AynaRayan

AynaRayan
Diculik lagi?



"Kenapa sih,Kiran?cerita dong.Kalo ada masalah,gak usah di pendam".ucap Ayna


"Iya tuh.Sebenarnya gak papa sih.Yang jadi masalah itu gara-gara kak Kiran malah diemin kita semua.Kan kita gak salah apa-apa.Kalo kita ada salah sama kakak,maafin deh ya".ucap Sila


Yah,Kiran masih tidak mau membuka suara kepada teman-temannya.


Sebenarnya,Kiran tidak mau menceritakan tentang apa yang terjadi.Hingga ia menjadi seperti sekarang.Tapi,sepertinya keputusannya itu salah.Niatnya supaya mereka tidak akan kepikiran.Tapi,malah membuat Ayna dan yang lainnya merasa di diamkan oleh dirinya.Mereka berpikiran bahwa Kiran marah kepada mereka.Mungkin.


"Sebenarnya....


Kiran menceritakan semuanya dengan detail,tanpa kurang dan lebih sedikitpun.


"Udahh gak usah di pikirin".ucap Ayna


"Tapi kak,kayaknya ustadz Husein itu nekat orangnya".ucap Kiran


"Itu kan cuman anggapan kamu aja.Lagian kan ada bang Azzam,dan kalian juga".ucap Ayna


"Bener tuh,jangan lupakan ada ustadz Rayan juga".seru Sila


"Tenang aja Kiran.Kak Ayna kan punya banyak bodyguard".celetuk Zenara


"Iya tuh.Intinya,kita semua harus waspada sama ustadz Husein".ucap Kayana


"Nahh udah selesai kan masalahnya.Kak Kiran jangan diemin kita dong.Kek ada yang kurang gitu,kalo kakak gak ada ngoceh".ucap Sila


"Ngoceh gak tuh".ucap Zenara tertawa


Semoga aja ustadz Husein gak bakal berbuat lebih.batin Kiran sembari menatap Ayna yang masih tertawa


Malam harinya


Sekarang,Ayna and the geng tengah duduk-duduk santai di depan kamar.Berhubung ustadzah Fira yang berhalangan hadir untuk mengajar di asrama putri salafi,para santri pun bebas melakukan aktivitasnya.Terkecuali membuat keributan:/.


"Gak nyangka ya,udah masuk bulan Desember aja".ucap Sila


"Ulangan sebentar lagi".ucap Kayana


"Iya ya,gak kerasa banget.Perasaan baru kemaren masuk madrasah".ucap Zenara


"Gak kerasa ya.Udah mau 13 tahun aja sekolah.Perasaan baru kemaren lahir ke dunia".ucap Ayna


"Memang beda".sahut Kiran mendengar ucapan Ayna


Ditengah-tengah perbincangan,tiba-tiba mereka mendengar percakapan Bilqis dan temannya yang berada tak jauh dari tempat mereka nongkrong.


"Kamu gak percaya kalo aku deket sama ustadz Rayan?".tanya Bilqis pada temannya


"Yaa percaya gak percaya sih".sahutnya


"Kan kamu denger sendiri dari teman-teman yang lain.Masih gak percaya?".ucap Bilqis


"Yaa soalnya kan beberapa hari ini aku liat ustadz Rayan selalu berbicara sama Ayna.Padahal ustadz Rayan terkenal cuek sama perempuan.Yaa kalo deketnya sama kamu,masa beliau keliatan akrab gitu sama Ayna".sahut temannya


"Mu-mungkin aja kan memang a-ada perlu sama si Ayna.Makanya ustadz Rayan sering bicara sama dia".ucap Bilqis


"Kalian emang beneran deket kan?bukan mengada-ada?".tanya temannya memastikan


"I-iya lah,ma-masa aku bohong sih".sahut Bilqis gugup


"Gak bohong tapi kok gugup gitu".ucap temannya tersenyum miring


"Ma-mana ada".sahut Bilqis


"Iya deh.Yuk balik ke kamar".ucap temannya


Setelah kepergian Bilqis dan temannya.Sila pun mulai membuka suara setelah beberapa menit dalam keadaan hening.


"Ciaahhh ada yang ngaku-ngaku deket sama ustadz Rayan".ucap Sila


"Padahal kan yang lagi deket sama ustadz Rayan ada disini".ucap Zenara melirik ke arah Ayna


"Dia gak pernah denger kata-kata 'terlalu berharap itu menyakitkan' kali.Makanya kayak gitu".ucap Kiran tertawa kecil


"Ngehalu kali.Selagi halu gratis.Jadi,ngehalu lah sepuas-puasnya".ucap Kayana


"Ngehalu aja dulu,siapa tau jadi kenyataan".ucap Ayna menimpali


"Tapi kak Ay harus hati-hati.Mungkin,nanti kabar kedekatan kakak sama ustadz Rayan bakalan nyebar ke seluruh penjuru pondok".ucap Sila


"Ini semuanya gara-gara ustadz Husein nih.Kalo aja ustadz Husein gak berusaha ngedeketin kak Ayna,pasti ustadz Rayan gak bakalan kayak gini".ucap Kiran


"Bagaimana pun ustadz Rayan bersikap pada kak Ayna.Tetap aja ustadz Husein gak peka-peka.Tetap aja ngedeketin kak Ayna".ucap Kayana


"Betul tuh.Lama-lama bikin emosi ya".kesal Zenara


"Siapa coba yang mau jadi istrinya ustadz Husein nanti.Ganteng enggak,terus sifatnya kayak gitu pula".ucap Kiran


"Heyyy jangan bilang kayak gitu.Tau-taunya nanti kita denger kabar kalo Kiran deket sama ustadz Husein".sahut Ayna tertawa


"Wahh bener tuh".seru Sila yang ikut tertawa


"Benci jadi cinta ini mah".ucap Kayana tertawa kecil


"Amit-amit ya Allah,astaghfirullah.Buat orang lain aja".ucap Kiran tak terima


Mereka pun hanya bisa tertawa mendengar ucapan Kiran.


Kita liat aja nanti.batin Ayna


Seluruh santri mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan khidmat.Berbeda dengan hari-hari sebelumnya,kali ini mereka hanya mengulang pembelajaran dan sedikit latihan untuk persiapan ulangan semester ganjil yang akan dilaksanakan empat hari lagi.Terlebih tentang pelajaran tasrif.Karena,tasrif merupakan pelajaran wajib untuk kelas awal di madrasah salafi.


"Kalo sudah selesai,tolong Rafa kumpulkan lembarannya dan bawa ke meja saya di ruang asatidz.Saya ada urusan.Jam kedua jangan ribut".ucap ustadz Baihaqi


"Iya ustadz".sahut Rafa


"Baiklah,assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh".pamit ustadz Baihaqi


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh".sahut para santri 1A


Ustadz Baihaqi pun keluar dari ruang kelas.


"Wahh kalo ulangannya kayak gini mah gampang.Juara satu lah nanti".seru Anan


"Anan juara satu?gak ada tampangnya sama sekali".sahut Umar


"Nahh iya tuh.Kalo muka muka juara tuh si Ayna,Kiran,Nisa,Haikal,aku nih".ucap Rafa


"Si Rafa emang ada sih muka muka juara kelas.Tapi,kemungkinannya cuman 0,01 persen".ucap Anan


"Aku ganteng aku diem".ucap Rafa


"Kerjakan woy,jangan ribut".ucap Rega


"Iyaaa pak waketu".sahut Anan


Setelah menyelesaikan tugas latihannya.Mereka pun segera mengumpulkan lembaran masing-masing ke atas meja guru sebelum Rafa membawanya ke ruang asatidz.


"Kayaknya ustadz Baihaqi izin sampe jam kedua deh".ucap Nisa


"Mungkin".sahut Ayna


"Tidur ah,ngantuk.Bangunin ya kak,kalo ada ustadz yang masuk".ucap Kiran sebelum menelungkupkan wajahnya


"Iya.Tidur aja yang nyenyak".sahut Ayna


°°°


"Kak Ayna".panggil seseorang


Ayna dan Kiran yang ingin pulang ke asrama pun sontak menghentikan langkahnya.Kemudian,mengedarkan pandangan mereka ke sumber suara.


"Siapa tuh?".tanya Ayna pada Kiran


"Kalo gak salah sih itu santri kelas 1C".sahut Kiran


"Ngapain ya?".tanya Ayna lagi


"Tau".ucap Kiran mengedikkan bahunya


Santri tersebut pun mendekat ke arah mereka.


"Kenapa?".tanya Ayna datar


"I-itu kak Ayna disuruh sama u-ustadz Husein ke taman samping pondok".sahut santri tersebut gugup


"Ngapain?".tanya Ayna lagi


"Eng-enggak tau.Ustadz Azzam juga disana,katanya".sahutnya


"Ohh ya sudah,makasih".ucap Ayna


"I-iya kak.Aku permisi dulu.Assalamualaikum".pamitnya


"Waalaikumussalam".sahut mereka


"Ya udah,kamu duluan aja".ucap Ayna pada Kiran


"Ustadz Husein lho kak".ucap Kiran


"Gak papa,kan katanya ada bang Azzam juga".sahut Ayna


"Emm iya deh.Hati-hati ya kak".ucap Kiran yang diangguki oleh Ayna


Ayna pun berjalan menuju taman samping pondok.


Baitul 'Izzah memang hanya memiliki satu taman yang berada di samping pondok.Meskipun begitu,taman tersebut tak kalah indahnya dibandingkan taman-taman yang lain.


Kenapa tidak di halaman utama pondok?yoo ndak tau saya,kepikirannya tuh taman ada di samping pondok wkwk.


"Ikutin deh,perasaan aku jadi gak nyaman.Takutnya terjadi sesuatu".gumam Kiran,lalu mengikuti Ayna secara diam-diam


Kiran terus mengikuti Ayna dari belakang dan berhenti di balik sebuah pohon yang dapat menghalau tubuhnya dari pandangan seseorang setelah ia melihat Ayna sedang berbicara dengan Husein.


Katanya ada ustadz Azzam juga.Tapi kok gak ada.gumam Kiran


Lama ia memperhatikan interaksi keduanya.Tiba-tiba saja Kiran melihat Ayna yang berusaha memberontak untuk melepaskan tangannya dari cekalan Husein.


"Wah wah kenapa tuh".heboh Kiran


Dan tiba-tiba saja Husein menarik paksa Ayna,lalu membawanya ke sebuah mobil yang entah sejak kapan berada disana.


Kiran yang melihatnya pun segera mencari cara agar bisa mengikuti mobil tersebut.Dan kebetulan,ada sebuah sepeda yang sedang nganggur tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.Tidak elit memang.Tapi,mau gimana lagi,cuman ada sepeda disana.


Ia pun mengikuti arah mobil tersebut melaju.Meskipun sudah tertinggal lumayan jauh,namun Kiran sangat mengingat kemana mobil tersebut membawa Ayna.