AynaRayan

AynaRayan
Baikan



Di pagi jumat ini,Ayna dan Kiran berangkat ke madrasah lebih awal.Karena,hari ini mereka berdua ada jadwal piket kelas.


Setelah beberapa hari Ayna tak banyak bicara karena kejadian waktu itu.Akhirnya,sekarang ia sudah kembali seperti biasa.Hanya saja ia masih berusaha menghindar dari Rayan.


"Penutupan sekaligus pengumuman juara,nanti malam kan kak".ucap Kiran


"Iya".sahut Ayna


Baru saja memasuki gerbang pondok,tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil nama Ayna.


"Ayna".panggilnya


Mereka pun mencari asal suara tersebut.Dan ternyata,Rayan lah yang telah memanggil Ayna.Rayan yang semula tengah duduk di kursi,dengan segera ia berdiri setelah Ayna dan Kiran menghampirinya.


"Males deh sebenarnya".bisik Ayna pada Kiran


"Udah,siapa tau penting kan".sahut Kiran


"Ada apa ustadz?".tanya Ayna setelah mereka tepat di hadapan Rayan


"Kenapa kamu seperti menghindar dari saya Ay?".ucap Rayan memberanikan diri


Masalah hati dah kalo gini.batin Kiran


"Ngapain juga Ay ngehindarin ustadz?".ketus Ayna


"Suutt,kalo ngomong sama ustadz itu harus sopan".bisik Kiran menasihati


"Saya tau Ay,semenjak kamu liat saya yang menerima makanan dari Bilqis itu,kamu seakan-akan menghindari saya terus.Apa kamu cemburu?".ucap Rayan


Pfft ketahuan deh cemburunya,hahaha.batin Kiran


"E-enggak,ngapain juga harus cemburu.Emangnya Ay punya hak atas rasa kecemburuan terhadap ustadz?".ucap Ayna salah tingkah


"Ada.Kamu berhak cemburu kepada saya,dan saya juga berhak cemburu terhadap kamu".sahut Rayan


Ya Allah,apa benar yang di depan ku sekarang ini adalah ustadz Rayan?atau orang lain yang bertransmigrasi ke tubuhnya ustadz Rayan.batin Kiran heran


"Saya Rayan yang asli kok Kiran".sahut Rayan


"Eh,kok bisa".ucap Kiran heran


Ayna terdiam setelah mendengar ucapan Rayan tersebut.


Ini Ay gak salah denger kan?.batin Ayna


"Husnuzon saja Ay,apa yang saya katakan tadi adalah yang sebenarnya.Kamu tidak salah dengar".ucap Rayan


Aduh,lupa lagi kalo ustadz Rayan juga bisa denger batinan orang.batin Ayna


"Kebetulan".sahut Rayan santai


Ini kenapa sih?apa mereka bertelepati?berbicara melalui batin?.batin Kiran


"Enggak".sahut Rayan dan Ayna bersamaan


"Ck susah kalo ngomong sama saudaranya Harry Potter".celetuk Kiran


"Harry Potter siapa?".tanya Rayan


"Itu ustadz,film yang para siswanya belajar di sekolah sihir".sahut Kiran


"Padahal film nya udah lama gak tayang di televisi.Tapi,kamu masih inget aja".ucap Ayna


"Jadi?".tanya Rayan pada Ayna


"Iya ustadz,kak Ayna cemburu".ucap Kiran


"Bener Ay?".tanya Rayan menatap Ayna


Astaghfirullah belum mahrom,jangan tatap-tatapan dulu hahaha.


"Iya ustadz,Ay cemburu".sahut Ayna dengan cepat dan memalingkan wajahnya menghindari tatapan Rayan


Rayan yang mendapat pengakuan secara langsung dari Ayna pun merasa sangat senang.Akhirnya,pertanyaan yang bersarang di kepalanya sejak dulu telah terjawab.Perasaannya pun juga terbalaskan.


"Yess alhamdulilah,akhirnya kak Ayna ngaku juga.Terima kasih ya Allah karena engkau telah menyadarkan kak Ayna yang gak pekaan ini".ucap Kiran


Ayna dan Rayan hanya bisa geleng-geleng kepala karena mendengar seruan Kiran tersebut.


"Maaf ya Ay,waktu itu saya gak ada maksud apa-apa.Cuman ngehargain pemberian dia saja".ucap Rayan


"Ustadz sih pake senyum-senyum segala.Kan hatinya kak Ayna makin bergejolak".ucap Kiran tertawa pelan


"Haha iya,makanya saya minta maaf".ucap Rayan


"Iya ustadz,Ay maafin.Ayna juga minta maaf karena waktu itu bikin ustadz cemburu".sahut Ayna


"Kapan?".tanya Rayan


"Saat Ay muji si Haikal".ucap Ayna


"Itu pun karena aku sama yang lain juga,yang nyadarin kak Ayna kalo ustadz itu cemburu".ucap Kiran nimbrung


"Kenapa malah teman-teman kamu yang lebih peka Ay?".ucap Rayan


"Hehe gak tau juga ustadz".cengir Ayna


"Ya udah,saya maafin juga kalo gitu".ucap Rayan


"Nahhh sekarang udah jelas kan ceritanya.Mending kita cepat ke kelas deh kak.Piket piket".ucap Kiran


"Oh iya.Kalo gitu,kita pamit ke kelas dulu ya ustadz.Assalamualaikum".pamit Ayna


"Iya,waalaikumussalam".sahut Rayan tersenyum


Ayna dan Kiran melangkahkan kakinya menuju kelas 1A.Sesekali,Kiran tersenyum geli karena mendapati Ayna yang selalu tersenyum tak jelas.


"Cieee yang udah baikan".ucap Kiran


"Apaan sih".sahut Ayna salah tingkah


"Halah".sarkas Kiran


Setelah sampai di kelas,mereka pun segera membersihkan seisi ruangan.Hinggak,tak lama kemudian,petugas piket yang lain pun mulai berdatangan.


"Udah mau selesai,baru datang".sarkas Kiran


"Hehe abis kegiatan subuh tadi ketiduran.Jadinya,bablas deh.Pas inget piket kelas hari ini,baru siap-siap.Terus,langsung kesini deh".sahut Keyra


"Itu mah bukan ketiduran,tapi emang sengaja tidur".ucap Nisa yang baru datang


"Udah udah,mending nih lanjutin nyapunya.Kita berdua udahan ya,mau duduk santai nih,capek".ucap Ayna


"Oke kak".seru Keyra


°°°


"Aku duluan ya semuanyaaa".seru Ayna yang duduk berboncengan dengan sang abang


"Iya Ay/iya kak".sahut mereka


Azzam pun melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.


Ya,malam ini merupakan malam penutupan acara Musabaqoh Tilawatil Qur'an sekaligus pembagian hadiah kepada sang para juara.


Lagi-lagi Ayna ikut bersama Azzam.Sedangkan,sebagian santri yang mengikuti lomba lainnya ikut mobil ustadz Mukhtar dan juga Fakhri.


"Jadi,gini ya bang suasananya kalo malam".ucap Ayna


"Adem kan".sahut Azzam


"Iya,banget malah".ucap Ayna merentangkan kedua tangannya


"Eh jangan kayak gitu,ntar disenggol pengendara lain".ucap Azzam


"Hehe iya abang ku".sahut Ayna


Hingga beberapa menit kemudian,mereka telah sampai.Tak berselang lama,yang lainnya pun turut tiba di tempat acara.Termasuk Rayan,Zayan dan juga Rasyid.


Beberapa kata sambutan sekaligus untuk menutup kegiatan MTQ tingkat kecamatan dari sang kepala daerah mulai terdengar.Hingga pada pengumuman pemenang sekaligus pembagian hadiah kepada sang juara musabaqoh dimulai.


Tentu saja juara terbanyak di peroleh dari utusan pondok pesantren Baitul 'Izzah.Terutama Ayna,Kiran,Kayana,Sila,Zen,Haikal,Farah,Alisa dan juga Hikmah yang berhasil meraih juara terbaik dalam cabang lomba masing-masing.


Karena telah berhasil mengharumkan nama pesantren Baitul 'Izzah.Fakhri berinisiatif untuk mengajak santrinya itu untuk makan-makan bersama.Tentu saja mereka langsung setuju dengan ucapan sang Gus.Rezeki gak boleh ditolak.Apalagi dari Gus sendiri ya kan hahaha.Berkah berkah.


Tetapi,sebelum itu.


"Abaaang,fotoin kita dong".ucap Ayna


"Iya bentar".sahut Azzam


"Kak Farah,kak Al.Ayok semuanya sini".seru Ayna


"Kita kan gak dapet juara kak".ucap salah seorang siswi


"Udah gak papa.Juara atau enggak,kita tetap foto bersama.Kan keluarga Baitul 'Izzah".sahut Ayna senang."Ayok,sini sini deketan".ucapnya


"Siap semuanya.1 2 3


Ckrek


"Lagi bang".seru Ayna


"Oke,gaya bebas dong.1 2 3


Ckrek


"Yeeey makasih abang.Sekarang aku mau foto berdua sama abang".ucap Ayna


"Iya iya.Tapi,siapa yang mau fotoin?".sahut Azzam


"Biar aku aja Zam".ucap Rayan


"Oke,yang bagus ya ustadz".seru Ayna


"Haha iya iya".sahut Rayan tersenyum


1


2


3


Ckrek


"Udah nih".ucap Rayan memperlihatkan hasil jepretannya


"Makasih ya ustadz".ucap Ayna


"Iya sama-sama".sahut Rayan."Oh iya,saya punya sesuatu buat kamu.Saya ambil dulu ya".lanjutnya lalu pergi


"Ekhem,udah gak ngehindar lagi nih".ucap Azzam


"Apaan sih bang".sahut Ayna kesal


Selagi menunggu Rayan.Ayna memutuskan untuk ber-selfie ria bersama teman-temannya.


"Ayna".panggil Rayan kembali


"Kiran,temenin dong".pinta Ayna


"Okey".sahut Kiran


"Aku sama Kiran nyamperin ustadz Rayan dulu ya".pamit Ayna pergi


"Emangnya gak papa kak?".tanya salah satu siswi pada Farah


"Gak papa kok.Kan ini tempatnya juga ramai,banyak orang.Lagian,disana juga ada saudaranya".sahut Farah


"Ohh gitu".ucap siswi tersebut


Ditempat Ayna


"Iya ustadz".sahut Ayna


"Ini untuk kamu.Bukanya nunggu udah sampai di asrama saja".ucap Rayan memberikan sebuah hadiah yang berbentuk kotak


Ayna pun menerima hadiah tersebut.


"Kan Ay gak lagi milad ustadz.Kok dikasih hadiah?".tanya Ayna


"Gak papa.Sekalian sebagai tanda permintaan maaf dari saya atas kejadian waktu itu.Jujur,saya sangat merasa tidak tenang setelah kamu menghindar dari saya".sahut Rayan


"Aduh jadi ngerepotin,kan bukan salahnya ustadz juga.Ya udah,Ay terima ya hadiahnya ustadz".ucap Ayna


"Iya.Kalo gitu,saya mau samperin yang lainnya dulu".pamit Rayan pergi


"Wahhh kak Ayna.Gak nyangka sih haha".ucap Kiran


"Suuttt jangan bilang kalo ini pemberiannya ustadz Rayan".ucap Ayna


"Oke tenang.Rahasia aman".sahut Kiran


"Ya udah yuk.Kita samperin yang lain".ucap Ayna


"Lets go".seru Kiran