
Sejak hari pertama dirinya mengajar.Tak sedikit santri yang membicarakan tentangnya.Seorang ustadz muda yang tampan.Namun,memiliki wajah yang menyeramkan.Itu merupakan pendapat para santri.
Namun,hal tersebut hanya dianggap angin yang berlalu olehnya.Di pondok ini,ia hanya akan fokus untuk mengajar dan mengejar.Mengejar?.Yah,mengajar para santrinya,serta mengejar adik dari sahabatnya.
Dan hari ini merupakan minggu kedua seorang Husein Muhammad menjadi pengajar di pondok pesantren Baitul 'Izzah.Selama itu pula,ia terus berusaha mendapatkan perhatian dari Ayna.Dan tentu saja itu membuat banyak pertanyaan di kepala para santri yang mengetahuinya.
Bahkan,Rayan pun merasa jengkel terhadap tingkah Husein kepada Ayna itu.Tak jarang,ia dengan sengaja berbicara pada Ayna.Entah sekedar menanyakan kabar atau apalah itu.
Rayan juga sering bersikap lembut selembut lembutnya hampir seperti tepung,kepada Ayna.Agar Husein tau,kalau dirinya dan juga Ayna memiliki hubungan spesial.
Hubungan spesial katanya:!.
°°°
"Kenapa ya,ustadz Husein itu tetap aja ganteng.Walaupun,mukanya kadang nyeremin".ucap Sila
"Iya tuh,padahal udah dua mingguan.Tapi,tetap aja aura ketampanannya ustadz Husein gak luntur".sahut Zenara
"Gini nih,kalo orang yang satu frekuensi udah ketemu".celetuk Kayana
"Heh,apa tadi?ustadz Husein ganteng?tampan?".ucap Kiran
"Iya.Orang udah jelas ganteng gitu kok".sahut Sila
"Ganteng dari mananya coba?mungkin,kalo diliat dari tempat yang jauh sejauh-jauhnya.Baru tuh,keliatan gantengnya".ucap Kiran
"Kiran ini aneh deh".sahut Zenara
"Iya tuh".ucap Sila menimpali
"Hei ingat ya!misi kita adalah menghindarkan kak Ayna dari ustadz Husein".ucap Kiran
"Eh iya juga ya".ucap Sila
"ALHAMDULILLAH KENYAAANG".seru Ayna yang membuat mereka terkejut
Abaikan para pengunjung kantin lainnya ya: ).
"Eh astaghfirullah".ucap Sila
"Yuk lah,balik ke kelas lagi kita".ucap Ayna hendak pergi
"Eh eh tunggu kak.Kita kan belum selesai makannya".sahut Kiran yang di angguki yang lainnya.Kecuali Kayana.Karena,dia juga sudah menghabiskan makanannya
"Siapa suruh gosib terus".sahut Ayna."Yuk Kay,kita ke kelas duluan".ajaknya pada Kayana
"Yuk kak.Kita duluan ya guys".ucap Kayana tertawa
Setelah Ayna dan Kayana kembali ke kelas.Kiran,Sila dan juga Zenara pun segera melanjutkan makan mereka.
"Alhamdulillah,yuk lah ke kelas".seru Sila
"Yok".sahut Zenara
"Eh kalian duluan aja ke kelasnya.Aku mau ke asrama dulu,bentar".ucap Kiran
"Mau di temenin gak?".tawar Sila
"Gak usah,kalian duluan aja".sahut Kiran
"Oh oke deh.Yuk kak Zen".ucap Sila
Kiran melangkahkan kakinya menuju asrama.Sendirian.Gak sendirian juga sih.Kan masih jam istirahat.Jadi,masih banyak santri yang berlalu-lalang.
Namun,belum sempat keluar dari gerbang pondok.Tiba-tiba,ia merasa kalau ada seseorang yang memanggil dirinya.
"Hey".panggil seseorang tersebut
Kiran menghentikan langkahnya dan menatap ke sumber suara.
"Saya?".tanya Kiran menunjuk dirinya
"Iya".sahutnya berjalan ke arah Kiran
"Ada apa,ustadz?".tanya Kiran lagi
"Kamu temannya Ayna kan?".tanya orang tersebut
"Iya,besti saya tuh.Emangnya ada apa,ustadz?".sahut Kiran
"Kamu tau sama kesukaannya Ayna?makanan,minuman,atau apa gitu".tanyanya
"Lah,bukannya ustadz Husein adalah tetangga plus teman masa kecilnya kak Ayna sama ustadz Azzam ya.Seharusnya,ustadz udah tau dong apa kesukaannya kak Ayna".sahut Kiran
Yah,Husein lah yang tanpa angin,tanpa hujan,tiba-tiba saja memanggil Kiran.
"Oh aja sih".ucap Kiran santai
"Jadi,kamu tau gak?".tanya Husein
Nih ustadz emang bener bener ya.batin Kiran
"Saya gak tau".ucap Kiran
"Katanya besti.Tapi kok gak tau sama kesukaannya besti sendiri".sinis Husein
"Udah dibilangin gak tau,ya gak tau.Ribet banget sih.Kenapa gak tanya sama ustadz Azzam aja".sahut Kiran ngegas
"Ck masa santri kelakuannya kayak gini.Gak ada sopan-sopannya sama sekali sama ustadz sendiri".gumam Husein yang masih dapat di dengar oleh Kiran
"Saya seperti ini tergantung lawan bicara saya".sahut Kiran."Kalo dia sopan,saya akan segan.Tapi,kalo tidak,meskipun seorang ustadz sekalipun,apalagi kalo ustadznya kayak gini.Saya tidak akan segan-segan melawan".lanjutnya
"Saya cuman mau tau kesukaannya Ayna".sahut Husein yang tak terima atas perkataan Kiran
"Untuk apa?saya tidak akan memberitahukannya pada ustadz".ucap Kiran."Dan ingat ini ustadz!jangan sekali-kali ustadz mendekati kak Ayna".lanjutnya
"Emangnya kenapa kalau saya mendekati Ayna?apa hubungannya sama kamu?".sahut Husein
"Ustadz bakalan berurusan sama saya.Assalamualaikum".ucap Kiran sebelum pergi dari hadapan Husein
Meskipun ia sangat geram pada Husein.Tetap saja ia harus menghormati Husein sebagai gurunya.Tak terkecuali hanya untuk sekedar mengucapkan salam.
"Waalaikumussalam".ucap Husein pelan
Ayna Ayna.Ternyata,tidak mudah juga untuk mendekatimu.batin Husein
"Tapi,wajah santri tadi seperti mirip seseorang.Tapi,siapa?".gumamnya
Teng teng teng
Lonceng tanda berakhirnya jam istirahat berbunyi.Kiran yang masih berada di asrama pun segera kembali ke kelasnya.
"Keyra,tungguin".teriak Kiran pada Keyra yang juga ingin ke kelas
Keyra menghentikan langkahnya.
"Eh tumben sendirian".ucap Keyra
"Emang sengaja sendirian".sahut Kiran
"Ohh gitu,biasanya kan sama kak Ayna".ucap Keyra manggut
"Ya udah yuk.Ntar keduluan ustadz Rayan".ucap Kiran
Sesampainya di depan kelas.Ternyata,Rayan sudah ada di dalam kelas.Mereka pun harus menunggu Rayan selesai berdoa.Lalu,setelah itu mereka baru akan meminta izin masuk.
"Kamu aja yang ketuk pintunya,Key".ucap Kiran ketika Rayan sudah selesai berdoa
"Oke".sahut Keyra
Tok Tok Tok
"Assalamualaikum ustadz".ucap Keyra
Rayan pun mempersilahkan mereka masuk.
"Waalaikumussalam".sahutnya
Kiran duduk di tempatnya tanpa berkata apapun.Ia hanya memperhatikan Rayan yang tengah menjelaskan bab pelajaran.
Sebenarnya,Ayna merasa ada yang berbeda dari Kiran.Ia ingin bertanya kepada Kiran.Namun,Ayna melihat Kiran yang sangat serius mendengarkan penjelasan.Akhirnya,ia mengurungkan niatnya.
Tak tahu saja ia.Meskipun Kiran memperhatikan ke arah depan.Namun,pikirannya sedang menjelajah ke mana-mana.
Hingga jam pulang madrasah.Kiran tetap tak bersuara.Ayna semakin bingung dibuatnya.
Kiran kenapa?batin Ayna
Kiran berjalan keluar kelas lebih dulu.Meninggalkan Ayna yang sedang menatap aneh ke arahnya.
"Kenapa tuh kak?".tanya Nisa
"Gak tau juga,sariawan kali.Makanya diem mulu".sahut Ayna
"Mungkin ya".gumam Nisa
"Yuk pulang bareng".ajak Ayna
"Ayoo".seru Nisa