
"Eh ada liat gelang aku gak?baru ngeh kalo gak make itu gelang".ucap Ayna sambil menggeledah lemarinya
"Gelang terompah itu?".tanya Kayana
"Iya,ada yang liat gak?".sahut Ayna
"Enggak liat sih.Emang,kapan terakhir kali kakak pake itu gelang?".tanya Kiran
"Emm kayaknya pas istirahat tadi pagi deh.Kan waktu itu kita ke asrama,teruusss ngapain ya aku lepas gelang itu".ucap Ayna berpikir
"Lagian,kenapa di lepas segala sih?".sahut Kiran
"Yaa gak tau jua,aku lupa kenapa bisa ngelepas tuh gelang".ucap Ayna
"Coba tanya sama kak Farah aja deh.Siapa tau kak Farah ngeliat dan nemu gelang kakak".usul Kayana
"Bener juga.Oke,aku nyamperin kak Farah ke dapur dulu ya".pamit Ayna
Semenjak pulang sekolah,Ayna panik karena baru menyadari kalau ia tidak memakai gelang pemberian Rayan waktu itu.Ya,hadiah yang diberikan oleh Rayan kepada Ayna adalah sebuah gelang terompah yang ia beli di pondok Darul Hasan saat resepsi pernikahan Zikri dan Riana dulu.Rayan memang berniat memberikan gelang tersebut kepada Ayna.Tetapi,ia belum menemukan saat yang tepat.Dan kebetulan saat penutupan acara musabaqoh waktu itu,ia berkesempatan memberikannya sebagai hadiah untuk Ayna.
Sesampainya di dapur
Suasana dapur yang lumayan ramai membuat Ayna tidak leluasa bertanya kepada Farah.
"Kak".sapa Ayna
"Eh kamu Ay,kenapa?".tanya Farah yang langsung mematikan api kompornya
"Eh kok dimatiin?".ucap Ayna heran
"Udah selesai Ay.Kamu ngapain disini?mau masak juga?".sahut Farah
"Nanti sore aja masaknya kak.Sekalian nunggu waktu berbuka hehe".ucap Ayna
"Puasa lagi?".tanya Farah heran
"Iya kak,puasa qodho hehe".sahut Ayna
"Ohh gitu.Mau kakak bantuin gak?".ucap Farah
"Boleh,kalo kakak gak keberatan".sahut Ayna
"Iyaa,enggak kok.Yuk balik ke kamar,sekalian temenin kakak ke koperasi sebentar".ucap Farah
"Oke,ayok".seru Ayna
Ayna dan Farah pun meninggalkan dapur dan mampir ke koperasi asrama.Setelah selesai membeli apa yang Farah inginkan,mereka pun segera kembali ke kamar.
"Assalamualaikum".ucap Farah memasuki kamar
"Waalaikumussalam".sahut mereka
"Sepi nih.Yang lain pada kemana?".tanya Farah
"Tidur kak,di aula".sahut Kiran
"Terus,kalian berdua enggak tidur di sana juga?".ucap Farah pada Kiran dan juga Kayana
"Enggak kak,lebih enak di kamar sendiri".sahut Kiran mewakili Kayana
"Eh iya kak Farah,aku lupa mau nanya".ucap Ayna tiba-tiba
"Nanya apa?".tanya Farah
"Kakak liat gelang aku gak?".ucap Ayna
"Emmm ada,gelang terompah kan?".sahut Farah
"Nahh iya kak".seru Ayna
"Bentar".ucap Farah mencari gelang tersebut di dalam lemarinya."Nih,lain kali hati-hati.Ini pemberiannya ustadz Rayan waktu itu kan?untung kakak yang nemuin".lanjutnya memberikan gelang tersebut pada Ayna
"Hehe iya kak.Makanya aku panik nyariin ini gelang.Makasih ya calon kakak ipar".ucap Ayna kembali memasangkan gelang ditangannya
"Iya sama-sama".sahut Farah
"Umurnya kak Farah ini berapa sih kak?".tanya Kayana
"Akhir tahun nanti,20 tahun".sahut Farah
"Wahh akhir tahun,tanggal berapa tuh?".ucap Ayna
"30 Desember nanti".sahut Farah
"Kok gak 31 aja sih kak,biar semua orang ngerayain gitu.Atau gak,tanggal 1 januari aja".ucap Kiran
"Ya gak bisa lah,Kiran.Nyatanya kakak lahir di tanggal 30".sahut Farah
"Si Kiran ada-ada aja.Dia emang kayak gitu kak,gak usah di tanggepin".ucap Kayana
"Si Zen mana?".tanya Ayna
"Nemenin Sila keluar,ada orang tuanya jenguk".sahut Kayana
"Ohh gitu".ucap Ayna manggut
°°°
"Assalamualaikum".sapa seseorang memasuki kamar Azzam
"Waalaikumussalam.lho,udah sampe aja.Kapan berangkat kesininya?".tanya Azzam pada seseorang tersebut
"Sekitar jam 9 pagi tadi,biar cepet Zam,mau beres-beres juga.Kan besok udah mulai ngajar".sahut Husein
Yah,seseorang tersebut adalah Husein.Ia berangkat seorang diri menggunakan sepeda motornya.
"Ohiya,kamar ente di sebelah".ucap Azzam
"Tapi,kayaknya lebih seru di asrama putra".sahut Husein
"Iya sih.Tapi,ini Gus Fakhri yang minta.Ane juga dulunya mau di asrama putra aja sama si Rasyid.Tapi yaa gitu,gak enak juga kan nolak permintaan Gus sendiri".ucap Azzam
"Ya udah deh,ane mau ke kamar dulu".ucap Husein
"Mau ane bantuin kagak?".tawar Husein
"Kagak usah,ente istirahat aja dulu.Ane pamit dulu ye".ucap Husein pergi ke kamarnya
Tempat tinggal Azzam dan Husein ini berada di luar halaman pondok,tak jauh dari asrama putra salafi.Tempat tinggal,emm kita sebut kamar aja kali yak.Kamar tersebut khusus untuk para pengajar yang berasal dari luar daerah.Mengapa Rasyid tidak tinggal di tempatnya Azzam dan Husein?itu karena Rasyid merupakan lulusan Baitul 'Izzah yang diharuskan mengabdi dipondok tersebut.Meskipun ia tinggal di asrama putra salafi,ia memiliki kamar yang disediakan khusus oleh Fakhri untuknya.Spesial gak tuh wkwk.
"Zam".panggilnya
"Eh,ente udah selesai beres-beresnya?".sahut Azzam
"Baru aja selesai,makanya ane nyamperin ente kesini".ucap Husein mendudukan dirinya di kursi samping Azzam
"Ohiya,ane masih heran sama ente.Kenapa malah milih ngajar disini ketimbang ngabdi di Kairo?".tanya Azzam
"Udah lama ane gak ada ngumpul sama keluarga Zam.Makanya lebih milih kesini daripada balik ke Kairo lagi".sahut Husein
"Kan disini sama aja,masih jauh dari orang tua ente".ucap Azzam
"Yaa setidaknya masih bisa ketemu walaupun gak setiap hari".sahut Husein
"Betul juga sih".ucap Azzam manggut
"Emm itu ustadz Mukhtar ya?kok berhenti ngajar disini?".tanya Husein
"Iya,ustadz Mukhtar.Beliau ikut istrinya ke Sumatera.Istri beliau itu merupakan seorang Ning,dan merupakan anak tunggal.Senin kemaren mereka langsung terbang ke Sumatera karena mendapat kabar duka dari keluarga disana.Ayahnya istri ustadz Mukhtar meninggal dunia".jelas Azzam
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un".gumam Husein
"Makanya ustadz Mukhtar berhenti ngajar disini,karena beliau yang akan meneruskan kepemimpinan pondok almarhum mertua beliau".lanjut Azzam
Husein pun mengangguk-angguk mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Azzam.
"Mending kita ke asrama putra salafi,sekalian ketemu Rasyid".ucap Azzam
"Boleh".seru Husein
Mereka pun pergi ke asrama putra salafi.Sesampainya disana,para santri menyalimi tangan Azzam dengan takzim.Sebenarnya Azzam merasa tidak pantas jika di perlakukan seperti itu.Ia hanya ingin para santrinya cukup bertingkah sopan.Namun,apalah daya ye kan.Namanya juga ustadz.
Hingga mereka bertemu dengan Rasyid dan Azzam pun memperkenalkan Husein kepadanya dan juga pada santri yang berada di dekat mereka.
Ditengah-tengah perbincangan mereka,Husein pamit untuk berkeliling asrama,sekedar melihat-lihat suasana asrama disini.Sampai pada di depan sebuah kamar santri,ia mendengar seseorang menyebutkan nama Ayna.
Yaa lagian kan hari Guru masih lama.Kenapa kita harus repot sekarang?
Iya nih si Anan ngaco.Kan biasanya kalo ada peringatan kayak gitu,kita serahin semuanya sama yang perempuan.Terutama Ayna
Iya juga ya,kenapa aku mikirin itu duluan sih.Ya udah lah,pasti bundahara nanti mau bikin rapat juga dikelas soal hari Guru.
Nahh itu,kita serahin aja semuanya sama Ayna
Husein yang mulai penasaran pun mengetuk pintu kamar yang sedikit terbuka tersebut.
Tok tok tok
"Assalamualaikum".ucapnya
"Waalaikumussalam,eh ustadz.Masuk ustadz".sahut mereka
Fyi:mereka sebelumnya sudah mendengar Azzam yang menjelaskan kalau Husein merupakan ustadz pengganti ustadz Mukhtar.
"Maaf ustadz,kita gak punya makanan nih".celetuk Anan
"Tidak apa-apa,saya kesini hanya karena penasaran".sahut Husein
"Penasaran kenapa,ustadz?".tanya Rafa
"Diluar tadi saya mendengar kalian menyebutkan nama Ayna.Apakah ia Ayna Narayan?".ucap Husein
"Iya ustadz,kebetulan kita bertiga sekelas sama Ayna".sahut Rafa."dan ini partner kerjanya Ayna.Umar".lanjutnya menunjuk ke arah Umar
"Partner kerja?".ucap Husein heran
"Eh,gini ustadz,di kelas kita itu punya dua bendahara.Nahh jadi,Ayna bendahara satu dan Umar ini bendahara dua nya.Makanya kita bilangnya partner kerja".jelas Rafa
"Ohh gitu".ucap Husein manggut
Husein tertarik untuk berbincang dengan mereka lebih lama.Tentunya ia hanya bertanya tentang Ayna.Ck dasar si Husein.
Setelah berbaur dengan para santri putra salafi,Azzam pun mengajak Husein untuk menemaninya ke tempat fotocopy-an yang berada tak jauh dari asrama putri.
"Ngapain?".tanya Husein
"Mau fotocopy ringkasan tasrif".sahut Azzam seadanya
Husein mengiyakan ajakan Azzam.Setelah pamit kepada Rasyid,mereka segera pergi ke tempat fotocopy-an tersebut.
Sesampainya disana,Azzam melihat Farah dan juga adiknya yang tengah memegang segalon air yang kosong.Sepertinya mereka ingin membeli air,pikir Azzam.
Tempat fotocopy-an tersebut memang sekaligus menjual air galon dan juga gas LPG.Karena letaknya yang tak jauh dari asrama,sehingga memudahkan para santri putri membeli air dan gas LPG disana.Juga memudahkan mereka membawanya kembali ke asrama.
"Ayna".sapa Azzam
"Eh abang.Ngapain bang?".tanya Ayna yang masih belum menyadari kehadiran Husein disana
"Mau fotocopy ringkasan tasrif".sahut Azzam
"Beneran bang,Ay mau dong.Ya ya".pinta Ayna
"Iya deh,iyaa".ucap Azzam
"Ekhem".Husein berdehem
"Eh kak Husein,kok bisa ada disini sih?".ucap Ayna terkejut
"Ya bisa dong Ay,kan dia yang ngegantiin ustadz Mukhtar".sahut Azzam
Husein pun hanya tersenyum kepada Ayna sebagai jawaban.
Jadi bener dong dugaannya Ay sama teman-teman.batin Ayna
"Ohh gitu.Emm Ay sama kak Farah balik ke asrama dulu ya bang".pamit Ayna
"Eh tunggu,biar abang aja yang bawa galonnya".ucap Azzam
"Aduh,Ay jadi baper nih.Tolong bawain ya bang".ucap Ayna tertawa pelan
"Husein,tolong ente fotocopy-in ini dulu ya.42 lembar".ucap Azzam pada Husein
"Iya Zam".sahut Husein menerima lembaran tersebut dari Azzam
Azzam pun mengangkat galon air tersebut dan berjalan terlebih dahulu.Sedangkan Ayna dan Farah,mereka hanya mengekori Azzam dari belakang.
Kita bertemu lagi Ayna.batin Husein