mulai membaik.Suhu panas tubuhnya pun sudah sedikit menurun.Tetapi,dia masih belum membuka matanya".jelas sang dokter


"Kenapa?".tanya Ayna


"Sepertinya saya mengingat kalian.Kamu Ayna kan?yang dulu pernah di rawat disini juga gara-gara tipes akut?".ucap sang dokter


"Iya dok.Kok dokter tau?".sahut Ayna heran


"Yaa kan waktu itu saya yang memeriksa dan mantau kesehatan kamu selama disini".ucap sang dokter


Masa sih?kok aku lupa ya?,batin Ayna


"Bentar bentar.ohhh dokter Arya ya?iya dulu dokter juga yang nanganin Ayna".ucap mama Aulia


"Iya buk.Emmm anak ibu hanya kelelahan,dia masih tertidur sekarang.Masalah penyakitnya,dia juga punya riwayat penyakit yang sama seperti Ayna".ucap dokter Arya


"Tipes akut dok?".tanya Ayna


"Iya,dan kamu pasti sudah tau kenapa penyakit itu bisa kambuh".sahut dokter Arya


"Malas makan?".ucap Ayna


"Itu salah satunya".sahut dokter Arya


"Boleh kami masuk ke dalam dok?".tanya ayah Alfarez


"Oh silahkan pak.Tapi,biarkan pasien beristirahat dulu.Biarkan pasien bangun sendiri nantinya".sahut dokter Arya


"Kalo begitu,saya pamit dulu.Kalau bapak atau ibu perlu sesuatu,bisa panggil saya atau suster sinta".ucap dokter Arya menunjuk suster Sinta yang ada di sebelahnya


"Iya dokter.Terima kasih".ucap ayah Alfarez


"Sama-sama".sahut dokter Arya pergi


Mereka pun masuk ke dalam ruangan Azzam.Terlihat Azzam yang masih terbaring di brankar rumah sakit.Dengan jarum Infus yang menancap ditangannya.


"Abanggg".Ayna duduk di kursi yang ada disamping brankar


Sedangkan kedua orang tuanya hanya berdiri melihat apa yang akan dilakukan dan di katakan oleh anaknya itu pada Azzam.


"Abang kenapa sakit sih?Ay kan sedih.Karena gak ada teman gelut Ay dirumah".lirih Ayna yang masih dapat di dengar Aulia dan Alfarez


"Mama,Ayna,ayah mau ke masjid deket sini dulu ya.Ayah belum sholat soalnya".ucap ayah Alfarez


"Iya Yah".sahut keduanya


"Kalo ada apa-apa,telpon ayah aja".ucap ayah Alfarez


"Tapi,Ayna gak bawa ponsel.Ketinggalan".sahut Ayna


"Ya udah,nanti panggil dokter Arya aja kalo gitu".ucap ayah Alfarez


"Iya Yah".sahut Ayna


"Assalamualaikum".pamit ayah Alfarez pergi


"Waalaikumussalam".sahut mereka


Alfarez pun melangkah keluar.


"Kamu laper gak Ay?".tanya mama Aulia


"Laper sih ma,dikit hehe".sahut Ayna cengengesan


"Kalo gitu mama ke kantin rumah sakit dulu.Mungkin udah buka".ucap mama Aulia


"Sendirian?".tanya Ayna


"Iya,kamu disini aja jagain abangmu".ucap mama Aulia


"Iya deh ma.Eh Ay mau bubur ayam ya ma hehe".ucap Ayna


"Iya,kalo ada".sahut mama Aulia pergi


Tersisa Ayna dan Azzam yang masih setia memejamkan matanya.


"Capek banget ya bang?nyenyak banget tidurnya".ucap Ayna


"Ay jadi ngantuk.Ay tidur disini ya bang".ucapnya lagi


Ayna menggenggam tangan sang abang dan meletakkan kepalanya di samping Azzam dengan posisinya yang masih duduk di kursi.


°°°


Aku merasakan sebuah tangan yang menggenggam tanganku.Ketika ku coba untuk membuka mata,rasa nyeri dikepalaku mulai terasa.


Yang pertama kali ku lihat saat membuka mata ialah ruangan berwarna putih ini dan aroma obat-obatan mulai menyeruak masuk ke dalam indra penciumanku.


Aku yakin bahwa sekarang aku sedang berada dirumah sakit.Mungkin penyakitku kambuh lagi,karena tadi malam aku sudah merasakan gejalanya.


Ku lihat ke arah samping brankar ku.Ada seorang perempuan yang terlihat tertidur pulas.Ternyata,dia lah yang menggenggam tanganku.Aku mencoba melepaskan genggaman itu,lalu tanganku beralih untuk mengusap lembut kepalanya yang terbalut kerudung berwarna hitam.


Ku rasakan ada pergerakan darinya.Tiba-tiba dia membuka matanya.


"Abanggg".gumamnya


"Maaf ya,abang ganggu tidur kamu".ucapku


"Abang udah dari tadi bangunnya?".tanyanya


"Barusan.Tidur lagi gih,kamu pasti masih ngantuk kan?tidur lagi ya".ucapku yang masih mengusap lembut kepalanya


Tak lama kemudian,aku mendengar suara dengkuran kecil yang berasal darinya.Dapat ku pastikan kalau dia sudah tertidur kembali.


Aku pun ikut memejamkan mata karena masih merasa sangat mengantuk saat ini.


°°°


"Assalamualaikum,eh tidur dianya Yah".ucap mama Aulia yang baru saja datang bersama suaminya


"Kayaknya Azzam tadi udah bangun deh ma".ucap ayah Alfarez


"Masa sih?".sahut mama Aulia


"Itu,tangan si Azzam sekarang ada di kepalanya Ayna".ucap ayah Alfarez


"Iya ya.Mungkin mereka ngantuk berat Yah".ucap mama Aulia tertawa pelan


"Mama gak tidur juga?".ucap ayah Alfarez


"Gak Yah.Soalnya udah ada ayah disini.Jadi,mata mama udah seger liatnya.Gak ngantuk lagi".sahut mama Aulia tertawa


"Bisa aja".ucap ayah Alfarez