
"kenapa kamu ngasih tau mereka Ay?".tanya Azzam
"Gak sengaja bang hehe".sahut Ayna
Ayna memberi tahu Zayan kalau sekarang Azzam sedang berada dirumah sakit.
Awalnya Ayna mendengar suara ponsel yang berdering,dan ternyata suara itu berasal dari saku celana yang dikenakan oleh Azzam.Ayna segera mengambilnya.Saat itu Azzam masih setia berada di alam mimpinya.mungkin.
Saat Ayna mengambilnya,tertera nama Zayan pada layar ponsel tersebut.Ayna segera menerima panggilan dari Zayan.Awalnya Zayan ingin menanyakan bagaimana keadaan Ayna pada Azzam.Tapi,malah orang yang ingin ditanyakan kabarnya yang menerima panggilan darinya.
Setelah Ayna memberi tahu kabarnya yang baik-baik saja.Ia bercerita kepada Zayan tentang Azzam yang harus dirawat di rumah sakit sekarang.
Hingga Zayan mengatakan bahwa ia akan menjenguk Azzam nanti sore,bersama Rayan dan juga Rasyid.
"Kasihan mereka jauh-jauh datang kesini".ucap Azzam
"Yaaa tadinya udah Ay bilangin sama ustadz Zayan,kalo gak usah repot-repot datang kesini.Lagian abang juga udah mendingan.Tapi,ustadz Zayan bilang kalo bakalan tetap kesini sama ustadz Rayan dan ustadz Rasyid juga".jelas Ayna
"Iya deh iya.Eh mama sama ayah mana?kok dari tadi gak keliatan?".ucap Azzam
"Mama sama ayah pulang kerumah.Katanya mau ngambil barang-barang kita.Kan nginep disini".sahut Ayna
"Ohhh udah dari tadi?kok abang gak tau?".tanya Azzam
"Emmm lumayan.Yaaa jelas lah kalo abang gak tau.Kan abang masih tidur,abang mimpi apa sih?nyenyak banget tidurnya.Sampe ponsel berdering di saku celana sendiri aja gak nyadar".sahut Ayna
"Abang gak mimpiin apa-apa.Cuman capek aja.Jadi,bawaannya nih mata merem mulu.Apalagi kalo ada kamu disamping abang".ucap Azzam tertawa pelan
"Dih,abang modus".sahut Ayna tertawa
Azzam pun ikut tertawa melihat adiknya yang tertawa lepas.
"Ay".panggil Azzam menatap Ayna
"Iya bang,kenapa?".tanya Ayna yang masih tertawa
"Pacaran yuk".ucap Azzam
Ayna menghentikan tawanya dan menatap Azzam dengan tatapan heran.Ada apa dengan abangnya itu?.
"Apaan sih bang,gak boleh pacaran tau.Lagian kita itu saudara.Abang aneh deh".sahut Ayna kembali tertawa
"Kalo gitu,kita nikah aja".ucap Azzam yang lagi-lagi membuat adiknya keheranan
"Kan kita saudara abaaang.Kita sedarah.Abang kenapa sih? penyakit abang kambuh lagi pasti nih".sahut Ayna memegang dahi Azzam
"Kalo abang bilang kita gak sedarah,gimana?".lirih Azzam yang masih dapat didengar oleh Ayna
Deg
Azzam memegang tangan Ayna.Sedangkan Ayna,ia terdiam membisu setelah mendengar ucapan abangnya itu.
"Haha abang bercanda kan".ucap Ayna
"Kalo abang bilang ini gak bercanda?".tanya Azzam
"Ayolah bang,Ayna gak lagi ulang tahun,masih lama lho bang.Jangan nge-prank Ayna dong.Rasanya itu nge-jleb banget sampe ke usus".ucap Ayna yang masih menganggap ucapan Azzam hanyalah gurauan semata
"Abang gak bercanda Ay".sahut Azzam
Ayna menatap Azzam.Ia mencoba mencari raut-raut kebohongan di wajah Azzam.Namun,ia tidak mendapatinya.
"Ayah sama mama pernah cerita sama abang.Pada malam itu,mama denger suara tangisan bayi dari depan rumah.Saat itu memang rumah kita belum ada pagarnya seperti sekarang.Mama pergi keluar untuk memastikan bahwa pendengarannya itu benar.Saat mama membuka pintu,mama terkejut karena ada bayi perempuan yang dibiarkan terbaring di lantai beralaskan selimut bulu-bulu berwarna biru".
Azzam terus melanjutkan kisahnya pada Ayna.Sedangkan Ayna hanya bisa terdiam dalam rasa keterkejutannya.Ayna tidak menyangka bahwa selama ini ia bukan terlahir dari keluarga Narayan.Ia hanya seorang bayi yang beruntung karena ditemukan dan dirawat oleh keluarga yang sangat baik dan sangat menyayanginya.
Ayna melepaskan tangannya dari genggaman Azzam.
"Ay keluar sebentar".ucap Ayna pergi
"AYNAA TUNGGU AY".teriak Azzam
Namun,Ayna tetap melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan.
Sebenarnya Azzam sangat merasa bersalah karena sudah menceritakannya pada Ayna.Namun,ahhh sudahlah.Semuanya sudah terjadi.
Sedangkan disisi lain,terlihat seorang perempuan yang tengah terisak di kursi taman rumah sakit.
Jadi,Ayna bukan anak kandung mama dan ayah.Hiks hiks kenapa kalian tidak mengatakannya sedari awal hiks.Bahkan kalian selalu mengutamakan Ayna dibandingkan yang lainnya.Padahal Ayna bukan dari keluarga Narayan.Sikap kalian kepada Ay membuat Ay tidak menyangka kalau Ay bukan bagian dari keluarga kalian hiks hiks.lirihnya
"Apa yang harus aku lakukan sekarang.Aku benci.Gak enggak,mereka sangat baik kepadaku.Aku tidak membenci mereka.Aku hanya kecewa karena tidak ada yang memberi tahu ku sedari awal.Bahkan sekarang hanya bang Azzam yang menceritakannya.Kenapa mama dan ayah- ahh ya Allah kenapa harus seperti ini.Apa yang harus aku lakukan.Aku tidak akan membenci mereka,bagaimana pun mereka yang merawatku sedari bayi.Aku tidak merasakan kekurangan apapun dari mereka.Aku hanya merasa bersalah sekarang,aku terlalu banyak merepotkan mereka".gumamnya
Tiba-tiba seorang anak perempuan yang berumur sekitar 5 tahun duduk disebelahnya.
"Kakak jangan nangis,kakak jangan sedih.Kalo kakak sedih,nanti Ais juga bakalan sedih".ucap anak perempuan tersebut
"Iya iya,kakak gak bakal sedih lagi.Ais,kamu ngapain ada disini?mana mama kamu?".ucap Ayna mengusap air matanya
"Aku cuman main aja kesini hehe".sahut Ais
"Terus,mama kamu mana?".tanya Ayna
"Mama aku ada di dalam kak.Aku gak suka liat mama sedih,makanya aku keluar jalan-jalan ke taman ini".sahut Ais
"Keluarga kamu ada yang dirawat disini?diruangan mana?".tanya Ayna
"Samping ruangan abangnya kakak".sahut Ais tersenyum
"Ohh ka-
Ucapan Ayna terpotong karena seseorang yang memanggilnya.
"Ayna".panggil seseorang
Ayna pun menoleh ke sumber suara
"Eh ustadz".ucap Ayna setelah melihat ternyata Rayan yang memanggilnya
"Kamu dicariin.Ayok kita ke ruangannya Azzam".ucap Rayan
"Tunggu sebentar ustadz.Ais bareng kakak aj-.Lah,mana Ais?kok gak ada?kapan perginya?".ucap Ayna karena tidak mendapati Ais disampingnya
"Ada apa Ay?".tanya Rayan
"Tadi aku sama Ais disini,tapi sekarang dia udah pergi".sahut Ayna
"Iya ustadz.Anak kecil perempuan.Oh iya,mungkin dia udah balik ke dalam.Nanti aku temuin dia aja.Katanya dia ada disamping ruangannya bang Azzam".ucap Ayna
Anak kecil perempuan?tapi aku tidak melihat siapapun duduk disitu selain Ayna.Apakah anak itu sudah pergi sebelum aku datang kesini?.pikir Rayan
"Ya sudah,sebaiknya kita ke ruangan Azzam sekarang.Mama sama ayah juga udah balik kesini lagi".ucap Rayan
Ayna kembali termenung
"Ay.Ayna".panggil Rayan
"Eh iya ustadz.Ayok".ucap Ayna tersadar
Mereka pun menuju keruangan dimana Azzam dirawat.Sesampainya disana,terlihat Azzam,Zayan,Rasyid dan juga kedua orang tuanya yang tengah berbincang.
"Assalamualaikum".ucap Rayan menghampiri mereka
Tidak dengan Ayna.Ia masih berdiri mematung di ambang pintu.Kenyataan yang dikatakan oleh Azzam membuatnya menjadi serba salah.
"Ayna,sini sayang.Kok berdiri disitu".panggil mama Aulia
"Eh iya ma".sahut Ayna menghampiri mereka
"Kamu kenapa sayang?kok sedih gitu mukaknya?kamu habis nangis?kenapa,cerita sama mama?".tanya mama Aulia bertubi-tubi
Bukannya menjawab,Ayna malah semakin menangis dan segera memeluk Aulia.
"Eh,kamu kenapa Ay?ada yang jahatin kamu?".ucap mama Aulia heran
Tanpa mereka sadari,ada seseorang yang terkekeh melihat kejadian tersebut.
Ayna Ayna.batinnya
"Hiks hiks maafin Ay kalo selama ini Ay ngerepotin kalian hiks.Ay emang anak yang gak tau diri.Ay sudah merepotkan semua orang,padahal Ay bukan siapa-siapa disini hiks".Ayna menangis sejadi-jadinya setelah mengatakan hal tersebut
"Kamu kenapa sih?apa maksudnya kamu bukan siapa-siapa?ini ada apa sih,Yah.Mama bingung".ucap mama Aulia heran
"Iya Ay,maksud kamu apa?Kamu anak ayah sama mama.Adik dari Azzam.Anak dari keluarga Narayan".ucap ayah Alfarez
"Hiks Ay udah tau semuanya Yah.Ay udah tau kalo Ay bukan anak kandung kalian.Ay hanya anak angkat dari keluarga Narayan hiks hiks".ucap Ayna
APA
Semua orang terkejut,kecuali satu.
"Siapa bilang kalo kamu hanya anak angkat mama sama ayah?".tanya mama Aulia heran
"Abang Azzam udah cerita ma.Ay udah denger kenyataan dari semuanya ma hiks".sahut Ayna
"Azzam".ucap ayah Alfarez dan mama Aulia bersamaan
Mereka menatap tajam ke arah Azzam.Yang ditatap hanya menampakkan cengirannya.
"Canda ma hehe".ucap Azzam cengengesan
"Berlebihan Zam".ucap ayah Alfarez geleng-geleng kepala
"Ayna sayang,kamu itu anak kandung mama sama ayah.Anak kandung keluarga Narayan.Kamu lahir dari rahim mama".ucap mama Aulia
"Ta- tapi kata abang
"Hussss kamu percaya sama abang kamu itu?".ucap mama Aulia
"Jadi,abang bohong ma,Yah?".tanya Ayna yang dibalas anggukan oleh keduanya
Dasar abang ngeselin,awas aja nanti.batin Ayna menyeringai
Ayna perlahan-lahan mendekati Azzam.
"Ay maafin abang ya.Abang cuman bercanda kok,ya ya.Lagian,kalo kamu bukan saudara kandung abang,gak mungkin juga abang deket-deket sama kamu selama ini.Kan bukan mahrom Ay.Abang canda doang kok,maaf ya hehe".ucap Azzam ketakutan melihat wajah Ayna yang nampak berbeda dari sebelumnya
Ayna terus mendekat tanpa membalas ucapan Azzam.Hingga ia sudah berada disamping Azzam.
"Hahaha aduh Ay maafin abang Ay.Haha geli Ay,cukup cukup haha".ucap Azzam disela tawanya
Ya,Ayna menggelitiknya
"Siapa suruh bohongin Ay.Rasain nih".ucap Ayna semakin menjadi
"Haha udah Ay hahaha Ay-
Azzam terdiam.Ia pingsan
"Abang,bang bangun bang.Jangan nge-prank Ay lagi dong.Bang maafin Ayna bang hiks,abang bangun.Ay janji gak bakal gelitikin abang lagi.Bangun bang".ucap Ayna mengguncang-guncang tubuh Azzam lalu memeluknya
"Dua kali kena tipu hahaha".ucap Azzam
Yahh ia hanya berpura-pura pingsan agar terbebas dari serangan sang adik.
"Ish bang Azzam,gak lucu".sarkas Ayna
"Haduh kalian ini.Sudah sudah.Ay,mending kamu makan dulu gih sama ayah.Sekalian ajak mereka".tunjuk mama Aulia pada Z dan 2R
"Iya Ay,makan dulu sana.Pasti kamu laper gara-gara nangis terus".ucap Azzam tertawa
"Awas aja nanti kalo udah sembuh".sahut Ayna menatap tajam ke arah Azzam
"Baang".ucap mama Aulia
"Hehe iya ma,gak lagi deh".sahut Azzam
"Ay makan dulu ya ma.Mama tunggu sebentar aja disini jagain abang ngeselin,ntar gantian Ayna yang jagain dia".ucap Ayna
"Iya iya,udah sana".ucap mama Aulia tertawa pelan
Mereka pun pergi ke kantin rumah sakit,kecuali Aulia dan Azzam.
"Bisa-bisanya kamu isengin adik kamu kayak gitu bang".ucap mama Aulia tak percaya
"Azzam kira dia bakal gak percaya ma.Tapi ternyata Azzam salah hehe.Sesekali ma".sahut Azzam
"Kalian ini selalu bikin mama sama ayah geleng-geleng kepala".ucap mama Aulia