
Meskipun masih satu minggu lagi sebelum hari milad pondok.Namun,masing-masing pengurus ma'had sudah di sibukkan dengan kegiatan menata serta mendekorasi tempat yang akan dijadikan untuk acara milad pondok nanti.
Bahkan,beberapa minggu yang lalu.Kyai Haidar sudah mempersiapkan tempat untuk para tamu undangan yang ingin menginap di Darul Hamid.Kyai Haidar memperkerjakan tukang bangunan untuk membangun rumah minimalis.Di dalamnya terdapat satu kamar tidur,satu kamar mandi,dapur kecil,dan ruang tamu.Sederhana.Namun,terlihat begitu mewah.
(Untuk ilustrasi gambar,sesuai imajinasi kalian aja ya^_^)
"Kinar bantuin ya mi".ucap mamah Kinar
"Eh kamu,kirain siapa".ucap umma Fatimah."Gimana sama mereka?".lanjutnya bermaksud menanyakan sang cucu
"Udah menuju Kalimantan mi".sahut mamah Kinar
"Kayaknya sebelum waktu ashar,mereka udah sampe sini".ucap umma Fatimah."Kamu siapin makanan buat mereka.Katanya,teman-teman cucu ummi itu juga pada ikut ya?".ucapnya
"Iya ummi.Teman-temannya Kiran juga pada ikut.Katanya,mereka emang lagi pengen banget ke Kalimantan".sahut mamah Kinar
"Wahh rame dong ya.Cucu perempuan ummi ada banyak".ucap umma Fatimah tertawa pelan
"Ummi ada-ada aja".ucap mamah Kinar geleng-geleng kepala
"Ya sudah,ummi mau ke kamar dulu.Kamu lanjutin bikin minuman buat abi sama suami kamu".ucap umma Fatimah
"Inggih mi".sahut mamah Kinar
Beberapa jam kemudian.Zheesan dan yang lainnya pun tiba di pondok pesantren Darul Hamid.Berbeda saat kepulangan Zheesan dari Yaman waktu itu,yang di sambut besar-besaran oleh seluruh warga pondok.Kali ini,kedatangan mereka hanya di sambut oleh sang mamah dan umma,serta dua santri putri ndalem.
Hal tersebut karena atas permintaan Kiran sendiri.Ia tidak mau para santri pondok ini tau kalau ia merupakan cucu dari pengasuh mereka.
"MAMAH,UMMA".teriak Kiran berlari menghampiri ibu dan juga neneknya
"MasyaaAllah,gimana kabar kamu Kiran?".tanya umma Fatimah
"Alhamdulillah,baik kok umma".sahut Kiran."Umma sama mamah apa kabar?".tanyanya
"Alhamdulillah,kami juga baik".sahut mereka
"Ayok ke ndalem,ajak temen-temennya tuh".ucap umma Fatimah menunjuk ke arah Ayna dan kawan-kawan yang masih terdiam di depan gerbang pondok
"Ohiya lupa".cengir Kiran
"Malah dilupain kitanya kak".bisik Sila pada Ayna
"Maklum Sil,melepas rindu.Jadi yaa gak inget sama yang lain".sahut Ayna tertawa pelan
"Cia,Lia.Tolong kalian bawakan barang-barang mereka ya".ucap mamah Kinar
"Iya Ning".sahut santri ndalem yang bernama Cia dan juga Lia itu.Lalu,mereka berjalan ke arah Ayna dan kawan-kawan
"Yang ini aja kak".ucap Ayna menunjuk pada satu tas berukuran sedang
"Beneran yang ini aja?sekalian semua yang kalian bawa juga gak papa kok".ucap Cia
"Iya kak.Yang lainnya biar kita bawa masing-masing aja hehe".sahut Sila
"Ya sudah kalo gitu".ucap Cia
"Ayo,Ayna sama yang lain.Kita ke rumahnya umma".ucap mamah Kinar yang diangguki oleh mereka
Mereka pun berjalan beriringan menuju ndalem.Tanpa sadar,mereka telah melupakan satu orang yang tengah menatap kepergian mereka.
"Kasian yang kada dianggap".celetuk Fadel tertawa
"Cosplay jadi rumput ilalang dulu ya Gus".ucap Umar
"Bisa banar bepander".sinis Zheesan
"Hehe ampun,Gus".cengir Umar dan Fadel
"Masukin nih mobil ke bagasi".ucap Zheesan
"Mana muat Gus,masa mobil di masukin ke bagasi".sahut Fadel
"Eh maaf typo.Garasi maksudnya".ucap Zheesan santai
"Untung Gus".gumam Umar
"Apa".sinis Zheesan
"Enggak hehe".ucap Umar
"Siaap Gus".seru Umar dan Fadel
°°°
Seluruh warga pondok baru saja selesai melaksanakan sholat ashar berjamaah di masjid utama pondok.Dan sudah menjadi kegiatan para santri untuk belajar kitab Ta'lim Al-Muta'allim hingga menjelang waktu maghrib.
"Kalian mau ikut belajar kitab?".tanya mamah Kinar
"Emm boleh.Kebetulan kita juga belum sampe belajar kitab ta'lim mah".sahut Kiran
"Ya sudah kalo gitu.Mamah mau kembali ke ndalem dulu ya".ucap mamah Kinar
"Iya mah".sahut Kiran
"Eh beneran,mau ikut belajar?kita kan gak punya kitabnya".ucap Zenara
"Tenang,ada banyak kok di koperasi kitab".sahut Kiran
"Ayok lah".ucap Kayana semangat
"Denger kata kitab dikit,langsung semangat".sindir Sila
"Lah,kan bagus Sil.Gak kayak kamu yang semangatnya kalo denger berita viral di pondok aja,terus kamu lebih semangat lagi buat nyeritainnya sama kita-kita".sahut Ayna terkekeh
"Rasain".sinis Kayana pada Sila
"Iya iya,Sila kan kepo-an orangnya".ucap Sila
"Ngaku juga kamu".ucap Zenara
"Ayok lah,nanti telat belajarnya".ucap Kiran
Mereka pun menuju ke koperasi kitab.Sesampainya disana,ternyata ada seorang penjaga koperasi yang juga merupakan seorang mudabbir pondok,bernama Ahmad.Siapa sangka,jika Ahmad ini menyukai Kiran sejak dirinya pertama kali menginjakkan kaki di pondok pesantren Darul Hamid.
Kedatangan Kiran membuat dirinya terkejut.Ia hanya bisa sedikit menunduk ketika Kiran dan teman-temannya lewat.Ahmad hanya diam,lidahnya terasa kelu untuk berbicara.Ia hanya diam menatap ke arah Kiran.Kiran yang merasa di tatap oleh Ahmad pun tak menghiraukannya.Ia membawa Ayna dan yang lain ke temoat kitab yang mereka cari.Setelah menemukannya,mereka pun segera kembali ke masjid utama.Dan,tentu saja kedatangan mereka pun menjadi sorotan para santri.
Tak berselang lama ketika mereka tiba di masjid.Zheesan datang untuk menjelaskan tentang pelajaran kitab pada kali ini.Seluruh santri mendadak terdiam ketika melihat kedatangan Gus mereka.Zheesan pun memulai pembelajaran.
Huh males banget sih sebenarnya belajar gini,risih sama tatapan mereka.Kayak gak pernah lihat manusia aja.Biasa aja kek liatnya,kan nyaman.Gak kayak gini.Pasti dalem hatinya pada ngomongin nih.gerutu Kiran dalam hati
"Kalo males belajar,kenapa keliatan semangat aja kayak tadi?kenapa tadi kita gak ikut mamah kamu balik ke ndalem aja.Terus,kamu gak boleh seudzon gitu.Gak baik".sahut Ayna
"BODO AMAT".sahut Kiran yang seketika dirinya menjadi pusat perhatian
"Heh kenapa itu pada berisik".ucap salah satu santri
"Aduhh,kakak sihh".ucap Kiran
"Lah,kan kamu yang berisik".sahut Ayna tak terima
"Kalian berdua nanti ikut saya ke ruang mudabbiroh asrama 3".ucap salah satu santri bernama Rachel,yang tak lain adalah sang ketua asrama.
Sila tertawa pelan.
"Wihh ngeri juga ya disini,gak bisa ngomong dikit,udah disuruh keruang mudabbiroh aja".ucap Sila
"Iya juga ya.Di pondok kita gak gini-gini amat".sahut Zenara
"Itu yang berdua lagi".tunjuk Rachel pada Sila dan Zenara
"Aduhh kena juga".ringis Sila
"Kalian berdua juga ikut saya".ucap Rachel
Sedangkan Kayana,ia tak henti-hentinya berucap syukur karena tidak ikut di hukum.
Selamat,terima kasih ya Allah.batin Kayana
Setelah kegiatan selesai.Kiran,Ayna,Sila dan Zenara mengikuti langkah Rachel menuju ruang mudabbiroh.
"Eh perasaan kan kita yang bakalan di hukum,kok malah muka kak Kay yang tegang sih".ucap Sila tertawa pelan
"Iya juga ya".sahut Kiran ikut tertawa
"Ngapain tertawa,ada yang lucu?".sarkas Rachel
"Gak ada kak".sahut mereka pelan