AynaRayan

AynaRayan
cincin terompah



"Kita kapan baliknya bang?".tanya Ayna pada Azzam


Acara dikediaman kyai Zafar selesai,sekarang hanya tersisa Ayna dan keluarganya,keluarga kyai Zafar beserta keluarga besan,Zayan,Rayan dan tak ketinggalan santri ndalem.


Sekarang Ayna berada di teras depan rumah bersama Azzam,Zayan dan juga Rayan.Mereka sengaja meninggalkan para keluarga yang sedang asyik mengobrol di dalam.Entah apa yang mereka bicarakan.


"Mungkin besok,jadi ahadnya kita bisa istirahat dulu dirumah.Baru seninnya kita balik pondok".ucap Azzam


"Yeeeeyyy gak sabar sekolah lagi".teriak Ayna tak sadar


"Berisik Ay".sungut Azzam


"Biarin,rasanya itu kayak udah lama banget ninggalin pondok,padahal belum ada seminggu".sahut Ayna."oh iya,aku lupa beli oleh-oleh buat Kiran dan yang lain.Kita kan gak ada jalan-jalan".lanjutnya setelah ia mengingat bahwa ia hampir saja melupakan oleh-oleh untuk teman-temannya


"Gak perlu repot-repot jalan keluar Ay,disini juga ada kok kalo mau beli oleh-oleh".sahut Zayan


"Beneran,dimana?kawasan putri?".ucap Ayna


"Dikawasan putri juga ada sih,cuman kan jauh.Mending dikawasan putranya aja".ucap Zayan


"Lah masa Ay harus ke kawasan putra sih?gak mau ah malu,pasti banyak santri putranya".tolak Ayna


"Namanya juga kawasan putra Ay,jelas banyak santri putranya lah.Kan ada abang sama mereka juga nih,ntar ditemenin,mau gak?".sahut Azzam yang membuat Ayna tampak berpikir


"Emmm tapi Ay kan gak biasa berada dikawasan yang banyak laki-lakinya kayak gitu".ucap Ayna


"Nah gini aja,gimana kalo kamu pake niqab atau gak cadar aja gitu,minta sama kak Ria.Supaya kamu terjaga nantinya".usul Azzam


"Emmm boleh,Ay nyamperin kak Ria dulu ya"ucap Ayna lalu masuk kedalam


Riana dulunya memang tidak memakai niqab atau cadar,tetapi sejak dulu ia berkeinginan jika menikah nanti ia akan memakai cadar.Dan jadilah,ketika ia menikah dengan Zikri,ia memutuskan untuk memakai cadar.


Ayna menghampiri Riana dan mengatakan maksudnya.Riana pun memberi dan memakaikan niqab pada Ayna.Setelah mengucapkan terimakasih,Ayna kembali menghampiri Azzam dan yang lainnya.Ia sudah tidak sabar untuk memilih dan membeli oleh-oleh untuk teman-temannya.Meskipun ia sangat gugup karena harus berada dikawasan santri putra.


"Abangg".seru Ayna yang berada di ambang pintu


"MasyaaAllah".batin seseorang


"Udah kan?yuk,mending sekarang aja jalannya".ucap Azzam yang diangguki Zayan dan Rayan


"Ya udah kalo gitu,yok bang".ucap Ayna kemudian menggandeng tangan Azzam,yang membuat mereka terlihat sangat serasi.Bahkan terlihat seperti pasangan kekasih halal.


Mereka berempat pun berjalan menuju kawasan santri putra.Sesampainya memasuki gerbang santri,Ayna semakin mengeratkan tangannya pada Azzam karena banyak santri putra yang memperhatikan kedatangan mereka.Azzam yang faham pun berusaha untuk menenangkan adiknya itu.Hingga sampailah mereka dikoperasi khusus menjual aksesoris khas banjarmasin.


"Assalamualaikum".ucap Azzam pada sang penjaga koperasi


"Waalaikumussalam,eh masyaaAllah bang Azzam,bang Zayan,apa kabar bang?".sahutnya lalu menyalami tangan Azzam dan Zayan


"Alhamdulillah baik".sahut Zayan


"Alhamdulillah baik Ren,saurangan haja kah pian jaga(kamu sendirian yang jaga)?".ucap Azzam


"Bedua lawan Faaz,tapi inya keasrama setumat jar(berdua sama Faaz,tapi katanya dia keasrama sebentar)".sahut Rendi


"Ohh inggih,ini nah ading ulun handak nukar oleh-oleh sagan kekawalannya dipondok(ohh iya,ini nih adik saya mau beli oleh-oleh buat teman-temannya dipondok)".ucap Azzam


"Ohh ading pian kah,ulun kira bini pian dah haha.Nah pilih-pilih ja dulu,tapi mun ulun sarankan gantungan kunci terompah ni pan,mun kada cincin pukah atau cincin terompahnya,tapi yang cincin terompahnya mahalan dikit hehe(ohh adik,kirain istri haha.Nah pilih-pilih aja dulu,tapi kalo saya sarankan gantungan kunci terompah ini aja,kalo enggak cincin kaokah atau cincin terompahnya,tapi kalo cincin terompah agak mahalan dikit hehe)".cerocos Rendi."eh lupa,pasti kamu gak ngerti kan?maaf hehe".ucapnya pada Ayna yang diam sedari tadi


"Eh Alhamdulillah ngerti kok,dikit hehe".sahut Ayna sekenanya


"Yaudah kamu lihat-lihat dulu gih,atau mau sama yang disaranin dia tadi?".ucap Azzam


"Emmm aku mau cincin terompahnya aja deh bang".sahut Ayna


"Yang warna apa?".tanya Azzam


"Silver deh kayaknya,tapi terompahnya yang kayak gitu".tunjuk Ayna pada sebuah cincin terompah yang terlihat sangat indah itu.Lingkaran cincin berwarna silver dan terompah yang berwarna silver berpadu dengan warna gold dan juga merah.


"Pilihan yang bagus".ucap Rendi."kalo ini satuannya 30 ribu".lanjutnya


"Wahh ternyata gelang terompahnya juga ada".seru Ayna ketika melihat gelang yang berwarna sama seperti cincin yang ia pilih."pasti mahal deh,cincinnya aja deh bang,aku mau 11".ucap Ayna."bang Azzam yang bayar hehe".lanjutnya dengan cengiran dibalik niqabnya


"Saya ambil cincinnya didalam dulu".ucap Rendi yang diangguki Ayna


"Kalo bukan abang,siapa lagi sih Ay".sahut Azzam


"Kali aja ustadz Zayan mau bayarin".ucap Ayna asal


"Boleh".sahut Zayan


"Nanti aja Ay,setelah kamu".sahut Rayan


"Okey deh,kalo abang sama ustadz Zayan?".ucap Ayna


"Enggak dulu Ay".sahut keduanya kompak


"Widihh paduan suara nih".ucap Ayna


Tak lama menunggu,Rendi kembali dengan membawa paper bag yang bertuliskan sekumpul ditangannya.


"Ini cincinnya".ucap Rendi menyodorkan paper bag tersebut kepada Azzam


"Nah duitnya,lebihnya sagan pian ja(nih uangnya,lebihnya buat kamu aja)".ucap Azzam menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah


"Makasih bang".ucap Rendi yang diangguki oleh Azzam


"Udah kan?mending kita balik".ajak Azzam


"Kalian duluan,saya mau beli sesuatu".ucap Rayan tiba-tiba


"Kalo gitu,kita duluan ya Ray".ucap Azzam lalu pergi,diikuti Ayna dan Zayan.Tentu saja dengan Ayna yang masih setia menggandeng tangan Azzam


Sepeninggal Azzam dan yang lain,Rayan memilih dan membeli sesuatu.Setelah selesai,ia pun kembali kerumah kyai Zafar.


"Assalamualaikum".ucap Rayan di ambang pintu


"Waalaikumussalam,eh Rayan.Udah selesai belanjanya?".tanya ummi khasanah istrinya kyai Zafar


Ya,Azzam mengatakan bahwa Rayan ingin membeli sesuatu dikoperasi pondok ketika mereka menanyakan keberadaannya.


"Sudah ummi".jawab Rayan sopan lalu duduk disamping Zayan


"Lawas sudah lah Zayan,ikam kada kesini lagi(Sudah lama sekali ya Zayan,kamu gak ada kesini lagi)".ucap kyai Zafar menatap Zayan


"Berelaan bah,ulun masih ngajar disana.Jarang libur,jadi kada kawa kesini(maaf bah,saya masih ngajar disana.Jarang libur,jadi tidak bisa kesini)".sahut Zayan sopan


"Kada papa,yang penting ikam disana mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang ada di diri ikam(tidak apa-apa,yang penting kamu disana mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang ada di diri kamu)".ucap kyai Zafar


"Inggih bah(iya bah)".sahut Zayan


"Aduh,Ay jadi pusing".ucap Ayna tiba-tiba


"Kamu sakit?".tanya Azzam khawatir


"Enggak bang,aku pusing karena gak ngerti apa yang abah bicarakan hehe".ucap Ayna dengan cengirannya


"Kirain".ucap Azzam geleng kepala


"Astaghfirullah,maaf kan abah ya Ayna.Abah lupa kalo ada kamu disini".ucap kyai Zafar tersenyum


"Hehe gak papa kok bah".ucap Ayna sopan


"Abahmu ini emang dasarnya pelupa Ay,maklum udah tua".sahut ummi khasanah yang membuat Ayna dan yang lain tertawa.


Sekarang keluarga Ayna sudah sangat dekat dengan keluarga kyai Zafar,hingga mereka pun sudah menganggap Ayna seperti anak mereka sendiri.Kyai Zafar dan sang istri hanya mempunyai dua orang anak laki-laki,yaitu Zikri dan Naufal.


Naufal,dengan nama panjang Muhammad Naufal Fadilah.Sekarang ia berumur 18 tahun,berbeda 3 tahun dengan Zikri,sang abang.Ia tidak mengikuti jejak abangnya yang menuntut ilmu sampai ke luar pulau,ia hanya ingin mondok ditempat abahnya sendiri dengan alasan ia tidak mau meninggalkan kedua orangnya tersebut.Bisa dikatakan Naufal lah yang paling dekat dengan kedua orang tuanya.Tapi,bukan berarti Zikri tidak dekat dengan mereka.Mungkin karena Naufal ini anak bungsu,jadi ia lebih menyayangi orang tuanya bahkan abangnya sendiri.


"Sekarang sudah mau maghrib,sebaiknya kalian bersiap-siap.Saya mau kekamar dulu".ucap Kyai Zafar pamit


"Ya udah,kalo gitu kita mau kepondok putra dulu ya ummi".ucap Azzam mewakili Zayan dan Rayan


"Iya Zam".sahut Ummi khasanah


Mereka pun pergi kepondok putra,tepatnya ke asrama tempat dimana Azzam dan Zayan dulu tinggal.


"Ayna sholat kan?".tanya ummi khasanah lembut


"Iya ummi".jawab Ayna


"Kalo gitu kamu siap-siap,kita kepondok putri untuk sholat berjamaah.Sekalian kamu ajak ibu dan Ria juga".ucap ummi khasanah


"Baik ummi,Ayna siap-siap dulu".ucap Ayna pamit


Dimana Zikri,Riana dan keluarga serta kedua orang tua Ayna sedari tadi?.Kalo Zikri dan Riana maklum lah,pengantin baru hihiii.Sedangkan keluarga Riana dan kedua orang tua Ayna sedang berada dihalaman belakang.entah apa yang mereka lakukan.