
"Hadiah yang di kasih sama ustadz Rayan kemaren udah kakak buka belum?".tanya Kiran sedikit berbisik
Saat ini,mereka berada di kantin pondok.Banyak santri yang berlalu lalang di dekat mereka.
"Belum".sahut Ayna
"Kita bawa ke situ dulu ya kak".ucap Ayna pada Ica
"Iya".sahut Ica
Ayna dan Kiran melangkahkan kaki mereka ke tempat duduk yang terletak di pojok kantin,dengan membawa sepiring gorengan lengkap dengan sausnya,serta es teh gelas ditangan masing-masing.
"Kenapa belum dibuka?kan kata ustadz Rayan dibukanya kalo udah di asrama".ucap Kiran mendudukkan dirinya di kursi
"Kan ustadz Rayan gak bilang kalo bukanya itu pas udah pulang waktu itu kan?".sahut Ayna
"Iya juga ya.Beliau cuman bilang bukanya kalo udah di asrama.Emm gak salah sih.Tapi,kenapa gak dibuka aja?bikin penasaran".ucap Kiran
"Terserah saya dong.Kan hadiahnya untuk saya".sahut Ayna tertawa pelan
"Iya deh,yang dikasih hadiah sama ekhem".ucap Kiran
"Nanti malam deh".ucap Ayna sambil memakan gorengannya
"Ikut ya".seru Kiran
"Ikut kemana?kan aku gak kemana-mana".sahut Ayna
"Ikut buka hadiahnya lah kak".ucap Kiran
"Ohh bilang dong".sahut Ayna santai
Astaghfirullah,sabar sabar.batin Kiran
"Sabar kenapa?".tanya Ayna
"Ck lupa lagi,kalo kak Ayna itu saudaranya Harry Potter".gumam Kiran
"Malah diem".ucap Ayna
"Enggak kak".sahut Kiran malas
"Ya udah,makan".ucap Ayna
"Iya iya".
Di tengah keheningan menikmati gorengan dan segelas es teh.Tiba-tiba,dua orang santri putri duduk di depan Ayna dan Kiran.Mereka saling bercerita,tanpa menghiraukan keberadaan Ayna dan Kiran disana.Kesian.
"Si Bilqis katanya dekat sama ustadz Rayan?emang bener ya?".tanya salah satunya
"Desas desusnya sih gitu.Kamu sih gak sekolah,makanya gak sempat liat kejadian yang bikin gempar santri putri waktu itu".sahutnya
"Emangnya ada kejadian apa sih?".tanyanya
"Kemaren,emmm kapan ya,lupa.Intinya,waktu itu si Bilqis ngasih makanan untuk ustadz Rayan,secara langsung".
"Hah Bilqis ngasih makanannya langsung dari tangannya sendiri?".
"Iya.Kalo gak percaya,tanya aja sama yang lain".
"Emang yang lainnya juga tau?".
"Ya iyalah.Orang kejadiannya pas istirahat,otomatis banyak yang liat.Terutama para santri putri".
"Masa sih.Terus?".
"Yaa gitu,diterima sama ustadz Rayan.Mana pake senyum lagi,beuhh masyaaAllah".
"Masa sih?itu artinya,mereka emang deket dong.Kan ustadz Rayan itu sedikit cuek sama santri putri".
"Udah lah,gak usah ngurusin orang lain".
Setelah menghabiskan makanannya,Ayna segera beranjak dari tempatnya dan menghampiri Ica untuk membayar pesanannya dan juga Kiran.
Kiran yang di tinggal pun berusaha mengejar Ayna.
Aduhhh panas nih pasti.batin Kiran
Sesampainya dikelas
"Kenapa aku nya di tinggalin sih kak".kesal Kiran
"Kamu nya yang lama".sahut Ayna
"Kan kakak gak bilang juga kalo udah mau balik ke kelas".ucap Kiran
"Tau ahh males".ucap Ayna
"Hareudang yaa karena dengar yang tadi".ejek Kiran
"Gak".sarkas Ayna
"Aduh kak,bilang iya aja apa susahnya sih.Lagian kan kakak udah dengar sendiri penjelasan dari ustadz Rayan.Cuman ngehargain pemberian kak Bilqis".ucap Kiran
"Iya iya".sahut Ayna malas
"Ck bentar lagi ustadz Rayan masuk kelas nih".ucap Kiran
"Masih lama".sahut Ayna
Teng teng teng
"Tuh kan bunyi,kita tinggal tunggu beberapa saat lagi.Pasti ustadz Rayan datang".ucap Kiran
"Terserah".sahut Ayna
"Kayak cewek aja,jawabnya terserah".ucap Kiran
"Emangnya aku ini apa?cowok gitu?".sahut Ayna
"Santai dong mbak nya.Ngegas mulu".ucap Kiran tertawa
Beberapa menit kemudian,Rayan memasuki ruang kelas.Seperti biasanya,ia akan berdoa sebelum memulai pembelajaran.
Di menit pertama ia menjelaskan,semuanya nampak seperti biasa.Santri kelas 1A mendengarkan dalam hening.Hingga,ia baru menyadari seperti ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Benar saja,Rayan baru saja menyadari jika sedari awal ia menjelaskan,Ayna hanya tertunduk tanpa memperhatikan nya.
"Ayna".panggilnya
Ayna yang merasa dipanggil pun tersentak kaget.
"Kamu kenapa?".tanya Rayan
"Saya?saya gak papa kok,ustadz".ucap Ayna
"Kenapa tidak memperhatikan saya menerangkan materi".tegas Rayan
"Ma-maaf ustadz,saya kurang enak badan".gugup Ayna
"Kalo sakit,istirahat di asrama saja".ucap Rayan
"Tidak ustadz,lagian udah nanggung.Ini kan udah jam pelajaran terakhir".sahut Ayna
"Ya sudah kalo gitu".ucap Rayan
Rayan kembali menjelaskan materi pembelajaran.Sesekali ia bertanya kepada santri,apakah mereka dapat memahami materi pada hari ini atau tidak.Ya jelas jawabnya sudah paham dong,biar cepat pulang hihii.
Hingga lonceng pertanda berakhirnya kegiatan belajar-mengajar hari ini berbunyi,Rayan segera mengakhiri pembelajarannya.Ia pun pamit.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".pamit Rayan
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut mereka
Rayan berjalan keluar dari ruang kelas 1A.Para santri pun mulai berhamburan keluar dari kelasnya.Terkecuali Ayna dan Kiran.Berhubung Ayna lah yang memegang kunci kelas 1A,mau tidak mau ia harus menunggu teman-temannya keluar kelas terlebih dahulu.
"Kakak kenapa sih?mana bilangnya gak enak badan lagi sama ustadz Rayan".ucap Kiran
"Males aja gitu.Kalo soal gak enak badan,aku gak bohong.Gak tau kenapa,tiba-tiba pusing gitu".sahut Ayna
"Masa cuman gara-gara cemburu,kakak jadi sakit sih".ucap Kiran tertawa
"Ini beneran loh,Kiran.Pusing nih".sarkas Ayna sambil memegangi kepalanya
"Ya udah yuk pulang.Udah keluar semua tuh".ucap Kiran
"Kamu yang kunci pintunya ya".pinta Ayna
"Okey kak".seru Kiran
Setelah keluar dan mengunci pintu ruang kelas,mereka segera pulang ke asrama.Kiran yang melihat Ayna berjalan hingga hampir terhuyung pun dengan sigap menahan tubuh Ayna agar tidak terjatuh.
"Aduh kak,kalo mau pingsan tuh nunggu di asrama aja.Masa di tengah-tengah lapangan gini kakak mau pingsan.Mana udah sepi lagi.Berat,tau gak".celoteh Kiran
"Kamu ikhlas gak sih nolongin?kalo enggak,tinggalin aja".sahut Ayna pelan
"Yahh masa ditinggalin sih.Gak besti dong namanya".ucap Kiran
"Kok pusing banget ya".ucap Ayna yang kian melemah
"Duh kak,jangan pingsan dong.Ini gimana nih.Masa aku harus nyeret kak Ayna sampai asrama".ucap Kiran asal
Di tengah kepanikan Kiran,entah kebetulan atau tidak,ia melihat Azzam yang baru saja keluar dari ruang asatidz.Kiran pun segera memanggil Azzam.
"Ustadz Azzam".panggil Kiran
Azzam mencari sumber suara tersebut.Ia terkejut karena melihat Kiran yang sedang menahan tubuh Ayna yang sedang tidak sadarkan diri.Ia pun menghampiri Kiran.Tanpa basa-basi lagi,Azzam segera menggendong Ayna dan membawanya ke ruang asatidz.
Rayan dan Zayan yang belum pulang pun terkejut karena melihat Azzam dan Ayna yang berada di dalam gendongannya.
"Kiran,tolong ambilkan minyak di atas meja saya".ucap Azzam
"Yang mana ustadz?".tanya Kiran
"Meja paling pojok sebelah kanan".sahut Azzam
Kiran segera mengambil minyak tersebut dan memberikannya kepada Azzam.Lalu,Azzam pun membiarkan Ayna menghirup aroma minyak tersebut.
Rayan dan juga Zayan bertanya kepada Kiran,mengapa Ayna jadi seperti itu?.Kiran hanya bisa menjawab kalau ia juga tidak tahu menahu perihal pingsannya Ayna.Tidak mungkin kan,jika ia menjawab kalau Ayna tiba-tiba pusing dan pingsan gara-gara menahan rasa cemburunya kepada Rayan.Mungkin itu merupakan hal yang sangat berlebihan.Namun,inilah Ayna.Entah mengapa hahaha.
"Oke Kiran,jangan sampai kamu ngebatin disini.Karena disini ada kembarannya Harry Potter,eh maksudnya ustadz Rayan.Oke tahan".gumam Kiran
Hingga beberapa menit kemudian,Ayna tersadar dari pingsannya.Dengan sigap,Azzam mengambil air putih dan memberikannya kepada sang adik.
"Makasih bang".ucap Ayna pelan
"Iya.Kamu kenapa sampai pingsan kayak tadi?".tanya Azzam dengan raut wajah khawatir
"Enggak tau bang,tiba-tiba aja Ay ngerasa pusing banget".sahut Ayna
"Tadi pagi kamu makan gak?".tanya Azzam lagi
"Makan kok,istirahat tadi juga jajan dikantin sama Kiran".sahut Ayna
"Aneh.Tapi,kenapa bisa pusing sampe pingsan?".ucap Azzam heran
"Kak Ayna pusing gara-gara cemburu sama ustadz Rayan".sahut Kiran yang berada disamping Azzam
Rayan dan Zayan sudah pamit pulang sebelum Ayna sadarkan diri.Jadi,sekarang hanya tersisa Azzam,Ayna dan juga Kiran yang berada di ruang asatidz.
"Cemburu sama Rayan?".tanya Azzam
"Iya ustadz.Jadi,tadi tuh gini ceritanya....
Kiran menceritakan kejadian tepat saat mereka berada di kantin jam istirahat tadi.Ayna hanya bisa pasrah karena kelakuan Kiran yang menceritakan semuanya secara rinci pada Azzam.
Awas aja nanti.batin Ayna
"Oh gitu.Emang ada ya orang kayak gitu.Cuman gara-gara cemburu,malah pingsan".ucap Azzam tertawa
"Ada lah ustadz.Tuh buktinya kak Ayna".sahut Kiran yang ikut tertawa
"Kebetulan".sinis Ayna
"Baru aja tadi malam dikasih hadiah,masa sekarang udah cemburu lagi cuman gara-gara dengar ucapan orang lain".ucap Azzam
"Kan panas dengernya,ustadz".ucap Kiran menahan tawa
"Udah,gak usah ditahan ketawanya.Lepasin aja".sahut Ayna."Dah ah,mau balik ke asrama aja.Makasih ya bang".lanjutnya
"Iyaa.Udah,pulang sana".ucap Azzam."Kiran,jagain Ayna ya.Jaga-jaga,kalo dia pingsan lagi".ucapnya pada Kiran
"Hehe siap ustadz".sahut Kiran
"Assalamualaikum".ucap Ayna pergi
"Eh tungguin dong kak.Kita pamit pulang ya,ustadz.Assalamualaikum".pamit Kiran
"Waalaikumussalam".sahut Azzam
Ayna Ayna.batin Azzam